From risaldi@cs.wisc.edu Fri Jan 27 22:32:38 1995
Return-Path: 
Received: from yar.cs.wisc.edu by serv0.cae.wisc.edu (4.1/31D)
	id AA28324; Fri, 27 Jan 95 22:32:31 CST
Received: by yar.cs.wisc.edu; Fri, 27 Jan 95 22:36:21 -0600
Date: Fri, 27 Jan 1995 22:35:45 -0600 (CST)
From: Edwin Sutanto 
Subject: Ringkasan Kotbah Dr. Stephen Tong (26 Juni 1994) (fwd)
To: widjajat@cae
Message-Id: 
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO



---------- Forwarded message ----------
Date: Mon, 5 Dec 1994 11:12:00 PD8T
From: Liono Setiowijoso 
To: Indonesia Christian Mailing List 
Subject: Ringkasan Kotbah Dr. Stephen Tong (26 Juni 1994)

"Sejahtera di dalam ketaatan"
 Pdt. Dr. Stephen Tong

 Nats: Roma 8:5-11

 Jika di dalam pasal 7 kita melihat keadaan manusia begitu kasihan, manusia
 tidak bisa  mengalahkan daging  yang membawa  kita kepada  kematian.  Maka
 pasal 8 ini memberitahukan bahwa Roh  Kudus memberi kekuatan kepada  kita,
 sehingga kita mencapai  kemenangan di dalam  Kristus yang  sudah mati  dan
 bangkit bagi kita sekalian.

 Disini Paulus dengan  jelas membedakan orang  Kristen ke  dalam dua  macam
 golongan: orang Kristen yang mengikuti pimpinan Roh Kudus dan orang  Kris-
 ten yang mengikuti kemauan daging mereka.

 Disini Paulus memakai dua macam istilah untuk satu hal: daging dan  tubuh.
 Mengapa dia tidak langsung menyebut daging sebagai tubuh? Atau tidak lang-
 sung menyebut  tubuh sebagai  daging?  Mengapa dia  membedakan  penggunaan
 istilah daging dan tubuh? Karena yang  Paulus maksud adalah ciptaan  Tuhan
 dan ciptaan yang sudah  dirongrong oleh dosa.  Ciptaan Tuhan adalah  tubuh
 yang begitu  baik, tubuh  kita bisa  menjadi  tempat kediaman  Roh  Kudus.
 Tetapi tatkala tubuh ini sudah menjadi alat untuk mengutarakan kemauan  si
 jahat, menjadi instrumen untuk berbuat dosa, maka jadilah kedagingan.

 Maka kedua istilah ini diterjemahkan dengan hati-hati sekali, "Tubuh yang
 bisa mati akan dibangkitkan kembali, tetapi janganlah kamu hidup menuruti
 keinginan dagingmu." Jika  kita  bisa  membedakan pengertian  akan  kedua
 istilah ini, maka kita akan melihat dengan jelas akan apa yang dimaksudkan
 oleh Paulus.

 Pasal ini merupakan pasal  yang penting sekali  dan merupakan bagian  yang
 mengutarakan bagaimana  mencapai  kemenangan berdasarkan  pengertian  akan
 pekerjaan Roh Kudus.  Alkitab berkata  bahwa orang  yang mengikuti  daging
 menuju pada kematian, tetapi orang yang  mengikuti Roh Kudus adalah  hidup
 dan sejahtera. Mengapa disini dikatakan  yang mengikuti Roh Kudus  barulah
 memperoleh hidup  dan sejahtera?  Maksudnya adalah  kalau kita  taat  akan
 pimpinan Roh Kudus, kita menikmati hidup itu. Mengapa banyak orang Kristen
 sudah diselamatkan, tetapi tidak  menikmati hidup sebagaimana  seharusnya?
 Mengapa sesudah menjadi orang Kristen masih sama seperti orang yang  belum
 Kristen? Orang yang  belum Kristen  penuh kekuatiran,  orang Kristen  juga
 penuh kekuatiran. Orang yang belum Kristen takut mati, orang Kristen  juga
 takut mati. Karena  orang semacam ini  sudah mempunyai  hidup, tapi  tidak
 menikmati hidup.  Orang yang  sudah mempunyai  hidup dan  tidak  menikmati
 hidup adalah kasihan sekali.

