From juri@macc.wisc.edu Thu Oct 28 16:53:10 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA24113; Thu, 28 Oct 93 16:53:09 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Thu, 28 Oct 93 16:47 CDT
Received: from maunakea.Data-IO.com by wigate.nic.wisc.edu;
          Thu, 28 Oct 93 16:46 CDT
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com)
          by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1mk2) id AA06862;
          Thu, 28 Oct 93 14:45:53 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA17374;
          Thu, 28 Oct 93 14:45:53 PDT
Message-Id: <9310282145.AA17374@dazix.Dataio>
Date: Thu, 28 Oct 93 14:45:53 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: Teladan Kristus Menggenapkan Kehendak Allah
To: fica-net@macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: R


----- Begin Included Message -----

>From spectrx!torpedo@zygot.ati.com Thu Oct 28 00:53:29 1993
To: nursalim@dazix.Data-IO.COM
Subject: Teladan Kristus Menggenapkan Kehendak Allah
From: torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
Comments: Flatulence :=Funny
Date: Thu, 28 Oct 93 00:32:46 PDT
Organization: SPECTROX SYSTEMS (408)252-1005 Cupertino, Ca
Content-Length: 8394

               Teladan Kristus Menggenapkan Kehendak Allah
                                    
                                    
                          Pdt. Dr. Stephen Tong
                                    
                                    
                                    
Ibrani 10:7
     Lalu Aku berkata:
       Sungguh, Aku datang;
         dalam gulungan kitab ada tertulis
         tentang Aku
     untuk melakukan kehendakMu, ya AllahKu."


Lukas 22:42-43
     "Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu;
tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi."  Maka
seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadaNya untuk memberi
kekuatan kepadaNya.


Matius 7:21-23
     Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk
ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu
yang di sorga.  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu:
Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan
demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga?  Pada waktu
itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak
pernah mengenal kamu!  Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat
kejahatan!"


Kisah Para Rasul 13:36
     Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat
dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan
kepada kebinasaan.


Ibrani 10:36
     Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan
kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.




     Mengerti dan menjalankan kehendak Allah memang bukan hal yang mudah,
namun kita perlu mempelajari terus prinsip-prinsip Alkitab mengenai
kehendak Allah.  Jika kita tidak rela untuk mentaati kehendak Tuhan, Roh
Kudus tidak akan memberikan kehendak Allah ke dalam hati kita
masing-masing.  Untuk mengerti dan menjalankan kehendak Allah, kita akan
melihat contoh bagaimana Tuhan Yesus menjalankan kehendak Allah.


1. Seumur hidup jalan di dalam kehendak Allah
     Di dalam Ibr. 10:7 Tuhan Yesus menegaskan bahwa korban bakaran dan
korban penebus dosa tidak diperkenankan karena itu merupakan hukum
tambahan.  Korban yang sejati adalah diri Kristus sendiri.  Kita melihat
betapa Tuhan Yesus datang sudah dengan satu tujuan yang jelas, yaitu:
menjalankan kehendak Allah, berkorban bagi penebusan dosa umat Allah.
Teladan Kristus ini merupakan contoh bagi kehidupan setiap orang percaya.
Jika kita mengatakan di dalam Kristus tetapi tidak meneladani Kristus,
itu omong kosong.


2. Memprioritaskan kehendak Allah
     Ketika Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya berdoa, hal kehendak
Allah menjadi prioritas utama.  Setelah doa penyembahan kepada Allah,
akan status Allah, maka permohonan yang pertama diajukan adalah "Jadilah
kehendak-Mu di bumi seperti di sorga."  Ini merupakan keinginan Tuhan
yang sedemikian diutamakan oleh Kristus.  Kehendak Allah tidak mendapat
rintangan di sorga, tetapi di dunia mendapat rintangan dari manusia
berdosa.  Oleh sebab itu Tuhan Yesus mengajar kita untuk berdoa
sedemikian.  Ia bukan saja menjalankan kehendak Allah, tetapi juga
mengajar kita agar kita mempunyai keinginan supaya kehendak Allah yang
terlaksana.


3. Sama sekali tidak mau menjalankan kehendak sendiri
     Di dalam seluruh tutur kata, tingkah laku, dan perbuatan, Tuhan
Yesus sama sekali tidak mau menjalankan kehendak-Nya sendiri.  Di dalam
Yoh. 12:48,49  Ia mengatakan: "Aku tidak menuruti kehendak-Ku mengatakan
perkataan-perkataan ini."  Semua yang Yesus katakan sesuai dengan apa
yang dikehendaki Bapa.  Kristus memiliki kemauan total, yaitu menjalankan
kehendak Allah.  Kristus mengajar orang Kristen berdoa supaya kehendak
Allah yang jadi.  Dari perkataan-perkataan Kristus, tidak ada satupun
yang keluar berdasarkan kehendak-Nya sendiri.  Demikian juga kelakuan-
Nya, tidak ada satupun yang dilakukanNya berdasarkan kehendak sendiri.
Juga pada saat mengalami kesulitan.
     Dalam Matius 11 dan Lukas 10:1-24 Tuhan Yesus menyatakan suatu
kontras yang luar biasa.  Ia mengutus ke-70 murid-Nya untuk pergi
mengabarkan Injil, lalu Ia sendiri juga pergi menginjili.  Alkitab
mencatat mereka sukses, sedangkan Tuhan Yesus tidak.  Mereka melaporkan
bagaimana demi nama Yesus, setan-setan ditaklukkan.  Namun respon Tuhan
Yesus stabil sekali: "Jangan bersukacita karena setan-setan takluk,
tetapi bersukacitalah karena namamu ada di sorga."  Orang Kristen sering
terlalu cepat terjerat di dalam suasana fenomena, dengan apa yang
kelihatannya sukses, sehingga dengan mudah dapat kehilangan
kestabilannya.  Lalu mengkompromikan segala prinsip yang penting dengan
kesuksesan yang hanya fenomena saja.  Padahal Tuhan menghendaki kita
berjalan menurut pimpinan-Nya.
     Semua murid-Nya berkhotbah seperti penuh kuasa dan kelihatan sukses,
tetapi ketika Tuhan Yesus berkhotbah, tidak ada yang bertobat, sekalipun
di kota-kota itu Ia paling banyak melakukan mujizat, sehingga Ia mengecam
kota-kota yang tidak bertobat itu.  Namun setelah semua itu Ia berkata:
"Ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, memang kehendak-Mu demikian."
     Sangat mudah bagi kita memuji Tuhan di dalam kelancaran, tetapi
sangat tidak mudah memuji Tuhan di hari-hari susah.  Pada waktu mengalami
kesulitan, biarlah dengan iman yang kuat, sabar dan tekun menerimanya.
Seperti Tuhan Yesus:  "Karena kehendak-Mu adalah seperti ini, di dalam
kesulitan, di dalam tangisan."


