Rekan-rekan FICA-NETTERS yang kekasih dalam Kristus Tuhan,

Sehubungan dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan yang sempat
tidak pernah tercover dalam diskusi antaragama pada bulan Juni yang
lalu maka berikut ini saya akan menayangkan tulisan Evangelist
Hamran Ambrie almarhum yang berjudul "KEILAHIAN YESUS KRISTUS DAN
ALLAH TRITUNGGAL YANG ESA"  dalam 10 series.  

Tulisan ini saya anggap sangat baik untuk memperkuat iman Kristiani
yang sering tidak dipahami secara mendalam oleh umat Kristen
sendiri. Tulisan ini patut dicerna dengan sungguh-sungguh oleh umat
Kristen agar mampu mempertanggung jawabkan iman yang kita yakini
berdasarkan Alkitab dan sekaligus berguna dalam menanggapi berbagai
salah tafsir atas makna Allah Tritunggal Esa oleh pihak bukan-
Kristen.

Tulisan ini tidak dimaksud untuk memaksa orang di luar Kristen
menerima apa yang kita imani tetapi lebih merupakan sarana
kesaksian dan informasi tentang apa sebenarnya iman Kristen itu
tanpa perlu mencemooh atau menghina ajaran agama orang lain.

Mengingat panjangnya series ini, saya sangat berterimakasih bila
segala tanggapan ataupun pertanyaan dikemukakan setelah sepuluh
seri tulisan ini selesai ditayangkan. 

Semoga tulisan ini boleh membawa berkat dan menguatkan iman kita
semua.

                              Salam dalam KasihNya,

                                   C. Joseph.




KEILAHIAN YESUS KRISTUS DAN ALLAH TRITUNGGAL YANG ESA
                Oleh : Ev.Hamran Ambrie.


PENGANTAR NASKAH
                                                           p.1-15              
       
Kita mengetahui bahwa masih banyak manusia di dunia ini yang belum mengenal
dan menerima Tuhan Jesus sebagai Juruselamatnya.

Amanat Imam Besar kita Jesus Kristus: "Pergilah keseluruh Dunia dan Beritakanlah
INJIL, Berita Keselamatan itu kepada sekalian bangsa manusia".

Berdasarkan Imamat Am ini, bahwa setiap orang Kristen pengikut Kristus, pria
atau wanita, orang dewasa atau anak muda remaja, petani, buruh, pedagang, peng-
usaha, para cerdik-pandai, ya siapa-saja yang sudah dibaptiskan dalam nama
Tritunggal, Bapak, Anak dan Rohulkudus, semuanya terpanggil untuk bersaksi.

"BERSAKSI", sama sekali tidaklah bermaksud untuk memperkosa keyakinan setiap
orang untuk mentaati agamanya masing-masing. Kita tidak terpanggil dalam tu-
gas-tugas yang negatif, yaitu menyerang keyakinan agama lain. Kita hanya
terpanggil dalam tugas-tugas yang positif, memberi kesaksian tentang Jesus
Kristus, Juru selamat Dunia, Anugerah Allah, tentang Pengampunan Dosa, dan
lain-lain.

Sebab itulah, dalam tulisan buku ini, penulis selalu berusaha membatasi-diri,
tidak akan menilai Agama lain diluar Kristen sebagai ajaran yang tidak benar.
Kita tidak anti dengan agama apapun. Setiap orang berhak meyakini kebenaran 
pada Agamanya masing-masing.

Suatu kenyataan menunjukkan kepada kita, bahwa penerangan Agama Kristen
dikalangan ummat Islam, sudah sejak lama diajarkan oleh Pemimpin-Pemimpin, Guru
Agama dan Mubaligh-Mubaligh Islam, sebagai llmu Perbandingan Agama.
Semoga penerbitan buku "Chirstologi dan Tauhid" ini yang merupakan penyempurnaan
dari cetakan pertama 1973, dapat menumbuhkan pengertian yang wajar menurut
Kebenaran Alkitab.

Selanjutnya perlu diterangkan, bahwa nats ayat Alkitab dikutip dari Alkitab
Terjemahan Baru 1976 yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali
disebut lain, sedangkan terjemahan ayat-ayat Al-Quran diambil dari "Al-Quran dan
Terjemahannya" yang diterbitkan oleh Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Quran De-
partemen Agama Rl 1975/1976 dan Quran Tafsir Mahmud Yunus.

Jakarta, 1 Januari 1977

Salam dan hormat penulis,
Hamran Ambrie







KE-ILLAHI-AN
Jesus Kristus

Ada TIGA inisiatip Allah yang digariskan dalam Alkitab, yaitu:

1. Allah telah menciptakan. (Kejadian 1:1 )
2. Allah telah ber-Firman. (Ibrani 1:1-2; Yohannes 1:3; Kolose 1:15-16)
3. Allah telah bertindak . (Lukas 19:10; Timotius 1:15)


Dua diantara tiga inisiatip Allah yang perlu kita bicarakan disini adalah no.2
dan 3. Karena dalam kedua macam inisiatip Allah ini, sangat rapat hubungannya
dengan Ke-Ilahi-an Jesus Kristus yang menjadi dasar pokok dalam kepercayaan
Kristen.

Allah telah berfirman, melalui lidah para Nabi-Nabi
(Ibrani 1:1-2) dan Firman-Nya yang terakhir dan terindah kepada dunia ini, ialah
Firman-nya itu telah menjadi daging dan tinggal diantara kita yaitu Jesus
Kristus (Yohanes 1:1-14). Dan karena itulah pula Jesus disebut "Firman yang
hidup".

Allah telah bertindak (to act), dan tindakan-Nya yang paling mulia dan tertinggi
ialah penebusan isi dunia ini didalam Jesus Kristus. (Lukas 19:10).

Allah telah menyampaikan sesuatunya dalam bahasa manusia yang dimengerti oleh
masyarakat disekitarnya. Lewat lidah dan perilaku Jesus orang Nasaret, sebagai
Firman Allah yang Hidup. Jesus yang manusiawi itu telah menjadi pengantara
antara Allah dengar manusia. (1 Timotius 2:5)

Allah yang Roh dan tidak nampak itu (Yoh.4;24;1:18), didalam Jesus (Yoh. 10:38)
dengan kata lain dikatakanlah juga bahwa Jesus yang nampak itu ada-
lah merupakan bayangan Allah yang tidak nampak. (Kolose 1:15; Ibrani 1:3).
 Uraian diatas ini, kadang-kadang terasa sulit diterima oleh saudara-saudara
kita beragama Islam, terutama bagi mereka yang apriori menolak faham Kristen.
Mungkin beberapa nats Al-Quran yang berikut ini akan dapat membantu bagi mereka
yang ingin memahami ajaran kristen itu secara wajar.

1. Quran s.Al Fath 48:10.

"Innalladzina yuba yi'u naka innamaa yuba yi'u nal'llaha yadu' Ilahi fauqa
aidihim" (Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya
mereka itu berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka)--
Terjemahan Quran Departemen Agama R.l.

Terjemahan Mahmud Yunus: "Sesungguhnya orang yang berjanji teguh kepada engkau
(Muhammad) hanya sebenarnya mereka berjanji teguh kepada Allah. Tangan Allah
diatas tangan mereka".

Perhatikan dan hayatilah makna "yadu'llahi fauqa aidihim atau Tangan Allah
diatas tangan mereka. Bandingkan dengan nats Alkitab Yohanes 4:24, Yohanes 1:18
dan Yohanes 10:38).

2. Quran s.Al Hadiid 57:3

"Huwal awwaalu wal akhiru wazh zhah,ru wal bathinu wa huwa bikulli syai in
'alim". (Dialah yang Awal dan yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia
Maha Mengetahui segala sesuatu).Perhatikan dan hayatilah makna"Allah yang
Zhahir" atau "Allah yang
nampak" (Hu..wazh zhahiru) yang pengertiannya
dapat dibandingkan dengan nats Alkitab yang sudah
dikemukakan diatas).

Dengan memperbandingkan makna dan pengertian kedua macam nats Kitab Suci ini
secara wajar dan jujur, saya yakin tidaklah akan ada hal-hal yang merintangi
untuk mengerti ajaran Kristen yang dibawakan dalam nats Alkitab diatas.

Dr. G.C. van Niftrik--BJ. Boland, dalam bukunya
 " Dogmatika Masakini, halaman 420 dibawah judul "Allah didalam pernyataan nya"
mengatakan:

"Siapakah gerangan Allah yang hidup itu? Bagaimana kita dapat menemukan Dia?
Dimanakah kita mendengar suaraNya? Para Penulis Penjanjian Baru menjawab:
"Lihatlah dan dengarlah kepada Jesus orang Nasaret. Dalam Jesus ini, Allah
telah datang kepada kita manusia, sebab didalam Jesus ini Firman Allah telah
menjadi daging, didalam Dia Allah telah menyatakan diriNya kepada kita".

Inilah suatu dasar dari kepercayaan Kristen itu, bahwa kita dapat mengenal
Allah didalam Jesus Kristus.

Kesulitannya bagi saudara-saudara kita golongan Islam, untuk memahami ajaran
Kristen itu adalah mengenai hubungan Allah dengan Jesus. Mereka dari golongan
Islam ini, pada umumnya memandang Jesus itu dari satu
segi kemanusiawi-annya saja, sedangkan orang-orang Kristen tepatnya ajaran
Agama Kristen itu, memandang Jesus itu lebih banyak dari segi ke-Ilahi-an-Nya,
yaitu sebagai Mesias (Almasih-Kristus), Anak Allah (Firman Hayat Firman yang
telah menjadi daging pribadi Jesus), dan Tuhan (Rabb) bukan ke-manusiawi-annya,
bukan hanya sekedar Nabi dan Pesuruh Allah saja. Karena berlainan dan berbeda
pandangan inilah yang meyebabkan seakan-akan satu sama lain tidak bisa bertemu
faham sependapat. Seakan-akan (penulis) katakan, karena ke-sefahaman ini pasti
dapat dipertemukan, asalkan saja masing-masing mau mengarahkan pandangan yang
sama.

Orang Kristen, pasti dapat dan menerima pendapat golongan Islam itu, kalau ia
memandang Jesus itu hanya dari segi ke-manusiawi-annya saja. Jadi dalam
berdialog, seorang Kristen yang bijaksana akan dapat meninggalkan
pembicaraannya dari segi ke-Ilahi-annya Jesus.

Sebaliknya orang-orang Islam pasti dapat menerima pendapat dan pemikiran
golongan Kristen atau ajaran Agama Kristen, jika pandangannya dari segi kema--
nusiawian Jesus itu digeser kepandangan lain yaitu ke-Ilahi-annya Jesus. Karena
ke-Ilahi-an Jesus ini dibenarkan oleh Al-Quran (Qs. 3:45; 4:171; 5:110; 19:19;
3:55; 4:158 dan lain-lain).

Jika demikian kesulitan untuk saling mengerti itu, pasti dapat diatasi, satu
sama lain saling membenarkan satu sama lain tidak akan salah menyalahkan.

Bagi setiap orang Kristen memusatkan pandangan kepada Jesus itu adalah pada
segi ke-Ilahi-annya, tanpa alternatif yang lain.
Ke Dwi-pribadian Jesus yang akan diuraikan berikut ini, harap dapat difahami
oleh segala fihak.

Sebab itu pada kesempatan ini, marilah kita bersama-sama menggali bukti-bukti
ke-Ilahi-an Jesus Kristus itu, dengan pola pemikiran yang populer (sederhana)
saja, sehingga dapat diterima oleh akal budi pengertian yang rasional
berdasarkan Alkitab.

KELAHIRAN DAN MASA KANAK-KANAK JESUS.

Maria mengandung daripada Roh Kudus. (Luk. 1:26-38;Matius 1: 18-25)

ALLAH menyuruh malaikat Gabriel kesebuah kota di Galileabernama Nazaret, kepada
seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga
Daud; nama perawan itu Maria, Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia
berkata: "Salam. hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria
terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati nya, apa arti
salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut hai Maria, sebab engkau
beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan
akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai dia Jesus.
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan
Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya dan ia akan
menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya. dan kerajaannya
tidak akan berkesudahan,"Kata Maria kepada malaikat itu; "Bagaimana hal itu
mungkin terjadi, karena aku belum bersuami ?" jawab malaikat itu kepadanya:
"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi
engkau, sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak
Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang
anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang
disebut mandul itu Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. ''Kata Maria:
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu
itu." Lalu mailaikat itu meninggalkan dia.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama
isterinya dimuka umum,ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi
ketika ia mempertimbangkan maksua itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam
mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria
sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Jesus, karena
Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. "Hal itu terjadi
supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya,anak dara itu
akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan
menamakan Dia Imanuel" (Yesaya 7:14), yang berarti: Allah menyertai kita.
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintah malaikat
Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak
bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf
menamakan Dia Jesus.

Jesus lahir di Betlehem.
(Lukas 2:1-7)

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh
mendaftarkan semua orang di seluruh dunia (dalam kerajaannya-pen).Inilah
pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kilenius menjadi wali negeri di
Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya
sendiri.

Demikian juga Yusuf pergi dari kuta Nazaret di Ga'ilea ke Yudea, ke kota Daud
yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - su-
paya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang
mengandung.

Ketika mereka tiba disitu, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia
melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya
dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak-ada tempat
bagi mereka di rumah penginapan.

Sambutan para gembala dan malaikat (Lukas 2:8-20)

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak
mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat
mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat
ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab
sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan
kain lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah
bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji
Allah, katanya:

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi
diantara manusia yang berkenan kepadaNya."

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke Sorga,
gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke
Betlehem untuk melihat apa yang terjadi disana, seperti yang diberitahukan
Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan
Yusuf dan bayi itu, sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka
melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka
tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran apa yang dikatakan
gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu
didalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah semua gembala itu sambil
memuji dan memuliakan Allah, karena segala sesuatu yang rnereka dengar dan
mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan
Pendapat Simeon dan Hana
(Lukas 2:21-40)

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan Ia diberi nama Jesus
yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibuNya.

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa
Dia ke Yerusalem untuk menyerahkanNya kepada Tuhan, seperti ada tertulis daIam
hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah."--dan
untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Taurat
yaitu sepasang burung tekukur atau 2 ekor anak burung merpati.

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh
yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada diatasnya, dan kepadanya
telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat
Messias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke bait Allah oleh Roh Kudus.
Ketika Jesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tuaNya untuk melakukan
kepadaNya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan
rnenantangNya sambil memuji Allah, katanya:

"Sekarang Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi,dalam damai sejahtera, sesuai
dengan firmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripadaMu yang
telah Engkau sediakan dihadapan segala bangsa, yaitu terang yang manjadi
pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umatMu Israel.
 Lagipula disitu ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Manuel dari suku Asyer.
Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya
bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun.
Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan
berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia kesitu dan mengucap
syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang
menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Orang-orang Majus dari Timur. (Matius -2:1-12)

Sesudah Jesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes,
datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya;
"Dimanakah dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu. Kami telah melihat
bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes
mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya
semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi lalu dimintanya keterangan dari
mereka, dimana Messias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem
di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: "Dan engkau
Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil diantara
mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamu akan bangkit seorang
pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel." (Mikha 5:1 )
 Lalu dengan diam-diam Herodes, memangil orang orang majus itu dan dengan
teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia
menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama
hal-hal mengenai anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkan
kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." 

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah,
bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan-
berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat kedalam
rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah
Dia." Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan kepadaNya,
yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya
jangan kembali kepada Herodes maka pulanglah mereka ke negerinya, melalui jalan
lain.

Menyingkir ke Mesir (Mat. 2:13-15).

Setelah orang-orang majus itu berangkat nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf
dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya, larilah ke
Mesir dan tinggallah disana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan
mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Maka Yusuf pun bangunlah diambilnya Anak
itu serta ibuNya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal disana
hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan
o'leh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anakku." (Hosea 11:1).

Pembunuhan anak-anak di Betlehem.
(Matius 2:16-18)

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia
sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya,
yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat
diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang
disampaikan oleh nabi Yeremia:"Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap
yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab
mereka tidak ada lagi." (Yeremia 31:15).

Kembali dari Mesir.
(Matius 2: 19-23)

Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di
Mesir, katanya: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya dan berangkatlah ke
tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati". Lalu
Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibuNya dan pergi ke tanah
Israel. Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea
menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut kesana. Karena dinasehati dalam mimpi,
pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya disana, ia puntinggal di sebuah
kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang
disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa ia akan disebut: orang Nazaret.

Jesus pada umur 12 tahun dalam Bait Allah. (Lukas 2:41-52).

Tiap-tiap tahun orang tua Jesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Ketika Jesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti
yang lazim pada hari raya itu.
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Jesus
di Yerusalem tanpa diketahui orang tuaNya. Karena mereka menyangka bahwa
Ia ada diantara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari
perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia diantara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus
mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang
duduk ditengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat
heran akan kecerdasan-Nya, dan segala jawab yang diberikanNya. Dan ketika orang
tuaNya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibuNya kepadaNya: "Nak,
mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? BapaMu dan aku dengan cemas
mencari Engkau." JawabNya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah
kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah BapaKu? Tetapi mereka tidak
mengerti apa yang dikatakanNya kepada mereka. Lalu ia pulang bersama-sama
mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibuNya menyimpan
semua perkara ini di dalam hatinya.
Dan Jesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya, dan makin
dikasihi oleh Allah dan manusia.