 Roh Kudus  memimpin seseorang  untuk menikmati  hidup dan  sejahtera  yang
 sesungguhnya, bagaimanakah kita mendapatkan sejahtera yang sungguh? Sejah-
 tera yang sungguh diberikan kepada orang yang taat kepada Tuhan. Roh Kudus
 memimpin kita, tidak berarti Dia mengadakan intervensi atau campur  tangan
 dalam merebut kebebasan kita. Roh Kudus memimpin kita, justru membawa kita
 pada hidup yang berkelimpah dan sejahtera yang kekal. Inilah rahasia hidup
 kekristenan. Jika kau sudah mendapat petunjuk dari Tuhan tentang apa  yang
 harus kau  perbuat, dan  kau menolak  dengan sengaja,  karena kau  memper-
 tahankan kebebasanmu, hakmu, kau melawan Tuhan, berarti kau sedang melawan
 kebahagiaanmu yang terbesar. Kol  3:15 mengatakan "sejahtera Kristus itu
 memerintah  di  dalam  hatimu."    Maksudnya  seharusnya  orang  Kris ten
 mempunyai kestabilan  jiwa,  ketenangan  rohani  dan  sejahtera  di  dalam
 dirinya, pada saat apapun. Kekacauan politik, goncangan kestabilan, penga-
 niayaan agama, perebutan kebebasan beiman bagi orang Kristen mungkin  akan
 tiba.  Orang  Kristen  dipanggil  untuk  membuktikan  bahwa  mereka  tetap
 memiliki damai pada saat dunia goncang. Itulah artinya iman. Sebab itu, di
 Kol 3:15 kalimat  terakhir Paulus berkata,  "untuk inilah kamu  dipanggil
 yaitu untuk menikmati sejahtera dan damai Kristus di dalam hatimu."

 Dalam ayat 7  dan 8 sekali  memakai istilah seteru.  Istilah yang  dipakai
 disini ditujukan  pada  orang-orang yang  sudah  diselamatkan.  Mungkinkah
 orang  Kristen  yang  sudah   diselamatkan  masih  menjadi  musuh   Allah?
 Mungkinkah  kita  yang  sudah  diselamatkan  masih  menjadi  musuh  Allah?
 Mungkin. Saat kapanpun kita masih  mengikuti kedagingan, saat itulah  kita
 menjadi musuh Tuhan  lagi. Itulah yang  membuat kita kehilangan  sejahtera
 dan tidak  berkenan  kepada  Tuhan. Kau  termasuk  dalam  'golongan  orang
 Kristen yang mana: Yang sangat berkenan kepada Bapa, sehingga setiap  kali
 Bapa memikirkan kau hatiNya merasa puas,  merasa senang dan terhibur  atau
 setiap kali Bapa memikirkan kau Dia mencucurkan air mata kuatir dan sedih
 karena segala  yang kau  perbuat? Biarlah  hari ini  kita berjanji  kepada
 Tuhan,  Tuhan  aku  mau  menjadi  anakMu,  yang  memuaskan  hatiMu,   yang
 menghiburMu. Tuhan tidak mau memaksa, atau memakai kuasa yang begitu besar
 untuk memaksa kita  taat kepadaNya.  Tetapi Dia  memakai cara  menghormati
 kebebasan yang sudah diberikan  kepada kita, dan  memakai Roh Kudus  untuk
 memimpin kita  kembali  kepada  arah yang  benar.  Sehingga  dengan  penuh
 kesadaran, keinsyafan sebagai anak, kita mau hidup berkenan kepadaNya.

 Di bagian ini, Paulus berkata, jangan menjadi seorang seteru Allah, karena
 mengikuti kedagingan.  Daging tidak  bisa  mengikuti hukum  Allah,  daging
 tidak mungkin bisa  berjalan sesuai  dengan prinsip  yang ditetapkan  oleh
 Allah. Jika orang Kristen mengikuti  kedagingan, lalu mau berkenan  kepada
 Tuhan, itu omong  kosong. Jika orang  Kristen sambil mengikuti  kedagingan
 sambil minta  Tuhan berkenan  kepadanya adalah  tidak mungkin.  Pilihannya
 hanya satu:  mau  mengikuti kedagingan,  pasti  menjadi musuh  Allah.  mau
 mentaati daging pasti mendukakan Tuhan, pasti kehilangan kenikmatan hidup.