4. Melayani tidak identik dengan menjalankan kehendak Allah
     Dalam Matius 7:15-23 Tuhan Yesus memberikan peringatan yang besar
tentang gap antara gejala-gejala pelayanan dengan hidup yang sejati.  Ada
kaitan yang erat antara ayat-ayat sebelum ayat 21 dengan ayat-ayat
terakhir ini, yang telah dilonggarkan dan dikompromikan di jaman ini.
Tuhan Yesus mengatakan: pohon yang baik, mengeluarkan buah yang baik;
pohon yang jelek, mengeluarkan buah yang jelek.  Apakah buah itu?  Buah
jangan ditafsirkan dengan cara melayani dan fenomena-fenomena
keberhasilan pelayanan.  Buah-buah hanya dilihat dengan hidup kesucian,
hidup ketaatan kepada Tuhan dan hidup berjalan di dalam pimpinan firman
Tuhan.  Pelayanan seseorang yang berkuasa, menyembuhkan orang sakit dan
membuat mujizat belum tentu menyatakan penyertaan Tuhan di dalamnya.
Mungkin pada hari terakhir Tuhan mengatakan kepadanya: "Aku tidak pernah
mengenal engkau, hai pembuat kejahatan!"  Bukan setiap orang yang
menyebut Yesus sebagai Tuhan akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tetapi
hanya mereka YANG MELAKUKAN KEHENDAK BAPA.


5. Kristus sendiri menjadi teladan ketika menghadapi kematian
     Tuhan Yesus telah menyimpulkan seluruh hidup-Nya dengan cara doa
yang begitu taat kepada Tuhan (Luk. 12:42,43).  "Bapa, jika Engkau mau,
ambillah cawan-Ku daripada-Ku, tetapi bukan kehendak-Ku, melainkan
kehendak-Mu yang jadi."
     Akhirnya cawan ini benar-benar Allah tidak singkirkan.  Berarti
kadang-kadang doa kita tidak dikabulkan Tuhan.  Allah tidak menyingkirkan
cawan itu, tetapi Ia mengirimkan kekuatan untuk Tuhan Yesus meminum cawan
itu hingga tetes terakhir, demi menanggung dosa manusia.


PENUTUP
     Inilah teladan Tuhan kita, Penebus kita.  Dari Tuhan Yesus, kita
baru mengetahui bagiamana menjadi orang yang hidup menjalankan kehendak
Tuhan.  Sudahkah kita rela menjadi orang Kristen yang memikul salib,
menyangkal diri dan mau menjalankan kehendak Tuhan?  Sudahkah kita
meluangkan hati kita untuk menyingkirkan segala kemauan sendiri dan
kemauan iblis yang selalu mengganggu dan merongrong hidup kita?  Maukah
kita mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam hati kita untuk meminta-Nya
memimpin hidup kita?
     Dari Kisah Para Rasul 13:36 kita melihat betapa Daud setelah
menjalankan kehendak Tuhan kemudian ia "tidur" di tempat nenek moyangnya.
Berarti sampai matinya Daud terus berjuang untuk menjalankan kehendak
Tuhan.
     Ada beberapa orang yang sampai akhir tidak habis-habisnya bergumul,
karena terus menerus melawan kehendak Tuhan.  Tetapi ada yang mengakhiri
hidupnya dengan tenang karena ia sudah menjalankan kehendak Tuhan,
sehingga sekarang ia tidur dalam pangkuan Tuhan untuk selama-lamanya
menikmati sejahtera Tuhan.  Itu sebabnya penulis Ibrani (Ibr. 10:36)
meminta agar kita memiliki ketekunan, sehingga setelah melakukan kehendak
Tuhan, kita beroleh apa yang Tuhan janjikan kepada kita.  Amin.



     




--
torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
SPECTROX SYSTEMS +1.408.252.1005  Cupertino, Ca



----- End Included Message -----


From juri@macc.wisc.edu Tue Nov  9 15:17:33 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA10728; Tue, 9 Nov 93 15:17:30 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 09 Nov 93 15:06 CDT
Received: from maunakea.Data-IO.com by wigate.nic.wisc.edu;
          Tue, 09 Nov 93 15:06 CDT
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com)
          by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1mk2) id AA14045;
          Tue, 9 Nov 93 13:05:13 PST
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA07145; Tue, 9 Nov 93 13:05:14 PST
Message-Id: <9311092105.AA07145@dazix.Dataio>
Date: Tue, 9 Nov 93 13:05:14 PST
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: kotbah Stephen Tong
To: fica-net@macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: R


----- Begin Included Message -----
                                   
          Penilaian Yang Adil Terhadap Anak Allah Yang Tunggal
                                    
                                    
                          Pdt. Dr. Stephen Tong
                                    
                                    
                                    
Yohanes 7:19-52

     Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu?  Namun
tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu.  Mengapa
kamu berusaha membunuh Aku?"  Orang banyak itu menjawab: "Engkau
kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?"  Jawab Yesus
kepada mereka:  "Hanya satu perbuatan yang Kulakukan dan kamu semua telah
heran.  Jadi: Musa menetapkan supaya kamu bersunat - sebenarnya sunat itu
tidak berasal dari Musa, tetapi dari nenk moyang kita - dan kamu menyunat
orang pada hari Sabat!  Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat,
supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepadaKu, karena
Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat.
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan
adil."

     Pertentangan tentang asal Yesus

     Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau
bunuh?  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak
mengatakan apa-apa kepadaNya.  Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah
tahu, bahwa Ia adalah Kristus?  Tetapi tentang orang ini kita tahu dari
mana asalNya."  Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang
Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asalKu; namun Aku datang bukan
atas kehendakKu sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak
kamu kenal.  Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang
mengutus Aku."
     Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang
menyentuh Dia, sebab saatNya belum tiba.
     Tetapi di antara orang banyak itu ada banyak orang yang percaya
kepadaNya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan
mengadakan lebih banyak mujizat dari pada yang telah diadakan oleh Dia
ini?"  Orang-orang Farisi mendengar orang banyak membisikkan hal-hal itu
mengenai Dia, dan karena itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi
menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkapNya.  Maka kata Yesus:
"Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan
pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku.  Kamu akan mencari Aku, tetapi
tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di
mana Aku berada."  Orang-orang Yahudi itu berkata seorang kepada yang
lain: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan
Dia?  Adakah maksudNya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di
perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani?  Apakah
maksud perkataan yang diucapkanNya ini:  Kamu akan mencari Aku, tetapi
kamu tidak akan bertemu dengan Aku, dan:  Kamu tidak dapat datang ke
tempat di mana Aku berada?"


     Air sumber hidup

     Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus
berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan
minum!  Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab
Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."  Yang
dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya
kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
     Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan
perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan
datang."  Yang lain berkata: "Ia ini Mesias."  Tetapi yang lain lagi
berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!  Karena Kitab Suci
mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung
Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."  Maka timbullah pertentangan di
antara orang banyak karena Dia.  Beberapa orang di antara mereka mau
menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuhNya.

     Yesus dibela oleh Nikodemus

     Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan
orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak
membawaNya?"  Jawab penjaga-penjaga itu:  "Belum pernah seorang manusia
berkata seperti orang itu!"  Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka:
"Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin
yang percaya kepadaNya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah
mereka!"  Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang
kepadaNya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum
seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang
telah dibuatNya?"  Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea?
Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang
datang dari Galilea."


*****


     Dalam Injil Yohanes pasal 7 kita melihat proses mental dari
orang-orang mental dari orang-orang yang telah membentuk suatu bendungan
melalui sistem tertutup terhadap Yesus Kristus sehingga mereka sulit
menilai Yesus secara adil.  Ini adalah satu hal yang paling sulit
diterobos oleh manusia setelah Adam jatuh dalam dosa.  Kita memerlukan
sistem, suatu program, suatu bendungan dalam pikiran.  Konsep itu yang
memungkinkan kita untuk mempunyai satu penilaian, selalu membekukan kita
dari pada kemungkinan menerima sesuatu hal yang baru dari Tuhan.
Akibatnya adalah kita mengurung diri di dalam segala hal yang kita
pelajari, miliki, pikirkan, yang telah menjadi kristalisasi di dalam
pikiran kita dan menghambat kita untuk menerobos dan mengerti yang lebih
indah, yang belum pernah kita alami.  Ini merupakan satu hal juga yang
kita lihat dalam gejala agama dan kebudayaan.  Agama dan kebudayaan itu
penting.  Agama merupakan satu usaha yang agung dari manusia.  Kebudayaan
adalah satu tumpukan sistem nilai yang begitu agung dan terhormat di
dalam hidup manusia.