NUBUAT NABI-NABI PERJANJIAN LAMA
TENTANG KELAHIRAN JESUS KRISTUS
Beribu- ribu tahun sebelum kelahirannya Jesus Kristus, para nabi-nabi dalam
Perjanjian Lama, telah menubuatkan akan kedatangannya seorang Messias,
Juruselamat, melalui "Benih perempuan" perawan, serta tempatnya tegas
dinubuatkan yaitu di Betlehem. Bahkan tanda-tanda lain sebagai kebenarannya
Messias itupun diberitahukan juga, seperti perihal kesengsaraannya, perihal
pengkhianatan atas dirinya Messias tersebut, bahkan iuga tanda-tanda
kebangkitannya. Kutipan-kutipan nats Alkitab berikut ini, meyakinkan akan
kebenaran nubuat itu.

1. Nabi Mikha menubuatkan: (700 tahun sebelum Masehi).
Betlehem, tempat kelahirannya Messias, Juruselamat,
(Mikha 5:1 )
(Nubuat ini telah digenapi Matius 2:6, Yohanes 7:42).

2. Nabi Yesaya, menubuatkan: (700 tahun sebelum Masehi).

a. Almasih akan dilahirkan oleh perempuan perawan.
(Yesaya 7:14)
 (Nubuat ini telah digenapi Matius 1:23).

b. Penolakan. dan penderitaanNya diberitakan.
(Yesaya 52 dan 53)
(Nubuat ini telah digenapi. Roma 15:21, Yohanes
12:38)

c. Kematian dan Penguburan-Nya. (Yesaya 53:9).
(Nubuat ini telah digenapi. Yohanes 19:38-42).
Ia akan membawa berkat bagi seluruh dunia. (Yesaya 42:6).
(Nubuat ini telah digenapi dan terus berlangsung hingoa kesudahan alam--Lukas
2:32,Kis. 13:47; 26-33).

3. Zakharia menubuatkan :(500 tahun S.M.).

a. Ia akan dikhianati untuk 300 keping perak.
 (Zakharia 11:13).
 (Nubuat ini telah digenapi Matius 27:9).
b. Ia akan ditikam (Zakharia 12:10)
 (Nubuat ini telah digenapi Yohanes 19:37).

4. Raja Daud menubuatkan: (1000 tahun Sebelum Masehi).

a. Kematian Kristus melalui penyaliban -- Tangan
   dan kakinya dipakukan. (Mazmur 22:17).
   (Nubuat ini telah digenapi Yohanes 19 :16-27)

b. Allah meninggalkan Dia (MAzmur 22:2).
   (Nubuat ini telah digenapi Matius 27:46).

c. Pakiannya akan dibag-bagi dengan undian.(Mazmur 22:19).
   (Nubuat ini digenapi Matius 27:35).

d. Tidak sebuahpun tulangNya dipatahkan (MAzmur 34:21).
   (Nubuat ini telah digenapi  Yohanes 19:33).

e. Kebangkitannya.(Mazmur 16:10).
   (Nubuat ini digenapi Matius 28:5-6).

f. Kenaikan ke Surga.(Mazmur 24:7-10).
   (Nubuat ini telah digenapi Kis 1:1-9).

Dan masih banyak lagi nubuatan-nubuatan lainnya yang membuktikan bahwa
kedatangan Yesus Krisus adalah merupakan bukti Kebenaran Janji Allah



                                                      p.16-31


APAKAH JESUS ITU
ALLAH ATAUKAH MANUSIA

Pertanyaan diatas memang sering dikemukakan oleh banyak
penulis-penulis Islam,
antara lain misalnya Sdr. Drs. Sidi Gazalba, dalam bukunyua
"Perbandingan Agama
Praktis, Ke-Tuhan-an Nasrani - Islam", yang diterbitkan oleh Dewan
Da'wah
Islamiyah Indonesia di Jakarta; Drs. Abu Achmadi dan Ustadz Dja'far
Amir dalam
bukunya "Perbandingan Agama ", yang diterbitkan oleh AB.Siti
Syamsiah Solo, dan
lain-lain, masih banyak lagi.
Pertanyaan diatas, tidaklah dapat hanya dijawab dengan "ya" saja,
atau
dengan"tidak" saja. Ia membutuhkan suatu penjelasan, yang akan
penulis usahakan
menguraikannya sebagai berikut:

Jesus putra Maryam orang Nazaret itu, adalah seorang- manusia yang
betlainan
sejarah hidupnya dari manusia-manusia kebiasaan yang lazim kita
ketahui Bahkan
berlainan dengan para Nabi-nabi yang terdahulu manapun, juga
berlainan dengan
Nabi Muhammad.

Kelainan yang pertama adalah Dia dilahirkan tanpa bapa insani . Dia
dilahirkan
adalah karena penjelmaan dari Firman Allah dan Rohulkudus. (Matius
1:18,
Yohanes 1:1,14).

Kelainan yang kedua Dia adalah seorang manusia yang bebas dari
dosa, baik sebagai dosa turunan dari Adam, ataupun juga dosa
perbuatan. ( 1 Pertus 2:22).

Disamping Dia dinilai seorang manusia anak manusia, Dia juga
dinilai Ilahi,
yaitu-seorang yang membawa Kuasa Allah. Dengan kata lain, bahwa
Jesus adalah
sorang MANUSIA ILAHIYAT.
 Untuk mendapat ketegasan pengertian ini haruslah kita mengenal
dengan baik
Ke-Dwi-pribadian Jesus, yang akan diuraikan pada kesempatan berikut
ini.

Manusia anak manusia. "Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan
melahirkan
anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia JESUS" demikianlah
pesan
malaikat kepada Maryam.

Nama JESUS, adalah nama manusia, yang diberikan Allah untuk seorang
anak
laki-laki yang dilahirkan oleh seorang perawan Maryam, tanpa
melalui benih
seorang laki-laki (bapa) insani. (Yohanes 1:13)

Jesus dilahirkan sebagai seorang manusia anak manusia (Roma 1:3,1
Tim. 2:5).
Kedudukannyua sebagai manusia. Dia adalah hamba dan makhluk Allah
(Mat 12:18,1
Kor. 3:23;Kis 4 :27-30).

Kehadirannya di dunia inipun terbatas pula sebagaimana lazimnya
manusia, yaitu
ada masa permulaan dan ada pula masa terakhir.

Masa permulaan, ialah pada hari kelahirannya di Betlehem, dan masa
ke-akhirannya ialah pada kematian nya di kayu-salib di Golgota.

Sifat-sifat kemanusiannya, sama juga dengan sifat kemanusiaan
lainnya, Jesus
benar benar manusia. Dia juga dapat merasakan lapar dan dahaga, dan
karenanya
dia Juga membutuhkan makan dan minum, Dia juga mengenal rasa susah
dan senang,
mengenal rasa ngeri secara jasmani. Dia menangis. Dia tidur dia
bangun diwaktu
fajar dan pergi berdoa kepada Bapa(Allah),knalik pencipta semesta
alam.

Semua pengalaman-pengalaman ini, adalah merupakan bukti bahwa Tuhan
Jesus itu
adalah manusia.
Jesus dengan darah-daging sebagai manusia anak manusia, dengan
mendapat gelar
ke-Ilahi-an, dengan sebutan "Kristus" atau Almasih, Messias,
sebutan "Tuhan",
dan sebutan "Anak Allah", adalah makhluk Allah, yang kurang
derajatnya daripada
Allah itu sendiri. "Bapa Allah lebih besar daripada aku" (Yohanes
14:28).
(Terjemahan Lama: "Bapaku itu lebih mulia daripada Aku."
 "Tetapi kamu adalah milik Kristus, dan Kristus adalah milik
Allah." ( 1 Kor.  
  3:23).

".....bahwa Allah telah membuat Jesus, yang kamu
salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Kis 2:36).

Jesus berkata:"...bahwa sekarang Aku akan pergi ke-
pada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu"
(Yohanes 20:17) 

    Jesus menurut kejadian Roh.

Kalau tadi sudah kita kemukakan kedudukan Jesus darah daging yang
nampak ialah
manusia anak manusia, sekarang baiklah juga kita kemukakan pula
Jesus menurut
kejadian Roh yaitu Pribadinya yang kedua atau pribadi dalam Roh.

Nats pokok yang hendak kita bahas saat ini adalah: Yohanes 1:1 dan
14 yang
berbunyi demikian:

"Pada mulanya adalah firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah
dan Firman
itu adalah Allah (Yoh. 1:1). Firman itu telah menjadi manusia dan
diam di
antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.(Yoh. 1 :14).

JESUS, asal kejadiannya adalah dari zat Allah sendiri
yaitu "Firman" atau Kalam, dan Rohulkudus. (Matius 1:18). Firman,
dengan kata
lain dikatakan juga "Anak Sulung," ada sebelum segala makhluk
diciptakan.
(Kolose 1:15) adalah zat Allah itu sendiri.

Roh asal kejadian Jesus itu, adalah roh Allah, Allah dalam keadaan
Roh itu
telah menyatakan diriNya dalam manusia Jesus.

Jadi jelasnya adalah bahwa Jesus darah daging yang nampak itu,
adalah alat yang
dipergunakan Allah untuk menyatakan diriNya yang tidak tampak itu,
Jesus,
menjadi pengantara antara Allah yang Roh itu dengan manusia.
(Timotius 2: 5).

Rasul Yohanes mengatakan, bahwa "Yang nampak itu, yang dapat
dijamah itu,
adalah Firman Hayat, yaitu Firman Yang Hidup Firman yang sudah
menjadi daging.
(1 Yohanes 1:1).


Firman itu adalah Allah
Firman itu telah menjadi manusia

Kalimat dari ayat Alkitab yang pendek ini, dapat menimbulkan
penafsiran yang
berbeda. Karena itu untuk mendapatkan pengertian yang benar,
haruslah sejalan
dengan nats Alkitab lainnya. Pengertian tidaklah boleh ada
pertentangan dengan
nats Alkitab lainnya. Karena mustahil, kalau Allah menyatakan
ilham-Nya itu
bertentangan satu dengan lainnya.

Allah sudah menjadi manusia.

Ada dua tafsir pengertian mengenai hal ini, yaitu

1. Menurut aksara:

"Allah menjadi manusia" akan berartilah bahwa "Jesus itulah Allah".
Dengan kata
lain, bahwa Allah itu sudah dapat dilihat dan diraba, bukan Roh
lagi, bahkan
sudah dapat disalib oleh orang-orang Yahudi.

Pengertian ini, bukanlah pengertian Alkitabiyah, karena ia
bertentangan dengan
nats lain dari Alkitab itu sendiri, yang tegas tegas mengatakan,
bahwa: "Allah
itu Roh adanya" (Yohanes 4: 24).
"Allah itu tidak nampak dipandangan mata" (Yohanes 1:18, 5:37, 1
Tim 6:15-16,
 1 Yohanes 4:12, dan lain-lain). 
"Allah tidak berubah" (Yakub 1:17; Maleakhi 3:6).

Jesus sendiri menyebut "Bapa" itu adalah satu-satunya Allah yang
benar dan ia
adalah pesuruh-Nya. (Yohanes 17:3).

2. Menurut pengertian akal budi.

"Allah menjadi manusia". Pengertiannya adalah bahwa Allah (yang Roh
itu adanya)
telah menyatakan diriNya di dalam manusia Jesus.

Firman itu adalah Allah. Dan Rohulkudus itu juga adalah Allah.
Firman dan
Rohulkudus itu adalah Allah. Satu dalam zat Allah.yang Mahaesa itu,
yang
kemudian berkembang menjadi kelahiran Jesus. Sedangkan Jesus yang
nampak itu
sendiri adalah manusia. Ia adalah makhluk sebagaimana juga pernah
dikatakan
oleh Pendeta Dr. Winburn T. Thomas, dalam bukunya "Chotbah dan
Renungan"
terbitan BPK. Jakarta 1962, halaman 97 mengatakan: "Ia (Jesus),
bukan Allah
yang mahakuasa yang menggerakkan bintang-bintang dalam
per-edarannya. Tidak
pula Ia Mahatahu. Ia adalah makhluk pada zamannya, tetapi juga
makhluk disegala
zaman."
 Injil Yohanes 3:6 mengatakan: "Apa yang dilahirkan dari daging,
adalah daging,
dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh." (Terjemahan lama:
"Barang yang
diperanakkan daripada tabiat tubuh, tubuh juga, dan barang yang
diperanakan
dari pada Roh, Roh juga." ).

Jadi dapat disimpulkan, bahwa Jesus darah-daging yang nampak itu,
adalah tetap
manusia yang Allah pergunakan sebagai alat pengantara, antara Allah
dengan
manusia, dan Allah yang Roh itu dan yang tidak nampak itu, telah
menyatakan
DiriNya didalam Jesus.

Bagi saudara kita yang ber-agama Islam, akan dapat membandingkan
pengertian
uraian ini, dengan membandingkannya atas ayat Al-Quran s. Al Fath
48:10 dalam
istilah kata ''yadu'Illahi fauqa aidihim'' (Tangan Allah diatas
tangan mereka);
dan Quran s.AI Hadiid 57:3 dalam istilah 
kata "Hu..wazh zhahiru" (Allah yang ... . zhahir
atau Allah yang nampak) Hayatilah.

Pendapat ini, ada dasar kebenarannya, karena sesuai dengan nats
Alkitab antara
lain:

Jesus mengatakan: ..bahwa Bapa di dalam Aku dan
Aku didalam Bapa." (Yohanes 10:38).

" dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang
  mengutus Aku." (Yoh. 12:45)
"Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa
dan Bapa didalam Aku? Apa yang Aku katakan ke-
padamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi
Bapa yang diam di dalam Aku. Dialah yang melakukan
pekerjaanNya. Percayalah kepadaKu, bahwa Aku di da-
lam Bapa dan Bapa di dalam Aku..." (Yohanes 14:10-11)

Dr. G.C. van Niftrik--B.J. Boland, dalam bukunya "Dogmatika
Masakini" halaman
420 dibawah judul "Allah didalam penyataannya", menulis sebagai
berikut:

"Siapakah gerangan Allah yang hidup itu? Bagaimanakah kita dapat
menemukan Dia?
Dimanakah kita mendengar suaraNya?". Para penulis Perjanjian Baru
menjawab:
lihatlah dan dengarlah kepada Jesus orang Nazaret; dalam Jesus ini
Allah telah
datang kepada kita manusia, sebab di dalam Jesus ini Firman Allah
telah menjadi
"daging"; di dalam Dia, Allah telah menyatakan DiriNya kepada kita,
sehingga
dapatlah kita mengenal Allah sendiri. Sebab Allah sungguh ada
sebagaimana Ia
telah menyatakan Diri."

Tetapi kalau begitu, apakah Jesus Kristus menjadi
suatu Tuhan yang kedua disamping atau dibawah Allah? Mustahil! tak
mungkin
anggapan sedemikian telah timbul dalam pikiran para rasul dan saksi
Jesus
selaku orang orang Yahudi tak dapat tiada pengakuan Iman umat
Israel sungguh
telah meresap kedalam hati mereka: "Dengarlah hai israel! TUHAN itu
ALLAH kita,
Tuhan itu esa adanya!" (Ul. 6:4).

Selain dari "pengakuan iman" itu tentu mereka hendak berpegang
teguh pada
sepuluh Firman, dan justru perintah yang pertama menyatakan bahwa
dosa terberat
ialah apa yang disebut syirk atau "mensyirikkan menyerikatkan)
Allah,"artinya
mempertuhan suatu ilah disamping Allah. (Kel. 20:2-3)
 Demikian "Dogmatika Masakini -- Dr. G.C. van Niftrik--BJ. Boland.

Firman sudah menjadi manusia menurut pandangan golongan Islam. 

Dari golongan Islam, menanggapi nats Alkitab Yohanes 1:1 dan 14
dalam kalimat:
"Firman itu telah menjadi manusia", adalah dalam pengertiannya
bahwa "Firman"
itu, yakni sabda Allah itu sesuai dengan kehendakNya telah terwujud
menjadi
manusia yaitu Isa Almaslh (Jesus Kristus), sebagaimana juga halnya
Allah
berkehendak dengan Firman-Nya menjadikan dunia semesta ini dengan
sabda-Nya
"Kun"(jadilah), "fayakun"(maka jadilah).

Jadi kata "Firman" disini, menurut tanggapan golongan Islam itu,
tidaklah lain
daripada bentuk "perintah", amar atau order belaka.

Memang, bahwa Allah dalam melakukan kehendaknya,menciptakan
sesuatunya adalah
hanya dengan Firman,dengan Firman itu, Allah menciptakan alam
semesta ini.
Untuk pertama kali kita mengenal penciptaan Allah dalam kitab
Kejadian1:1,bahwa
pada mula pertama Allah menjadikan langit dan bumi. Dan pada ayat
ke-3 kita
mengenal dengan Qudrat-Kuasa Firman-Nya pertama itu. Allah
berfirman"Jadilah
terang; Laluterang itu jadi." (Wa qala'llahu liyakun nurun, pakana
nurun).

Firman, Qudrat Kuasa Allah ini berjalan secara langsung dalam
penciptaannya
itu, hingga terciptanya manusia.

Setelah semua ciptaanNya langsung itu jadi dengan sempurna, maka
untuk memimpin
manusia itu sendiri, Allah melakukan Firmannya, baik berupa
petunjuk-petunjuk
bermasyarakat maupun perintah-perintah bertindak, serta peraturan
- peraturan
hukum dan lainlain melalui lidah para nabi-nabi, yang dikenal
dengan istilah
kata "w a h y u". Firman itu sendiri, pada akhirnya menjadi daging
manusia,
dalam pribadi Jesus Kristus. Itulah sebabnya Jesus dikatakan juga
sebagai
"Firman Hayat" atau "Firman Allah yang Hidup". ( 1 Yohanes 1:1).