 Pimpinan Roh Kudus adalah istilah  yang berlawanan dengan istilah  paksaan
 Roh Kudus.  Roh Kudus  tidak pernah  memaksa,  Dia hanya  memimpin.  Agama
 adalah kekuatan yang menakut-nakuti manusia; Roh Kudus adalah gairah  yang
 memimpin, menyalurkan keberanian manusia.  Di dalam agama, manusia  merasa
 takut; di dalam  pimpinan Roh Kudus,  manusia mempunyai keleluasaan  untuk
 berbuat hal  yang  benar. Di  dalam  agama, manusia  dikontrol;  di  dalam
 pimpinan  Roh  Kudus,  manusia  mempunyai  kekuatan  dan  kekuatan   untuk
 bergairah dengan vital sekali. Itu perbedaan yang besar sekali. Roh  Kudus
 tidak membuat  ketakutan  terhadap  sifat  agama,  namun  Dia  juga  tidak
 menginginkan kita melampiaskan kedagingan,  maka Dia memimpin kita  dengan
 pengertian kebenaran dan cinta kasih  terhadap Tuhan yang memberi  kebena-
 ran. Akhirnya melihat pimpinan  Roh Kudus secara  total di dalam  kerajaan
 Tuhan, dan sesudah itu, kita  mengambil keputusan dalam hidup  sehari-hari
 dengan stabil dan sejahtera.

 Baca ayat  9,  Paulus memberikan  kunci  untuk membedakan  siapakah  orang
 Kristen, yaitu orang  yang sudah memiliki  Roh Kudus.  Kapankah Roh  Kudus
 datang ke  dalam  hati  seseorang? Pada  waktu  dia  betul-betul  menerima
 Kristus  sebagai  Juruselamat,  beriman  kepada  Kristus;  yang  mati  dan
 bangkit,saat itulah Roh  Kudus tinggal di  dalam hatinya, menjadi  jaminan
 baginya. Baca Gal 3:14; Ef 1:13-14.  Roh  Kudus  dijadikan  meterai  untuk 
 menjamin keselamatan  yang  kita terima. Inilah cinta Tuhan. Siapakah yang 
 tinggal di dalam diri saya?   Siapakah yang menjadi tuan rumah? Bukan lagi 
 saya.

 Baca ayat  10, "Jika  Kristus  di  dalam  hatimu, maka  tubuhmu  akan mati
 karena dosa, tetapi rohmu akan hidup karena kebenaran atau keadilan  Tuhan
 Allah." Inilah yang disabut  dibenarkan  melalui iman. Paulus  menunjukkan
 perbedaan antara dua macam  orang ini: jika Kristus  ada di dalam  dirimu,
 berarti kau tidak lagi sama seperti dulu. Sekarang kau sudah menjadi orang
 yang dibenarkan, dikuduskan,  sudah dianggap  benar oleh  Tuhan dan  tidak
 lagi dianggap sebagai orang berdosa.

 Tetapi mengapa pada ayat ini dikatakan bahwa tubuh akan mati karena  dosa?
 Memang tubuh tidak ditebus pada saat  yang sama ketika jiwa kita  ditebus,
 tubuh ini  harus  menunggu  sampai hari  terakhir,  waktu  Kristus  datang
 kembali, barulah  tubuh ini  akan berubah,  yang mati  akan bangkit,  yang
 masih hidup tidak akan mati lagi, tetapi berubah dari lemah menjadi  kuat,
 dari milik dunia menjadi milik sorga,  dari yang memalukan menjadi  mulia,
 dari yang bisa rusak menjadi tidak bisa rusak, dari yang sementara menjadi
 yang kekal. Sebab itu  di dalam kedagingan sekarang,  di dalam hidup  yang
 berapa puluh tahun ini, kita masih berada di dalam tubuh yang akan membawa
 kita kepada  kematian,  sama  seperti  orang  yang  belum  Kristen.  Namun
 meskipun kita  hidup di  dalam  tubuh yang  fana,  yang bisa  rusak,  kita
 mempunyai perasaan  yang  berbeda  sekali,  karena  kita  sudah  mencicipi
 terlebih dahulu  akan apa  yang akan  kita rasakan  di dalam  sorga,  kita
 mempunyai perasaan  kemuliaan  yang  hanya akan  terjadi  di  sorga,  kita
 merasakan sukacita yang hanya berada di sorga, pada saat kita masih  hidup
 di dunia ini. Puji Tuhan!