     Apa sebabnya dalam agama dan kebudayaan yang paling agung, di sana
juga ada orang yang melawan Tuhan Yesus dengan keberanian yang luar
biasa?  Karena sistem-sistem eksklusif ini mengakibatkan manusia
mengambil tindakan dan tindakan itu dituarakan dengan cara yang saya
sebut sebagai penilaian yang tidak adil.  Penilaian yang tidak adil telah
sering terjadi dan terulang terus menerus oleh kita, baik dalam kehidupan
sehari-hari maupun dalam kesempatan-kesempatan tertentu.  Setiap hari
kita menilai orang, kita menilai diri bahkan kita menilai segala sesuatu
yang telah Tuhan berikan dan paparkan di hadapan kita dengan penilaian
yang tidak adil.

     Dalam bagian ini Yesus Kristus berkata kepada musuh-musuhNya dengan
nasehat yang indah, "Jangan menilai seseorang secara lahiriah, tetapi
nilailah seseorang dengan adil."  Yang berjiwa agung bisa saja berada
dalam wajah yang buruk.  Banyak pula orang berjiwa buruk sekali berada
pada wajah yang cantik.  Jangan kita terjebak pada penglihatan lahiriah.
Di Yunani, ada satu pepatah mengatakan, "Sokrates bermuka badut tetapi
berjiwa seorang dewa."  Kalimat ini menunjukkan penilaian yang kurang
tepat.  Sokrates mempunyai muka seperti badut, jelek, dan memiliki hidung
yang ukurannya lain dari pada yang lain.  Tetapi ia mempunyai jiwa
seperti dewa, sangat agung.  Kalau jiwa yang agung tersimpan di dalam
tubuh yang jelek, lalu apakah kita menolak jiwa yang agung itu?  Yang
rugi bukan dia, yang rugi adalah kita.  Alkitab mengatakan, "Jangan
sembarangan menolak tamu, karena mungkin tamu yang berkunjung ke rumahmu
adalah malaikat-malaikat yang diutus Tuhan."  Artinya adalah janganlah
kita dijerat oleh yang saya sebut sebagai sistem tertutup yaitu
memberikan penilaian yang tidak adil.

     Paulus berkata dalam II Kor 2, "Kami dahulu pernah menilai Kristus
secara lahiriah tetapi sekarang tidak lagi."  Di sini ada satu kemajuan,
dulu melihat sesuatu hanya dari luarnya tetapi tidak melihat yang di
dalam.  Banyak buah yang dijual dari luar ternyata isinya busuk.  Orang
telah terlatih untuk berpura-pura dan menghias, untuk menjadikan diri
mempunyai dua karakter.  Di luar indah, di dalam tidak.  Karena manusia
mempunyai kebiasaan demikian, maka kita sendiri harus hati-hati menilai
orang lain.

     Dalam Injil Yohanes proses konsep orang Yahudi terhadap Yesus
Kristus terbentuk secara perlahan-lahan.  Sampai pada satu saat mereka
mau atau tidak mau harus membunuh Yesus.  Sampai pada satu saat mereka
tidak mungkin lagi melihat keindahan Kristus, kelurusan, dan keadilanNya.
Karena waktu melihat Yesus yang adil, mereka memakai kacamata tidak adil.
Waktu mereka melihat Yesus yang indah, mereka telah dicemari dengan
kacamata yang tidak indah.  Waktu mereka melihat Kristus yang suci,
mereka memandang dengan kacamata yang najis, sehingga tidak mungkin lagi
mengenal Yesus.  Pada waktu seseorang di dalam penilaian terhadap Yesus
Kristus dicemari oleh EXCLUSSIVENESS ini sampai langkah terakhir.  WHEN
YOU MAKE DECISION TO THROW OUT JESUS, THAT MEANS YOU ARE THROWN AWAY BY
JESUS.  Pada satu hari saudara mengatakan, "Saya tidak mau Yesus, saya
menolak Dia."  Saat itu saudara sedang membuang diri saudara untuk
selama-lamanya.  Saudara membuang hak saudara, hak istimewa boleh
berkenalan dengan Yesus Kristus.

     Apakah yang menjadikan kita menilai orang lain secara tidak adil?
Karena konsep-konsep a priori yang ada.  Dalam filsafat ada suatu
istilah, yang satu disebut A PRIORI, yang satu lagi disebut A POSTEORI.
A PRIORI  itu berasal dari bahasa Latin, yang dalam bahasa Inggris
menjadi prior.  A PRIORI berarti semacam asumsi atau konsep praanggapan
sebelum mengadakan suatu eksperimen atau mempunyai pengalaman apapun.
THE PRESUPPOSITION AS AN INSTINCTIVE BELIEVE WITHOUT ANY EXPERIMENT AND
ANY EXPERIENCE.  Tanpa eksperimen dan tanpa pengalaman hanya mempunyai
INSTINCT JUDGMENT, penilaian yang bersifat intuitif, lalu saudara
mengatakan, "Ini benar.  Itu tidak benar."   Itu disebut a priori.  Saya
tidak bermaksud mengatakan a priori itu salah, namun saya juga tidak
mengatakan a priori itu pasti benar.  Tetapi ada orang yang mempunyai
intuisi yang kuat sekali.  Istilah A POSTEORI berarti suatu pendapat,
suatu penilaian atau suatu keputusan yang diambil setelah mengalami suatu
eksperimen dan pengalaman.  Setelah menyelidiki, mengumpulkan data
barulah mengatakan suatu pendapat.  Banyak orang yang kurang pengalaman
dalam hidup ini selalu memakai intuisi dan subjektivitas untuk menilai
segala sesuatu.  Begitu banyak hal-hal yang indah dianggap jelek dan
hal-hal yang jelek dianggap indah.  Hal-hal yang salah dianggap benar.
Penilaian terhadap orang lain selalu diganggu oleh subjektivitas.

     Jadi kita harus bersandar pada Tuhan di dalam mengenal orang dan
mengenal diri, di dalam menanggapi segala sesuatu, karena ini merupakan
suatu hal yang sangat berbahaya.  Namun bahaya ini belum sebesar bahaya
waktu saudara salah menilai Yesus Kristus.  Pada waktu saudara bertemu
dengan Kristus dan menilai Kristus bukan dalam hal untung rugi
kebahagiaan dalam kesementaraan.  Tetapi menyangkut hidup kekal atau
binasa selama-lamanya.  Itu sebab terhadap Kristus, bagaimanakah saudara
menilai Dia?  Terhadap Kristus patokan apakah yang saudara miliki untuk
menilai Dia?

