From juri@vms.macc.wisc.edu Wed Jun  9 19:31:38 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA23573; Wed, 9 Jun 93 19:31:36 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Wed, 09 Jun 93 19:30 CDT
Received: from maunakea.Data-IO.com by wigate.nic.wisc.edu;
          Wed, 09 Jun 93 19:30 CDT
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com) by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1)
          id AA04647; Wed, 9 Jun 93 17:30:08 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA01858; Wed, 9 Jun 93 17:30:02 PDT
Message-Id: <9306100030.AA01858@dazix.Dataio>
Date: Wed, 9 Jun 93 17:30:02 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: kotbah S Tong
To: fica-net@vms.macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: RO


----- Begin Included Message -----

>From ccwf.cc.utexas.edu!laurae@saigon.com Wed May 26 04:20:40 1993
From: torpedo@spectrx.Saigon.COM (Amir Torpedo)
Date: Wed, 26 May 1993 03:35:14 CDT
Comments: Flatulence :=Funny
Date: Wed, 26 May 93 23:11:29 PST
Organization: SPECTROX SYSTEMS (408)252-1005 Cupertino, Ca
X-Mailer: Mail User's Shell (7.1.2 7/11/90)
To: nursalim@dzix.Data-IO.COM
Subject: Kotbah S. Tong
Content-Length: 8960


                     Posisi Manusia di Alam Semesta
                                    
                          Pdt. Dr. Stephen Tong
                                    
 
Mazmur 8:4-10
 
Jika aku melihat langitMu, buatan jariMu,
     bulan dan bintang-bintang yang Kau tempatkan:  apakah manusia,
sehingga Engkau mengingatnya?
     Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah,
     dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tanganMu;
     segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
kambing domba dan lembu sapi sekalian,
     juga binatang-binatang di padang;
burung-burung di udara dan ikan-ikan di laur,
     dan apa yang melintasi arus lautan.
Ya TUHAN, Tuhan kami,
     betapa mulianya namaMu di seluruh bumi!
 
Ibrani 2:5-9
 
     Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang
akan datang, yang kita bicarakan ini.  Ada orang yang pernah memberi
kesaksian di dalam suatu nas, katanya:
     "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya,
     atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
     Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih
rendah dari pada malaikat-malaikat,
     dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kakiNya."
Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepadaNya, tidak ada suatupun yang
Ia kecualikan, yang tidak takluk kepadaNya.  Tetapi sekarang ini belum
kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepadaNya.  Tetapi
Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada
malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan
maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia
Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
 
 
 
     Tuhan menghendaki agar kita tidak menjadi orang Kristen yang egois.
Karena itu, menjadi orang Kristen berarti: (1) Menjadi orang yang
mengenal kehendak Tuhan melalui Kristus, (2) Melalui Roh Kudus yang telah
memberikan kepenuhan kepada Kristus suatu kemungkinan kehidupan yang
wajar, menjadi teladan bagi kita, sehingga kita berjalan di belakang
Kristus, (3) Berarti menerima kembali apa yang sudah terhiland dari Adam,
yang kita dapatkan kembali di dalam Kristus, (4) menjadi orang-orang yang
berhak mengetahui isi hati Tuhan dan berjalan di dalam kehendak Tuhan,
(5) menjadi manusia yang mengetahui dimana posisinya di dalam alam
semesta yang dicipta oleh Tuhan.  Hal ini sedemikian agung, tetapi
ternyata banyak orang Kristen yang semakin lama menjadi orang Kristen,
semakin jauh dari kehendak Tuhan.
     Kini kita akan memikirkan satu kerangka yang mendasar, yaitu apa
yang Tuhan kehendaki tentang posisi manusia di alam semesta?  Jika Tuhan
telah menciptakan manusia, dimana Ia akan meletakkan kita?  Dimanakah
identitas, harkat, dan posisi manusia di tengah alam semesta?
 
DIMANA POSISI MANUSIA?
 
     Alkitab menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia sedikit lebih
rendah dari malaikat, hampir sama seperti Allah, tetapi menguasai alam
semesta.  Ini memberikan kerangka dan urutan yang jelas kepada manusia,
yaitu: MANUSIA ADA DI BAWAH ALLAH, DI ATAS ALAM.  Peribahasa Tionghoa
mengatakan bahwa kita perlu berdiri tegak di bumi dan tangan menopang
langit, yang artinya, kita mampu berdiri dengan tegak dengan identitas
yang jelas dan penuh keyakinan.
     Di dalam metodologi untuk mengerti alam semesta, dari jaman ke
jaman, sejak jaman Euclid, Herodotus, Plato, sampai kepada Sir Isaac
Newton, manusia selalu terjebak di dalam KONSEP SISTEM TERTUTUP, yaitu
suatu pandangan yang menganggap bahwa alam semesta sendiri sanggup untuk
memberikan penjelasan akan rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya,
tanpa memerlukan bantuan dari luar.  Sebaliknya, di sepanjang sejarah,
kekristenan selalu menawarkan KONSEP SISTEM TERBUKA, yaitu alam semesta
baru bisa dimengerti secara tuntas ketika manusia kembali kepada "dunia
sana",  dunia Sang Pencipta.  Sistem tertutup telah menjadi cikal-bakal
SCIENTICISM dan POSITIVISM, dan berakhir di gang buntu.  Sebaliknya,
Pengakuan Iman Rasuli dimulai dengan kalimat: Aku percaya kepada Allah,
Pencipta langit dan bumi.  Kalimat ini menekankan sistem terbuka.
Manusia tidak mungkin mengerti segala sesuatu kecuali ada satu jalur
terbuka yang membawa manusia kepada dunia yang tidak kelihatan.  Dan
justru dari sanalah segala kontrol terjadi.
     Iman Kristen bukan takhayul atau iman yang superstisi, tetapi justru
memberikan logika yang paling kuat, bahkan melebihi keterbatasan logika
itu sendiri.
 
BERADALAH DI POSISI YANG SEHARUSNYA
 
     Arloji dirancang untuk dipergunakan di tangan kiri.  Tetapi jika ia
menolak dan ditempatkan di tempat lain, maka ia tidak akan bisa berfungsi
baik.  Jika ia ditempatkan di tangan kanan, maka ia akan mengganggu si
pemakai ketika bekerja, dan akan mengalami kesulitan untuk memutar
tombolnya.  Kalau ia dipasang di kaki atau di leher, ia semakin tidak
berfungsi.  Maka tempat terbaik bagi arloji adalah sesuai dengan
rancangannya.  Demikian juga manusia, baru akan berfungsi secara maksimal
ketika ia berada di posisi yang ditetapkan seturut rancangan yang pasti
ketika ia diciptakan.
     Manusia diciptakan untuk berada di bawah Allah di atas alam.  Jika
manusia tidak mau dan ingin membalik situasi, maka yang terjadi ialah dia
akan membalikkan diri sendiri.  Ia tidak mungkin dapat membalik Allah dan
alam, tetapi yang ia lakukan adalah membalikkan posisinya sendiri.  Pada
saat manusia sudah membalikkan diri, ia merasa telah membalik dan
mengatur segala sesuatu.  Ketika segala sesuatunya kemudian menjadi tidak
beres, ia marah kepada Allah, padahal itu diakibatkan oleh perbuatannya
sendiri.  Ini sikap yang sangat kurang ajar terhadap Allah, dan untuk itu
manusia harus dihakimi.  Manusia harus kembali ke posisinya yang semula,
baru ia bisa berfungsi dengan benar, yaitu di bawah Allah, di atas alam.
Manusia memakai alam untuk memuliakan Allah, bukan sebaliknya.
     Manusia di bawah Allah di atas alam, berarti manusia harus
mempergunakan alam dan menjadi reflektor kemuliaan Allah.  Kita menguasai
alam dan kita sendiri dikuasai Allah, bukan kita yang menguasai Allah.
 
ORANG KRISTEN SEMU (PALSU)
 
     Jika kita lihat, ada satu gejala lagi, yaitu adanya orang-orang yang
kelihatannya begitu giat, seperti seorang Kristen yang berapi-api, tetapi
posisinya salah.  Orang sedemikian sepertinya begitu dekat dengan Tuhan,
tetapi sebenarnya sedang meminta Tuhan menuruti keinginannya.  Dengan
mendasarkan kepada kemahakuasaan dan kasih Tuhan, mereka mau memperalat
Tuhan untuk memenuhi keinginannya sendiri.  Ini menjadikan Allah pembantu
demi mencapai segala keinginannya sehingga kita dapat melihat gejala di
luar kehidupan keagamaan orang itu begitu giat dan berkobar-kobar, tetapi
motivasinya berlawanan dengan kehendak Tuhan.  Ini merupakan kegiatan
agama yang melawan agama sejati.  Jika tujuan kita adalah alam dengan
cara memperalat Allah, maka kita tidak mungkin mengerti kehendak Tuhan.
 