 Baca ayat 12. Maksudnya, jika Roh Kristus ada di dalam dirimu, maka  Allah
 yang memakai Roh untuk membangkitkan Kristus akan membangkitkan kamu  juga
 dari tabuh yang fana.  Berarti kita diberikan  janji, akhirnya tubuh  yang
 fana dan akan mati ini akan  dibangkitkan kembali. Dan sekarang kuasa  ke-
 bangkitan itu berada di  dalam tubuh ini, sehingga  kita tidak ditarik  ke
 bawah, kita tidak dibebani beban yang berat, tidak dilimitasi oleh keluhan
 yang keluar dari tubuh ini. Bukan  berarti orang Kristen tidak bisa  mati,
 tapi   orang   Kristen   mengalahkan   penyakit,   kelemahan,    kefanaan,
 kesementaraan daging. Orang Kristen memiliki senyuman sorgawi, karena  Roh
 Kudus ada di dalam dirinya. Senantiasa taat kepada Roh Kudus, taat  kepada
 pimpinanNya, supaya  kau  selalu  menikmati sukacita,  damai,  hidup  yang
 berlimpah dan kemuliaan sorgawi. Amin

Note:
 Diketik ulang dari Ringkasan Kotbah Mimbar Reformed Injili, 26 Juni 1994


======================================================================
   _/       _/   _/_/_/   _/    _/   _/_/_/   Net addresses:
  _/       _/   _/  _/   _/_/  _/   _/  _/    - lionos@ee.pdx.edu
 _/       _/   _/  _/   _/  _/_/   _/  _/     - liono@emp.pdx.edu
_/_/_/   _/   _/_/_/   _/    _/   _/_/_/      - supervisor@emp.pdx.edu
======================================================================
WWW URL (Mosaic): 
My homepage: http://www.emp.pdx.edu/htliono/liono.html 
Indonesian homepage: http://www.emp.pdx.edu/htliono/travel.html
======================================================================


From risaldi@cs.wisc.edu Fri Jan 27 22:35:04 1995
Return-Path: 
Received: from yar.cs.wisc.edu by serv0.cae.wisc.edu (4.1/31D)
	id AA28348; Fri, 27 Jan 95 22:35:03 CST
Received: by yar.cs.wisc.edu; Fri, 27 Jan 95 22:38:52 -0600
Date: Fri, 27 Jan 1995 22:38:51 -0600 (CST)
From: Edwin Sutanto 
Subject: Ringkasan Kotbah Dr. Stephen Tong (3 Juli 1994) (fwd)
To: widjajat@cae
Message-Id: 
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO



---------- Forwarded message ----------
Date: Tue, 6 Dec 1994 21:16:29 PD8T
From: Liono Setiowijoso 
To: Indonesia Christian Mailing List 
Subject: Ringkasan Kotbah Dr. Stephen Tong (3 Juli 1994)

"Taat Dalam Pimpinan Roh Kudus"
 Pdt. Dr. Stephen Tong

 Nats : Roma 8:11-17

 Bagaimanakah  seharusnya  orang  Kristen  memperlakukan  dan  memandang
 dirinya? Kita mempunyai tubuh yang dicipta  dari debu tanah, tetapi  tubuh
 ini boleh mencapai kemuliaan yang terbesar, yakni menjadi tempat  kediaman
 Roh Kudus. Sebab  itu, orang Kristen  harus mempunyai  sikap yang  berbeda
 dengan orang non Kristen dalam hal memperlakukan tubuhnya.