     Dalam ayat yang kita baca, kita telah melihat beberapa pikiran yang
telah terpendam dan telah tertanam dalam pikiran orang Yahudi.  Beberapa
macam pikiran ini telah menjadi a priori mereka sehingga pada waktu
mereka melihat Yesus, mereka mau atau tidak telah dipengaruhi oleh a
priori mereka itu.  Mereka mempunyai satu pikiran yang tersimpulkan
Kristus tidak mungkin diketahui dari mana Dia berasal.  Kalau tahu Dia
dari mana pasti Dia bukan Kristus.  Saya ulangi lagi, mereka mempunyai
ASUMSI PERTAMA, satu a priori bahwa KRISTUS TIDAK MUNGKIN DIKETAHUI DARI
MANA ASALNYA.  Jika ada seseorang yang bisa diketahui asal usulnya, maka
orang itu pasti bukan Kristus.  Apakah konsep ini benar?  Konsep ini
tidak benar, karena dalam pasal ini saja kita melihat timbul perselisihan
mengenai konsep ini.  Satu orang mengatakan, "Kita tidak tahu dari mana
ia datang.  Karena kita tidak tahu asal usul Dia maka pasti Dia Kristus.
Lalu yang lain mengatakan, "Ya kita tahu Dia dari mana, yaitu Galilea."
Yang lain mengatakan, "Kristus tidak mungkin dari Galilea.  Mesias
seharusnya bukan dari Galilea tetapi dari Betlehem."  Kalau Yesus dari
Betlehem berarti Dia dari keturunan Daud, kalau Yesus keturunan Daud
mungkin Dia adalah Mesias tetapi Kristus tidak boleh diketahui asalNya
dari mana.  Kalau demikian bukankah ada kontradiksi di antara mereka
sendiri?  Kalau mereka mengatakan, "Kita tahu Dia dari Galilea, karena
diketahui, maka Ia bukan Kristus."  Yang lain mengatakan, "Kristus harus
dari Betlehem.  Berarti satu pihak boleh diketahui, di lain pihak tidak
boleh diketahui.  Ini merupakan kontradiksi sendiri dalam diri mereka,
namun mereka tidak menyadari hal itu.

     Asumsi yang kedua dari mereka adalah bila Kristus datang, pasti
melakukan banyak mujizat.  Dari mana kita mengetahui hal ini?  Karena
dalam pasal ini dikatakan, "Kalau Mesias datang mungkinkah Ia melakukan
mujizat yang lebih banyak dari pada Yesus ini?  Kalau demikian, Dia pasti
Mesias, tidak ada yang lain."  Periode mencari teman hidup adalah periode
yang kritis dalam hidup kita.  Setelah mendapatkan yang dirasa cocok,
masih ada kemungkinan menemukan yang lebih cocok.  Sampai tiba pada
perbandingan maksimal ini, sesuatu yang kita temukan kita anggap itulah
finalnya.  Tetapi dimana final itu?  Ini merupakan suatu hal yang sangat
progresif sehingga kita tidak mungkin mengambil keputusan terakhir.
Sulit menetapkan kapan yang sungguh-sungguh menjadi akhir.

     Mereka memikirkan kalau Kristus datang, mungkinkah lebih banyak
mujizat yang dilakukan kalau dibandingkan dengan Yesus?  Kalau tidak
berarti inilah akhirnya Kristus yang harus kita terima.  Tetapi sikap
penilaian yang kedua ini juga bisa menimbulkan bahaya yang besar.  kalau
kita menerima Kristus, terimalah sebagai yang akhir, yang final, yang
mutlak, yang tidak memiliki kemungkinan dilampaui lagi.  Ini memang satu
konsep yang benar.  Tetapi siapakah Dia, siapakah yang final?  Dalam
apologetika ada satu tema penting, disebut THE FINALITY OF CHRIST berarti
dalam diri Kristus ada satu sifat final yang tidak mungkin dilampaui
lagi.  Dalam Kristus ada satu kemutlakan yang tidak mungkin dilewati
lagi.  Di dalam diri Kristus ada satu sifat kesempurnaan, tidak ada lagi
yang lebih sempurna dari pada Dia.  Kalau kita mengenal sifat
kesempurnaan, sifat final dari Kristus, sekarang saya mau tanya, konsep
dan ukuran final di dalam dirimu itu dari mana?  Saya kira ayat ini
sangat baik, berlainan dengan kalimat lain yang diucapkan Yesus Kristus.
Pada waktu Ia mengatakan, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu,
engkau datang kepadaKu bukan karena mujizat tetapi karena roti."  Di sini
Yesus membedakan orang yang menerima bahagia, keuntungan, dan faedah dari
perbuatan mujizat Tuhan Yesus dengan mereka yang datang karena mujizat.

     Betapa banyak orang datang hanya karena ingin mendapat keuntungan
dari Tuhan Yesus.  Tuhan diperalat, kalau telah memperoleh sesuatu, lalu
Tuhan yang dibuang.  Tetapi ada orang yang tidak demikian.  Pekerjaan ini
adalah tanda mujizat Allah, karena mujizat ini maka saya beriman kepada
Dia.  Mementingkan mujizat bukan memntingkan keuntungan dari mujizat.
Jikalau Kristus datang mungkinkah melakukan mujizat lebih banyak dari
pada Yesus ini?

     Asumsi ketiga.  Pada hari terakhir di dalam Bait Allah di Yerusalem
Yesus berteriak, "Barangsiapa yang percaya kepada Dia dari padanya akan
mengalir air hidup."  Ia menggambarkan Roh Kudus akan turun pada mereka.
Setelah ada orang mendengar, mereka langsung menjawab, "Nah inilah nabi
itu, inilah Kristus."  Berarti mereka mengaitkan Kristus dengan pemberian
Roh Kudus.  Orang-orang semacam ini mempunyai pengertian tersendiri.
Dalam buku Yoel dikatakan, "Pada akhir RohKu akan mengurapi semua
anak-anak, RohKu akan memenuhi engkau dan seluruh orang yang bernafas,
mereka akan dipenuhi Roh Suci, mereka akan bernubuat, mereka akan
mengatakan kalimat-kalimat dari Tuhan."  Kalimat-kalimat semacam ini
berarti, pada hari yang akan datang pada masa akhir ada Roh yang
diturunkan.  Tetapi siapakah yang menurunkan Roh itu?  Siapa yang
mempunyai kuasa yang begitu besar?  Jikalau nabi-nabi mempunyai Roh Kudus
di dalam diri mereka sepenuhnya.  Tetapi siapakah di antara nabi-nabi
yang bisa membagikan RohNya pada orang lain?

     Pada hari terakhir, Elia bertanya kepada Elisa sebelum dia diangkat
ke sorga, "Sekarang di tengah-tengah perpisahan, engkau boleh minta
kepadaku, apa yang kau minta?"  Waktu Elisa diberikan kesempatan minta
sesuatu, dia langsung minta sesuatu yang tidak mungkin diberikan oleh
orang yang memberikan janji itu.  "Saya mau Roh yang pernah
menggerakkanmu itu dua kali lipat."  Elia kaget, yang itu tidak bisa
diberikannya.  Kuasa itu dari Tuhan.  Elisa minta Roh Kudus, tetapi dapat
jubah.  Apa artinya Roh Kudus ada dalam jubahnya?  Nanti kalau Elisa yang
memakai, akan ada Roh Kudus?  Tidak.  Tetapi dalam hal ini kita melihat
di dalam pengertian kenabian, nabi memiliki Roh.  Dan di sini, nabi yang
memberikan Roh lebih daripada nabi yang memiliki Roh.  Nabi memiliki Roh
tetapi ada satu Nabi yang memberikan Roh.  Dia lebih besar daripada
nabi-nabi yang lain.  Itu sebab pada waktu Yesus mengatakan, "Kalau
engkau menerima Roh Kudus, engkau akan seperti air hidup, tidak habis-
habisnya memancar keluar dari hidupmu."  Mereka mengatakan, "Inilah nabi
itu, inilah Kristus."  Ini adalah konsep ketiga untuk menilai Kristus.
Patokan pertama, darimana Dia.  Patokan kedua, Dia melakukan mujizat.
Patokan ketiga, Dia memberikan Roh Kudus.