Firman telah menjadi daging didalam Jesus. Dengan lain perkataan,
bahwa Firman
itu tidaklah lagi disampaikan kepada Jesus berupa wahyu sebagaimana
pernah
disampaikan kepada nabi-nabi sebelumnya berupa mimpi dan lain-lain,
melainkan
sudah hidup menjadi jasad manusia Jesus.

Ada dua buah ayat dalam Al-Quran, yang mungkin dapat dijadikan
dalil penunjang
atas pengertian-"Firman atau Kalam Allah itu telah menjadi
manusia." Isa
Almasih atau Jesus Kristus itu, ialah:

1. Quran s. Ali Imran 3:45.

"Idz qalatil malaikatu ya Maryamu inna'Ilaha yabasy-
syiruki bikalimati minhu asmuhul Masichu 'Isabnu Maryama fid dun-ya
wal
akhirati wa minal muqarabien."

(artinya; Ingatlah ketika malaikat berkata: Hai Maryam,
sesungguhnya Allah
menggembirakan kamu dengan kalimat Firman daripadaNya, nama Almasih
Isa putra
Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang
di antara
orang-orang yang dekat kepada Allah).

2. Quran s. An Nissa 4:171:

" . . . .innamal Masikhu Isabnu Maryama Ra-
sul'llah wa kalimatuhu alqaha ila Maryama wa Ru-
khuminhu......".

(artinya: Sesunggunya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan
Allah
danKalimah-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan roh daripadaNya-
Terjemahaan Mahmud Yunus ..dan kalimahNya
yang ditumpahkannya kepada Maryam bersama Roh daripadaNya..)

Drs. Hasbullah Bakry, Dosen Falsafah Umum, pada nstitut Agama Islam
Negeri
(I.A.I.N) dalam buku karanglnnya yang berjudul 'Nabi Isa dalam
Al-Quran enz."
haaman 109 mengenai pengertian Kalimah atau Firman yang terdapat
dalam
ayat-ayat Quran diatas mengatakan demikian: "Nabi Isa disebut
sebagai Kalimah
Allah, disebabkan dia adalah penjelmaan daripada firman Allah yang
ditujukan
kepada Maryam untuk mengandungkan Nabi Isa."

Dan itulah sebabnya Rasul Yohanes di ilhamkan untuk mengatakan hal
Jesus itu
adalah Firman Hayat. Dia adalah Firman Allah yang Hidup. Itulah
pula sebabnya
kita tidak pernah mendengar Jesus mengatakan: "Demikianlah Firman
Allah", atau
"Allah telah ber-firman 
kepadaku demikian: ....". Melainkan Jesus selalu ber-
kata dengan tegas, penuh Hikmah-Kuasa dan berwibawa,
Ia berkata: "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu
...........(Yohanes 13:20). 
Dilain saat juga Jesus-berkata:
".............dosamu sudah diampuni." (Mat. 9:2b).

Semuanya menunjukkan perkataan (Firman) yang penuh wibawa.
Hikmah-Kuasa, yang
layaknya diucapkan atau di Firmankan oleh Allah yang Mahakuasa.

Ya, memang apa yang diucapkan Jesus itu, adalah Firman Allah. Ia
adalah
merupakan Jurubicara Allah. Ia adalah Firman Allah yang hidup, yang
nampak.

Ucapan atau Firman yang dilisankan oleh Jesus itu penuh wibawa, Dia
mendapat
Kuasa Allah, sebagaimana
dikatakan dalam Matius 11:27 : "Semua telah diserahkan kepadaKu
oleh Bapaku.

Juga dalam Matius 28:18 dikatakan: "KepadaKu telah diberikan segala
kuasa di
sorga dan di bumi."

Oleh sebab itu, Ia juga berkuasa menyelamatkan dengan sempurnanya
segala orang
yang menghampiri Allah oleh sebab Dia. (Ibrani 7:25).

Sebab itu, jelaslah kiranya perbedaan kwalitas antara Firman yang
disampaikan
Allah dengan Wahyunya lewat lidah para nabi-nabi, dibanding dengan
Firman Allah
yang sudah menjadi daging, jasad darah-daging manusia Jesus sebagai
Firman
Hayat Firman yang Hidup.

Manusia Jesus, bukan Allah, Ia adalah Tuhan.

Diatas tadi diterangkan, bahwa asal kejadian Jesus menurut kejadian
Roh, Ia
adalah Firman yang Hidup, yaitu dari Zat Allah itu sendiri, dengan
Qudrat Kuasa
Roh Allah (Rohulkudus), yaitu zat Allah itu sendiri. Denqan kata
lain,
dikatakan, bahwa "Jesus adalah Allah yang nampak". Kalimat ini
pasti
mengkagetkan perasaan golongan Islam. Perasaan demikian sebenarnya
tidaklah
perlu terjadi, kalau orang mau menghayatinya secara damai, lepas
dari pengaruh
"Kristen phobi", akan makna nats AlQuran s.AI Hadiid 57:3, Quran
s.AI Anfaal
8:17, Quran s.AI Fath 48:10, dan masih banyak lagi yang serupa itu.

Umumya orang-orang Kristen mengucapkan kata kata demikian, adalah
dalam
pengertian "menurut Roh asal kejadian Jesus." Orang dapat
menghayatinya melalui
nats Alkitab pada surat Ibrani 1:3 yang berbunyi demikian: "Ia
(Jesus) adalah
cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala
yang ada
dengan firmanNya, yang penuh kekuasaan."

"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan
ke-Allah-an dan
kamu telah dipenuhi didalam Dia." (Kolose 2:9).

Ketahuilah, bahwa tidak ada seorang Kristen yang percaya, bahwa
seorang manusia
dapat menjadi Allah. Pendeta M.H. Finlay, dalam bukunya
"Kepercayaan Orang
Kristen" terbitan "Kalam Hidup Bandung 1965" halaman 20 mengatakan
demikian:

"Kadang-kadang ada orang yang bertanya: "Percayakah orang-orang
Kristen, bahwa
manusia dapat menjadi Tuhan Allah? Tidak! Tidak seorangpun dari
orang Kristen
yang percaya bahwa seorang pernah menjadi Tuhan Allah, bahkan
kitapun tidak
akan menghayalkan, bahwa hal seperti itu mungkin terjadi! Tetapi
memang berbeda
sekali kalau orang percaya bahwa Allah dapat menyatakan Diri kepada
kita
sekalian dalam bentuk manusia. Inilah yang dipercayai oleh
orang-orang Kristen. Inipun kita tidak akan percaya kalau
kenyataannya tidak
diwahyukan didalam Alkitab sebagai Kebenaran llahi."

Alkitabpun tidak pernah mengatakan, bahwa "Jesus itu Allah".
Alkitab mengatakan: "Dia (Allah yang telah menyatakan diriNya dalam
rupa
manusia." (1 Timotius 3:16).

2 Korintus 5:19 "....Allah didalam Kristus
.........." (terjemahan lama).

Judul uraian ini dikatakan "Manusia Jesus bukan Allah". Pada
pertengahan uraian
ini dikatakan "Jesus adalah Allah yang nampak".Sepintas lintas,
keterangan saya
diatas bertentangan satu sama lain.  Tidak heran kalau ada diantara
golongan
Islam itu mengatakan "keterangannya berbelit-belit tidak masuk
akal, dan
lain-lain."

Masalah pemecahannya adalah, dari sudut mana kita memandang Jesus
itu. Kalau
kita memandang dan ingin menguraikan "ke-manusiawi-annya", jelaslah
bahwa Jesus
adalah seorang manusia anak manusia, bukan Allah yang Kuasa yang
menciptakan
semesta alam ini.

Tetapi akan lain pula halnya kalau kita menyorotinya dari segi Roh
asal
kejadiannya, yaitu suatu pribadi Roh yang tidak nampak di dalam
Jesus yang
nampak itu.

Allah itu Roh adanya. Dia telah menyatakan diriNya di dalam Jesus.
Hingga Jesus
dengan tegas mengatakan "Bapa (Allah) di dalam Aku dan Aku di dalam
Bapa."
(Yohanes 12:45). "Barang siapa melihat Aku, ia melihat Dia yang
mengutus Aku"
(Yohanes 12 :45).

.........apa yang AKU katakan kepadamu, tidak
Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa
yang diam didalamku. Dialah yang melakukan
pekerjaanNya." (Yohanes 14:10).

Agar setiap orang dapat pengertian yang
wajar,perlulah memahami ke-Dwi pribadian Jesus
itu dengan baik. Fihak pemikir-pemikir Agama
golongan Islam sering terbentur, karena hanya
memahami dalam satu segi saja, yaitu segi
manusiawi-nya saja. Hal ini jelas diperingatkan
dalam satu nats Alkitab yang berbunyi:

"Barang yang diperanakkan daripada tabiat
tubuh, tubuh juga, dan barang yang diperanakkan
daripada Roh, Roh juga" (Yohanes 3:6. TL).

Pengertian menjelma

Perkataan menjelma tidak pernah dipergunakan
dalam Alkitab. Perkataan menjelma ini memang
dipergunakan dalam menerangkan pengertian
perkataan Allah dalam pelbagai pembahasan,
sebagaimana juga mempergunakan kata "oknum".

Meskipun demikian, penggunaan kata "menjelma",
bukanlah merupakan suatu kata atau pengertian
yang sudah dianggap tepat untuk menjelaskan hal
pernyataan Allah itu. Dengan lain kata, bahwa
kata "menjelma dapat dipergunakan, tetapi
tidaklah didalam arti kata menurut kamus
bahasa.

Menjelma menurut kamus adalah: Putih menjelma
menjadi hitam, maka yang ada sekarang adalah
hitam, sedang putih jadi tiada. Batu menjelma
menjadi emas, maka yang ada sekarang adalah
mas, sedang batu menJadi tiada lagi.

Pengertian "menjelma", yang dikaitkan dengan
keIlahi-an, tidaklah demikian halnya. Dalam
Alkitab untuk maksud itu dikatakan
"menyatakan", menyatakan DiriNya kepada kita di
dalam Jesus orang Nazaret. Allah meskipun sudah
menyatakan DiriNya di dalam Jesus, atau dengan
kata lain, meskipun Allah telah menjelmakan

DirinNyaNya di dalam Jesus, namun Allah itu
sendiri tidaklah berobah, Allah tetap ada bukan
tiada.

Seorang Pengarang Muslim, sdr. Sidi Gazalba,
dalam bukunya "Kata Berjawab Gayung Bersambut",
mengartikan pengertian "menjelma" ini yang
dikaitkan dengan keIlahi-an ajaran Kristen ini,
dalam pengertian, menurut kamus bahasa, hingga
menyebabkan uraian itu menjadi tidak benar
menurut iman Kristen dan Alkitab.


Untuk jelasnya mari kita perhatikan, tulisan
sdr. Sidi Gazalba tersebut:

"Tidaklah termakan oleh akal kami, bahwa Allah
itu berwatara dalam bentuk manusia. Ini
bertentangan -diameteral dengan Tauhid. Allah
itu mutlak. Manakala ia menjelmakan diri dalam
bentuk yang relatip maka ia menjadi nisbi pula.
Sebagai manusia hilanglah segala sifat KeEsa-an
Nya. Tuhan menjadi berserikat. Sejajar pula
pandangan itu dengan misal: Pencipta patung
menjelma sebagai patung itu. Ini tidak termakan
oleh akal kami orang Islam" (Halaman 55)

Pendapat sdr. ini dipandang dari segi bahasa
menurut pengertian kamus bahasa, memang benar,
dan sayapun sependapat. Dalam hal ini yang sdr.
Sidi Gazalba lupakan adalah mengkaitkan kata
"menjelma" itu dengan ke-Ilahi-an.

Setiap kata duniawi, yang dikaitkan dengan
ke-Ilahian, tidaklah mungkin diartikan menurut
pengertian ilmu bahasa kamus. Penulis yakin,
bahwa sdr. Sidi Gazalba memahami pokok masalah
ini.

Pada halaman terdahulu telah dikemukakan
sifat-sifat Allah yang mutlak, antara lain:
Allah itu Esa; Allah itu Roh adanya; Allah itu
tidak ada persamaannya; Allah itu tidak
berubah.
Bagi sdr. Sidi Gazalba untuk memahami
pengertian " menyatakan" atau "menjelma" yang
dikaitkan dengan kellahi-an, dapat sdr.
membandingkannya dengan makna pengertian
Al-Quran s.AI Fath 48:10 "Tangan Allah diatas
tarigan mereka", juga dikatakan Quran s.AI
Hadiid 57:3 "Dialah (Allah) yang awal dan
akhir, yang zhahir (nampak) dan yang bathin
(tidak nampak).

Sebab itu perkataan dan pengertian"menjelma"
harus diartikan sebagai kata kias,
se-rasa-rasa, dan sejenisnya. Dapat juga
diartikan karya Allah menjelma menjad karya
Jesus yang manusiawi.

Kesulitannya fihak golongan Islam memahami hu-
bungan Allah dengan Jesus itu adalah terletak
pada segi pandangan mereka terhadap Jesus itu,
hanya didalam satu segi khusus, yaitu
ke-manusiawiannya saja sedang orang Kristen
memandang Yesus yang manusiawi itu, lebih
banyak mungkin 90% adalah pada segi ke-Ilahi-an
nya, dan hanya kira-kira 10% bahkan mungkin
kurang dari itu pada segi kemanusiawiannya.

Apa bedanya "ALLAH" dan "TUHAN". Menurut ajaran
Islam:

1. ALLAH, adalah zat yang wajib ada dengan
sendirinya (zat wajibal wujud), al khalik,
Pencipta semesta alam Quran s.5:120; W.s.
4:126, 131; W.s. 24:42, dan lain-lain.

2. TUHAN, Ada banyak istilah-istilah bahasa
Arab atau Ajaran Agama Islam, yang dapat diter-
jemahkan kepada arti "Tuhan", misalnya: Ilah,
Rabb, dan lain-lain.

ILAH, bermakna "Tuhan" dalam pengertian Allah.
Misalnya: "Wa ma min ilahin illa ilahun wahid'
= Tidak ada ilah (Allah) lain, hanya Allah yang
Esa.

RABB, bermakna "Tuhan" dalam pengertian
"Pemelihara atau Penguasa".
Misalnya :"Allahu rabbul'alamin= Allah



                                                     p.32-47.
Menurut ajaran Kristen.

1. ALLAH, dalam bahasa Ibrani dikatakan "E'loah" atau "El'ohim".
Dalam bahasa Inggris God. Bahasa Arab: Allah, ialah al khalik, pencipta sem=
esta
alam. (Yesaya 43:1 5; Luk. 10:21; Mat. 11 :25, dan lain-lain).

2. TUHAN, dalam bahasa Ibrani dikatakan "Ad'onay". Bahasa Yunani: Kyrios.
Inggeris: Lord. Arab: Rabb. Makna pengertiannya adalah: Penguasa atau
Pemelihara.

Melihat perbandingan makna pengertian "ALLAH", dan "TUHAN", menurut ajaran
Islam dan Kristen, keduanya sependapat, bahwa Allah, ialah zat yang wajib a=
da
dengan sendirinya, pencipta semesta alam, sebagai person atau "Oknum". Seda=
ng
makna pengertian Tuhan, ialah bidang kewibawaan Allah, yang makna harafiahn=
ya
adalah "Penguasa atau Pemelihara". Dapat kita pandang sebagai "fungsionil"
Allah.

Pengertian dan penggunaan istilah kata "TUHAN" dalam ajaran Agama Islam dan
Kristen, sering menimbulkan kesalah-fahaman. Hal ini adalah disebabkan, dal=
am
ajaran Islam umumnya tidak membedakan kedudukan-- fungsi--pengertian kedua
istilah ini (Allah dan Tuhan).

Misalnya, terdapat dalam Al-Quran s.Al Maidah 5:116 yang berbunyi demikian:
"Wa idz qala"Ilahu ya "isabnu Maryama a anntaqulta linnasit takhidzuni
ummi ILAHAINI minduni'Ilahi........"

Penafsir-penafsir Islam pada umumnya menterjemahkan ayat ini demikian: "Ing=
atlah
ketika Allah berfirman Ya'Isa anak Maryam. Apakah engkau rnengatakan kepada
manusia seperti ini: Ambillah saya dan ibu saya menjadi Tuhan selain dari
Allah".

Kata "ILAHAINI", umumnya diterjemahkan "Tuhan" atau "Dua Tuhan". Terjemahan=
 ini
meskipun tidak salah, dipandang dari segi ajaran Agama Islam, tetapi didala=
m hal
Ilmu Perbandingan Agama, lebih tepat dan wajar jika diterjemahkan dengan ka=
ta
"Ilah" atau "Dua Ilah". Karena pengertian Ilah lebih jelas maknanya, yaitu
"Allah", atau "Tuhan dalam pengertian Allah". Hal ini perlu mendapat penega=
san
dan harus dibedakan.

Jadi terjemahan ayat terakhir dalam Quran s.AI Maidah 5:116 itu harusnya di=
baca
demikian: " ..........

"Apakah engkau mengatakan kepada manusia begini: Ambillah saya dan ibu saya
menjadi Ilah (dua Ilah) selain dari Allah".

Dengan terjemahan yang wajar ini, dapatlah kita membandingkannya sekarang d=
engan
Alkitab.

Bacalah Alkitab: Keluaran 20:2-3
.................         Akulah Tuhan kamu
.. . .Jangan padamu ada Illah lain
dihadiratku."