TUGAS MANUSIA DI DALAM POSISINYA
 
     Jika posisi ini sudah jelas, maka kita diberikan tugas yang
dilaksanakan dengan lengkap di dalam diri Tuhan Yesus, yaitu sebagai:
 
1. NABI
 
     Manusia disebut nabi, berarti manusia berada di antara Allah yang
maha tahu dengan alam yang tidak berinisiatif tahu, tetapi mengandung
segala sesuatu yang bisa dan perlu diketahui.  Sifat nabi manusia
memungkinkan berkembangnya ilmu pengetahuan.  Maka penyelidikan ilmu
pengetahuan tidak seharusnya menjadikan manusia melawan Tuhan.  Orang
yang mengetahui semakin banyak, seharusnya semakin mempermuliakan Tuhan;
karena ia telah melihat bagaimana Allah telah merancang segala sesuatunya
sedemikian ajaib.  Fungsi kenabian manusia ini menjadikan manusia berbeda
tuntas dari binatang.  Belum pernah ada binatang yang menangkap manusia
dan meletakkan di kebun manusia.  Tetapi manusia telah menangkap binatang
dan membuat kebun binatang.  Manusia bukan sekedar makhluk biasa, tetapi
nabi.  Namun banyak manusia yang tidak memakai hal ini secara maksimal.
 
2. IMAM
 
     Sebagai imam, manusia mempunyai kedudukan di antara Allah dan alam.
Manusia memakai alam untuk dipersembahkan kepada Allah.  Konsep demikian
telah ada sejak awal sejarah manusia.  Maka kita akan membawa alam demi
kemuliaan Allah.
 
3. RAJA
     
     Kedudukan sebagai raja menunjukkan fungsi penguasaan dan pengaturan.
Management yang pertama kali adalah merupakan mandat dari Allah, yaitu
agar manusia mengelola bumi ini.  Allah tidak mau kita kacau dan tidak
teratur.  Namun pencemaran dosa membuat fungsi pengaturan ini menjadi
kacau.  Oleh karena itu, kita harus membawa itu semua kembali kepada
kontrol Allah, karena kita ada di bawah Allah, dan alam di bawah kita.
Ini yang memungkinkan semuanya berjalan harmonis.
 
 
 
 
 
 
 
 
--
torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
SPECTROX SYSTEMS +1.408.252.1005  Silicon Valley, Ca


----- End Included Message -----


From juri@vms.macc.wisc.edu Mon Jun 21 15:44:17 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA23804; Mon, 21 Jun 93 15:44:14 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Mon, 21 Jun 93 15:31 CDT
Received: from maunakea.Data-IO.com by wigate.nic.wisc.edu;
          Mon, 21 Jun 93 15:30 CDT
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com) by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1)
          id AA10099; Mon, 21 Jun 93 13:30:13 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA05687;
          Mon, 21 Jun 93 13:30:11 PDT
Message-Id: <9306212030.AA05687@dazix.Dataio>
Date: Mon, 21 Jun 93 13:30:11 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: kotbah S Tong
To: fica-net@macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: RO





                          Mengetahui Kehendak Allah
 
                            Pdt. Dr. Stephen Tong
 
 
Mikha 6:8
 
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik.  Dan apakah yang 
dituntut TUHAN dari padamu:  selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan 
hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
 
 
Semua manusia, termasuk manusia yang paling cerdas sekalipun harus melihat 
bahwa kecuali mengenal Tuhan dan kehendakNya, maka manusia tidak memiliki 
jalan keluar.  Tidak ada satu ajaran filsafatpun yang bisa membereskan 
kesulitan-kesulitan dan dilema-dilema dalam kebudayaan manusia.  Dimanakah 
posisi manusia di tengah alam?  Manusia bukan hanya ikut dengan segala macam 
binatang yang berjuang mempertahankan hidup diri sendiri.  Manusia hidup 
bukan hanya untuk mencari kekayaan yang pada akhirnya menumpuk kebencian 
dalam hati orang miskin.  Kita hidup bukan hanya untuk menikmati segala 
sesuatu semau kita setelah itu mati.  Tetapi kita mau mengenal rencana Tuhan 
dalam hidup kita, kita mau mengerti di mana posisi kita.
 
Allah ada dia atas kita dan alam ada di bawah kita sehingga kita harus 
menaklukkan diri kepada Allah sehingga kita mungkin menaklukkan segala 
sesuatu kepada kita bagi Allah.  Posisi dan status seperti ini menjadi satu 
titik tolak di mana kita bisa berdiri tegak, sebelum kita bertindak apa-apa.  
Manusia dicipta untuk mengatasi segala kesulitan dalam alam dan membawa alam 
untuk memuliakan Allah sebagaimana tujuan semula.  Maka kita mempunyai status 
sebagai nabi, imam, dan raja.  Istilah RAJA di sini berarti kita menguasai 
alam.  Istilah NABI berarti kita menginterpretasi alam.  Istilah IMAM berarti 
kita membawa alam kepada normalitas yang sesungguhnya.
 
Kerangka pikiran dan logika orang Kristen harus dibentuk sehingga orang 
Kristen menjadi satu orang yang mentaklukkan seluruh pikiran di hadapan Tuhan 
dan menjadi orang yang bertanggung-jawab di hadapan Allah untuk 
selama-lamanya.  Pembentukan karakter dan struktur pikiran harus menjadi 
bagian yang penting dalam pelayanan gereja.  Jikalau seseorang tidak takluk 
kepada Tuhan Allah, dia tidak berhak dan tidak mungkin berkuasa untuk 
menaklukkan dunia.
 
Bagaimana mengupas dengan jelas relasi antara manusia dengan Allah, alam 
semesta, manusia lainnya, dan terhadap diri sendiri; Itulah yang disebut 
mengetahui kehendak Allah.  DI TENGAH-TENGAH MANUSIA, KITA TIDAK KURANG DAN 
TIDAK LEBIH HANYALAH MANUSIA SAJA.  Kalimat ini mengandung satu hal yang 
penting bagi kita untuk hidup dengan normal.  Yang melebihi batas disebut 
SUPERIOR sedangkan yang mengurangi batas disebut INFERIOR.  Orang yang 
superior dan inferior adalah orang-orang yang tidak normal menurut kehendak 
Tuhan.  Orang yang congkak atau sombong adalah orang yang melihat dirinya 
lebih daripada yang seharusnya.  Orang yang minder atau rendah diri adalah 
orang yang menilai diri sendiri kurang daripada yang seharusnya.  Kristus 
bukan saja menebus kita dari kuasa dosa tetapi juga mengeluarkan kita dari 
ketidaknormalan penilaian diri.
 
Kalau hubungan antara manusia dengan manusia lain itu beres, maka banyak hal 
yang menjadi beres.  Jika hubungan kita dengan orang lain tidak beres, maka 
apa saja yang kita kerjakan menjadi tidak beres di mata orang itu.
 
Apakah yang menjadi kehendak Tuhan untuk seluruh umat manusia?  Itulah yang 
tercatat dalam Mi 6:8.  Untuk apa pengetahuan dan usaha kita menuntut ilmu?  
Apakah kita mempunyai tujuan setelah belajar dan menguasai apa yang 
dipelajari?  Apakah kita mempunyai tujuan yang sama seperti apa yang Tuhan 
tuntut?  Semua agama mengajarkan kebaikan, tetapi apakah kebaikan itu?
 
Di antara agama yang berbeda, ada konsep tentang kebaikan yang berbeda pula.  
Jadi, apakah sebenarnya kebaikan?  Kita mencari jawabannya bukan dari agama 
ataupun refleksi imajinasi diri manusia, melainkan kembali kepada wahyu Tuhan 
Allah dalam Alkitab.  Allah sudah menyatakan kepada kita apa itu "baik."  
Jika setiap kita baik-baik memegang ayat ini untuk membereskan hubungan kita 
dengan orang lain, saya percaya dunia ini akan berubah menjadi lebih baik.  
Inilah kehendak Allah yang menjadi dasar kerukunan agama, masyarakat, dan 
pemerintah.  Ini juga merupakan satu pangkal hubungan antar negara dan 
kebudayaan.  Inilah kehendak Allah di dalam hubungan manusia secara 
horisontal yaitu: menjalankan keadilan, mencintai, dan dengan rendah hati 
berjalan dengan Allah.
 
1. KEADILAN
 
Manusia mulai merasa keadilan itu penting pada waktu jiwa yang kecil yaitu 
hati nurani seorang anak dilukai.  Mungkin kita masih ingat pada waktu kita 
dengan teman sama-sama bersalah, yang satu dihukum yang lain diampuni.  
Mungkin kita masih ingat ketika jiwa kita yang kecil itu ditusuk oleh orang 
yang tidak adil.  Keadilan itu menjadi penting bukan dimulai pada waktu anda 
masuk fakultas hukum tapi dimulai pada waktu pertama kali merasa hak asasi 
anda diganggu.  Anak kecil tidak mengharuskan ibunya cantik, ia juga tidak 
mencela jika ayahnya miskin.  Yang dituntut oleh anak bukanlah uang atau 
rumah yang besar tetapi keadilan.  Orang tua yang adil tidak akan pernah 
disesali oleh anaknya.  Ketidakadilan yang terus-menerus akan mengakibatkan 
ledakan yang besar di antara manusia itu sendiri.
 