 Minggu-minggu  yang  lalu  kita  sudah  membahas  tentang bagaimana  kita
 memandang  kedagingan  dan  tubuh.  Kalau  tubuh  mencapai  potensi   yang
 terbesar, tubuh akan menjadi tempat kediaman bagi Roh Kudus, menjadi wadah
 yang suci, yang dikuduskan  dan Roh Kudus berada  di dalam diri kita.  Roh
 Kudus yang  berada  di  dalam diri  kita  membuktikan  kita  adalah  orang
 Kristen, dan  buah  Roh Kudus  yang  terpancar di  luar  membuktikan  kita
 mempunyai hidup kekristenan.

 Paulus berkata, "Janganlah hidup mengikuti tubuh yang berada di  luar
 ini, tetapi hiduplah dengan  mengikuti Roh Kudus  dan menaklukkan diri  ke
 bawah  otoritasNya.  " Sebab itu di ayat 11 Paulus  menuliskan,  "Jika Roh
 yang membangkitkan Kristus  dari antara  orang  mati  itu berada  di dalam
 dirimu,  maka  Dia  akan  membangkitkan  tubuhmu  yang  akan  menuju  pada
 kematian.

 Maksudnya ada dua:
 1. Membuat tubuhmu  mengalami kuasa kebangkitan,  sehingga di dalam  tubuh
 ini, kamu hidup sebagai orang yang bangkit dari kematian untuk  memuliakan
 nama Allah.
 2. Roh Kudus bekerja sedemikian rupa, sehingga pada suatu hari nanti, kita
 akan bangkit  dari kematian,  dan mengalami  kuasa kebangkitan  yang  sama
 seperti Kristus yang sudah bangkit dari antara orang mati.
 Roh Kudus  yang sekarang  sudah dimeteraikan  di dalam  diri kita  menjadi
 jaminan kita akan dibangkitkan. Roh Kudus yang sudah dimeteraikan di dalam
 diri kita menjadi bukti kebangkitan yang dialami oleh Kristus akan dialami
 oleh setiap kita yang berada di dalam Kristus. Puji Tuhan.

 Jika kita  membandingkan  yang  tertulis  dibagian  ini  dengan  yang
 ditulis di  dalam  Ef 1:13-14,  kita  menemukan bahwa  Roh  Kudus  menjadi
 jaminan bagi  setiap  orang yang  percaya  kepada Kristus.  Waktu  Kristus
 datang kembali, tubuh kita akan berubah secara total, dan kebangkitan akan
 berlangsung dalam diri kita: yang sudah  mati akan dibangkitkan, dan  yang
 hidup akan mengalami perubahan, lalu masuk ke dalam kemuliaan. Inilah yang
 disabut glorification. Selain  orang  Kristen  dibenarkan  melalui  iman,
 dikuduskan melalui proses, diberikan meterai  Roh Kudus di dalam  dirinya,
 dia juga dijanjikan untuk memperoleh kebangkitan.

 Baca ayat  12, "Kita bukan  berhutang  kepada  daging,"  maksudnya  disini 
 Paulus berkata, kamu bukan berhutang kepada dagingmu. Sekali  lagi, kepada
 istilah daging  dan tubuh,  Paulus  memberikan  definisi  yang  berlainan. 
 Tubuh adalah  wadah yang  bersifat materi, yang dicipta  oleh Allah dengan
 desain  terbaik dalam  alam  semesta. Tetapi  daging adalah pengaruh  dari 
 dosa  asal  yang  sudah  mencemari,  sehingga  tubuh  cenderung  diperalat 
 sebagai alat untuk berbuat dosa.