     Dan patokan keempat, Dia pasti keturunan Daud.  Mereka menyelidiki
PL, yang mempunyai sistem Theologi Yahudi tersendiri.  Mereka menemukan
kalau Yesus disebut Mesias, coba ukur Dia apakah Ia dari Betlehem?  Kalau
Dia dari Betlehem, Dia adalah keturunan Daud.  Kalau Dia bukan dari
Betlehem, Dia bukan keturunan Daud, tidak perlu diterima.  Ada yang
menganggap Yesus bukan orang Betlehem, Yesus orang Galilea.  Kita orang
Kristen tahu Yesus dilahirkan di Betlehem, tetapi mereka tidak tahu dan
hanya tahu Dia dari Galilea.  Yesus Kristus adalah penduduk Galilea
tetapi Yesus lahir di Betlehem.  Tetapi mereka langsung mencap Yesus
tidak mungkin dari Betlehem, Dia dari Galilea.  Berarti tidak mungkin
menjadi Mesias.  Mesias harus dari Betlehem.  Tahu dari mana?  Karena
kami belajar kitab suci baik-baik.  Mereka tidak menyelidiki dengan
tuntas, dan terlalu cepat membanggakan sistem eksklusif yang menutup diri
sendiri.

     Mereka memberikan penilaian yang tidak adil terhadap Yesus Kristus.
Maka sesudah penilaian yang tidak adil muncul, kalau mental itu telah
terbentuk, terjadi kristalisasi dalam satu sistem tertutup, maka mereka
telah mempunyai kacamata yang tidak beres terhadap orang lain.  Dan
sentimen-sentimen prejudis yang telah terbentuk mengakibatkan mereka
tidak mungkin menerima anugerah dari Tuhan Yesus lagi.  Bahkan mereka
berusaha menyingkirkan Dia.  Jikalau engkau menyingkirkan dirimu
itunamanya bunuh diri, jikalau menyingkirkan orang lain, itu namanya
mengisolir diri dan tidak mau bergaul dengan orang lain.  Jikalau saudara
menyingkirkan Kristus, itu adalah semacam ISOLASI KEKEKALAN, berarti
saudara hendak memisahkan diri saudara dengan Sumber Hidup yang kekal.
Saya boleh berkata betapa banyak orang yang hidup dalam dunia, hidup
tanpa Kristus.  Menjadi orang Kristen tanpa Kristus karena mengisolir
diri dari Kristus, menilai Kristus secara lahir saja.  Dalam penilaian
yang tidak adil ini, kita hanya merugikan diri sendiri.  Kita juga
melihat disini banyak tindakan-tindakan yang tidak normal muncul.  Mereka
sendiri yang tidak normal, tanpa sadar memakai hal yang tidak adil untuk
melihat bahwa menurut penilaian mereka Yesus yang tidak normal.

     Ayat yang kita baca tadi.  "Bukankah Musa telah memberikan Taurat
kepada engkau?  Tetapi di antara kamu ini tidak ada satu orang yang telah
memelihara Taurat."  Kalimat ini terlalu berat, Yesus Tuhan kita adalah
Tuhan kejujuran, Tuhan keadilan, Tuhan yang sungguh-sungguh tanpa
kepura-puraan.  Tetapi orang yang jujur, yang berani mengatakan kebenaran
selalu tidak diterima dengan baik di dalam dunia ini.  Bukan maksud saya
bahwa semua yang tidak diterima berarti jujur.  Tetapi Yesus tidak
diterima baik karena Dia mengatakan, "Bukankah Musa telah menurunkan
Taurat kepada engkau, tetapi di antara kamu seorangpun tidak melakukan
Taurat."  Kalimat ini terlalu keras karena kalimat ini menampar muka
pemimpin mereka.  "Di antara kamu tidak seorangpun yang melakukan Taurat.
Engkau yang mendengar dan belajar Taurat tidak pernah melakukan, bahkan
engkau yang mengajar Taurat di mimbar, engkau belum pernah melakukan."
Kalimat ini telah merobek-robek kehormatan mereka.  Muka dan kemuliaan
mereka telah dihancurkan di muka umum oleh Yesus Kristus.  Mereka menjadi
lebih keras dan semakin membekukan hati.

     Kita melihat dengan jelas, setelah kalimat ini diucapkan Kristus,
maka mereka mempunyai satu pikiran untuk membunuh Yesus.  Lalu Yesus
menyambung dengan kalimat berikutnya, "Engkau tidak pernah melakukan
Taurat, mengapa engkau mau membunuh Aku?"  Lebih keras lagi, jadi kalau
mukanya sudah ditampar sudah malu, maka sekarang hatinya yang dibongkar
sekali lagi.  Pemimpin-pemimpin orang Yahudi sedang mendengarkan kalimat
ini, mereka tidak tahan dan mereka mengatakan satu kalimat yang menyerang
Yesus sekaligus memperkenalkan diri.  Jangan lupa bahwa pada waktu kita
dalam kemarahan, sembarangan menyerang orang dengan sistem ketidakadilan
untuk menilai, maka pada waktu itu kita sedang memperkenalkan diri.
Kalau hal ini tidak kita pelajari dengan baik, maka seumur hidup kita
akan hidup tanpa prinsip dan tidak mempunyai teladan bagi orang lain.
Kemarahan adalah satu hal yang netral tetapi kemarahan bisa baik, bisa
jelek.  Ada tidak kemarahan yang baik?  Ada!  Kemarahan orang tua kepada
anak pada waktu mendisiplin anaknya.  Kemarahan yang baik akan mendidik
orang dan mengkoreksi orang dari kesalahan.  Tetapi kemarahan bisa
menjadi satu hal yang jelek.  Orang yang membunuh selalu didahului dengan
kemarahan.  Kemarahan yang tidak beres merusak hidup, kemarahan yang baik
membangun hidup.  Kemarahan adalah satu hal yang netral, kemarahan adalah
satu hal yang berharga sekali.

     Sekarang kita akan melihat hal yang sama seperti ini.  Pada waktu
Yesus Kristus dinilai oleh mereka, mereka marah.  Pada waktu mereka marah
dengan suatu penilaian yang tidak adil, mereka memperkenalkan diri,
sesungguhnya mereka tidak pernah melakukan hukum Taurat.  Musa mengajar
Taurat, mengajarkan moral pada mereka satu perintah demi satu perintah.
Tetapi tidak saja merka tidak mungkin menjalankan melainkan menjadikan
perintah itu menjadi patokan-patokan untuk diri dan menyerang orang lain.
Sebenarnya Taurat adalah penghakiman Allah terhadap manusia yang berdosa
karena Taurat mencerminkan kesucian, kebajikan, keadilan Kristus.  Taurat
menyatakan kesucian Allah, Taurat menyatakan kebajikan Allah.  Ketika
ketiga hal ini dinyatakan Allah kepada manusia dengan sendirinya manusia
ditunjukkan oleh Allah sebagai yang berhutang suci kepada Allah, yang
berhutang adil kepada Allah, yang berhutang kebajikan kepada Allah.  Di
hadapan Taurat barulah kita mengetahui bahwa kita kurang suci, kurang
adil, kurang baik.  Seharusnya Taurat menjadi rontgen, menjadi x-ray yang
menunjukkan segala kesalahan kita, yang membawa kita pada pertobatan.
Tetapi orang Israel dengan Taurat tidak dihakimi tetapi mereka memakai
Taurat untuk menghakimi Yesus Kristus.  Tetapi Yesus berkata, "Bukankah
Musa telah memberikan Taurat kepadamu tetapi tidak ada satupun di antara
kamu yang melakukan Taurat.  Bukan saja demikian, mengapa engkau mau
membunuh Aku?"