Memang tak mungkin kita bisa menghapus perbedaan antara kaya dan miskin.  
Tetapi bisakah kita mempunyai sikap dan kelakuan yang sama terhadap orang 
yang berbeda status sosial?  Bisakah kita menghormati orang yang miskin, sama 
seperti orang yang kaya?  Antar lapisan masyarakat perlu keadilan.  
Mengusahakan untuk menjadikan orang lain sama rata secara materi sulit untuk
kita lakukan, namun satu sikap yang harus kita bina adalah sikap menilai 
orang lain sama rata terhadap setiap orang tanpa memandang kaya-miskin.  
Yesus Kristus tidak pernah menghina atau menolak orang berdosa yang datang 
kepadaNya, Ia memperlakukan mereka sebagai manusia, bukan sebagai yang sakit 
ataupun yang miskin.  Memperlakukan sesama manusia dengan sikap keadilan 
inilah kehendak Allah.  Lakukanlah apa yang kau ingin orang lain lakukan 
kepadamu, ini perkataan Kristus.  Jangan lakukan apa yang kau tidak ingin 
agar orang lain lakukan kepadamu, ini perkataan Konfusius.  Etika Kristen 
jauh lebih dinamis, inisiatif, dan lebih aktif dibandingkan dengan etika dari 
Konfusius.  Anak Allah memberikan suatu pengajaran yang adil antar manusia.
 
2.  MENARUH BELAS KASIHAN
 
Ada begitu banyak orang yang pandai tetapi hanya sedikit orang yang agung.  
Apakah gunanya jika kita mempunyai otak yang pintar tetapi mempunyai hati 
yang dingin?  Apakah gunanya jika kita mempunyai pengetahuan yang banyak 
tetapi egois?  Apakah gunanya jika kita mengenal seluruh hukum tetapi kita 
sengaja melanggar hukum?  Apakah gunanya kita mengetahui bahwa kita harus 
mencintai sesama manusia tetapi kita membuntukan perasaan kita untuk 
mencintai?  Kehendak Allah untuk seluruh umat manusia adalah berbelas 
kasihan.  Mempunyai persamaan perasaan.  Waktu orang lain sakit atau 
menderita kesusahan, kita juga merasakan hal yang sama seperti mereka, itulah 
yang disebut berbelas kasihan, dan ini hampir tidak mungkin diterima dalam 
sistem pendidikan masa kini.  Dunia sekarang makin mengandalkan sistem-sistem 
yang tidak lagi menggali potensi manusia melainkan mengandalkan 
potensi-potensi di luar manusia.
 
Manusia makin kurang mempunyai COMPASSION, belas kasihan.  Apakah kita masih 
mempunyainya?  Tak ada orang yang celaka karena menolong orang lain.  Kalau 
ada orang yang celaka secara jasmani karena menolong orang lain, berarti 
seluruh berkatnya akan ditumpuk di sorga bagi orang itu.  Tak ada orang yang 
menolong orang sampai akhirnya mereka sendiri tidak ditolong oleh Tuhan, itu 
tidak mungkin.  Tolonglah orang lain, milikilah belas kasihan.  Kadang-kadang 
ada orang-orang tertentu yang mengetahui bahwa orang Kristen mempunyai hati 
yang baik dan mereka sengaja mencari orang Kristen yang baik untuk ditipu.  
Lebih baik sepuluh kali ditipu tetapi dua kali menjalankan kehendak Tuhan, 
daripada dua belas kali kesempatan tidak pernah dipergunakan melakukan 
kehendak Tuhan.  Orang yang agung adalah orang yang pada waktu matinya 
dihantar oleh air mata banyak orang.  Dalam keempat Injil, Yesus Kristus 
dicatat sepuluh kali berbelas kasihan terhadap orang lain.  Yesus mengasihani 
orang lain.  Yesus tidak menghiraukan diri dan kedudukanNya di sorga, tetapi 
Ia terus memikirkan orang lain yang menderita.  Orang yang mengesankan adalah 
orang yang pada waktu anda menderita, ikut sama-sama merasakan penderitaan 
anda.
 
3. DENGAN RENDAH HATI BERJALAN DENGAN TUHAN
 
Jikalau kita tidak mengerti bagaimana Allah rela merendahkan diri, tak 
mungkin kita berjalan dan bersehati dengan Tuhan kita.  Pengertian inkarnasi 
dan pengorbanan diri menjadi titik awal kita bisa dengan rendah hati berjalan 
bersama Tuhan.
 
        

--
torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
SPECTROX SYSTEMS +1.408.252.1005  Silicon Valley, Ca




From juri@vms.macc.wisc.edu Tue Jul 13 16:46:41 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA09888; Tue, 13 Jul 93 16:46:40 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 13 Jul 93 16:39 CDT
Received: from maunakea.Data-IO.com by wigate.nic.wisc.edu;
          Tue, 13 Jul 93 16:39 CDT
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com) by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1)
          id AA22509; Tue, 13 Jul 93 14:40:24 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA06444;
          Tue, 13 Jul 93 14:40:22 PDT
Message-Id: <9307132140.AA06444@dazix.Dataio>
Date: Tue, 13 Jul 93 14:40:22 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: kotbah S Tong
To: fica-net@macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: RO




                         Menghadapi Penganiayaan
                                    
                                    
                          Pdt. Dr. Stephen Tong
                                    
                                    
                                    
 
Yohanes 16:1-8
 
          Bertekun
 
     "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan
menolak Aku.  Kamu akan dikucilkan bahkan akan datang saatnya bahwa
setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti
bagi Allah.  Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal
baik Bapa maupun Aku.  Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya
apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya
kepadamu."
 
          Pekerjaan Penghibur
 
     "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku
masih bersama-sama dengan kamu, tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang
telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya
kepadaKu: Kemana Engkau pergi?  Tetapi karena Aku mengatakan hal itu
kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.  Sebab jikalau
Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau
Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.  Dan kalau Ia datang, Ia akan
menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
 
 
 
Yohanes 14, 15, dan 16 merupakan tiga pasal terakhir yang mencatat
sebelum Kristus naik ke atas kayu salib.  Isinya adalah Yesus
mempersiapkan hati para murid-Nya sampai matang, barulah Ia memberikan
lagi wahyu yang paling dalam.
 
     Dalam Yohanes 16, Yesus berkata: "Aku mengatakan semua hal ini
kepadamu, agar engkau jangan jatuh."  Istilah "agar engkau jangan jatuh"
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: "Supaya kamu jangan
kecewa dan menolak Aku."  Yesus sebenarnya tidak perlu takut jika orang
menolak Dia; arti yang sebenarnya dalam perkataan Tuhan di sini adalah:
Yesus memperingatkan kalau-kalau murid-murid-Nya akan menyangkal Dia.
Barangsiapa menyangkal Kristus, orang itu tidak pernah membuang Kristus,
tetapi mereka membuang diri sendiri.
 
     Orang yang berjalan dalam perjalanan sorgawi bisa saja jatuh,
menyeleweng, tidak bangun kembali, dan bisa gagal.  Ada orang Kristen
yang baru mengalami sedikit kesulitan seperti yang dialami Yohanes
Pembaptis.  Yesus tidak menjawab pertanyaan murid-murid Yohanes Pembaptis
itu dengan jawaban langsung, ataupun menginsyafi hal itu sebagai sesuatu
yang Ia lalai lakukan.  Ia mengatakan:  "Beritahu kepada Yohanes bahwa
kepada orang miskin sudah dikabarkan Injil, kepada orang yang tertawan,
sudah dibebaskan; orang yang mati sudah dibangkitkan, orang yang timpang
sudah berjalan, orang yang buta sudah terbuka matanya."  Kalimat-kalimat
seperti ini adalah kalimat yang tidak diharapkan oleh murid-murid Yohanes
Pembaptis, karena mereka bukan ingin mengetahui hal itu.  Tetapi Yesus
Kristus tidak bisa hanya menyenangkan ambisi dan nafsu daripada
pendengar.  Yesus menjawab: "Untuk membuktikan kalau Aku adalah Kristus,
maka yang Kulakukan bukanlah melepaskan Yohanes Pembaptis menurut
kemauannya, tapi seperti yang dikatakan oleh taurat dan kitab para nabi,
maka pada waktu kedatangan Mesias, Dia akan membangkitkan orang mati,
menjadi terang bagi orang kafir dan Dia akan menyembuhkan orang sakit dan
pelayanan lainnya."  Bukti sudah ada, tinggal mau menerima atau tidak.
Yesus membiarkan Yohanes Pembaptis dipenjara dan dipenggal kepalanya.
Kalau demikian, apakah Allah itu Mahakuasa?  Kalau Allah itu Mahakuasa,
bagaimana cara Allah yang Mahakuasa bertindak terhadap manusia?
Seseorang berdoa dan mengatakan bahwa Allah itu Mahakuasa, dan itu
sebabnya ia menuntut Kemahakuasaan Allah dinyatakan menurut mahakuasa
diri manusia.  Yesus menambahkan satu kalimat lagi: "Berbahagialah mereka
yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."  Jalanilah hidup sebagai
orang Kristen dengan baik, jangan jatuh.  Mudah bagi kita untuk
mengatakan bahwa kita rela mati bagi Tuhan; tetapi mudahkah untuk hidup
bagi Tuhan, melayani Tuhan seumur hidup?  Janganlah mengira kalau anda
mengira kalau anda menjadi orang Kristen, maka setiap hari anda akan
terus tersenyum sampai mulutnya tidak bisa anda tutup.  Jangan kira
menjadi orang Kristen itu bersantai-santai.  Alkitab mengatakan: "Kamu
akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa orang yang membunuh
kamu akan menyangka bahwa mereka beribadat kepada Allah."  Orang-orang
yang berbuat kejahatan terhadap pengikut Tuhan adalah orang-orang yang
tidak mengenal baik Bapa dan Tuhan Yesus Kristus Anak-Nya.  Kita tidak
minta kepada Tuhan supaya Ia meniadakan penganiayaan, karena Tuhan sudah
mengatakan bahwa setiap orang yang mengikut Dia akan menemui
penganiayaan.  Jikalau kita mendapatkan kesulitan-kesulitan akan hari
depan, janganlah heran, karena Yesus sudah mengatakannya.
 
     Apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya, terjadi tak lama
kemudian, Saulus membunuh dan memenjarakan orang Kristen, menangkap dan
menganiaya orang Kristen serta menganggap dirinya melayani Allah.
Alkitab sudah menulis hal ini, dan ini akan terjadi di seluruh dunia.
Tuhan tidak buta, Ia adalah Allah yang mengetahui siapa yang mencintai-
Nya.  Yesus berkata: "Mereka mengira bahwa mereka beribadat kepada Allah,
tetapi sebenarnya mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku."  Dan "Aku
sudah mengatakan hal ini kepada kamu supaya bila saatnya tiba, kamu
jangan jatuh; tetapi sesudah kamu tahu, kamu akan susah karena hal itu."
Beberapa kali Tuhan mengatakan bahwa pengikut-Nya akan susah, sedih,
cemas, dan penuh dengan kesedihan, tapi ada sukacita yang penuh yang
Tuhan sediakan, ini adalah suatu paradoks.
 
     Yesus mengatakan:  "Dulu hal ini tidak pernah Kukatakan kepadamu,
tetapi sekarang karena Aku akan pergi, hal ini Kukatakan kepadamu."  Ini
adalah hal yang paling heran, karena pada waktu bersama murid-murid-Nya,
Yesus tidak berbicara dan setelah akan meninggalkan mereka, Ia mengatakan
hal-hal yang paling penting dan kritis.  Bukankah jika Kristus ada
bersama-sama mereka, Ia akan sanggup menyertai mereka jika penganiayaan
tiba?  Justru waktu Yesus mau pergi, Ia mengatakan perihal penganiayaan.
Ia mengatakan: "Adalah lebih berfaedah bagimu jika Aku pergi, karena
jikalau Aku tidak pergi, Penghibur yaitu Roh Kudus tidak akan datang
kepadamu."  Tidak berfaedah bagi kita jikalau Ia terus menerus
bersama-sama dengan kita secara lahiriah dan lebih berfaedah bagi kita
jika Ia pergi, karena ada rencana Allah yang memberikan faedah lebih
besar daripada cara kita berpikir.  Yesus Kristus yang mengambil rupa
seorang manusia yang bisa dilihat dan bersama-sama secara lahiriah, hanya
ada tiga puluh tiga setengah tahun di dalam sejarah, tetapi Kristus yang
secara rohaniah dan tidak kelihatan, melalui kehadiran Roh Kudus, akan
selalu bersama-sama dengan kita sepanjang masa.  Ini adalah satu rencana
Allah Tritunggal untuk membuka satu era yang baru, masanya Roh Kudus akan
datang.  THE TIME OF THE HOLY SPIRIT, THE THIRD PERSON OF THE TRIUNE GOD
WILL BE HERE.  Yesus akan pergi dan akan mengutus Roh Kudus turun ke
dunia (Yoh 16:8).
 
     Seorang yang bernama Josephus menulis sejarah orang Yahudi pada
abad-abad pertama.  Dalam bukunya, ia menyatakan keheranan yang amat
besar melihat orang-orang Kristen yang dianiaya dan dibuang ke mulut
singa.  Mereka bukan saja tidak takut, mereka begitu tenang, menyanyi
pujian kepada Tuhan.  Josephus adalah seorang Yahudi, dan ia mengetahui
bahwa semua orang Yahudi benci kepada Yesus serta menganggap bahwa Yesus
itu bukanlah Mesias dan memakukan-Nya di atas kayu salib.  Tetapi ada
pula sebagian orang Yahudi yang percaya kepada Yesus sebagai Allah yang
datang kepada manusia serta bangkit pula dari kematian.  Josephus menulis
dalam bukunya bahwa orang-orang Kristen mau mati bagi Yesus.  Nero
membakar kota Roma karena kota itu teramat padat, sulit, macet, dan
miskin dan ia hendak membangun kota Roma yang baru dan indah dengan
arsitektur Yunani yang besar.  Akhirnya setelah membuat rencana, ia
memutuskan untuk memfitnah orang-orang Kristen sebagai orang yang
melakukan pembakaran kota Roma, agar ia sendiri bebas dari tuduhan dan
tidak dimusuhi rakyat.  Hal ini terjadi kira-kira 60 tahun AD.
 
     Semua ini terjadi, dan Tuhan Yesus sudah mengatakan hal itu
sebelumnya.  Hal ini bukan karena Tuhan merencanakan yang buruk bagi
orang Kristen, tapi Tuhan memberikan pengertian kepada setiap orang yang
mau mengikut Dia, bahwa penganiayaan akan datang melanda mereka.  Mereka
menganiaya orang Kristen, karena mereka tidak mengenal Bapa dan tidak
mengenal Yesus Kristus.  Demikianlah di antara orang Kristen zaman itu,
mereka dibunuh sampai mati, ada yang digantung di atas kayu, lalu dibakar
sampai mati, di antaranya seseorang yang bernama Polikarpus yang mati
sebagai martir pada abad kedua.  Orang yang akan melemparkan api ke atas
tumpukan kayu di mana Polikarpus diikat dan siap dibakar, menyuruhnya
mengutuk Yesus dan dengan demikian Polikarpus akan bebas dari hukuman
mati.  Semua orang di bawah, baik yang melawan maupun yang menjadi
sahabatnya mengelilingi dan melihat Polikarpus.  Tapi Polikarpus menjawab
orang itu: "Saya tidak mungkin mengatakan kalimat seperti itu, karena
selamat 84 tahun, Tuhan begitu baik kepada saya.  Saya hanya memuji
Tuhan.  Silakan melempar api ke kayu, saya bersedia bertemu dengan Tuhan,
dan Tuhan akan menerima saya."  Tidak lama kemudian, mereka memaki-maki
dia, mentertawakan dia lalu melemparkan api membakarnya.  Di dalam asap
yang membumbung, terdengarlah Polikarpus tetap memuji Tuhan dan meminta
Tuhan menerima jiwanya.  Itulah semangant kekristenan dari abad ke abad,
sampai sekarang.  Ini terjadi karena Roh Kudus mendampingi seseorang,
memberikan kekuatan kepada seseorang untuk tetap mempunyai kemuliaan yang
luarbiasa di dalam menghadapi penganiayaan.
 
     Kalau orang memuji Tuhan karena memperoleh berkat materi yang
banyak, itu tidak heran.  Tapi pada waktu orang dianiaya, dibunuh, dan
mendapatkan kesulitan yang besar dan tetap memuji Tuhan, kita harus
memperhatikan: itulah iman yang sejati.  Kiranya Roh Kemuliaan memenuhi
hati kita masing-masing dan kita datang kepada Tuhan untuk mengkoreksi
motivasi kita di hadapan Tuhan.  Amin.
 
 
 

torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)




From juri@vms.macc.wisc.edu Tue Aug 31 16:44:59 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA28942; Tue, 31 Aug 93 16:44:55 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 31 Aug 93 16:34 CDT
Received: from maunakea.Data-IO.com by wigate.nic.wisc.edu;
          Tue, 31 Aug 93 16:33 CDT
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com)
          by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1mk2) id AA08461;
          Tue, 31 Aug 93 14:33:00 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA24324;
          Tue, 31 Aug 93 14:33:02 PDT
Message-Id: <9308312133.AA24324@dazix.Dataio>
Date: Tue, 31 Aug 93 14:33:02 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: kotbah STong
To: fica-net@macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: RO


----- Begin Included Message -----

>From daemon@anon.penet.fi Fri Aug 20 09:46:22 1993
To: nursalim@dazix.Data-IO.COM
From: an25971@anon.penet.fi
X-Anonymously-To: nursalim@dazix.data-io.com
Organization: Anonymous contact service
Reply-To: an25971@anon.penet.fi
Date: Fri, 20 Aug 1993 16:42:04 UTC
Subject: Penilaian Yang Adil Terhadap Anak Allah Yang Tunggal (Kotbah S. Tong)
Content-Length: 43412




          Penilaian Yang Adil Terhadap Anak Allah Yang Tunggal
                                    
                                    
                          Pdt. Dr. Stephen Tong
                                    
                                    
                                    
Yohanes 7:19-52
 
     Bukankah Musa  yang telah  memberikan hukum  Taurat kepadamu?  Namun
tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu.  Mengapa
kamu  berusaha  membunuh  Aku?"    Orang  banyak  itu  menjawab:  "Engkau
kerasukan setan;  siapakah yang  berusaha membunuh  Engkau?"  Jawab Yesus
kepada mereka:  "Hanya satu perbuatan yang Kulakukan dan kamu semua telah
heran.  Jadi: Musa menetapkan supaya kamu bersunat - sebenarnya sunat itu
tidak berasal dari Musa, tetapi dari nenk moyang kita - dan kamu menyunat
orang pada  hari Sabat!   Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat,
supaya jangan  melanggar hukum  Musa, mengapa kamu marah kepadaKu, karena
Aku  menyembuhkan   seluruh  tubuh   seorang  manusia  pada  hari  Sabat.
Janganlah menghakimi  menurut apa  yang nampak,  tetapi hakimilah  dengan
adil."