 Paulus  berkata,  kita  bukan  berhutang  kepada  daging, sehingga  kita
 terus menerus menuruti kemauan daging.  Kalau kau merasa berhutang  kepada
 daging, dia akan menjadi seorang pengejar hutang yang tidak memberi  ampun
 atau kelonggaran kepadamu. Jika kau taat kepada tubuh yang sudah  dipenga-
 ruhi oleh  dosa dan  kuasanya, kau  akan  melalui hidup  kedagingan,  taat
 kepada kebutuhan daging  yang tidak pernah  ada habisnya. Jangan  bermain-
 main dengan keinginan  kedagingan, karena  dia akan  menjadi begitu  jahat
 untuk  menguasai  kita,  sehingga  kita  seperti  tak  pernah  lunas-lunas
 membayar hutang kepadanya. Sebab itu, Paulus berkata, kita bukan berhutang
 kepada daging.  Kita adalah  orang yang  berhutang, bukan  kepada  daging,
 supaya kita hidup menuruti daging. Sebab jika kamu hidup menuruti  daging,
 kamu akan mati.  Daging ini  adalah daging  yang rusak,  yang menuju  pada
 kematian, kalau  kau  menurutinya,  kau akan  hidup  bagaikan  orang  yang
 binasa.

 Orang  Kristen  yang  sudah  diselamatkan  namun masih memusatkan  seluruh
 perhatiannya kepada  keadaan  seolah-olah berhutang  kepada  daging,  akan
 dipukul setengah mati oleh Tuhan, yaitu jika Tuhan masih mau dia  bertobat
 dan menjadi saksiNya.  Namun bila tidak,  Tuhan akan melemparkan  tubuhnya
 yang menuruti  kedagingan  itu untuk  hidup  seperti orang  binasa.  Sebab
 itulah, jangan  bermain-main  dengan  Tuhan,  jangan  mempermainkan  Tuhan
 karena "Tuhan tidak mungkin dipermainkan oleh manusia. Pada waktu  seorang
 mempermainkan  Tuhan,  dia  mengira  dirinya  pinar,  padahal  dia  sedang
 mempermainkan nasib dan kekekalan dirinya sendiri.

 Disini  sebaliknya  Paulus  berkata,  bahwa  kita  harus  menuju  kepada
 ketaatan terhadap  Roh Kudus.  Sebab oleh  Roh kamu  mematikan  perbuatan-
 perbuatan  tubuhmu.  Bagaimana  caranya?  Kemenangan  yang  terakhir  akan
 tercapai di dalam  kitab Roma pasal  12, "Persembahkanlah tubuhmu  menjadi
 korban yang hidup."  Tubuh dijadikan  korban, dimatikan  bukan di  neraka,
 tapi di atas kayu salib, dipaku bersama dengan Kristus.

 Ayat 14 mengatakan, "Semua orang yang dipimpin Roh Kudus adalah anak-
 anak Allah."  Barangsiapa mau membuktikan  dan mengalami hidup  sepenuhnya
 sebagai anak Allah, dia harus taat kepada pimpinan Roh Kudus. Semua  orang
 yang sudah ditebus, yang sudah diberi hidup baru, yang sudah  diperanakkan
 di dalam  kerajaan  Allah, pasti  akan  dipimpin oleh  Roh  Kudus.  Inilah
 jaminan bagi setiap orang. Tidak ada  satu anak Allah yang tidak  dipimpin
 oleh Roh Kudus. Semua anak Allah dipimpin oleh Roh Kudus. Roh Allah adalah
 Roh kebenaran,  Roh Kudus,  maka Roh  itu memimpin  kita dengan  kebenaran
 untuk menuju pada kekudusan. Ini adalah hal yang sangat penting.

 Roh itu memimpin kita dengan kebenaran untuk menuju pada kekudusan,  yaitu
 hidup yang lebih mirip, lebih bisa memancarkan kesucian dari Tuhan  Allah.
 Dengan apa Dia memimpin?  Dengan kebenaran sebagai  alat. Roh Kudus  tidak
 memimpin kita  dengan  filsafat, sosiologi,  atau  teori-teori  psikologi,
 melainkan dengan firman. Orang yang dipimpin  Roh Kudus bukan dipimpin  di
 dalam ketakutan  yang tidak  tahu mau  apa,  melainkan dipimpin  ke  dalam
 kestabilan dan kesejahteraan yang tahu akan menuju kemana.