     Pada waktu pembongkaran total oleh Kristus, sudah tuntas mereka
mencetuskan kalimat yang menyatakan sifat mereka yang sudah diutarakan
oleh Yesus Kristus.  Apa jawaban mereka?  Engkau seorang yang kerasukan
setan, siapa yang mau membunuh Engkau?  Maksudnya, "Nilaimu sudah begitu
rendah sampai hanya setan yang mau Engkau, saya tidak mau Engkau.  Engkau
seorang yang kerasukan setan, siapa yang ingin membunuh Engkau?"
Pertama, mereka tidak mengenal Yesus.  Kedua, mereka mengintegrasikan
bukan Yesus sebagai Kristus tetapi mereka mengintegrasikan Yesus dengan
setan.  Agama bisa membawa manusia pada tahap yang demikian menakutkan.
Ketiga, mereka menurunkan Kristus ke nilai yang serendah-rendahnya sampai
dibunuhpun tidak ada layaknya.

     Dalam filsafat Kieerkegard dikatakan, "Bila kita melawan seseorang
karena kita mengetahui orang itu terlalu penting sehingga perlu kita
lawan."  Ini filsafat, dengar baik-baik.  Tidak ada orang melawan hal
yang tidak ada nilainya.  Anjing menggonggong sebenarnya bukan karena ia
berani, tetapi karena merasa terancam dengan kehadiran lawan.  Maka ia
mengonggong untuk membuat lawan menghindar.  Orang tidak akan melawan
yang kecil-kecil, rasanya sepele.  Orang tidak akan menggubris adanya dia
atau tidak.  Tidak ada sangkut paut dengan kita, itu adalah kestabilan.
Tetapi kalau ada orang yang mengancam kita sampai kita tidak bisa tidur,
paling benci dia, paling memikirkan dia.  Orang yang kita benci bisa kita
pikirkan siang dan malam.  Bahasa Tionghoa mengatakan, "Pu Khong Thai
Thien."  Artinya tidak rela sama-sama di bawah atap langit.  Kalau ada
saya tidak ada dia, kalau ada dia tidak ada saya, tetapi lebih baik tidak
ada dia daripada tidak ada saya.  Mengapa ini terjadi?  Karena kesempitan
pikiran kita.  Mereka menurunkan Yesus ke nilai yang serendah-rendahnya
sampai tidak layak untuk dibunuh.  Kalau dibunuhpun bukan berarti karena
Dia gila.  "Engkau yang dirasuk setan tidak patut untuk dibunuh."
Kamipun tidak mau seenaknya menjadikan Engkau seorang martir.  Tetapi
benarkan orang Yahudi yang mengatakan hal ini tidak mau membunuh Yesus?
Salah, karena sebelumnya Yesus mengatakan, "Mengapa engkau berusaha
membunuh Aku?"  Usaha mereka telah diketahui oleh semua orang, kalau
tidak percaya mari kita membaca ayat 20, 25.  Orang banyak itu menjawab,
"Engkau kerasukan setan, siapakah yang berusaha membunuh Engkau?"  Ayat
25, 'Beberapa orang Yerusalem berkata, "Bukankah Dia ini yang mereka mau
bunuh?"  Coba lihat, semua orang di Yerusalem tahu Yesus hendak dibunuh.
Karena semua musyawarah yang paling tersembunyi bisa dibongkar.  Jangan
kira kita hebat dalam menyimpan rahasia.

     Tidak ada satupun rahasia yang tidak terbongkar.  Orang yang
menganggap diri pintar, dia sebetulnya kurang pintar.  Karena mereka
tidak tahu segala kepintaran mereka telah dimiliki oleh orang lain.
Mereka bermusyawarah secara rahasia sekali untuk membunuh Yesus dan
mereka mengira Yesus tidak tahu.  Waktu Yesus mengatakan hal ini mereka
membantah tetapi orang lain mengatakan, "Ini orang yang hendak dibunuh,
mengapa masih berkhotbah begitu leluasa di Bait Allah lagi?"  Saudara
baca baik-baik ayat ini, semua kerusakan agama dipaparkan di sini.  Yang
hendak membunuh Yesus bukanlah orang-orang biasa.  Yang hendak membunuh
yesus adalah pemimpin-pemimpin yang melihat ancaman Yesus atas diri
mereka; sehingga mereka sekarang tidak lagi bisa hidup dengan tenteram.
Mereka gelisah dan berusaha mencari jalan untuk menghabiskan Yesus, untuk
memusnahkan Dia supaya mereka bisa tetap berada di dalam kewibawaan yang
palsu itu.  Dan Yesus mengatakan, "Orang lain tidak tahu tetapi saya
tahu, kamu belum pernah menjalankan Taurat."

     Kedua, mereka berusaha menangkap Dia.  Kalau telah mempunyai pikiran
untuk membunuh Yesus, maka sekarang bertindak sesuai apa yang dikatakan
oleh hati dan pikiran, diusahakan dalam tangan dan tindakan.  Segala
tindakan yang kita lakukan sebenarnya berasal dari pikiran kita sendiri.
Itulah sebabnya Alkitab berkata, "Peliharalah hatimu lebih daripada
segala sesuatu, karena akibat seluruh hidupmu berasal dari pada jiwamu,
dari pikiranmu.  Peliharalah hatimu lebih daripada segala sesuatu."
Banyak orang ketakutan pada maling, kunci pintunya puluhan dan memakai
satpam.  Bagaimana bisa mempunyai keamanan?  Jangan kira tertutup itu
aman.  Menjaga rumah dan terkunci dengan baik, tidak terlalu penting,
yang lebih penting jaga hatimu supaya tidak dimasuki maling hati.  Pintar
jaga rumah tetapi tidak pintar jaga pikiran, itu adalah bodoh.
Peliharalah hatimu lebih dari pada segala sesuatu karena hatimu ada
kemungkinan diracuni, diberikan kuman dari setan untuk menjadi rusak dan
ragi merusak seluruh hidupmu.  Puji Tuhan!  Jika seseorang mempunyai
pengalaman yang banyak, tetapi hatinya polos seperti anak kecil.  Jarang
kita menemukan orang yang demikian, biasanya sebelum kita dewasa, hati
yang bikin semua siasat yang rusak sudah lebih cepat berkembang dan
dewasa.  Jadilah orang yang tulus dengan pengalaman yang banyak.
Sekompleks mungkin di otak, sepolos mungkin di jantung, sedingin mungkin
di otak, sepanas mungkin di hati.  Makin banyak pengalaman, makin polos.
Makin banyak pengetahuan makin lurus.  Tetapi ada orang baru belajar
sedikit sudah rasanya hebat sekali, baru tahu sedikit sudah berliku-liku
hatinya.  Sekarang mereka datang pada Yesus hendak menangkap Dia.
Tindakan berasal dari pikiran yang tidak bisa mereka tutup-tutupi.
Karena tindakan itu membocorkan pikiran.  Bagaimanapun pintarnya kita
menyimpan isi hati, kita akan dijual oleh tindakan kita yang tidak beres.
Karena tindakan merupakan satu ekspresi dari mental kita.  Mereka
menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah, penjaga gereja, bukan untuk menjaga
gereja tetapi untuk menangkap Yesus.  Ini semua fungsi yang tidak beres.
Apakah fungsi dan posisimu telah cocok?  Namanya pendeta, faktanya
penderita, namanya pendeta faktanya pendusta.  Kalau kita mempunyai nama
dan posisi tetapi berbeda dengan apa yang kita lakukan dalam kehidupan
sehari-hari, maka kita mempermalukan nama Tuhan.  Kadang-kadang kita
melihat hal ini terjadi dalam pikiran kita masing-masing.  Di sini kita
melihat mereka menangkap Yesus melalui penjaga.