     Pertentangan tentang asal Yesus
 
     Beberapa orang  Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau
bunuh?   Dan lihatlah,  Ia berbicara  dengan  leluasa  dan  mereka  tidak
mengatakan apa-apa kepadaNya.  Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah
tahu, bahwa  Ia adalah  Kristus?  Tetapi tentang orang ini kita tahu dari
mana asalNya."   Waktu  Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang
Aku kamu  kenal dan  kamu tahu  dari mana  asalKu; namun Aku datang bukan
atas kehendakKu sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak
kamu kenal.   Aku  kenal Dia,  sebab Aku  datang dari Dia dan Dialah yang
mengutus Aku."
     Mereka berusaha  menangkap Dia,  tetapi tidak  ada  seorangpun  yang
menyentuh Dia, sebab saatNya belum tiba.
     Tetapi di  antara orang  banyak itu  ada banyak  orang yang  percaya
kepadaNya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan
mengadakan lebih  banyak mujizat  dari pada  yang telah diadakan oleh Dia
ini?"   Orang-orang Farisi mendengar orang banyak membisikkan hal-hal itu
mengenai Dia,  dan karena  itu imam-imam  kepala dan  orang-orang  Farisi
menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkapNya.  Maka kata Yesus:
"Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan
pergi kepada  Dia yang telah mengutus Aku.  Kamu akan mencari Aku, tetapi
tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di
mana Aku  berada."   Orang-orang Yahudi  itu berkata  seorang kepada yang
lain: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan
Dia?   Adakah  maksudNya  untuk  pergi  kepada  mereka  yang  tinggal  di
perantauan, di  antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani?  Apakah
maksud perkataan  yang diucapkanNya  ini:   Kamu akan mencari Aku, tetapi
kamu tidak  akan bertemu  dengan Aku,  dan:   Kamu tidak  dapat datang ke
tempat di mana Aku berada?"

     Air sumber hidup
 
     Dan pada  hari terakhir,  yaitu  pada  puncak  perayaan  itu,  Yesus
berdiri dan  berseru: "Barangsiapa  haus, baiklah  ia datang kepadaKu dan
minum!   Barangsiapa percaya  kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab
Suci: Dari  dalam hatinya  akan mengalir  aliran-aliran air hidup."  Yang
dimaksudkanNya ialah  Roh yang  akan diterima  oleh mereka  yang  percaya
kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
     Beberapa  orang   di  antara   orang   banyak,   yang   mendengarkan
perkataan-perkataan itu,  berkata: "Dia  ini benar-benar  nabi yang  akan
datang."   Yang lain  berkata: "Ia  ini Mesias."   Tetapi  yang lain lagi
berkata: "Bukan,  Mesias tidak  datang dari  Galilea!   Karena Kitab Suci
mengatakan, bahwa  Mesias berasal  dari keturunan  Daud dan  dari kampung
Betlehem, tempat  Daud dahulu  tinggal."   Maka timbullah pertentangan di
antara orang  banyak karena  Dia.   Beberapa orang  di antara  mereka mau
menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuhNya.
 
     Yesus dibela oleh Nikodemus
 
     Maka  penjaga-penjaga   itu  pergi   kepada  imam-imam   kepala  dan
orang-orang Farisi,  yang berkata  kepada  mereka:  "Mengapa  kamu  tidak
membawaNya?"   Jawab penjaga-penjaga  itu:  "Belum pernah seorang manusia
berkata seperti  orang itu!"  Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka:
"Adakah kamu  juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin
yang percaya  kepadaNya,  atau  seorang  di  antara  orang-orang  Farisi?
Tetapi orang  banyak ini  yang tidak  mengenal hukum  Taurat, terkutuklah
mereka!"   Nikodemus, seorang  dari  mereka,  yang  dahulu  telah  datang
kepadaNya, berkata  kepada mereka:  "Apakah hukum  Taurat kita  menghukum
seseorang, sebelum  ia didengar  dan sebelum  orang mengetahui  apa  yang
telah dibuatNya?"   Jawab  mereka: "Apakah  engkau  juga  orang  Galilea?
Selidikilah Kitab  Suci dan  engkau akan  tahu bahwa  tidak ada nabi yang
datang dari Galilea."
 
 
                                  *****


     Dalam  Injil  Yohanes  pasal  7  kita  melihat  proses  mental  dari
orang-orang mental  dari orang-orang yang telah membentuk suatu bendungan
melalui sistem  tertutup terhadap  Yesus Kristus  sehingga  mereka  sulit
menilai Yesus  secara adil.   Ini  adalah  satu  hal  yang  paling  sulit
diterobos oleh  manusia setelah  Adam jatuh  dalam dosa.  Kita memerlukan
sistem, suatu  program, suatu  bendungan dalam  pikiran.  Konsep itu yang
memungkinkan kita  untuk mempunyai satu penilaian, selalu membekukan kita
dari  pada  kemungkinan  menerima  sesuatu  hal  yang  baru  dari  Tuhan.
Akibatnya adalah  kita mengurung  diri di  dalam  segala  hal  yang  kita
pelajari, miliki,  pikirkan, yang  telah menjadi  kristalisasi  di  dalam
pikiran kita  dan menghambat kita untuk menerobos dan mengerti yang lebih
indah, yang  belum pernah  kita alami.   Ini merupakan satu hal juga yang
kita lihat  dalam gejala  agama dan kebudayaan.  Agama dan kebudayaan itu
penting.  Agama merupakan satu usaha yang agung dari manusia.  Kebudayaan
adalah satu  tumpukan sistem  nilai yang  begitu agung  dan terhormat  di
dalam hidup manusia.
 
     Apa sebabnya  dalam agama  dan kebudayaan yang paling agung, di sana
juga ada  orang yang  melawan Tuhan  Yesus dengan  keberanian  yang  luar
biasa?     Karena  sistem-sistem   eksklusif  ini  mengakibatkan  manusia
mengambil tindakan  dan tindakan  itu dituarakan  dengan cara  yang  saya
sebut sebagai penilaian yang tidak adil.  Penilaian yang tidak adil telah
sering terjadi dan terulang terus menerus oleh kita, baik dalam kehidupan
sehari-hari maupun  dalam kesempatan-kesempatan  tertentu.   Setiap  hari
kita menilai  orang, kita menilai diri bahkan kita menilai segala sesuatu
yang telah  Tuhan berikan  dan paparkan  di hadapan kita dengan penilaian
yang tidak adil.
 
     Dalam bagian  ini Yesus Kristus berkata kepada musuh-musuhNya dengan
nasehat yang  indah, "Jangan  menilai seseorang  secara lahiriah,  tetapi
nilailah seseorang  dengan adil."   Yang  berjiwa agung  bisa saja berada
dalam wajah  yang buruk.   Banyak  pula orang berjiwa buruk sekali berada
pada wajah  yang cantik.  Jangan kita terjebak pada penglihatan lahiriah.
Di Yunani,  ada satu  pepatah mengatakan,  "Sokrates bermuka badut tetapi
berjiwa seorang  dewa."   Kalimat ini  menunjukkan penilaian  yang kurang
tepat.  Sokrates mempunyai muka seperti badut, jelek, dan memiliki hidung
yang ukurannya  lain dari  pada yang  lain.   Tetapi  ia  mempunyai  jiwa
seperti dewa,  sangat agung.   Kalau  jiwa yang  agung tersimpan di dalam
tubuh yang  jelek, lalu  apakah kita  menolak jiwa  yang agung itu?  Yang
rugi bukan  dia, yang  rugi adalah  kita.   Alkitab  mengatakan,  "Jangan
sembarangan menolak  tamu, karena mungkin tamu yang berkunjung ke rumahmu
adalah malaikat-malaikat  yang diutus  Tuhan."   Artinya adalah janganlah
kita  dijerat   oleh  yang  saya  sebut  sebagai  sistem  tertutup  yaitu
memberikan penilaian yang tidak adil.
 
     Paulus berkata  dalam II  Kor 2, "Kami dahulu pernah menilai Kristus
secara lahiriah  tetapi sekarang tidak lagi."  Di sini ada satu kemajuan,
dulu melihat  sesuatu hanya  dari luarnya  tetapi tidak  melihat yang  di
dalam.   Banyak buah  yang dijual dari luar ternyata isinya busuk.  Orang
telah terlatih  untuk berpura-pura  dan menghias,  untuk menjadikan  diri
mempunyai dua  karakter.   Di luar indah, di dalam tidak.  Karena manusia
mempunyai kebiasaan  demikian, maka  kita sendiri harus hati-hati menilai
orang lain.
 