Matius 4:10
"Maka berkatalah Jesus kepadanya: Enyahlah
Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus
menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia
sajalah engkau berbakti."

Baca!ah juga: Lukas 4:8 dan Ulangan 6:13).

Kiranya jelaslah pula bahwa sangkaan banyak
penafsir-penafsir Islam, bahwa orang-orang
Kristen menjadikan Jesus dan Ibunya menjadi
Ilah disamping Allah, adalah tidak benar,
tidak terdapat dalam Alkitab, dan memang
ajaran Kristen, tidak mengajarkan demikian.

ALLAH, memang Tuhan. Ia adalah Kyrios yang
mutlak. Ia adalah Rabbul'alamin, dan Penye-
butannya sering diserangkaikan menjadi "TUHAN
ALLAH", artinya Allah Pemelihara, atau Allah
Penguasa, yaitu Pencipta semesta alam. Dalam
Alkitab dikatakan juga: "Allah Juruselamat"
(Lukas 1:47).

JESUS, diberi gelar Ilahi oleh Allah, dengan
sebutan "Tuhan", (Kis. 2:36), dan
menyebutkannya sering diserangkaikan menjadi
"TUHAN JESUS", bermakna bahwa Jesus Penguasa,
yang berkuasa menyelamatkan dengan sempurna.
Ia mendapat Kuasa ke-Ilahi-an dari Allah.
(Matius 11:27, 28:18). Dengan kata lain
dikatakan juga: Jesus Juruselamat. (Lukas
2:11).

Ada pertanyaan, kalau demikian, apakah memang
ada dua Tuhan, yaitu Tuhan Allah dan Tuhan
Jesus. Bagaimana pula masalahnya ini.

Jawabnya ialah demikian:

Meskipun memang penyebutannya ada dua Tuhan,
yaitu bagi Allah dan Jesus, tetapi ke-Tuhan-an
itu hanya satu, mutlak.
Ke-Tuhan-an Allah yang Roh itu;
Ke-Tuhan-an atau bidang kewibawaan Allah itu;
Ke-Kyrios-an Allah itu;
Ke-Penguasa-an Allah itu;

.................dilimpah kuasakan kepada Jesus,
sebagaimana disebutkan dalam Matius 11:27 dan Matius
28:18

Jesus sebagai Firman yang Hidup, melaksanakan ke-
Tuhan-an Allah yang diserah-kuasakan kepadaNya itu,
dengan gelar Tuhan' atau "Penguasa" (Kis. 2:36).
 Maka Tuhan yang sebenarnya, yang Mahakuasa,
Pencipta semesta alam ini adalah Allah. Hal ini
jelas dapat dibaca dalam 1Yohanes 5:20 yang berbunyi
demikian: "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah
telah datang dan telah mengaruniakan pengertian
kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan
kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Jesus
Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang
kekal."
 Dalam Terjemahan Lama dikatakan: "Tetapi kita me-
ngetahui bahwa Anak Allah sudah tiba, lalu
mengaruniakan kita akal, supaya kita mengenal akan
yang Benar; maka kita ini ada didalam yang Benar,
yaitu didalam Anaknya Jesus Kristus. Maka inilah
Tuhan yang sebenarnya, yaitu Allah yang Hidup dan
Kekal."

Membedakan perkataan "AKU" dan "AKU" Sdr. Hasbullah
Bakry merasa sangsi untuk membedakan, mana ucapan
Jesus "Aku" sebagai manusia, dan mana pula ucapan
Jesus "Aku" sebagai Wahyu Allah. (dalam bukunya "
Nabi Isa dalam Al Quran enz." halaman 31 ).
Ke-Dwi-pribadi-anNya Jesus dalam mempergunakan kata
"AKU" dapat dibedakan pada garis besarnya adalah
sebagai berikut:
 "AKU" yang menunjukkan sederajat dengan Allah, maka
berarti dalam kedudukannya sebagai Anak dalam Roh
atau Firman. Sebaliknya "AKU" yang menunjukkan
ketidak sederajatannya dengan Allah, adalah menu-
njukkan Aku dalam ke-manusia-annya.
 Misalnya:
"Aku dan Bapa itu satu adanya" (Yohanes 10:30).
 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham
jadi, Aku telah ada". (Yohanes 8:58).

Rasul Paulus mengatakan: "Ia (Jesus) adalah gambar
Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama
dari segala yang diciptakan"; (Kolose 1:15)

(Terjemahan Lama: "Dan Ialah yang menjadi bayang Al-
lah yang tidak kelihatan itu, yaitu Anak sulung yang
terlebih dahulu daripada segala makhluk).

Kata "Aku" yang dipergunakan dalam ucapan Jesus
disini, atau "Anak Sulung" yang dikatakan Rasul
Paulus itu, adalah perihal "Firman" asal kejadian
kelahiran Jesus itu bukan perihal pribadi
ke-manusia-annya.

Tetapi, dalam kalimat berikut ini lain lagi halnya,
yaitu:
 " ..Bapa lebih besar (mulia) daripada Aku"
(Yohanes 14:28).

"Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?"

Kata "Aku" disini, adalah menunjukkan "Aku" atas kemanusiaannya yang nampak=
 itu.

Kesimpulan

Dari keterangan dan penjelasan diatas, untuk menjawab pertanyaan: "Apakah J=
esus
itu Allah ataukah manusia", dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Menurut kelahiran Tabiat Tubuh, Jesus adalah Manusia anak Manusia. Bahwa
Jesus darah-daging yang nampak itu, adalah tetap manusia yang Allah perguna=
kan
sebagai alat pengantara, antara Allah dengan manusia, sesuai dengan nats Al=
kitab
yang terdapat dalam 1 Timotius 2:5 yang berbunyi demikian:
 "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi
pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

2. Menurut kelahiran Tabeat Roh, Jesus adalah Firman Allah yang Hidup. Firm=
an,
dengan kata lain dikatakan juga "Anak Sulung" (Kolose 1:15) adalah zat Alla=
h itu
sendiri, telah dinyatakan, telah diwujudkan, telah dijelmakan menjadi jasad
manusia Jesus anak Maryam, Dan karenanya Rasul Yohanes di ilhamkan untuk
mengatakan perihal Jesus itu, adalah "Firman Hayat" atau Firman yang Hidup.
Didalam Dia, Allah menyatakan Diri-Nya.

Selanjutnya Allah telah meng-ilham-kan kepada Rasul Paulus, mengenai ke-Ila=
hi-an
Jesus ini sebagai berikut:

"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an"
(Kolose 2:9).

"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: Dia, yang telah menyatakan
DiriNya dalam rupa manusia". (1 Timotius 3:16).

"Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segal=
a
yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan" (Ibrani 1:3).

"Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari
segala yang diciptakan, karena
 di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu yang ada di sorga dan yang=
 ada
di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun k=
era-
jaan, baik pemerintah, maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia =
dan
untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ad=
a di
dalam Dia." (Kolose 1:15-17).

3. Ke-Dwi-pribadi-an Jesus ini, haruslah dapat dibedakan antara yang Manusi=
awi
dengan yang Ilahi.
Menurut pengalaman membuktikan bahwa kesulitannya fihak golongan Islam mema=
hami
hubungan Allah dengan Jesus menurut Alkitab dan Iman Kristen, adalah terben=
tur
dalam meletakkan pandangan mereka terhadap pribadi Jesus.

Pada umumnya mereka memandang Jesus itu hanya dalam satu segi saja, yaitu
"Ke-manusiawian-nya" saja.

Sebaliknya juga bagi golongan Kristen, pada umumnya meletakkan pandangan ke=
pada
Jesus itu, lebih banyak pada segi ke-Ilahi-annya, yaitu sebagai Messias
(Almasih-Kristus), anak Allah (yaitu Firman yang telah menjadi daging priba=
di
Jesus) dan Tuhan (Rabb). Hal ini dapat dimengerti, karena pusat kepercayaan
agama Kristen itu adalah terletak pada ke-llahian Jesus sebagai Juruselamat=
,
bukan pada pribadi kemanusiawi-annya, atau hanya sekedar Nabi saja.

4. Untuk mengatasi kesalah-fahaman ini, dapat dikemukakan untuk di hayati
sebaik-baiknya nats Alkitab yang mengatakan: "Barang yang diperanakkan dari
pada tabiat tubuh, tubuh juga. dan barang yang diperanakan daripada Roh, Ro=
h
juga". (Yohanes 3:6 TL)

SEBUTAN "ANAK ALLAH" BAGI JESUS KRISTUS.

Kelahiran Jesus sebagai putra Maria (Maryam) itu, bukanlah dasar yang
menyebabkan Ia disebut Anak Allah, melainkan dasar kemanusiaanNya. Adapun y=
ang
menjadi dasar Jesus disebut Anak Allah itu, adalah dari hal Firman yang tel=
ah
menjadi daging, didalam pribadiNya, sebagaimana dikatakan dalam Injil Yohan=
es
1:1-14.

Keberadaannya Anak Allah, sama sekali tidaklah dibatasi oleh kelahiranNya J=
esus
di Betlehem dan kematianNya di Golgota itu. KeberadaanNya sebelum semesta a=
lam
ini diciptakan, kekal didalam ke-Esa-an zat Allah yang Mahaesa dan Maha-kua=
sa
itu.

Lebih dari 100 nama dan gelar yang diberikan kepada Jesus dalam pekerjaan
ke-Ilahi-annya, namun ada dua gelar ke-Ilahi-an yang kurang difahami oleh o=
rang
non Kristen, terutama dari kalangan ummat Islam, adalah gelar "Tuhan" dan "=
Anak
Allah".

Karena itu, pada kesempatan berikut ini, untuk kedua macam gelar itu akan k=
ita
bahas, apa dan bagaimana pengertiannya.

Mengenai sebutan "Anak Allah" sdr. Hasbulah Bakry, Dosen I.A.I.N. memberi
komentar sebagai berikut: "Sebenarnya pemakaian istilah Bapa terhadap Allah=
, dan
istilah Anak Allah terhadap hamba Allah yang saleh itu, adalah wajar saja, =
jika
tidak dengan sengaja dikomplikasikan dengan pengertian hubungan biologis Ba=
pa
dan Anak pada manusia."(bukunya: "Nabi Isa dalam Al-Quran enz." halaman 77)=
.

Dari pandangan ajaran Agama Islam, pengakuan bahwa Jesus atau Isa Almasih i=
tu
adalah Anak Allah, merupakan suatu dosa besar yang dinamakan syirk dan tida=
k
akan mendapat keampunan dari Allah.
Hal ini, antara lain adalah disebabkan mereka mena-
rik pengertian "Anak" disini, dalam pengertian darah-daging secara biologi,
menurut pengertian arti kata yang sebenarnya, sebagaimana ternyata seperti =
apa
yang dikemukakan oleh sdr. Hasbullah Bakry, dalam komentarnya diatas.

Dr. Andar Tobing, Pemimpin Umum Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) d=
alam
bukunya Apologetika tentang Trinitas halaman 27 mengatakan: "Istilah Anak d=
alam
hal ini sekali-kali tidak boleh ditafsirkan secara biologis. Dipakai istila=
h
Anak, hanya untuk memperlihatkan persekutuan dan perhubungan yang
seerat-eratnya."

Dalam Al-Quran, banyak kita jumpai ayat-ayat yang menentang pengakuan "Anak
Allah" ini, antara lain yang terkenal adalah Quran s.Al Ikhlas 112:1-4 yang=
 ter-
jemahannya demikian: "Katakanlah: Allah itu Esa. Allah yang kekal. Tidak Ia
beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorang juapun yang
menyerupainya."

Quran s. Al Ikhlas ini menurut sejarahnya di ucapkan di Mekah, yang pada wa=
ktu
itu Nabi Muhammad sedang berjuang menentang polytheisme, yaitu faham agama
ber-allah-kan banyak. Faham Polytheisme ini memang sudah ber-urat-akar dala=
m
kepercayaan salah satu suku bangsa Arab waktu itu. Dalam polytheisme mereka
beranggapan adanya diantara dewa-dewa dan dewi-dewi itu perjodohan perkawin=
an
dan hubungan kelamin, dan pemujaan terhadap anak-anak mereka.

Jadi menurut sejarahnya, jelaslah bahwa Quran s. Al Ikhlas ini pada awal mu=
lanya
adalah ditujukan kepada kaum musyrik. Ini dapat dibuktikan dengan surat lai=
n
yang erat hubungannya, yaitu Quran s.Al Jin ayat 3 yang
 berbunyi: "Sesungguhnya mahatinggi kebesaran Tuhan, tiadalah Ia beristeri,=
 dan
tiadalah pula beranak."

Tetetapi lambat laun kemudian surat ini dipergunakan juga oleh ulama-ulama =
Islam
untuk menentang pengakuan orang-orang Kristen mengenai Jesus Kristus sebaga=
i
Anak Allah. Jadi ayat ini dipergunakan dengan mengadakan interpretasi yang
salah.

Kemudian dari itu, barulah ada ayat-ayat Al Quran lain yang jelas menentang
pengakuan Jesus sebagai Anak Allah, yang ditujukan kepada orang-orang Krist=
en,
misalnya Quran s.An Nisaa, 4:171, Quran s.At Taubat 9:30, dan lain-lain,

Dalam Quran s.An Nissa 4:171 dikatakan: "..... Innama' llahu ilahun wahid.
Subchanahu an yakuna lahu waladun ...." (sesungguhnya Allah ituTuhan yang E=
sa.
Mahasuci Ia daripada mempunyai seorang anak (walad) ......."

Disinilah titik pangkal kesalah-fahaman itu, karena menarik pengertian "Ana=
k"
ini menurut huruf tata bahasanya, yaitu anak dalam arti darah daging secara=
 bio-
iogis, yang oleh Al-Quran disebut dengan istilah kata

Jesus Kristus atau Isa Almasih di sebut "Anak" bukan dalam pengertian "wala=
d",
melainkan "ibn". Misalnya dapat dibaca dalam Injil Lukas 1:35 (dalam Alkita=
b
berbahasa Arab - Alkitabul muqadas) berbunyi demikian: ".... aidhan alqudus=
ul
mauludu minki yud'a abna'ilaahi." (.... sebab itu anak yang akan kaulahirka=
n itu
akan disebut kudus, Anak Allah) (abna 'ilahi).

Walad, berarti anak yang mutlak hanya dilahirkan sebab persetubuhan. Sedang=
kan
makna "ibn", adalah "Anak" dalam arti yang luas. Selain dari kelahiran seba=
b
persetubuhan dapat juga ditetapkan diluar dari sebab persetubuhan yang hany=
a
"diartikan", atau hanya "dianggap" sebagai Anak.
 Kelahiran Jesus menurut Alkitab dan Al-Quran.
Untuk mendapatkan ketegasan akan pengertian tentang sebutan "Anak Allah" in=
i,
baiklah kita melihat kepada asal mulanya kejadian atau kelahirannya Jesus m=
enu-
rut Alkitab dan Al-Quran, sebagai berikut:

Injil Matius 1:-8:

"Kelahiran Jesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya,
bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum me=
reka
hidup sebagai suami isteri."
Injil Lukas 1:30:32:

"Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau berole=
h
kasih karunia dihadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan=
 me-
lahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Jesus. Ia =
akan
menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi."

Injil Yohanes 1:12-13:

"Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-an=
ak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang diperanaka=
n
bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmanj oleh keinginan
seorang laki-lakii melainkan dari Allah."

Dalam hal yang sama Al-Quran mengatakan demikian:

Quran s.Ali Imran 3:45.

"Ingatlah ketika Malaekat berkata: Ya Maryam! Sesungguhnya Allah memberi ka=
bar
suka kepada engkau dengan KalimahNya, yakni dengan seorang anak namaNya Isa
Almasih, anak Maryam yang mempunyai kebesaran diatas dunia dan akhirat, sed=
ang
dia salah seorang daripada orang yang dekat kepada Allah."

Quran s.An Nisaa 4:171

" ...Sesungguhnya Almasih Isa anak Maryam ra-
sul Allah dan KalimahNya yang ditumpahkan-Nya kepada
Maryam bersama Roh daripada-Nya."

Disini jelaslah, bahwa kelahirannya Jesus Kristus atau Isa Almasih itu, ada=
lah
dari pada Kalimah (Firman) Allah dan Roh Allah.

Kalam atau Firman, dengan kata lain disebut juga "Anak Sulung" atau "Yang
Sulung", ada sebelum segala makhluk diciptakan. (Kolose 1:15), adalah zat A=
llah
itu sendiri.

Kalam atau Firman itu adalah Allah sendiri, dan telah menjadi daging manusi=
a
sebagaimana yang dikatakan dalam Injil Yohanes 1:1, 14 yang lengkapnya berb=
unyi
demikian:

"Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersamasama dengan Allah dan Firman=
 itu
adalah Allah"(Yoh  1 : 1 ) ,                          =F9

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah
melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." (Yoh. 1 :14),

Dalam kedua macam nats diatas,.yaitu dari Alkitab dan Al-Quran, memang tida=
k
disebut dengan jelas perihal "Anak Allah".

Alkitab hanya mengatakan bahwa Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak
Allah, dan Al-Quran hanya mengisyarakatkan bahwa Ia (Isa Almasih) seorang y=
ang
dekat - akrab - kepada Allah atau minal muqarrabyin dan kejadiannya di kata=
kan
adalah dari Kalimah Kalam; dan Roh Allah.