     Ketiga, kita melihat orang-orang ini yang hendak menangkap Yesus,
mereka mempunyai satu pengalaman yang luar biasa.  Di sini ada satu ayat
yang lain dengan tempat yang lain yaitu, "mereka hendak menangkap Dia
tetapi waktuNya belum sampai."  Di sini bukan Yesus yang melarikan diri
dari mereka melainkan waktuNya belum sampai.  Kalau waktuNya telah
sampai, Dia tidak menyembunyikan diri.  Kita melihat fasal enam, Dia
mengundurkan diri sekarang Dia tampil di depan mereka secara
terang-terangan di hadapan orang banyak.  Ini membuktikan satu kalimat
dari mulut Yesus, "Jikalau bukan Aku sendiri yang menyerahkan hidupKu,
tidak seorangpun berhak mengambil hidupKu.  Jikalau belum waktunya tidak
seorangpun dapat merugikan Aku."  Itulah sebab pada waktu Yesus
menyembunyikan diri ada waktunya.  Juga pada waktu Ia menyatakan diri di
hadapan umum ada waktu tertentu.  Yesus secara terbuka dan berani di
hadapan umum di Yerusalem.

     Pada waktu mereka menangkap Dia dengan membawa rantai-rantai dan
alat-alat penangkap, di tengah orang-orang yang mendengarkan kotbah,
sebelum menangkap terpaksa mendengar dulu kotbahNya.  Waktu dengar
kotbah, tangan yang hendak menangkap Dia menjadi gemetar.  Sering terjadi
hal seperti demikian, gereja diawasi oleh seluruh dunia.  Gereja
diincar-incar oleh orang-orang yang melawan Tuhan.  Tetapi hamba Tuhan
yang sejati, Gereja yang sejati, Firman yang sejati tidak takut dilihat
dan didengar.  Melainkan mereka yang mendengar akan merubah pengalaman
mereka sendiri.

     Satu hari pada waktu seorang datang kepada John Wesley, dengan
tangisan berkata, "Aku menceritakan satu hal yang belum pernah aku
beritahu padamu."  Satu hari dia naik kuda sesudah berkotbah dari satu
kota ke kota yang lain.  Di atas kuda dia bernyanyi satu lagu, lagu yang
dinyanyikan adalah "Tuhan adalah topi di kepalaku yang melindungi aku
dari panah-panah, Tuhan adalah perisaiku yang memlihara aku dari musuh."
Waktu lagu itu dinyanyikan, apa yang terjadi?  Orang yang membenci kotbah
dari John Wesley sedang membidikan panahnya ke arah John Wesley.  Pada
waktu panah itu mau ditarik, sudah hampir dilepas orang itu mendengar
syair lagu, "Panah-panah musuh aku tidak takut, karena Engkau menjadi
perisaiku."  Orang yang hendak memanah John Wesley menjadi terkejut.
Akhirnya yang mau memanah itu menjadi gemetar dan panah itu tidak jadi
dipanahkan.  Ini kebetulan atau Roh Kudus bekerja?  Jadi dia yang
ragu-ragu, akhirnya tidak berani lagi untuk melakukan niatnya itu dan
pulang.  Satu kali ia mendapat kesempatan mendengar kotbah John Wesley.
Sesudah mendengar kotbah, dia tahu bahwa John Wesley diurapi oleh Roh
Kudus, dia minta ampun pada Tuhan dan datang pada John Wesley
menceritakan hal ini.

     Pada waktu mereka datang hendak menangkap Yesus Kristus, mereka
telah membawa rantai dan alat-alat lainnya.  Tetapi sebelum menangkap
mendengar kotbah dulu.  Sementara mendengar, suatu pengalaman baru
muncul.  Di sini kita membaca bahwa Yesus tidak pernah memakai kalimat
yang keras untuk berdebat membela diri.  Dia hanya mengatakan kalimat
yang lembut.  Tetapi kalimat-kalimat yang lembut mempunyai ketajaman yang
luar biasa, "Bukankah Musa telah memberikan Taurat kepadamu?  Tetapi
diantara kamu tidak ada satu orangpun yang menjalankan."  Ini adalah
fakta yang 100% benar.  CaraNya berkata dan isi perkataanNya
mengakibatkan mereka pulang.  Waktu mereka pulang, ditanya, "Dimana Dia?
Sudah ditangkap?  Bukankah aku memberikan uang menyewa engkau untuk
menangkap Yesus?  Hari ini aku menjanjikan lima juta, tangkap Yesus ke
sini, dimana Dia?"  "Dia di situ."  "Kenapa tidak dibawa?"  "Tidak pernah
ada orang mengatakan perkataan seperti apa yang Ia katakan."  Heran
sekali saudara-saudara, ini merupakan satu penilaian yang adil.

     Dalam bagian Alkitab ini, penilaian yang tidak adil muncul dari
pemimpin agama yang tidak mau bertobat.  Tetapi dalam bagian in muncul
juga beberapa kali penilaian yang adil.  Di antaranya adalah orang yang
disuruh menangkap Yesus Kristus.  Akhirnya mereka lupa uang yang
dijanjikan, lupa berapa banyak keuntungan yang mungkin mereka terima.
Hanya ingat "Saya belum pernah mendengarkan perkataan-perkataan seperti
ini dari mulut manusia, tidak mungkin ada manusia berkata kalimat seperti
Dia.  Inilah Dia yang tidak bisa saya tangkap."  Mereka takluk kepada
Kristus.  Lalu jawaban dari pemimpin-pemimpin agama, "Kamu yang tidak
mengerti Taurat patutlah dikutuk."  Coba lihat pemimpin-pemimpin agama
mempunyai mulut yang begitu jelek.  Mengatakan Yesus dirasuk setan,
mengatakan orang yang tidak menangkap Yesus patut dikutuk, mulut mereka
penuh dengan kejahatan.  Mereka tidak sadar bahwa bukan hanya mereka yang
belajar Taurat.  "Saya ahli theologi, saya mengetahui PL, saya mempunyai
penyelidikan lebih daripada engkau, engkau yang belum belajar, belum
mengerti, engkau patut terkutuk.  Engkau tidak mengerti Kristus, saya
yang mengerti dan Kristus bukan Yesus dan Yesus bukan Kristus.