     Dalam Injil  Yohanes  proses  konsep  orang  Yahudi  terhadap  Yesus
Kristus terbentuk  secara perlahan-lahan.   Sampai  pada satu saat mereka
mau atau  tidak mau  harus membunuh  Yesus.  Sampai pada satu saat mereka
tidak mungkin lagi melihat keindahan Kristus, kelurusan, dan keadilanNya.
Karena waktu melihat Yesus yang adil, mereka memakai kacamata tidak adil.
Waktu mereka  melihat Yesus  yang indah,  mereka  telah  dicemari  dengan
kacamata yang  tidak indah.   Waktu  mereka melihat  Kristus  yang  suci,
mereka memandang  dengan kacamata yang najis, sehingga tidak mungkin lagi
mengenal Yesus.   Pada  waktu seseorang di dalam penilaian terhadap Yesus
Kristus dicemari  oleh EXCLUSSIVENESS  ini sampai langkah terakhir.  WHEN
YOU MAKE  DECISION TO  THROW OUT JESUS, THAT MEANS YOU ARE THROWN AWAY BY
JESUS.   Pada satu  hari saudara  mengatakan, "Saya tidak mau Yesus, saya
menolak Dia."   Saat  itu saudara  sedang  membuang  diri  saudara  untuk
selama-lamanya.    Saudara  membuang  hak  saudara,  hak  istimewa  boleh
berkenalan dengan Yesus Kristus.

     Apakah yang  menjadikan kita  menilai orang  lain secara tidak adil?
Karena konsep-konsep  a priori  yang  ada.    Dalam  filsafat  ada  suatu
istilah, yang  satu disebut  A PRIORI, yang satu lagi disebut A POSTEORI.
A PRIORI   itu  berasal dari  bahasa Latin,  yang  dalam  bahasa  Inggris
menjadi prior.   A  PRIORI berarti semacam asumsi atau konsep praanggapan
sebelum mengadakan  suatu eksperimen  atau mempunyai  pengalaman  apapun.
THE PRESUPPOSITION  AS AN  INSTINCTIVE BELIEVE WITHOUT ANY EXPERIMENT AND
ANY EXPERIENCE.   Tanpa  eksperimen dan  tanpa pengalaman hanya mempunyai
INSTINCT  JUDGMENT,   penilaian  yang  bersifat  intuitif,  lalu  saudara
mengatakan, "Ini  benar.  Itu tidak benar."   Itu disebut a priori.  Saya
tidak bermaksud  mengatakan a  priori itu  salah, namun  saya juga  tidak
mengatakan a  priori itu  pasti benar.   Tetapi  ada orang yang mempunyai
intuisi yang  kuat sekali.   Istilah  A POSTEORI  berarti suatu pendapat,
suatu penilaian atau suatu keputusan yang diambil setelah mengalami suatu
eksperimen  dan  pengalaman.    Setelah  menyelidiki,  mengumpulkan  data
barulah mengatakan  suatu pendapat.   Banyak orang yang kurang pengalaman
dalam hidup  ini selalu  memakai intuisi  dan subjektivitas untuk menilai
segala sesuatu.   Begitu  banyak hal-hal  yang indah  dianggap jelek  dan
hal-hal yang  jelek dianggap  indah.   Hal-hal yang salah dianggap benar.
Penilaian terhadap orang lain selalu diganggu oleh subjektivitas.
 
     Jadi kita  harus bersandar  pada Tuhan  di dalam  mengenal orang dan
mengenal diri,  di dalam  menanggapi segala sesuatu, karena ini merupakan
suatu hal  yang sangat  berbahaya.  Namun bahaya ini belum sebesar bahaya
waktu saudara  salah menilai  Yesus Kristus.   Pada waktu saudara bertemu
dengan  Kristus   dan  menilai   Kristus  bukan  dalam  hal  untung  rugi
kebahagiaan dalam  kesementaraan.   Tetapi menyangkut  hidup  kekal  atau
binasa selama-lamanya.   Itu sebab terhadap Kristus, bagaimanakah saudara
menilai Dia?   Terhadap  Kristus patokan apakah yang saudara miliki untuk
menilai Dia?
 
     Dalam ayat  yang kita baca, kita telah melihat beberapa pikiran yang
telah terpendam  dan telah tertanam dalam pikiran orang Yahudi.  Beberapa
macam pikiran  ini telah  menjadi a  priori mereka  sehingga  pada  waktu
mereka melihat  Yesus, mereka  mau atau  tidak telah  dipengaruhi oleh  a
priori mereka  itu.   Mereka mempunyai  satu  pikiran  yang  tersimpulkan
Kristus tidak  mungkin diketahui  dari mana  Dia berasal.  Kalau tahu Dia
dari mana  pasti Dia  bukan Kristus.   Saya ulangi lagi, mereka mempunyai
ASUMSI PERTAMA,  satu a priori bahwa KRISTUS TIDAK MUNGKIN DIKETAHUI DARI
MANA ASALNYA.   Jika ada seseorang yang bisa diketahui asal usulnya, maka
orang itu  pasti bukan  Kristus.   Apakah konsep  ini benar?   Konsep ini
tidak benar, karena dalam pasal ini saja kita melihat timbul perselisihan
mengenai konsep  ini.   Satu orang mengatakan, "Kita tidak tahu dari mana
ia datang.   Karena kita tidak tahu asal usul Dia maka pasti Dia Kristus.
Lalu yang  lain mengatakan,  "Ya kita tahu Dia dari mana, yaitu Galilea."
Yang lain  mengatakan, "Kristus  tidak  mungkin  dari  Galilea.    Mesias
seharusnya bukan  dari Galilea  tetapi dari  Betlehem."  Kalau Yesus dari
Betlehem berarti  Dia dari  keturunan Daud,  kalau Yesus  keturunan  Daud
mungkin Dia  adalah Mesias  tetapi Kristus  tidak boleh diketahui asalNya
dari mana.   Kalau  demikian bukankah  ada kontradiksi  di antara  mereka
sendiri?   Kalau mereka  mengatakan, "Kita  tahu Dia dari Galilea, karena
diketahui, maka  Ia bukan Kristus."  Yang lain mengatakan, "Kristus harus
dari Betlehem.   Berarti  satu pihak boleh diketahui, di lain pihak tidak
boleh diketahui.   Ini  merupakan kontradiksi  sendiri dalam diri mereka,
namun mereka tidak menyadari hal itu.
 
     Asumsi yang  kedua dari  mereka adalah  bila Kristus  datang,  pasti
melakukan banyak  mujizat.   Dari mana  kita mengetahui  hal ini?  Karena
dalam pasal  ini dikatakan,  "Kalau Mesias datang mungkinkah Ia melakukan
mujizat yang lebih banyak dari pada Yesus ini?  Kalau demikian, Dia pasti
Mesias, tidak ada yang lain."  Periode mencari teman hidup adalah periode
yang kritis  dalam hidup  kita.   Setelah mendapatkan  yang dirasa cocok,
masih ada  kemungkinan menemukan  yang lebih  cocok.   Sampai  tiba  pada
perbandingan maksimal  ini, sesuatu  yang kita temukan kita anggap itulah
finalnya.   Tetapi dimana final itu?  Ini merupakan suatu hal yang sangat
progresif sehingga  kita  tidak  mungkin  mengambil  keputusan  terakhir.
Sulit menetapkan kapan yang sungguh-sungguh menjadi akhir.
 
     Mereka memikirkan  kalau Kristus  datang,  mungkinkah  lebih  banyak
mujizat yang  dilakukan kalau  dibandingkan dengan  Yesus?   Kalau  tidak
berarti inilah  akhirnya Kristus  yang harus  kita terima.   Tetapi sikap
penilaian yang  kedua ini juga bisa menimbulkan bahaya yang besar.  kalau
kita menerima  Kristus, terimalah  sebagai yang  akhir, yang  final, yang
mutlak, yang  tidak memiliki kemungkinan dilampaui lagi.  Ini memang satu
konsep yang  benar.   Tetapi siapakah  Dia, siapakah  yang final?   Dalam
apologetika ada satu tema penting, disebut THE FINALITY OF CHRIST berarti
dalam diri  Kristus ada  satu sifat  final yang  tidak mungkin  dilampaui
lagi.   Dalam Kristus  ada satu  kemutlakan yang  tidak mungkin  dilewati
lagi.   Di dalam diri Kristus ada satu sifat kesempurnaan, tidak ada lagi
yang  lebih   sempurna  dari   pada  Dia.    Kalau  kita  mengenal  sifat
kesempurnaan, sifat  final dari  Kristus, sekarang saya mau tanya, konsep
dan ukuran  final di  dalam dirimu  itu dari  mana?   Saya kira  ayat ini
sangat baik,  berlainan dengan kalimat lain yang diucapkan Yesus Kristus.
Pada waktu  Ia mengatakan,  "Sesungguh-sungguhnya Aku  berkata  kepadamu,
engkau datang kepadaKu bukan karena mujizat tetapi karena roti."  Di sini
Yesus membedakan orang yang menerima bahagia, keuntungan, dan faedah dari
perbuatan mujizat Tuhan Yesus dengan mereka yang datang karena mujizat.
 
     Betapa banyak  orang datang  hanya karena  ingin mendapat keuntungan
dari Tuhan  Yesus.  Tuhan diperalat, kalau telah memperoleh sesuatu, lalu
Tuhan yang dibuang.  Tetapi ada orang yang tidak demikian.  Pekerjaan ini
adalah tanda  mujizat Allah,  karena mujizat ini maka saya beriman kepada
Dia.   Mementingkan mujizat  bukan memntingkan  keuntungan dari  mujizat.
Jikalau Kristus  datang mungkinkah  melakukan mujizat  lebih banyak  dari
pada Yesus ini?
 