Alkitab juga mengatakan bahwa Kalam itu bersama (satu zat) dengan Allah dan
Kalam itu telah menjadi daging - manusia - yaitu Jesus, dan Al-Quran-pun
sementara itu dengan tegas dan lebih nyata lagi telah menyatakan, bahwa Kal=
imah
Allah itu ialah seorang anak yang akan lahir itu, jelas disebutkan namanya,
yaitu "Isa Almasih".

Gelar Anak Allah itu memang sudah di nubuatkan oleh Raja Daud, sebagai gela=
r
yang sudah ada sebelum dunia ini diciptakan (Mazmur 2:1-8; Ibrani 1:2-3). T=
etapi
perkataan "Anak Allah" barulah jelas dan digenapi, sesudah Jesus dibaptiska=
n
menurut Injil Matius 3:17 "terdengarlah suara dari sorga" yang mengatakan:
"Inilah Anak yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan."

Dalam surat Ibrani 5:5b dikatakan: "AnakKu Engkau! Engkau telah Kuperanakka=
n
pada hari ini."

Mulai saat itulah Jesus dikenal orang sebagai Anak Allah. Istilah diperanak=
kan
disini, bukanlah berarti dilahirkan secara biologis. Jesus dilahirkan sebag=
ai
anak manusia, dan Iapun adalah memang manusia. Jesus dikatakan "Anak Allah"=
,
sebagai gelar Ilahi atas kemanusiaannya.

Penyebutan istilah "Anak Allah" adalah merupakan kata mutasyabihat, yaitu s=
uatu
kata yang tidak akan diartikan menurut aksara kata-bahasanya.

Secara terperinci, dapat dikatakan bahwa Jesus menurut darah daging, Ia ada=
lah
seorang manusia, anak manusia, keturunan Daud, tetapi Roh-Nya telah ditetap=
kan
menjadi Anak Allah. (Rum 1:4).

Kalam atau Firman yang menjadi daging itu, dengan kata lain dikatakan "Anak
Sulung", adalah zat Allah sendiri, adalah juga merupakan oknum Anak dalam
rumusan Tritunggal.

Jawaban atas ulasan Penulis Muslim saudara Drs. Hasbullah Bakry.

 Sementara itu ada baiknya kalau dalam kesempatan ini, kita kutip, suatu
pendapat sdr. Drs. Hasbullah Bakry SH. mengenai sebuatan "Anak Allah" ini, =
yang
kita pandang merupakan suatu pikiran maju pada saat ini dan kemudian akan k=
ita
coba menambahkan keterangan pengertian yang wajar dalam masalah ini, dengan
harapan agar dapatlah diletakkan permasalahannya pada pengertian yang wajar=
.

Dalam bukunya yang berjudul "Nabi Isa dalam Al Quran enz.".. halaman 77 Drs=
.
Hasbullah Bakry menulis sebagai berikut:

"Sebenarnya pemakaian istilah Bapa terhadap Allah, dan istilah Anak Allah
terhadap seorang hamba Allah yang saleh itu, adalah wajar saja jika tidak d=
engan
sengaja dikomplikasikan dengan pengertian hubungan biologis Bapak dan Anak =
pada
manusia.. Hubungan biologis antara Bapak dan Anak pada manusia berarti sede=
-
rajat, seketurunan, senisbah, disamping secinta-kasih. Tetapi hubungan simb=
olis
antara Bapak dan Anak dalam istilah Yahudi selama itu hanya secinta-kasih t=
etapi
bukan sederajat, bukan seketurunan, bukan senisbah, dan sebagainya yang era=
t
dengan arti biologis.

Kalau dengan arti simbolis, maka sekarang jusa ummat Islam boleh menyebut
seorang yang saleh misalnya: si Amin itu sangat alim dan saleh ibadatnya ra=
jin,
wara' dan taqwa maka sungguhlah dia Anak Allah. Juga sebaliknya terhadap se=
orang
yang zalim fasik sangat suka membuat jahat boleh saja dikatakan: si Badu it=
u ti-
dak lain kerjanya melainkan menyakiti orang, culas, suka memfitnah, sungguh=
lah
dia anak Setan.

Pengertian anak disitu, hanya simbolis saja sebagai isyarat hubungan yang s=
angat
rapat antara anak dengan
bapak."Jadi Anak Allah tidak boleh dianggap Tuhan (Allah) atau sederajat de=
ngan
Allah atau sebagian dari oknum atau pribadi Allah, seperti yang menjadi aja=
ran
iman (dogmatik) Kristen dewasa ini."
Demikian ulasan sdr. Hasbullah Bakry.

Pandangan ini dapat dinilai merupakan suatu fikiran maju di banding dengan
beberapa masa waktu yang lalu, bahwa jika mendengar penyebutan "Anak Allah"
demikian, pastilah dengan segera disambut dengan kata-kata "A'ujubillahi mi=
n
dzalik."

Sedang mengenai kalimat terakhir, yang masih merupakan batu sandungan bagin=
ya
untuk berfikir lebih maju lagi, ialah:

 1. Anak Allah, tidak boleh dianggap Allah
 2. Anak Allah, tidak boleh dianggap sederajat dengan Allah.
 3. Anak Allah, tidak boleh dianggap sebagian dari Ok-- num atau Pribadi Al=
lah.

Ketiga masalah yang menjadi sandungan bagi sdr. Hasbullah Bakry ini, marila=
h
kita coba menelaahnya bersama-sama secara jujur dan wajar untuk kebenaran.

Jawaban untuk yang pertama.
(Anak Allah, tidak boleh dianggap Allah)

1. Kalau yang dimaksud oleh sdr. Hasbullah Bakry dengan istilah Anak Allah =
itu,
adalah Jesus darah daging manusiawi yang nampak itu, maka dapat dijawab, ba=
hwa
memang sudah jelas Anak Allah (Jesus) itu tidak dianggap Allah. Alkitabpun =
tidak
mengatakan demikian.

Jesus - yang nampak darah-daging manusiawi itu bukan Allah. Ia adalah manus=
ia
yang sempurna bebas dari dosa turunan dan juga bebas dari dosa perbuatan.
(1 Petrus 2:22).

Pendeta M.H. Finlay, menulis dalam bukunya "Kepercayaan Orang Kristen" terb=
itan
Kantor Kalam Hidup Bandung, halaman 20, antara lain dikatakan: "Tidak seora=
ngpun
dari orang Kristen yang percaya bahwa seorang pernah menjadi Tuhan Allah, b=
ahkan
kitapun tidak akan mengkhayalkan bahwa hal seperti itu mungkin terjadi!"

Pendeta Dr. Winburn T. Thomas, mengatakan: "Ia (Tuhan Jesus) bukan Allah ya=
ng
mahakuasa yang menggerakkan bintang-bintang dalam peredarannya. Tidak pula =
Ia
mahatahu. Ia adalah makhluk pada zamannya, tetapi juga makhluk disegala zam=
an.''
(dalam bukunya "Khotbah dan Renungan" terbitan BPK. Jakarta 1962..halaman 9=
7).

Alkitabpun tegas mengatakan demikian:

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satu=
nya
Allah yang Benar,
dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3).
"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara. antara Alla=
h dan
manusia, yaitu manusia Kristus Jesus." (I Tim. 2:5).

Dua nats alkitab ini, cukup menunjukkan kepada kita bahwa Anak Allah yang
dilihat dari sudut kemanusiawiannya Jesus, tidaklah dianggap Allah.

Kalau yang dimaksud "Anak Allah" itu ialah hal "Firman", yang dikatakan jug=
a
"Anak Sulung" itu, yang menjadi daging (Yoh. 1.1 ), maka "Anak Allah" dalam
pengertian Firman itu,memang sederajat dengan Allah, bahkan memang Allah
sendiri.
                                                                         =
=20
Allah dinyatakan didalam tubuh manusia (1 Timotius 3:16).
Allah didalam Kristus (2 Kor 5:19).
Dalam Kotbah atau Doa selalu dikatakan "Allah Bapa didalam Yesus Kristus."
                                                                           =
 =20
                                                     p.32-47.
Menurut ajaran Kristen.

1. ALLAH, dalam bahasa Ibrani dikatakan "E'loah" atau "El'ohim".
Dalam bahasa Inggris God. Bahasa Arab: Allah, ialah al khalik, pencipta sem=
esta
alam. (Yesaya 43:1 5; Luk. 10:21; Mat. 11 :25, dan lain-lain).

2. TUHAN, dalam bahasa Ibrani dikatakan "Ad'onay". Bahasa Yunani: Kyrios.
Inggeris: Lord. Arab: Rabb. Makna pengertiannya adalah: Penguasa atau Pemel=
ihara.

Melihat perbandingan makna pengertian "ALLAH", dan "TUHAN", menurut ajaran
Islam dan Kristen, keduanya sependapat, bahwa Allah, ialah zat yang wajib a=
da
dengan sendirinya, pencipta semesta alam, sebagai person atau "Oknum". Seda=
ng
makna pengertian Tuhan, ialah bidang kewibawaan Allah, yang makna harafiahn=
ya
adalah "Penguasa atau Pemelihara". Dapat kita pandang sebagai "fungsionil" =
Allah.

Pengertian dan penggunaan istilah kata "TUHAN" dalam ajaran Agama Islam dan
Kristen, sering menimbulkan kesalah-fahaman. Hal ini adalah disebabkan, dal=
am
ajaran Islam umumnya tidak membedakan kedudukan-- fungsi--pengertian kedua
istilah ini (Allah dan Tuhan).

Misalnya, terdapat dalam Al-Quran s.Al Maidah 5:116 yang berbunyi demikian:
"Wa idz qala"Ilahu ya "isabnu Maryama a anntaqulta linnasit takhidzuni
ummi ILAHAINI minduni'Ilahi........"

Penafsir-penafsir Islam pada umumnya menterjemahkan ayat ini demikian: "Ing=
atlah
ketika Allah berfirman Ya'Isa anak Maryam. Apakah engkau rnengatakan kepada
manusia seperti ini: Ambillah saya dan ibu saya menjadi Tuhan selain dari
Allah".

Kata "ILAHAINI", umumnya diterjemahkan "Tuhan" atau "Dua Tuhan". Terjemahan=
 ini
meskipun tidak salah, dipandang dari segi ajaran Agama Islam, tetapi didala=
m hal
Ilmu Perbandingan Agama, lebih tepat dan wajar jika diterjemahkan dengan ka=
ta
"Ilah" atau "Dua Ilah". Karena pengertian Ilah lebih jelas maknanya, yaitu
"Allah", atau "Tuhan dalam pengertian Allah". Hal ini perlu mendapat penega=
san
dan harus dibedakan.

Jadi terjemahan ayat terakhir dalam Quran s.AI Maidah 5:116 itu harusnya di=
baca
demikian: " ..........
"Apakah engkau mengatakan kepada manusia begini: Ambillah saya dan ibu saya
menjadi Ilah (dua Ilah) selain dari Allah".

Dengan terjemahan yang wajar ini, dapatlah kita membandingkannya sekarang d=
engan
Alkitab.

Bacalah Alkitab: Keluaran 20:2-3
.................         Akulah Tuhan kamu
.. . .Jangan padamu ada Illah lain
dihadiratku."


Matius 4:10
"Maka berkatalah Jesus kepadanya: Enyahlah
Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus
menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia
sajalah engkau berbakti."

Baca!ah juga: Lukas 4:8 dan Ulangan 6:13).

Kiranya jelaslah pula bahwa sangkaan banyak
penafsir-penafsir Islam, bahwa orang-orang
Kristen menjadikan Jesus dan Ibunya menjadi
Ilah disamping Allah, adalah tidak benar,
tidak terdapat dalam Alkitab, dan memang
ajaran Kristen, tidak mengajarkan demikian.

ALLAH, memang Tuhan. Ia adalah Kyrios yang
mutlak. Ia adalah Rabbul'alamin, dan Penye-
butannya sering diserangkaikan menjadi "TUHAN
ALLAH", artinya Allah Pemelihara, atau Allah
Penguasa, yaitu Pencipta semesta alam. Dalam
Alkitab dikatakan juga: "Allah Juruselamat"
(Lukas 1:47).

JESUS, diberi gelar Ilahi oleh Allah, dengan
sebutan "Tuhan", (Kis. 2:36), dan
menyebutkannya sering diserangkaikan menjadi
"TUHAN JESUS", bermakna bahwa Jesus Penguasa,
yang berkuasa menyelamatkan dengan sempurna.
Ia mendapat Kuasa ke-Ilahi-an dari Allah.
(Matius 11:27, 28:18). Dengan kata lain
dikatakan juga: Jesus Juruselamat. (Lukas
2:11).

Ada pertanyaan, kalau demikian, apakah memang
ada dua Tuhan, yaitu Tuhan Allah dan Tuhan
Jesus. Bagaimana pula masalahnya ini.

Jawabnya ialah demikian:

Meskipun memang penyebutannya ada dua Tuhan,
yaitu bagi Allah dan Jesus, tetapi ke-Tuhan-an
itu hanya satu, mutlak.
Ke-Tuhan-an Allah yang Roh itu;
Ke-Tuhan-an atau bidang kewibawaan Allah itu;
Ke-Kyrios-an Allah itu;
Ke-Penguasa-an Allah itu;

.................dilimpah kuasakan kepada Jesus,
sebagaimana disebutkan dalam Matius 11:27 dan Matius
28:18

Jesus sebagai Firman yang Hidup, melaksanakan ke-
Tuhan-an Allah yang diserah-kuasakan kepadaNya itu,
dengan gelar Tuhan' atau "Penguasa" (Kis. 2:36).
 Maka Tuhan yang sebenarnya, yang Mahakuasa,
Pencipta semesta alam ini adalah Allah. Hal ini
jelas dapat dibaca dalam 1Yohanes 5:20 yang berbunyi
demikian: "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah
telah datang dan telah mengaruniakan pengertian
kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan
kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Jesus
Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang
kekal."
 Dalam Terjemahan Lama dikatakan: "Tetapi kita me-
ngetahui bahwa Anak Allah sudah tiba, lalu
mengaruniakan kita akal, supaya kita mengenal akan
yang Benar; maka kita ini ada didalam yang Benar,
yaitu didalam Anaknya Jesus Kristus. Maka inilah
Tuhan yang sebenarnya, yaitu Allah yang Hidup dan
Kekal."

Membedakan perkataan "AKU" dan "AKU" Sdr. Hasbullah
Bakry merasa sangsi untuk membedakan, mana ucapan
Jesus "Aku" sebagai manusia, dan mana pula ucapan
Jesus "Aku" sebagai Wahyu Allah. (dalam bukunya "
Nabi Isa dalam Al Quran enz." halaman 31 ).
Ke-Dwi-pribadi-anNya Jesus dalam mempergunakan kata
"AKU" dapat dibedakan pada garis besarnya adalah
sebagai berikut:
 "AKU" yang menunjukkan sederajat dengan Allah, maka
berarti dalam kedudukannya sebagai Anak dalam Roh
atau Firman. Sebaliknya "AKU" yang menunjukkan
ketidak sederajatannya dengan Allah, adalah menu-
njukkan Aku dalam ke-manusia-annya.
 Misalnya:
"Aku dan Bapa itu satu adanya" (Yohanes 10:30).
 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham
jadi, Aku telah ada". (Yohanes 8:58).

Rasul Paulus mengatakan: "Ia (Jesus) adalah gambar
Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama
dari segala yang diciptakan"; (Kolose 1:15)

(Terjemahan Lama: "Dan Ialah yang menjadi bayang Al-
lah yang tidak kelihatan itu, yaitu Anak sulung yang
terlebih dahulu daripada segala makhluk).
Kata "Aku" yang dipergunakan dalam ucapan Jesus
disini, atau "Anak Sulung" yang dikatakan Rasul
Paulus itu, adalah perihal "Firman" asal kejadian
kelahiran Jesus itu bukan perihal pribadi
ke-manusia-annya.

Tetapi, dalam kalimat berikut ini lain lagi halnya,
yaitu:
 " ..Bapa lebih besar (mulia) daripada Aku"
(Yohanes 14:28).

"Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?"

Kata "Aku" disini, adalah menunjukkan "Aku" atas kemanusiaannya yang nampak=
 itu.

Kesimpulan

Dari keterangan dan penjelasan diatas, untuk menjawab pertanyaan: "Apakah J=
esus
itu Allah ataukah manusia", dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Menurut kelahiran Tabiat Tubuh, Jesus adalah Manusia anak Manusia. Bahwa
Jesus darah-daging yang nampak itu, adalah tetap manusia yang Allah perguna=
kan
sebagai alat pengantara, antara Allah dengan manusia, sesuai dengan nats Al=
kitab
yang terdapat dalam 1 Timotius 2:5 yang berbunyi demikian:
 "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi
pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

2. Menurut kelahiran Tabeat Roh, Jesus adalah Firman Allah yang Hidup. Firm=
an,
dengan kata lain dikatakan juga "Anak Sulung" (Kolose 1:15) adalah zat Alla=
h itu
sendiri, telah dinyatakan, telah diwujudkan, telah dijelmakan menjadi jasad
manusia Jesus anak Maryam, Dan karenanya Rasul Yohanes di ilhamkan untuk
mengatakan perihal Jesus itu, adalah "Firman Hayat" atau Firman yang Hidup.
Didalam Dia, Allah menyatakan Diri-Nya.

Selanjutnya Allah telah meng-ilham-kan kepada Rasul Paulus, mengenai ke-Ila=
hi-an
Jesus ini sebagai berikut:

"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an"
(Kolose 2:9).

"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: Dia, yang telah menyatakan
DiriNya dalam rupa manusia". (1 Timotius 3:16).

"Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segal=
a
yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan" (Ibrani 1:3).

"Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari
segala yang diciptakan, karena
 di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu yang ada di sorga dan yang=
 ada
di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun k=
era-
jaan, baik pemerintah, maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia =
dan
untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ad=
a di
dalam Dia." (Kolose 1:15-17).
3. Ke-Dwi-pribadi-an Jesus ini, haruslah dapat dibedakan antara yang Manusi=
awi
dengan yang Ilahi.
Menurut pengalaman membuktikan bahwa kesulitannya fihak golongan Islam mema=
hami
hubungan Allah dengan Jesus menurut Alkitab dan Iman Kristen, adalah terben=
tur
dalam meletakkan pandangan mereka terhadap pribadi Jesus.

Pada umumnya mereka memandang Jesus itu hanya dalam satu segi saja, yaitu
"Ke-manusiawian-nya" saja.

Sebaliknya juga bagi golongan Kristen, pada umumnya meletakkan pandangan ke=
pada
Jesus itu, lebih banyak pada segi ke-Ilahi-annya, yaitu sebagai Messias
(Almasih-Kristus), anak Allah (yaitu Firman yang telah menjadi daging priba=
di
Jesus) dan Tuhan (Rabb). Hal ini dapat dimengerti, karena pusat kepercayaan
agama Kristen itu adalah terletak pada ke-llahian Jesus sebagai Juruselamat=
,
bukan pada pribadi kemanusiawi-annya, atau hanya sekedar Nabi saja.

4. Untuk mengatasi kesalah-fahaman ini, dapat dikemukakan untuk di hayati
sebaik-baiknya nats Alkitab yang mengatakan: "Barang yang diperanakkan dari
pada tabiat tubuh, tubuh juga. dan barang yang diperanakan daripada Roh, Ro=
h
juga". (Yohanes 3:6 TL)

SEBUTAN "ANAK ALLAH" BAGI JESUS KRISTUS.

Kelahiran Jesus sebagai putra Maria (Maryam) itu, bukanlah dasar yang
menyebabkan Ia disebut Anak Allah, melainkan dasar kemanusiaanNya. Adapun y=
ang
menjadi dasar Jesus disebut Anak Allah itu, adalah dari hal Firman yang tel=
ah
menjadi daging, didalam pribadiNya, sebagaimana dikatakan dalam Injil Yohan=
es
1:1-14.

Keberadaannya Anak Allah, sama sekali tidaklah dibatasi oleh kelahiranNya J=
esus
di Betlehem dan kematianNya di Golgota itu. KeberadaanNya sebelum semesta a=
lam
ini diciptakan, kekal didalam ke-Esa-an zat Allah yang Mahaesa dan Maha-kua=
sa
itu.

Lebih dari 100 nama dan gelar yang diberikan kepada Jesus dalam pekerjaan
ke-Ilahi-annya, namun ada dua gelar ke-Ilahi-an yang kurang difahami oleh o=
rang
non Kristen, terutama dari kalangan ummat Islam, adalah gelar "Tuhan" dan "=
Anak
Allah".

Karena itu, pada kesempatan berikut ini, untuk kedua macam gelar itu akan k=
ita
bahas, apa dan bagaimana pengertiannya.

Mengenai sebutan "Anak Allah" sdr. Hasbulah Bakry, Dosen I.A.I.N. memberi
komentar sebagai berikut: "Sebenarnya pemakaian istilah Bapa terhadap Allah=
, dan
istilah Anak Allah terhadap hamba Allah yang saleh itu, adalah wajar saja, =
jika
tidak dengan sengaja dikomplikasikan dengan pengertian hubungan biologis Ba=
pa
dan Anak pada manusia."(bukunya: "Nabi Isa dalam Al-Quran enz." halaman 77)=
.

Dari pandangan ajaran Agama Islam, pengakuan bahwa Jesus atau Isa Almasih i=
tu
adalah Anak Allah, merupakan suatu dosa besar yang dinamakan syirk dan tida=
k
akan mendapat keampunan dari Allah.
Hal ini, antara lain adalah disebabkan mereka mena-
rik pengertian "Anak" disini, dalam pengertian darah-daging secara biologi,
menurut pengertian arti kata yang sebenarnya, sebagaimana ternyata seperti =
apa
yang dikemukakan oleh sdr. Hasbullah Bakry, dalam komentarnya diatas.

Dr. Andar Tobing, Pemimpin Umum Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) d=
alam
bukunya Apologetika tentang Trinitas halaman 27 mengatakan: "Istilah Anak d=
alam
hal ini sekali-kali tidak boleh ditafsirkan secara biologis. Dipakai istila=
h
Anak, hanya untuk memperlihatkan persekutuan dan perhubungan yang
seerat-eratnya."

Dalam Al-Quran, banyak kita jumpai ayat-ayat yang menentang pengakuan "Anak
Allah" ini, antara lain yang terkenal adalah Quran s.Al Ikhlas 112:1-4 yang=
 ter-
jemahannya demikian: "Katakanlah: Allah itu Esa. Allah yang kekal. Tidak Ia
beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorang juapun yang
menyerupainya."

Quran s. Al Ikhlas ini menurut sejarahnya di ucapkan di Mekah, yang pada wa=
ktu
itu Nabi Muhammad sedang berjuang menentang polytheisme, yaitu faham agama
ber-allah-kan banyak. Faham Polytheisme ini memang sudah ber-urat-akar dala=
m
kepercayaan salah satu suku bangsa Arab waktu itu. Dalam polytheisme mereka
beranggapan adanya diantara dewa-dewa dan dewi-dewi itu perjodohan perkawin=
an
dan hubungan kelamin, dan pemujaan terhadap anak-anak mereka.

Jadi menurut sejarahnya, jelaslah bahwa Quran s. Al Ikhlas ini pada awal mu=
lanya
adalah ditujukan kepada kaum musyrik. Ini dapat dibuktikan dengan surat lai=
n
yang erat hubungannya, yaitu Quran s.Al Jin ayat 3 yang
 berbunyi: "Sesungguhnya mahatinggi kebesaran Tuhan, tiadalah Ia beristeri,=
 dan
tiadalah pula beranak."

Tetetapi lambat laun kemudian surat ini dipergunakan juga oleh ulama-ulama =
Islam
untuk menentang pengakuan orang-orang Kristen mengenai Jesus Kristus sebaga=
i
Anak Allah. Jadi ayat ini dipergunakan dengan mengadakan interpretasi yang
salah.

Kemudian dari itu, barulah ada ayat-ayat Al Quran lain yang jelas menentang
pengakuan Jesus sebagai Anak Allah, yang ditujukan kepada orang-orang Krist=
en,
misalnya Quran s.An Nisaa, 4:171, Quran s.At Taubat 9:30, dan lain-lain,

Dalam Quran s.An Nissa 4:171 dikatakan: "..... Innama' llahu ilahun wahid.
Subchanahu an yakuna lahu waladun ...." (sesungguhnya Allah ituTuhan yang E=
sa.
Mahasuci Ia daripada mempunyai seorang anak (walad) ......."

Disinilah titik pangkal kesalah-fahaman itu, karena menarik pengertian "Ana=
k"
ini menurut huruf tata bahasanya, yaitu anak dalam arti darah daging secara=
 bio-
iogis, yang oleh Al-Quran disebut dengan istilah kata

Jesus Kristus atau Isa Almasih di sebut "Anak" bukan dalam pengertian "wala=
d",
melainkan "ibn". Misalnya dapat dibaca dalam Injil Lukas 1:35 (dalam Alkita=
b
berbahasa Arab - Alkitabul muqadas) berbunyi demikian: ".... aidhan alqudus=
ul
mauludu minki yud'a abna'ilaahi." (.... sebab itu anak yang akan kaulahirka=
n itu
akan disebut kudus, Anak Allah) (abna 'ilahi).

Walad, berarti anak yang mutlak hanya dilahirkan sebab persetubuhan. Sedang=
kan
makna "ibn", adalah "Anak" dalam arti yang luas. Selain dari kelahiran seba=
b
persetubuhan dapat juga ditetapkan diluar dari sebab persetubuhan yang hany=
a
"diartikan", atau hanya "dianggap" sebagai Anak.
 Kelahiran Jesus menurut Alkitab dan Al-Quran.
Untuk mendapatkan ketegasan akan pengertian tentang sebutan "Anak Allah" in=
i,
baiklah kita melihat kepada asal mulanya kejadian atau kelahirannya Jesus m=
enu-
rut Alkitab dan Al-Quran, sebagai berikut:

Injil Matius 1:-8:

"Kelahiran Jesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya,
bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum me=
reka
hidup sebagai suami isteri."

Injil Lukas 1:30:32:

"Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau berole=
h
kasih karunia dihadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan=
 me-
lahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Jesus. Ia =
akan
menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi."

Injil Yohanes 1:12-13:

"Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-an=
ak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang diperanaka=
n
bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmanj oleh keinginan
seorang laki-lakii melainkan dari Allah."

Dalam hal yang sama Al-Quran mengatakan demikian:

Quran s.Ali Imran 3:45.

"Ingatlah ketika Malaekat berkata: Ya Maryam! Sesungguhnya Allah memberi ka=
bar
suka kepada engkau dengan KalimahNya, yakni dengan seorang anak namaNya Isa
Almasih, anak Maryam yang mempunyai kebesaran diatas dunia dan akhirat, sed=
ang
dia salah seorang daripada orang yang dekat kepada Allah."

Quran s.An Nisaa 4:171

" ...Sesungguhnya Almasih Isa anak Maryam ra-
sul Allah dan KalimahNya yang ditumpahkan-Nya kepada
Maryam bersama Roh daripada-Nya."

Disini jelaslah, bahwa kelahirannya Jesus Kristus atau Isa Almasih itu, ada=
lah
dari pada Kalimah (Firman) Allah dan Roh Allah.

Kalam atau Firman, dengan kata lain disebut juga "Anak Sulung" atau "Yang
Sulung", ada sebelum segala makhluk diciptakan. (Kolose 1:15), adalah zat A=
llah
itu sendiri.

Kalam atau Firman itu adalah Allah sendiri, dan telah menjadi daging manusi=
a
sebagaimana yang dikatakan dalam Injil Yohanes 1:1, 14 yang lengkapnya berb=
unyi
demikian:

"Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersamasama dengan Allah dan Firman=
 itu
adalah Allah"(Yoh  1 : 1 ) ,                          =F9

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah
melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." (Yoh. 1 :14),

Dalam kedua macam nats diatas,.yaitu dari Alkitab dan Al-Quran, memang tida=
k
disebut dengan jelas perihal "Anak Allah".

Alkitab hanya mengatakan bahwa Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak
Allah, dan Al-Quran hanya mengisyarakatkan bahwa Ia (Isa Almasih) seorang y=
ang
dekat - akrab - kepada Allah atau minal muqarrabyin dan kejadiannya di kata=
kan
adalah dari Kalimah Kalam; dan Roh Allah.


Alkitab juga mengatakan bahwa Kalam itu bersama (satu zat) dengan Allah dan
Kalam itu telah menjadi daging - manusia - yaitu Jesus, dan Al-Quran-pun
sementara itu dengan tegas dan lebih nyata lagi telah menyatakan, bahwa Kal=
imah
Allah itu ialah seorang anak yang akan lahir itu, jelas disebutkan namanya,
yaitu "Isa Almasih".

Gelar Anak Allah itu memang sudah di nubuatkan oleh Raja Daud, sebagai gela=
r
yang sudah ada sebelum dunia ini diciptakan (Mazmur 2:1-8; Ibrani 1:2-3). T=
etapi
perkataan "Anak Allah" barulah jelas dan digenapi, sesudah Jesus dibaptiska=
n
menurut Injil Matius 3:17 "terdengarlah suara dari sorga" yang mengatakan:
"Inilah Anak yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan."

Dalam surat Ibrani 5:5b dikatakan: "AnakKu Engkau! Engkau telah Kuperanakka=
n
pada hari ini."

Mulai saat itulah Jesus dikenal orang sebagai Anak Allah. Istilah diperanak=
kan
disini, bukanlah berarti dilahirkan secara biologis. Jesus dilahirkan sebag=
ai
anak manusia, dan Iapun adalah memang manusia. Jesus dikatakan "Anak Allah"=
,
sebagai gelar Ilahi atas kemanusiaannya.

Penyebutan istilah "Anak Allah" adalah merupakan kata mutasyabihat, yaitu s=
uatu
kata yang tidak akan diartikan menurut aksara kata-bahasanya.

Secara terperinci, dapat dikatakan bahwa Jesus menurut darah daging, Ia ada=
lah
seorang manusia, anak manusia, keturunan Daud, tetapi Roh-Nya telah ditetap=
kan
menjadi Anak Allah. (Rum 1:4).

Kalam atau Firman yang menjadi daging itu, dengan kata lain dikatakan "Anak
Sulung", adalah zat Allah sendiri, adalah juga merupakan oknum Anak dalam
rumusan Tritunggal.

Jawaban atas ulasan Penulis Muslim saudara Drs. Hasbullah Bakry.

 Sementara itu ada baiknya kalau dalam kesempatan ini, kita kutip, suatu
pendapat sdr. Drs. Hasbullah Bakry SH. mengenai sebuatan "Anak Allah" ini, =
yang
kita pandang merupakan suatu pikiran maju pada saat ini dan kemudian akan k=
ita
coba menambahkan keterangan pengertian yang wajar dalam masalah ini, dengan
harapan agar dapatlah diletakkan permasalahannya pada pengertian yang wajar=
.

Dalam bukunya yang berjudul "Nabi Isa dalam Al Quran enz.".. halaman 77 Drs=
.
Hasbullah Bakry menulis sebagai berikut:
"Sebenarnya pemakaian istilah Bapa terhadap Allah, dan istilah Anak Allah
terhadap seorang hamba Allah yang saleh itu, adalah wajar saja jika tidak d=
engan
sengaja dikomplikasikan dengan pengertian hubungan biologis Bapak dan Anak =
pada
manusia.. Hubungan biologis antara Bapak dan Anak pada manusia berarti sede=
-
rajat, seketurunan, senisbah, disamping secinta-kasih. Tetapi hubungan simb=
olis
antara Bapak dan Anak dalam istilah Yahudi selama itu hanya secinta-kasih t=
etapi
bukan sederajat, bukan seketurunan, bukan senisbah, dan sebagainya yang era=
t
dengan arti biologis.

Kalau dengan arti simbolis, maka sekarang jusa ummat Islam boleh menyebut
seorang yang saleh misalnya: si Amin itu sangat alim dan saleh ibadatnya ra=
jin,
wara' dan taqwa maka sungguhlah dia Anak Allah. Juga sebaliknya terhadap se=
orang
yang zalim fasik sangat suka membuat jahat boleh saja dikatakan: si Badu it=
u ti-
dak lain kerjanya melainkan menyakiti orang, culas, suka memfitnah, sungguh=
lah
dia anak Setan.

Pengertian anak disitu, hanya simbolis saja sebagai isyarat hubungan yang s=
angat
rapat antara anak dengan
bapak."Jadi Anak Allah tidak boleh dianggap Tuhan (Allah) atau sederajat de=
ngan
Allah atau sebagian dari oknum atau pribadi Allah, seperti yang menjadi aja=
ran
iman (dogmatik) Kristen dewasa ini."
Demikian ulasan sdr. Hasbullah Bakry.

Pandangan ini dapat dinilai merupakan suatu fikiran maju di banding dengan
beberapa masa waktu yang lalu, bahwa jika mendengar penyebutan "Anak Allah"
demikian, pastilah dengan segera disambut dengan kata-kata "A'ujubillahi mi=
n
dzalik."

Sedang mengenai kalimat terakhir, yang masih merupakan batu sandungan bagin=
ya
untuk berfikir lebih maju lagi, ialah:

 1. Anak Allah, tidak boleh dianggap Allah
 2. Anak Allah, tidak boleh dianggap sederajat dengan Allah.
 3. Anak Allah, tidak boleh dianggap sebagian dari Ok-- num atau Pribadi Al=
lah.

Ketiga masalah yang menjadi sandungan bagi sdr. Hasbullah Bakry ini, marila=
h
kita coba menelaahnya bersama-sama secara jujur dan wajar untuk kebenaran.

Jawaban untuk yang pertama.
(Anak Allah, tidak boleh dianggap Allah)

1. Kalau yang dimaksud oleh sdr. Hasbullah Bakry dengan istilah Anak Allah =
itu,
adalah Jesus darah daging manusiawi yang nampak itu, maka dapat dijawab, ba=
hwa
memang sudah jelas Anak Allah (Jesus) itu tidak dianggap Allah. Alkitabpun =
tidak
mengatakan demikian.

Jesus - yang nampak darah-daging manusiawi itu bukan Allah. Ia adalah manus=
ia
yang sempurna bebas dari dosa turunan dan juga bebas dari dosa perbuatan.
(1 Petrus 2:22).

Pendeta M.H. Finlay, menulis dalam bukunya "Kepercayaan Orang Kristen" terb=
itan
Kantor Kalam Hidup Bandung, halaman 20, antara lain dikatakan: "Tidak seora=
ngpun
dari orang Kristen yang percaya bahwa seorang pernah menjadi Tuhan Allah, b=
ahkan
kitapun tidak akan mengkhayalkan bahwa hal seperti itu mungkin terjadi!"
Pendeta Dr. Winburn T. Thomas, mengatakan: "Ia (Tuhan Jesus) bukan Allah ya=
ng
mahakuasa yang menggerakkan bintang-bintang dalam peredarannya. Tidak pula =
Ia
mahatahu. Ia adalah makhluk pada zamannya, tetapi juga makhluk disegala zam=
an.''
(dalam bukunya "Khotbah dan Renungan" terbitan BPK. Jakarta 1962..halaman 9=
7).