 Perhatikan,  Paulus  langsung  memberikan  bandingan di  dalam ayat  15.
 istilah ya Abba, ya  Baga berasl dari  bahasa Aramik. Sebutan  yang akrab
 terhadap ayahnya  sendiri. Itu  menunjukkan pengakuan  darah dan  hubungan
 yang tidak  bisa digantikan,  diputuskan atau  dilepas: kita  adalah  anak
 Bapa. PL menyebutkan,  "Aku akan menjadikan  kamu umatKu,  dan Aku adalah
 Bapamu." Ini adalah janji yang besar.  Yang dapat memanggil Allah  sebagai
 Bapa hanyalah yang  berada di dalam  Kristus. Karena  Kristus adalah  Anak
 Allah, maka semua orang yang berada di dalam Kristus mempunyai hak seperti
 Kristus, dapat  memanggil Allah  sebagai Bapa.  Pada waktu  kita  menyebut
 Allah sebagai  Bapa,  adalah  karena ikut  Yesus  Kristus,  yang  berkata,
 "BapaKu juga adalah Bapamu'  yang berarti  "Aku memasukkan  kamu ke dalam
 rumah BapaKu sehingga kamu mempunyai hak yang sama dengan Aku." Itu adalah
 hak istimewa: barangsiapa percaya  kepadaNya, yaitu menerima namaNya,  dia
 akan diberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:9).

 Yesus  mati bagi  mereka,  karena  tanpa   kematian  Yesus, mereka  tidak
 bisa menjadi anakNya.  Kita dijadikan  anak-anak Allah  dan diberikan  roh
 anak sekaligus  meterai sebagai  anak. Dan  kedua, kita  mempunyai  status
 keberanian di rumahnya, tidak seperti seorang budak. Di dalam semua  agama
 rasa takut kepada  Allah adalah  karena takut  dihukum, takut  dibinasakan
 olehNya. Tapi orang Kristen  takut kepada Allah  bukan takut binasa,  tapi
 adalah takut tidak memuliakan namaNya, takut mempermalukan namaNya,  takut
 hidup kita yang kurang baik melukai hatiNya. Karena yang diberikan  kepada
 kita bukanlah roh takut, roh budak, melainkan adalah roh anak.

 Ayat 15-16  menyebut  bahwa  Roh  itu  bersaksi dengan kita,  maksudnya,
 kedua roh  yakni  Roh Allah  dan  roh  kita yang  sudah  diselamatkan  ini
 bersama-sama bersaksi,  bahwa  kita adalah  anak-anak  Allah.  Barangsiapa
 mengatakan "saya adalah anak Allah," namun  tidak ada Roh yang dari  Tuhan
 Allah yang membuktikan, itu  adalah omong kosong. Sebaliknya,  barangsiapa
 yang memiliki Roh Kudus dan Roh itu bersaksi bahwa dia adalah anak  Allah,
 tapi roh dirinya belum mencapai pengertian itu, dia tidak menikmati status
 itu dengan sesungguhnya. Bagaimana saya tahu bahwa saya adalah anak Allah?
 Bagaimana saya tahu bahwa saya sudah diselamatkan? Roh Allah dan roh  saya
 bersaksi bersama bahwa saya adalah anak Allah. Bacalah 1Yoh 3:24.  Kiranya
 Tuhan memberikan kekuatan kepada kita untuk  hidup sebagai anak dan  hidup
 sesuai dengan kemuliaan  anak, serta  hidup dengan  menikmati hak  sebagai
 anak.  Amin

Dari Ringkasan Kotbah Mimbar Reformed Injili, 3 Juli 1994

======================================================================
   _/       _/   _/_/_/   _/    _/   _/_/_/   Net addresses:
  _/       _/   _/  _/   _/_/  _/   _/  _/    - lionos@ee.pdx.edu
 _/       _/   _/  _/   _/  _/_/   _/  _/     - liono@emp.pdx.edu
_/_/_/   _/   _/_/_/   _/    _/   _/_/_/      - supervisor@emp.pdx.edu
======================================================================
WWW URL (Mosaic): 
My homepage: http://www.emp.pdx.edu/htliono/liono.html 
Indonesian homepage: http://www.emp.pdx.edu/htliono/travel.html
======================================================================

<\pre>