     Asumsi ketiga.   Pada hari terakhir di dalam Bait Allah di Yerusalem
Yesus berteriak,  "Barangsiapa yang  percaya kepada Dia dari padanya akan
mengalir air  hidup."  Ia menggambarkan Roh Kudus akan turun pada mereka.
Setelah ada  orang mendengar,  mereka langsung menjawab, "Nah inilah nabi
itu, inilah Kristus."  Berarti mereka mengaitkan Kristus dengan pemberian
Roh Kudus.   Orang-orang  semacam ini  mempunyai  pengertian  tersendiri.
Dalam buku  Yoel  dikatakan,  "Pada  akhir  RohKu  akan  mengurapi  semua
anak-anak, RohKu  akan memenuhi  engkau dan  seluruh orang yang bernafas,
mereka akan  dipenuhi  Roh  Suci,  mereka  akan  bernubuat,  mereka  akan
mengatakan kalimat-kalimat  dari Tuhan."    Kalimat-kalimat  semacam  ini
berarti, pada  hari yang  akan  datang  pada  masa  akhir  ada  Roh  yang
diturunkan.   Tetapi siapakah  yang  menurunkan  Roh  itu?    Siapa  yang
mempunyai kuasa yang begitu besar?  Jikalau nabi-nabi mempunyai Roh Kudus
di dalam  diri mereka  sepenuhnya.   Tetapi siapakah  di antara nabi-nabi
yang bisa membagikan RohNya pada orang lain?
 
     Pada hari  terakhir, Elia bertanya kepada Elisa sebelum dia diangkat
ke sorga,  "Sekarang di  tengah-tengah  perpisahan,  engkau  boleh  minta
kepadaku, apa  yang kau  minta?"   Waktu Elisa diberikan kesempatan minta
sesuatu, dia  langsung minta  sesuatu yang  tidak mungkin  diberikan oleh
orang  yang   memberikan  janji   itu.     "Saya  mau   Roh  yang  pernah
menggerakkanmu itu  dua kali  lipat."   Elia kaget,  yang itu  tidak bisa
diberikannya.  Kuasa itu dari Tuhan.  Elisa minta Roh Kudus, tetapi dapat
jubah.  Apa artinya Roh Kudus ada dalam jubahnya?  Nanti kalau Elisa yang
memakai, akan  ada Roh  Kudus?  Tidak.  Tetapi dalam hal ini kita melihat
di dalam  pengertian kenabian, nabi memiliki Roh.  Dan di sini, nabi yang
memberikan Roh  lebih daripada nabi yang memiliki Roh.  Nabi memiliki Roh
tetapi ada  satu Nabi  yang memberikan  Roh.   Dia lebih  besar  daripada
nabi-nabi yang  lain.   Itu sebab  pada waktu  Yesus  mengatakan,  "Kalau
engkau menerima  Roh Kudus,  engkau akan  seperti air hidup, tidak habis-
habisnya memancar  keluar dari hidupmu."  Mereka mengatakan, "Inilah nabi
itu, inilah  Kristus."   Ini adalah  konsep ketiga untuk menilai Kristus.
Patokan pertama,  darimana Dia.   Patokan  kedua, Dia  melakukan mujizat.
Patokan ketiga, Dia memberikan Roh Kudus.
 
     Dan patokan  keempat, Dia  pasti keturunan Daud.  Mereka menyelidiki
PL, yang  mempunyai sistem  Theologi Yahudi tersendiri.  Mereka menemukan
kalau Yesus disebut Mesias, coba ukur Dia apakah Ia dari Betlehem?  Kalau
Dia dari  Betlehem, Dia  adalah keturunan  Daud.   Kalau Dia  bukan  dari
Betlehem, Dia  bukan keturunan  Daud, tidak  perlu diterima.    Ada  yang
menganggap Yesus  bukan orang  Betlehem, Yesus orang Galilea.  Kita orang
Kristen tahu  Yesus dilahirkan  di Betlehem, tetapi mereka tidak tahu dan
hanya tahu  Dia dari  Galilea.   Yesus Kristus  adalah  penduduk  Galilea
tetapi Yesus  lahir di  Betlehem.   Tetapi mereka  langsung mencap  Yesus
tidak mungkin  dari Betlehem,  Dia dari  Galilea.   Berarti tidak mungkin
menjadi Mesias.   Mesias  harus dari  Betlehem.   Tahu dari mana?  Karena
kami belajar  kitab suci  baik-baik.   Mereka  tidak  menyelidiki  dengan
tuntas, dan terlalu cepat membanggakan sistem eksklusif yang menutup diri
sendiri.
 
     Mereka memberikan  penilaian yang tidak adil terhadap Yesus Kristus.
Maka sesudah  penilaian yang  tidak adil  muncul, kalau  mental itu telah
terbentuk, terjadi  kristalisasi dalam  satu sistem tertutup, maka mereka
telah mempunyai  kacamata yang  tidak beres  terhadap orang  lain.    Dan
sentimen-sentimen prejudis  yang  telah  terbentuk  mengakibatkan  mereka
tidak mungkin  menerima anugerah  dari Tuhan  Yesus lagi.   Bahkan mereka
berusaha  menyingkirkan   Dia.     Jikalau  engkau  menyingkirkan  dirimu
itu namanya bunuh  diri, jikalau  menyingkirkan orang  lain,  itu namanya
mengisolir diri dan tidak mau bergaul dengan orang lain.  Jikalau saudara
menyingkirkan Kristus,  itu adalah  semacam  ISOLASI  KEKEKALAN,  berarti
saudara hendak  memisahkan diri  saudara dengan  Sumber Hidup yang kekal.
Saya boleh  berkata betapa  banyak orang  yang hidup  dalam dunia,  hidup
tanpa Kristus.   Menjadi  orang Kristen  tanpa Kristus  karena mengisolir
diri dari  Kristus, menilai  Kristus secara  lahir saja.  Dalam penilaian
yang tidak  adil ini,  kita hanya  merugikan diri  sendiri.    Kita  juga
melihat disini banyak tindakan-tindakan yang tidak normal muncul.  Mereka
sendiri yang  tidak normal, tanpa sadar memakai hal yang tidak adil untuk
melihat bahwa menurut penilaian mereka Yesus yang tidak normal.
 
     Ayat yang  kita baca  tadi.   "Bukankah Musa telah memberikan Taurat
kepada engkau?  Tetapi di antara kamu ini tidak ada satu orang yang telah
memelihara Taurat."   Kalimat  ini terlalu berat, Yesus Tuhan kita adalah
Tuhan  kejujuran,   Tuhan  keadilan,  Tuhan  yang  sungguh-sungguh  tanpa
kepura-puraan.  Tetapi orang yang jujur, yang berani mengatakan kebenaran
selalu tidak  diterima dengan baik di dalam dunia ini.  Bukan maksud saya
bahwa semua  yang tidak  diterima berarti  jujur.    Tetapi  Yesus  tidak
diterima baik  karena Dia  mengatakan, "Bukankah  Musa  telah  menurunkan
Taurat kepada  engkau, tetapi  di antara  kamu seorangpun tidak melakukan
Taurat."   Kalimat ini  terlalu keras  karena kalimat  ini menampar  muka
pemimpin mereka.  "Di antara kamu tidak seorangpun yang melakukan Taurat.
Engkau yang  mendengar dan  belajar Taurat tidak pernah melakukan, bahkan
engkau yang  mengajar Taurat  di mimbar,  engkau belum pernah melakukan."
Kalimat ini  telah merobek-robek  kehormatan mereka.   Muka dan kemuliaan
mereka telah dihancurkan di muka umum oleh Yesus Kristus.  Mereka menjadi
lebih keras dan semakin membekukan hati.
 
     Kita melihat  dengan jelas,  setelah kalimat  ini diucapkan Kristus,
maka mereka  mempunyai satu  pikiran untuk  membunuh Yesus.   Lalu  Yesus
menyambung dengan  kalimat berikutnya,  "Engkau  tidak  pernah  melakukan
Taurat, mengapa  engkau mau  membunuh Aku?"  Lebih keras lagi, jadi kalau
mukanya sudah  ditampar sudah  malu, maka sekarang hatinya yang dibongkar
sekali lagi.   Pemimpin-pemimpin orang Yahudi sedang mendengarkan kalimat
ini, mereka tidak tahan dan mereka mengatakan satu kalimat yang menyerang
Yesus sekaligus  memperkenalkan diri.   Jangan lupa bahwa pada waktu kita
dalam kemarahan,  sembarangan menyerang orang dengan sistem ketidakadilan
untuk menilai,  maka pada  waktu itu  kita  sedang  memperkenalkan  diri.
Kalau hal  ini tidak  kita pelajari  dengan baik,  maka seumur hidup kita
akan hidup  tanpa prinsip  dan tidak  mempunyai teladan  bagi orang lain.
Kemarahan adalah  satu hal  yang netral  tetapi kemarahan bisa baik, bisa
jelek.   Ada tidak kemarahan yang baik?  Ada!  Kemarahan orang tua kepada
anak pada  waktu mendisiplin  anaknya.  Kemarahan yang baik akan mendidik
orang dan  mengkoreksi orang  dari  kesalahan.    Tetapi  kemarahan  bisa
menjadi satu hal yang jelek.  Orang yang membunuh selalu didahului dengan
kemarahan.  Kemarahan yang tidak beres merusak hidup, kemarahan yang baik
membangun hidup.  Kemarahan adalah satu hal yang netral, kemarahan adalah
satu hal yang berharga sekali.
 