     Setelah terjadi semua kejadian ini, timbullah satu bagian terakhir
yang indah sekali, menyinggung seorang yang bernama Nikodemus.  Fasal
tiga muncul Nikodemus, fasal tujuh muncul Nikodemus, dan fasal dua puluh
satu muncul lagi Nikodemus.  Satu kali lagi muncul tidak di Alkitab
tetapi muncul dalam sejarah orang Yahudi.  Saya minta saudara perhatikan,
seorang pemimpin yang terjepit dalam kesulitan tetapi mempunyai hati
nurani yang bersih.  Saya kadang-kadang sedih melihat bukan orang Kristen
tetapi mempunyai hati yang bersih dan adil, mau menilai dengan baik.
Kadang-kadang saya melihat pemimpin Kekristenan yang hatinya tidak
bersih.  Saya tidak bermaksud mengatakan hati yang bersih pasti
diselamatkan.  ORANG DISELAMATKAN HARUS MELALUI YESUS KRISTUS, DENGAN
DARAH KEMATIAN DAN KEBANGKITANNYA.

     Perhatikan Nikodemus, malam-malam datang kepada Yesus, lalu
mengatakan dari hatinya yang jujur, "Kami mengetahui mujizat yang Engkau
lakukan, kalau bukan disertai oleh Allah, tidak mungkin Engkau melakukan
itu."  Yesus tidak menjawab panjang-panjang tetapi hanya berkata, "Engkau
harus diperanakkan pula, Manusia tanpa diperanakkan oleh Roh Kudus tidak
mungkin masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Dan ANAK MANUSIA akan ditinggikan
seperti Musa meninggikan ular."  Nikodemus mendengar dan selesai.
Semalam itu dia pulang, dia mulai berpikir tentang siapakah Yesus, apa
arti perkataanNya.  Waktu dia melihat rekan-rekan kerjanya, sama-sama
menjadi pemimpin agama tetapi tidak beres, yang membenci Yesus dan
mengutuk orang lain, lalu ia berdiri di tengah-tengah mereka berkata,
"Apakah Taurat kita menghukum seseorang sebelum mendengar kesaksian orang
itu sendiri?"  Ini kalimat yang adil sekali.  Berapa banyak anak muda
yang belajar hukum, celakalah kalau telah belajar hukum tetapi tidak
melakukan keadilan.  Berbahagialah kita kalau ahli hukum betul-betul
menjalankan keadilan Tuhan.

     Saya bertemu dengan dua anak perempuan yang mempunyai ayah seorang
pendeta dan meninggal karena sakit kanker.  Dia betul-betul menjadi
pendeta yang baik.  Waktu saya tanya kepada dua anak piatu itu, "Mau jadi
apa engkau?"  Anak yang kecil mengatakan, "Saya mau belajar hukum.  Saya
mau jadi pengacara."  Saya tanya, "Apa alasanmu?  Apa motivasimu belajar
hukum?"  "Pak Stephen, saya melihat dunia ini banyak hal yang tidak adil.
Saya melihat banyak orang miskin ditindas, saya melihat banyak orang
tidak mempunyai kesempatan mengeluarkan pendapat dalam jiwa mereka yang
tertekan, dan saya melihat banyak orang tidak ditolong dengan seharusnya.
Dari ayah yang selalu mengatakan keadilan Allah, saya mengabdikan diri
untuk menjalankan keadilan dalam masyarakat."  Saya berkata pada dia,
"Engkau sangat berani tetapi jika engkau berada di arus yang berat, di
antara mayoritas yang menindas, sanggupkah engkau?"  Ia menjawab dengan
kalimat yang indah, "Tuhan akan menolong saya, kalau saya harus mati buat
Tuhan, saya akan memperjuangkan keadilan masyarakat."  Anak perempuan ini
sekarang mungkin telah lulus dan saya berdoa bagi dia.  Di tengah-tengah
pengacara-pengacara, 90% atau lebih mungkin bekerja untuk kantong mereka.
Mungkin di tengah kedokteran, dokter-dokter juga mengerjakan sesuatau
demi interest, profesi, uang, dan sebagainya.

     Jikalau semua orang melawan Yesus, di sekitarmu, di kantormu, semua
melawan Yesus, semua tidak setuju dengan pengajaran dari Yesus, dan
saudara berada di tengah-tengah mereka sebagai orang minoritas, saya mau
bertanya bagaimana saudara bersaksi?  Nikodemus bertemu dengan Yesus
secara pribadi, mendapat informasi yang asli dan otoritatif itu, ia
kembali lalu bersaksi bagi Kristus dan berdiri, "Apakah hukum Taurat kita
menghukum seseorang sebelum mendengarkan kesaksian dia dulu?"
Pertanyaannya dijawab oleh mayoritas yang tidak beres, mereka menjawab,
"Engkau juga datang dari Galilea.  Apakah Nikodemus datang dari Galilea?
Kalau engkau datang dari Galilea maka kita kebobolan.  Baru kita tahu ada
orang Galilea di sini.  Sebenarnya orang Galilea tidak boleh masuk dalam
kelompok kita karena kita mempunyai kewibawaan tersendiri.  Engkau dari
Galilea maka engkau membela orang Galilea.  Jika engkau selidiki dengan
baik-baik maka tidak ada nabi yang berasal dari Galilea, stop tidak usah
berbicara lagi."  Saya kira ada orang yang tidak lagi bisa diajak bicara
dengan kebenaran, kalau telah ada keeksklusifan, suatu ketertutupan dalam
sistem pikiran mereka sendiri, mereka mencetuskan suatu kemarahan.
Setiap kali waktu membela diri, mereka menyerang orang lain.  Setiap kali
menyerang orang lain, mereka memperkenalkan kerusakan mereka sendiri.
Mereka mengatakan, "Kami tidak suka engkau membela orang Galilea."  Dan
mereka mengatakan bahwa mereka adalah orang yang belajar Alkitab, tidak
ada nabi yang keluar dari Galilea, itu sebab kalau keluar dari Galilea
itu bukan nabi.

     Tuhan adalah Tuhan yang hidup, Tuhan mengerjakan segala sesuatu yang
baru, sehingga mereka tidak lagi bisa melihat dengan jelas.  Sesudah
fasal ketujuh kita akan melihat Kristus semakin dalam kesulitan,
kesulitan dan terakhir, Dia harus dipaku di atas kayu salib.  Saya harus
menyimpulkan kotbah ini dengan kata-kata ini:  Allah Bapa sudah
menetapkan untuk meremukkan ANAK yang tunggal bagi umat manusia.  Dan
Kristus harus mati, bukan karena suatu kebetulan tetapi karena dosa-dosa
kita yang memerlukan seorang Juruselamat yang rela menyerahkan dirinya
bagi umat manusia.  Sehingga waktu Yesus diberikan bagi dunia, itu sudah
merupakan satu pertemuan yang tidak mungkin dihindarkan yang
mengakibatkan pengorbanan dari Sang Suci, Sang Kudus itu.  Sehingga
darahNya boleh dicurahkan bagi kita yang berdosa.  Tetapi saya mau tanya,
apakah engkau masih meminta Tuhan memberikan hati yang polos, motivasi
yang jujur dan pikiran yang rela dibuka oleh Tuhan untuk mengerti Yesus
dengan penilaian yang adil?  Judul dari pada kotbah ini, Penilaian Yang
Adil terhadap Anak Allah Yang Tunggal.  Maukah saudara berdoa dan
berkata, "Tuhan di sini saya, sucikan hatiku, sucikan pikiranku supaya
saya bisa melihat dengan jelas siapa Yesus Kristus itu."  Amin.







--
torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
SPECTROX SYSTEMS +1.408.252.1005  Cupertino, Ca



----- End Included Message -----