Alkitabpun tegas mengatakan demikian:

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satu=
nya
Allah yang Benar,
dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3).

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara. antara Alla=
h dan
manusia, yaitu manusia Kristus Jesus." (I Tim. 2:5).

Dua nats alkitab ini, cukup menunjukkan kepada kita bahwa Anak Allah yang
dilihat dari sudut kemanusiawiannya Jesus, tidaklah dianggap Allah.

Kalau yang dimaksud "Anak Allah" itu ialah hal "Firman", yang dikatakan jug=
a
"Anak Sulung" itu, yang menjadi daging (Yoh. 1.1 ), maka "Anak Allah" dalam
pengertian Firman itu,memang sederajat dengan Allah, bahkan memang Allah
sendiri.
                                                                         =
=20
Allah dinyatakan didalam tubuh manusia (1 Timotius 3:16).
Allah didalam Kristus (2 Kor 5:19).
Dalam Kotbah atau Doa selalu dikatakan "Allah Bapa didalam Yesus Kristus."
                                                                           =
 =20


p64-79.

Injil Yohanes 13:13:

"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah 
 Guru dan Tuhan."

Roma 10:9

"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Jesus adalah Tuhan, dan percaya
dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati kamu
akan diselamatkan."

Kisah Rasul-rasul 2:36

"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat
Jesus, yang kamu salibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus".

1 Korintus 8:6

" ...namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu
Bapa, yang daripadaNya berasal segala sesuatu dan yang
untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Jesus
Kristus yang olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan
yang karena Dia kita hidup."

Memperhatikan nats-nats Alkitab diatas, jelaslah terdapat dua hal, yaitu:

Pertama, sebutan atau istilah Tuhan yang diberikan kepada Jesus itu, adalah
merupakan gelar ke-Ilahian yang dianugerahkan Allah kepadanya. Karena itu
penyebutan "Tuhan" bagi Jesus, bukan--lah disebabkan keistimewaan- mukjizat-muk
jizatnya, juga tidak disebabkan karena kelahirannya tanpa bapa insani itu,juga
bukan disebabkan karena Ia bangkit dari antara orang mati, juga bukan disebabkan
karena Ia dapat naik kelangit (sorga) dengan BadaniNya yang sudah dipermuliakan,
melainkan memang penyebutan Tuhan itu justru datangnya dari Allah itu sendiri,
yaitu Allah-Nya Tuhan Jesus itu sendiri, sebagai gelar ke-Ilahi-an, melaksanakan
keTuhan-an Allah yang Roh itu, jelas bukan dari pujaan-pujaan ummat Nasrani,
bukan pula karena proklamasi pribadinya sendiri, sebagaimana disangkakan oleh
sdr. Hasbullah Bakry.

Adapun segala mukjizat-mukjizat yang istimewa, kelahirannya tanpa bapa insani,
kebangkitannya diantara orang mati kenaikannya ke langit (sorga), semuanya itu
adalah merupakan bukti pekerjaan Allah (ke-Tuhan-an) yang diberikan kuasa
kepadaNya.

Kedua: Baik pengertian Al-Quran maupun pengertian
Alkitab, keduanya sependapat bahwa istilah
kata "Allah", adalah zat yang wajib ada dengan
sendirinya (zat wajibal wujud), sebagai oknum,
sedang makna "Tuhan" atau Rabb, atau Kyrios,
adalah bidang kewibawaan Allah sebagai fung-
sionil.

Mengenai masalah "Ke-Tuhan-an Jesus" ini, dicukupkan hanya sekian saja.

MUKJIZAT-MUKJIZAT YANG DILAKUKAN JESUS

Makna pengertian Mukjizat.
 Mukjizat adalah pekerjaan ke-Ilahi-an.
 Mukjizat, merupakan bukti adanya "Kuasa Allah" atas pribadi-pribadi penerima
wahyu, seperti para nabi nabi sebelum Jesus Kristus, dan juga merupakan bukti
Kuasa Allah bagi Jesus sebagai Firman yang Hidup.

Untuk menguji benar tidaknya seseorang yang menda'wahkan dirinya sebagai
penerima wahyu (seperti Nabi) dapat diuji dengan ada atau tidak adanya mukjizat
pada diri pribadi yang bersangkutan sebagai pembawa "Kuasa Allah".

Tanpa adanya perbuatan mukjizat, bukti adanya Kuasa Allah didalam dirinya
seseorang yang mengaku "penerima wahyu" sulitlah untuk dipercayai kelebihan atas
pengakuan seseorang itu sebagai penerima wahyu Allah.

Nabi Ibrahim, yang menda'wahkan dirinya sebagai penerima wahyu Allah, telah
dibuktikannya dengan banyak mukjizat sebagai pekerjaan Kuasa Allah atas diri
pribadinya, seperti tidak mempannya api membakar dirinya.
 Nabi Musa, yang menda'wahkan dirinya sebagai penerima wahyu Allah telah
dibuktikannya dengan banyak mukjizat sebagai pekerjaan Kuasa Allah atas
pribadinya, seperti tongkat menjadi ular, lautan Merah menjadi kering untuk
dilaluinya beserta pasukan pengikut-pengikutnya.

Jesus, yang menda'wahkan dirinya sebagai penerima wahyu, bahkan wahyu itu telah
menjadi daging didalam pribadiNya, telah dibuktikan dengan banyak mukjizat se-
bagai pekerjaan Kuasa Allah atas pribadinya, seperti menyembuhkan orang lumpuh
dan mencelikan orang buta, bahkan menghidupkan orang yang telah 4 hari mati
(Lazarus) dan lain-lain.

Berikut dibawah ini, dikemukan banyak mukjizat
mukjizat yang diperbuat oleh Jesus Kristus sebagai Kuasa Allah.

1. Mukjizat: Air menjadi anggur.
(Yohanes 2:1-12)

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana sebuah kota di daerah Galilea--dan ibu
Jesus ada disitu; Jesus dan murid-muridNya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Jesus berkata kepadaNya:"Mereka kehabisan
anggur". Kata Jesus kepadanya: "Mau apakah engkau daripadaKu, ibu? SaatKu belum
tiba." Tetapi ibu Jesus berkata kepada pelayan pelayan: "Apa yang dikatakan
kepadamu buatlah itu!" Disitu ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan
menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Jesus berkata
kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air."
Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Jesus kepada mereka: "sekarang
cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya. Setelah
pemimpin pesta mengecap air, yang telah menjadi anggur itu  dan ia tidak tahu
dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu,
mengetahuinya-ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap
orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum,
barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai
sekarang."

Hal ini dibuat Jesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari
tanda-tandaNya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaanNya, dan
murid-muridNya percaya kepadaNya.

2.Mukjizat: Orang lumpuh disembuhkan. (Markus 2:1-12).

Kemudian, setelah lewat beberapa hari, waktu Jesus datang lagi ke Kapernaum,
tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun
sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan dimuka pintupun tidak. Sementara Ia
memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepadaNya
seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya
kepadaNya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang diatasNya;
sesudah terbuka mereka menurunkan tilam tempat orang lumpuh itu berbaring.
Ketika Jesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:
Hai anakKu, dosamu sudah diampuni!" Tetapi disitu ada juga duduk beberapa ahli
Taurat mereka berfikir dalam hatinya:"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia
menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni
 dosa selain daripada Allah sendiri?"
Tetapi Jesus segera mengetahui dalam hatiNya; bahwa mereka berpikir demikian,
lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?"
Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini:

Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan
berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia
 berkuasa meng-
ampuni dosa"--berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan,
bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah kerumahmu!" Dan orang itupun
bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar dihadapan 
orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah,
kata mereka: "Yang begini belum pernah kita lihat."

3. Mukjizat: Jesus meredakan angin ribut. (Lukas 8:22-25).

Pada suatu hari Jesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-muridNya,
dan Ia berkata kepada mereka:"Marilah kita bertolak ke seberang danau." lalu
bertolaklah mereka. Dan ketika mereka sedang berlayar, Jesus tertidur.
Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan
air dan mereka berada dalam bahaya. Maka datanglah murid muridNya membangunkan
Dia, katanya:"Guru, Guru, kita binasa!" Iapun bangun, lalu menghardik angin dan
air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu
menjadi teduh. Lalu kataNya kepada mereka: "Dimanakah kepercayaanmu7" Maka
takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: 
"Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin 
dan air dan mereka taat kepadaNya"

4. Mukjizat:Jesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa. (Lukas 8:26-39).

Lalu mendaratlah Jesus dan murid-muridNya di ta-
nah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. Sete-
lah Jesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari
kota itu menemui Dia orang itu dirasuki oleh setan dan
sudah lama ia tidak berpakaian dan tidaktinggal
dalam rumah tetapi dalam pekuburan.Ketika ia melihat Jesus, ia
berteriak lalu tersungkur dihadapanNya dan berkata de-
ngan suara keras: "Apa urusanMu denyan aku, hai Jesus
Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepadaMu,
supaya Engkau jangan menyiksa aku." Ia berkata demi-
kian sebab Jesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari
orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia,
maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, teta
pi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh
setan itu ke tempat-tempat yang sunyi. Dan Jesus bertanya kepadanya: "Siapakah
namamu ?" Jawabnya: "Legion", karena ia kerasukan banyak setan. Lalu setan-setan
itu memohon kepada Jesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke
dalam jurang maut.

Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu
setan-setan itu meminta kepada Jesus, supaya la memperkenankan mereka memasuki
babi-babi itu. Jesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah setan-setan
itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari
tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.

Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari
lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Dan
keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada
Jesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk
dikaki Jesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.
Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka,
bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan. Lalu seluruh penduduk
daerah Gerasa meminta kepada Jesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka
sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali. Dan
orang yang telah ditinggal setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan
menyertaiNya. Tetapi Jesus menyuruh dia pergi kataNya: "Pulanglah ke rumahmu dan
ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu. 
Orang itupun pergi
mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat
Jesus atas diriNya.

5- Mukjizat:Jesus membangkitkan anak Yairus dan
menyembuhkan seorang perempuan
yang sakit pendarahan.
(Markus 5:21-43)

Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong
datang lalu mengerumuni dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang
kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika Ia melihat Jesus, tersungkurlah
ia di depan kakiNya dan memohon dengan sangat kepadaNya: "Anakku perempuan sedang
sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tanganMu atasnya, supaya
ia selamat dan tetap hidup." Lalu pergilah Jesus dengan orang itu. Orang banyak
berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekatNya.

Adalah disitu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita
pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah
dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya,
malah sebaliknya keadaanya makinmemburuk. Dia sudah mendengar berita-berita
tentang Jesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Jesus dari
belakang dan menjamah jubahNya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubahNya, aku
akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa
badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Jesus mengetahui,
bahwa ada tenaga yang keluar dari diriNya, lalu la berpaling di tengah orang
banyak dan bertanya: "Siapakah yang menjamah jubahKu?" Murid-muridNya menjawab:
"Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekatMu, dan Engkau
bertanya: "Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Ia memandang sekelilingNya untuk
melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu yang menjadi takut dan
gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan
tersungkur didepan Jesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu
kepadaNya. Maka kataNya kepada perempuan itu:
"hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan
sembuhlah dari penyakitmu!"

Ketika Jesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga rumah ibadat itu dan
berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru7"
Tetapi Jesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah
ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" Lalu Jesus tidak memperbolehkan seorangpun
ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara
Yakobus.Mereka itu tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan disana dilihatNya
orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.. Sesudah Ia masuk
berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis?" Anak ini 
tidak mati, tetapi tidur!" Tetapi mereka mentertawakan Dia.

Maka diusirNya semua orang itu, lalu dibawaNya ayah dan ibu anak itu dan mereka
yang bersama-sama dengan Dia masuk ke-kamar anak itu. Lalu dipegangNya tangan
anak itu, kataNya: "Talitakum" yang berarti: "Hai anak, aku berkata kepadamu,
bangunlah!" Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab
umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan
sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu,
lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

6. Mukjizat :Jesus menyembuhkan seorang jang sakit kusta. (Markus 1:40-45)

Seorang yang sakit kusta datang kepada Jesus, dan sambil berlutut di hadapanNya
ia memohon bantuanNya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan
 aku."
Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya,
menjamah orang itu dan berkata kepadanya:" Aku mau jadilah engkau tahir."
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
Segera la menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:"ingatlah, janganlah
engkau memberitahukan apa-apa tentang hal itu kepada siapapun, tetapi pergilah,
perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu
persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi
orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkan kemana-mana, sehingga
Jesus tidak dapat lagi-terang-terangan masuk kedalam kota. Ia tinggal di luar di
tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepadaNya dari segala
penjuru.

7. Mukjizat: Jesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum.
(Matius 8:15-13)

Ketika Jesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan
memohon kepadaNya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia
sangat menderita." Jesus berkata kepadanya:"Aku akan datang menyembuhkannya."
Tetapi jawab perwira itu kepadaNya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di
dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku
berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada
seorang lagi: Datang! maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!,
maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia
dan berkata kepada mereka yang mengikutNya:"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang 
Israel".
Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan 
duduk ma-
kan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakob di dalam Kerajaan Sorga,
sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling
gelap, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." 

Lalu Jesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti
yang engkau percaya."  Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

8. Mukjizat: Jesus memberi makan lima ribu orang. (Yohanes 6:1-15)

Sesudah itu Jesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-
mukjizat penyembuhan, yang diadakanNya terhadap orang-orang sakit.
 Dan Jesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-muridNya. Dan
Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Jesus memandang
sekelilingnya
dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya, berkatalah
Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini
dapat
makan?" Hal itu dikatakanNya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang
hendak dilakukanNya. Jawab Filipus kepadaNya:"Roti seharga dua ratus dinar tidak
akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil
saja." Seorang dari murid-muridNya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata
kepadaNya "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti helai dan
dua ikan;
tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Jesus: "Suruhlah
orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah
orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyak. Lalu Jesus mengambil roti
itu, mengucap syukur dan membagi bagikannya kepada mereka yang duduk di situ,
demikian juga dibuatNya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
Dan setelah mereka kenyang la berkata kepada murid-muridNya: "Kumpulkanlah
potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." maka merekapun
mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari
kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang itu melihat
mukjizat yang telah diadakanNya, mereka berkata:

"Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.
 Karena Jesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan
paksa untuk menjadikan Dia raja. Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

9. Mukjizat: Jesus menyembuhkan Bartimeus.
(Markus 10:46-52)

Lalu tibalah Jesus dan murid-muridNya di Yerikho. Dan ketika Jesus keluar dari
Yerikho, bersama-sama dengan murid-muridNya dan orang banyak yang ber-
bondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus,
duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Jesus orang Nazaret,
mulailah ia berseru: "Jesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Banyak orang yang
menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud,
kasihanilah aku!" Lalu Jesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka
memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah. Ia
memanggil engkau." Lalu ia meninggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi
mendapatkan Jesus. Tanya Jesus kepadanya: "Apa yang kau kehendaki supaya Aku
berbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" Lalu
kata Jesus kepadanya:

Jesus menangis (Yohanes 11:28-37)

Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik
kepadanya: "Guru ada disana dan la memanggil engkau." Mendengar itu Maria segera
bangkit lalu pergi mendapatkan Jesus. Tetapi waktu itu Jesus belum sampai ke
dalam kampung itu. Ia masih berada ditempat Marta menjumpai Dia. Ketika
orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk
menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi keluar, mereka
mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di
situ. Setibanya Maria di tempat Jesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia
di depan kakiNya dan berkata kepadaNya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini,
saudaraku pasti tidak mati."

Ketika Jesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang
bersama-sama dia, maka masygullah hatiNya. Ia sangat terharu dan berkata:
 "Dimanakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan
lihatlah !"
Maka menangislah Jesus. Kata orang-orang Yahudi:"Lihatlah, betapa kasihNya ke-
padanya!" Tetapi beberapa orang diantaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata
orang buta, tidak sanggupkah la bertindak, sehingga orang ini tidak mati?".

Lazarus dibangkitkan (Yohanes 11:38-44)

Maka masygullah pula hati Jesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah
sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Jesus:"Angkatlah batu itu!" Marta,
saudara orang yang meninggal itu, berkata kepadaNya: "Tuhan, ia sudah berbau,
sebab sudah empat hari ia mati." Jawab Jesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:
Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" Maka mereka
mengangkat batu itu. Lalu Jesus menegadah keatas dan berkata: 
"Bapa, Aku mengucap syukur kepadaMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku
tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang
berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa
Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia
dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang
keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup
dengan kain. Kata Jesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia
pergi."

Al-Quran memberitakan mukjizat
Jesus Kristus Isa Almasih

Akhirnya, suatu kesaksian Al-Quran atas ke-mukjizatan Jesus Kristus dikatakan
demikian:
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan "Hai Isa putra Maryam, ingatlah ni'matKu
kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan rohulkudus. Kamu
dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa, 
dan (ingatlah) diwaktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan
(ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa
burung dengan idzin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi
burung (yang sebenarnya) dengan seidzinKu. Dan (ingatlah) waktu kamu
menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang
berpenyakit sopak dengan seidzinKu, dan (ingatlah) diwaktu kamu mengeluarkan
orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seidzinKu dan 
(ingatlah) diwaktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh
kamu) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata
lalu orang orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan
sihir yang nyata".(Quran Al Maidah 5:110).


p.80-95.

TAMBAHAN RUMUSAN SINGKAT TENTANG KEILAHIAN YESUS KRISTUS


                  Mengenali JESUS

                  Dari peringkat
           MANUSIA anak manusia hingga ke
                 IlahianNya ALLAH

PENDAHULUAN

Yohanes 15:26-27 pada intinya mengharuskan setiap orang yang sudah percaya dan
dibaptis dalam nama Allah Tritunggal yang Esa; Bapa, Anak dan Rohulkudus,
menyaksikan "Siapa Jesus" itu.
Memang kita sudah banyak mendengar dan menyaksikan saudara-saudara kita orang
Kristen bersaksi, baik di Gereja ataupun di Persekutuan-Persekutuan Doa, dll.
menyaksikan bahwa karena pengasihan Jesus, karena doanya dalam nama Jesus,
karena penyerahannya kepada Kuasa Jesus, mereka mendapat berkat pertolongan
berupa Kesembuhan, terlepas dari mara-bahaya, dapat pertolongan mengatasi
kesulitan rumah tangga, dll. Ini tidak salah, namun bukan ini yang diminta
Jesus menurut nats Yohanes 15:26-27 itu. Kesaksian demi kesaksian yang kita
gambarkan diatas, adalah kesaksian ke-aku-an masing-masing pribadi, keselamatan
daging, keselamatan duniawi. Yang dikehendaki bahkan yang diutamakan itu adalah
keselamatan roh kita dihadirat Allah dimuka Pengadilan Tahta Putih itu. 

Untuk ini hanya ada satu kesaksian utama itu, ialah menyaksikan Jesus sebagai
Tuhan dan Juruselamat. Yang kami maksudkan menyaksikan Jesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat itu bukanlah hanya sekedar "Penyampaian dengan kata-kata itu saja"
kepada seseorang, melainkan lebih dari itu, ialah dapat menjelaskan dan
meyakinkan bahwa Dia memang benar adalah Tuhan dan Juruselamat itu. Segala
sandungan orang yang ingin mengenal Jesus itu, dapat dijawab dengan puas dan
meyakinkan. Kearah inilah kami sajikan keterangan berikut ini, semoga dapat
menolong para Penginjil kita dimana-mana. Meskipun demikian, dimana yang belum
sempurna dapat disempurnakan atau dipertanyakan kepada kami kembali.

Terima kasih atas perhatian, dan selamat bersaksi.

INJlL MENJADI BAHAN TANTANGAN

 Dalam pengalaman kami, sering dipertantangkan 3 buah nats Alkitab, yaitu
masing-masing: Matius 1:1, disana dikatakan"Jesus Kristus, adalah anak Daud,
anak Abraham" bermakna bahwa Dia adalah seorang manusia anak manusia.

Nats kedua sebagai tantangan adalah Markus 1:1 disana dikatakan bahwa: "Jesus
Kristus adalah Anak Allah." yang mereka anggap bertentangan atau 
tidak sesuai dengan keterangan Injil Matius.
 Nats tantangan ke-tiga mereka kemukakan injil Yohanes 1:1 dan 14 yang
 berbunyi:"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan
Firman itu adalah Allah." Pada ayat 14 dikatakan:"Firman itu (atau: Allah itu)
telah menjadi manusia ........... " dalam hal ini adalah menunjuk kepada Jesus.
Dengan kata lain bahwa Jesus itu adalah mutlak Allah."
 Pertanyaan tantangan: mana yang benar. Apakah Jesus itu memang hanya manusia
anak manusia keturunan Daud, Abraham, ataukah Anak Allah, atau memang Jesus itu
Allah. Tantangan untuk menggoyahkan iman orang Kristen .
 Tantangan ini harus dijawab oleh setiap orang Kristen pengikut/murid Jesus
secara tegas dan meyakinkan diterima oleh akal budi (logika) setiap orang yang
mau berpikir secara jujur dan benar untuk mencari kebenaran dalam beriman kepada
yang benar.
 Jawaban secara menyeluruh, bahwa apa yang dikatakan oleh Injil Matius, Markus
dan Yohanes itu, sama sekali tidak bertantangan, ketiganya benar. Karena masing-
masing Injil berbicara tentang fungsi Jesus yang berbeda.
 Matius berbicara tentang silsilah Jesus sebagai manusia anak manusia, keturunan
Daud dan Abraham. Sebagaimana lazim keturunan manusia anak manusia dan
hidupnyapun seluruhnya bertabeat manusia, makan, minum, tidur, menangis, rasa
resah bahkan juga akhirnya mati sebagai manusia.
 Lukas berbicara tentang Injil yang disampaikan oleh Jesus. Dalam hal ini Jesus
disapa dengan sebutan Anak Allah. 
Sapaan ini tidaklah sama sekali harus diartikan
bahwa Allah itu sudah beranak secara biologis. Karena memang Allah itu, tidak
beranak dan juga tidak diperanakkan. Penyebutan Jesus dengan istilah Anak Allah
dalam pengertian kias pengganti kata Firman Allah yang menjadi kehidupan Jesus.
Jesus sebagai Firman itulah, maka disapa dengan sapaan Anak Allah.
 
Sedangkan Injil Yohanes berbicara tentang Kuasa yang ada pada Jesus itu adalah
Kuasa Allah yang berwujud Roh itu tinggal diam dan berkarya 
dalam pribadi manusia Jesus, sebagaimana diungkapkan oleh Jesus sendiri dalam
Yohanes 14:10b: "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKU
sendiri, tetapi Bapa (Allah yang Roh itu, pen) yang diam didalam Aku,
Dialah yang melakukan pekerjaanNya". Jadi, kalau Jesus disebut dalam peringkat
Allah, bukan batang-tubuhNya yang nampak itu, melainkan Roh Kuasa yang berkarya
didalam pribadi Jesus itulah Allah.
 Untuk jelasnya dan secara terperinci pula,
 kami uraikan peringkat demi peringkat Jesus sebagai berikut.

Simak dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh, semoga usaha kami ini dapat
membantu kepada siapa yang membutuhkan mencari kebenaran yang mutlak benar.

1. JESUS MANUSIA ANAK MANUSIA

Apa yang dikatakan oleh Injil Matius, adalah menjelaskan kedudukan Jesus sebagai
manusia, anak manusia yang dilahirkan oleh Maria. Sebagai seorang manusia yang
dilahirkan oleh manusia, maka hidupnya juga bertabeat sebagai manusia, yaitu,
dikala lapar, ia membutuhkan makan; dikala haus meminta minum, dikala mengantuk,
membutuhkan tidur. Bahkan dikala susah Dia sebagai manusia, 
pun juga menangis dan sedih. Bahkan sebagai manusia dikala menemui saat yang
meresahkan, Dia berdoa kepada Allah yang oleh Jesus dan kita panggil Bapa,
sebagaimana terdapat dalam Mat!us 26:39 Jesus berdoa: "Ya BapaKu, jikalau se
kiranya mungkin, biar cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang
Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki".

Dan akhirnya Jesus juga mati sebagai manusia. Nats yang mengatakan demikian
dapat kita simak dari 1 Petrus 3:18 yang berbunyi demikian:
"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar
 untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah,
 Ia yang telah dibunuh dalam keadaaNya sebagai manusia."


2. JESUS ADALAH SEORANG HAMBA ALLAH

Jesus sebagai seorang manusia anak manusia yang taat kepada Allah, maka Dia
disebut juga sebagai Hamba Allah. (Matius 12:18-21). Pada Prekoopnya ditulis:
Jesus Hamba Allah. Nats lain dapat kita hayati: Kis 4:27,30; 1 Kor. 3:23, dll.

Jesus sebagai Hamba Allah, sama kedudukannya dengan Hamba Allah lainnya, seperti
saya dan saudara para pendeta lainnya.

 Catatan :
 Pernah terjadi, sewaktu saya meng-ungkapkan istilah Jesus sebagai Hamba Allah,
dan kedudukannya dalam hal ini sama dengan saya dan Hamba-hamba Allah lainnya,
seorang Pendeta, Dosen/Rektor dari salah satu Perguruan Tinggi Theologia,
langsung menyanggahnya dengan kata-kata demikian: "Maaf, bandingan Pak Hamran
Ambrie dalam hal ini sama sekali tidak dapat kami menerimanya.
 Karena kalau Jesus itu sama dengan hamba-hamba Tuhan lainnya seperti saya dan
kita-kita ini, untuk apa kita menyembah Dia".
 Sanggahan Pendeta Theologia, Rektor dan Dosen ini, saya rasakan sangat besar
hikmatnya. Saya menJawab: "Yang saya maksudkan sama disini, adalah hal
kemanusiaanNya". Tabeat kemanusiaan Jesus, dikala lapar membutuhkan makan, itu
sama dengan saya dan saudara. Dikala haus membutuhkan minum, juga sama dengan
saya dan saudara. Dikala mengantuk membutuhkan tidur, juga sama, bahkan juga
kematiannya sebagai manusia sama dengan tabeat manusia lainnya sama dengan saya
dan saudara nantinya.

Yang berbeda dengan saya dan saudara dan dengan orang manapun juga di dunia ini
adalah Roh yang berkuasa dalam Jesus itu. Roh Dia adalah Roh al Qadim, dan roh
yang ada pada saya dan saudara semua rnanusia didunia ini adalah roh muhaddash.
Dengan kata lain, Roh Jesus itu adalah .Roh Alkhalik Allah, Itu sendiri,
sedangkan roh yang ada manusta lainnya adalah roh insani, roh makhluk.
 Rasa tersandungnya perasaan Saudara Pendeta Theologia ini dapat dimengerti,
karena selama ini dia hanya dapat mengartikan Jesus itu didalam satu segi seba-
gai Tuhan dan Juruselamat saja. Karena itu dikala dia mendengar uraian
 mendudukan
Jesus sebagai seorang hamba Allah, perasaannya menjadi tersandung. Sebenarnya
tidak perlu terjadi demikian, demi untuk kesempurnaan dan kemantapan iman kita
yang juga berguna untuk memberikan penjelasan kepada orang lain yang ingin
mengenal Jesus itu secara terperinci dan meyakinkan.

 Ilustrasi lain, dapat digambarkan sebagai kenyataan bahwa Presiden Suharto 
dalam kedudukan pada umumnya saat ini adalah posisi yang tertinggi dari seluruh
bangsa Indonesia. Namun di saat peristiwa Pemungutan Suara Pemilihan Umum yang
baru lalu, dapat kita saksikan bahwa pada saat itu kedudukan Suharto sama dengan
kedudukan warga negara lainnya dalam hak memilih, bahwa setingkat lebih rendah
dari kedudukan ketua Panitia Pemungutan Suara di TPS yang bersangkutan, meskipun
kedudukan ketua Tempat Pemungutan Suara itu pada umumnya adalah hanya berpangkat
Sersan mayor misalnya. Tetapi sudah atau diluar peristiwa Pemungutan Suara itu,
tentu saja Suharto berada pada Posisi tertinggi sebagai Presiden, Kepala Negara
Republik Indonesia.
 Sekarang kembali kepada pokok masalah "Tuhan Jesus yang disembah".

Roh yang berkuasa dalam Jesus itulah yang kita sembah, bukan jasmani tubuh Jesus
yang nampak itu. Ingat: Tuhan itu adalah Roh (2 Kor. 3:17).

Jadi dalam istilah kata" Jesus yang disembah": dapat benar namun dapat pula
menjadi salah menurut iman yang sebenarnya. Kalau yang disembah itu tubuh Jesus,
maka hal ini menjadi salah, karena Jesus sendiri mengamarkan "sembahlah Allah
Tuhanmu dan kepada Dia sajalah engkau berbakti" (Lukas 4:8). Jesus tidak
mengatakan sembahlah aku dan kepadaku saja engkau berbakti, karena akulah Tuhan
Allahmu. Tetapi Kalau yang disembah itu adalah "Roh yang berkuasa dalam Jesus
itu, yaitu Allah yang berwujud Roh itu (Yohanes 4:24), maka pengertiannya benar.
Sebagai contoh perhatikan ilustrasi ini. Ada se-orang Jendral, kita umpamakan
bernama Sudirman. Dikala Jendral Sudirman ini masuk di Markas Besarnya
(Kantornya), tentara jaga dimuka itu, lantas memberi aba-aba "Kasih hormat!!. 

Pertanyaan: Siapakah yang dikasih hormat itu. Jendralnya ataukah pribadi-jasmani
Sudirmannya. Jelas, bahwa yang dikasih hormat itu adalah Kuasa Jendralnya,
meskipun tidak dengan katakata yang sempurna dan jelas disebutkan. Sebagai
pembuktian, jika pada suatu waktu Jendral Sudirman itu diberhentikan dari
kedudukan Jendral karena korupsi misalnya, dan pada suatu waktu setahun atau
lebih sesudah itu masuk ke Markas Besar-nya dahulu, tentara jaga di depan Markas
itu, tidaklah lagi beraba-aba seperti dahulu "Kasih hormat!!". Karena kuasa
jendral itu sudah tidak ada di dalam pribadi Sudirman itu. Demikianlah juga
halnya kalau kita mengatakan "menyembah Jesus", atau 
"Jesus kita Sembah", secara iman kalau diperinci, bahwa yang disembah itu adalah
"Roh yang berkuasa dalam Jesus sendiri, yaitu Allah." Perhatikan nats yang
menunjang dalam hal ini, antara lain: Allah itu Roh atau Tuhan itu Roh (Yoh.
4:24; 2 Kor. 3:17). Allah yang Roh itu tinggal diam atau berkarya atau berkuasa
didalam pribadi Jesus(Yohanes 14:10). Sedang Jesus yang nampak berwujud tubuh
jasmani itu adalah merupakan alat pengantara antara Allah yang Roh itu dengan
manusia lainnya, namun Dia (Jesus) sendiri yang nampak itu adalah manusia juga
(1 Timotius 2:5) atau dengan kata lain dapat juga dikatakan merupakan gambar
wujud Allah yang tidak nampak (Kolose 1:15). Allah yang wujudnya Roh itu tetap
tidak nampak sebagaimana Jesus sendiri mengungkapkan, bahwa tidak seorangpun
pernah melihat Allah (Yohanes 1:18).

3. JESUS ADALAH SEORANG NABI.

Injil Matius 21:10-11 mengatakan : "Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah
seluruh kota itu dan orang berkata. Siapa orang ini?" Dan orang banyak itu
menyahut: "Inilah nabi Jesus dari Nazaret di Galilea."
 Jesus sendiri memberikan penjelasan tentang pribadiNya, ketika la ditolak oleh
masyarakat kampungnya demikian: "Seorang nabi dihormati dimanamana, kecuali di
tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." (Matius 13:57). Nats yang sama dapat
kita jumpai juga dalam (Lukas 4:24; Yohanes 4:44). Jesus dalam kedudukanNya
sebagai seorang Nabi ialah mengajar sebagai Guru atau disebut Rabi, dan juga
bernubuat menyaksikan apa yang akan terjadi kelak.
 Salah satu karya Jesus sebagai
seorang Nabi, Jesus bernubuat dalam Matius 24:14 demikian:"Dan Injil
 Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua
bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

 Dalam iman orang Kristen sehari-hari, sangat jarang orang yang mengerti bahwa
kedudukan Jesus itu bukan hanya Tuhan dan Juruselamat, melainkan juga sebagai
seorang Nabi. Sering terjadi, kalau Jesus disebut sebagai seorang Nabi menjadi
sandungan bagi seseorang, kadang-kadang secara spontan menyanggah bahwa Jesus
bukan seorang Nabi melainkan Tuhan. Tersandungnya pemikiran mereka demikian,
karena mereka hanya sudah terlalu terbiasa melihat Jesus itu dalam posisi yang
tertinggi saja, dalam hal sebagai Tuhan itu, hingga menyebabkan dikala dikatakan
Jesus sebagai seorang Nabi perasaannya tersandung seperti tidak mau menerimanya.
Itulah sebabnya kadang-kadang mereka tersandung sendiri dengan Alkitab, dikala
berdialog dengan orang yang tidak se-iman namum membaca Alkitab, dalam hal se-
perti seorang Muslim umpamanya.

Itulah sebabnya dalam kesempatan ini kami ingin mengungkapkan segala peringkat
Jesus, agar dalam berdialog menyaksikan siapa Jesus itu tidak akan tersandung
lagi.

4. JESUS ADALAH UTUSAN (RASUL) ALLAH.

Kedudukan Jesus dalam peringkat sebagai Utusan atau Rasul Allah, kurang dihayati
dalam pengajaran Kristen, sebagai alat Pemberitaan Injil. Malah ada yang merasa
kurang sejahtera kalau Jesus disebut Utusan Allah.

Pada hal Alkitab dalam hal ini Injil jelas mengatakan peringkat ini. Misalnya
antara lain, mari kita simak yang terdapat dalam Injil Yohanes 5:30 ungkapan
kata-kata Jesus sendiri demikian: "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu
sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakimanKu
adil, sebab Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri,melainkan kehendak Dia yang
mengutus Aku."Disini sangat jelas Jesus mengungkapkan peringkat diriNya sendiri
sebagai Utusan atau Rasul Allah.

Alat yang menjadi utusan itu adalah tubuhNYa sendiri sebagai pengantara antara
Allah dan manusia, namun tubuhnya itu adalah manusia. Hal ini jelas diungkapkan
kembali oleh Rasul Paulus dalam suratnya 1 Tiomotius 2:5 yang berbunyi demikian:
"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan
manusia, yaitu manusia Kristus Jesus."
Jesus dalam fungsionalNya sebagai Rasul Allah adalah menyampaikan amaran Allah
kepada umat ma