     Sekarang kita  akan melihat  hal yang  sama seperti ini.  Pada waktu
Yesus Kristus dinilai oleh mereka, mereka marah.  Pada waktu mereka marah
dengan suatu  penilaian yang  tidak  adil,  mereka  memperkenalkan  diri,
sesungguhnya mereka  tidak pernah  melakukan hukum Taurat.  Musa mengajar
Taurat, mengajarkan  moral pada  mereka satu perintah demi satu perintah.
Tetapi tidak  saja merka  tidak mungkin  menjalankan melainkan menjadikan
perintah itu menjadi patokan-patokan untuk diri dan menyerang orang lain.
Sebenarnya Taurat  adalah penghakiman Allah terhadap manusia yang berdosa
karena Taurat mencerminkan kesucian, kebajikan, keadilan Kristus.  Taurat
menyatakan kesucian  Allah, Taurat  menyatakan kebajikan  Allah.   Ketika
ketiga hal  ini dinyatakan Allah kepada manusia dengan sendirinya manusia
ditunjukkan oleh  Allah sebagai  yang berhutang  suci kepada  Allah, yang
berhutang adil  kepada Allah,  yang berhutang kebajikan kepada Allah.  Di
hadapan Taurat  barulah kita  mengetahui bahwa  kita kurang  suci, kurang
adil, kurang baik.  Seharusnya Taurat menjadi rontgen, menjadi x-ray yang
menunjukkan segala  kesalahan kita,  yang membawa  kita pada  pertobatan.
Tetapi orang  Israel dengan  Taurat tidak  dihakimi tetapi mereka memakai
Taurat untuk  menghakimi Yesus  Kristus.  Tetapi Yesus berkata, "Bukankah
Musa telah  memberikan Taurat kepadamu tetapi tidak ada satupun di antara
kamu yang  melakukan Taurat.   Bukan  saja demikian,  mengapa engkau  mau
membunuh Aku?"
 
     Pada waktu  pembongkaran total  oleh Kristus,  sudah  tuntas  mereka
mencetuskan kalimat  yang menyatakan  sifat mereka  yang sudah diutarakan
oleh Yesus  Kristus.   Apa jawaban mereka?  Engkau seorang yang kerasukan
setan, siapa  yang mau membunuh Engkau?  Maksudnya, "Nilaimu sudah begitu
rendah sampai hanya setan yang mau Engkau, saya tidak mau Engkau.  Engkau
seorang  yang   kerasukan  setan,  siapa  yang  ingin  membunuh  Engkau?"
Pertama, mereka  tidak mengenal  Yesus.   Kedua, mereka  mengintegrasikan
bukan Yesus  sebagai Kristus  tetapi mereka mengintegrasikan Yesus dengan
setan.   Agama bisa  membawa manusia pada tahap yang demikian menakutkan.
Ketiga, mereka menurunkan Kristus ke nilai yang serendah-rendahnya sampai
dibunuhpun tidak ada layaknya.
 
     Dalam filsafat  Kieerkegard dikatakan,  "Bila kita melawan seseorang
karena kita  mengetahui orang  itu terlalu  penting sehingga  perlu  kita
lawan."   Ini filsafat,  dengar baik-baik.   Tidak  ada orang melawan hal
yang tidak  ada nilainya.  Anjing menggonggong sebenarnya bukan karena ia
berani, tetapi  karena merasa  terancam dengan  kehadiran lawan.  Maka ia
mengonggong untuk  membuat lawan  menghindar.   Orang tidak  akan melawan
yang kecil-kecil, rasanya sepele.  Orang tidak akan menggubris adanya dia
atau tidak.   Tidak  ada sangkut paut dengan kita, itu adalah kestabilan.
Tetapi kalau  ada orang yang mengancam kita sampai kita tidak bisa tidur,
paling benci dia, paling memikirkan dia.  Orang yang kita benci bisa kita
pikirkan siang  dan malam.   Bahasa  Tionghoa mengatakan,  "Pu Khong Thai
Thien."   Artinya tidak  rela sama-sama  di bawah atap langit.  Kalau ada
saya tidak ada dia, kalau ada dia tidak ada saya, tetapi lebih baik tidak
ada dia daripada tidak ada saya.  Mengapa ini terjadi?  Karena kesempitan
pikiran kita.   Mereka  menurunkan Yesus ke nilai yang serendah-rendahnya
sampai tidak  layak untuk dibunuh.  Kalau dibunuhpun bukan berarti karena
Dia gila.   "Engkau  yang  dirasuk  setan  tidak  patut  untuk  dibunuh."
Kamipun tidak  mau seenaknya  menjadikan Engkau  seorang martir.   Tetapi
benarkan orang  Yahudi yang  mengatakan hal ini tidak mau membunuh Yesus?
Salah, karena  sebelumnya  Yesus  mengatakan,  "Mengapa  engkau  berusaha
membunuh Aku?"   Usaha  mereka telah  diketahui oleh  semua orang,  kalau
tidak percaya  mari kita membaca ayat 20, 25.  Orang banyak itu menjawab,
"Engkau kerasukan  setan, siapakah  yang berusaha membunuh Engkau?"  Ayat
25, 'Beberapa  orang Yerusalem berkata, "Bukankah Dia ini yang mereka mau
bunuh?"   Coba lihat, semua orang di Yerusalem tahu Yesus hendak dibunuh.
Karena semua  musyawarah yang  paling tersembunyi bisa dibongkar.  Jangan
kira kita hebat dalam menyimpan rahasia.
 
     Tidak ada  satupun  rahasia  yang  tidak  terbongkar.    Orang  yang
menganggap diri  pintar, dia  sebetulnya kurang  pintar.   Karena  mereka
tidak tahu  segala kepintaran  mereka telah  dimiliki  oleh  orang  lain.
Mereka bermusyawarah  secara rahasia  sekali  untuk  membunuh  Yesus  dan
mereka mengira  Yesus tidak  tahu.  Waktu Yesus mengatakan hal ini mereka
membantah tetapi  orang lain  mengatakan, "Ini orang yang hendak dibunuh,
mengapa masih  berkhotbah begitu  leluasa di  Bait Allah  lagi?"  Saudara
baca baik-baik  ayat ini, semua kerusakan agama dipaparkan di sini.  Yang
hendak membunuh  Yesus bukanlah  orang-orang biasa.  Yang hendak membunuh
yesus adalah  pemimpin-pemimpin yang  melihat  ancaman  Yesus  atas  diri
mereka; sehingga  mereka sekarang  tidak lagi bisa hidup dengan tenteram.
Mereka gelisah dan berusaha mencari jalan untuk menghabiskan Yesus, untuk
memusnahkan Dia  supaya mereka bisa tetap berada di dalam kewibawaan yang
palsu itu.   Dan  Yesus mengatakan,  "Orang lain  tidak tahu  tetapi saya
tahu, kamu belum pernah menjalankan Taurat."
 
     Kedua, mereka berusaha menangkap Dia.  Kalau telah mempunyai pikiran
untuk membunuh  Yesus, maka  sekarang bertindak sesuai apa yang dikatakan
oleh hati  dan pikiran,  diusahakan dalam  tangan dan  tindakan.   Segala
tindakan yang  kita lakukan sebenarnya berasal dari pikiran kita sendiri.
Itulah sebabnya  Alkitab  berkata,  "Peliharalah  hatimu  lebih  daripada
segala sesuatu,  karena akibat  seluruh hidupmu berasal dari pada jiwamu,
dari pikiranmu.   Peliharalah  hatimu  lebih  daripada  segala  sesuatu."
Banyak orang  ketakutan pada  maling, kunci  pintunya puluhan dan memakai
satpam.   Bagaimana bisa  mempunyai keamanan?   Jangan  kira tertutup itu
aman.   Menjaga rumah  dan terkunci  dengan baik,  tidak terlalu penting,
yang lebih penting jaga hatimu supaya tidak dimasuki maling hati.  Pintar
jaga  rumah   tetapi  tidak   pintar  jaga  pikiran,  itu  adalah  bodoh.
Peliharalah hatimu  lebih dari  pada segala  sesuatu  karena  hatimu  ada
kemungkinan diracuni,  diberikan kuman dari setan untuk menjadi rusak dan
ragi merusak  seluruh hidupmu.   Puji  Tuhan!   Jika seseorang  mempunyai
pengalaman yang  banyak, tetapi hatinya polos seperti anak kecil.  Jarang
kita menemukan  orang yang  demikian, biasanya  sebelum kita dewasa, hati
yang bikin  semua siasat  yang rusak  sudah lebih  cepat  berkembang  dan
dewasa.    Jadilah  orang  yang  tulus  dengan  pengalaman  yang  banyak.
Sekompleks mungkin  di otak, sepolos mungkin di jantung, sedingin mungkin
di otak,  sepanas mungkin di hati.  Makin banyak pengalaman, makin polos.
Makin banyak  pengetahuan makin  lurus.   Tetapi ada  orang baru  belajar
sedikit sudah  rasanya hebat sekali, baru tahu sedikit sudah berliku-liku
hatinya.   Sekarang  mereka  datang  pada  Yesus  hendak  menangkap  Dia.
Tindakan berasal  dari  pikiran  yang  tidak  bisa  mereka  tutup-tutupi.
Karena tindakan  itu membocorkan  pikiran.   Bagaimanapun pintarnya  kita
menyimpan isi hati, kita akan dijual oleh tindakan kita yang tidak beres.
Karena tindakan  merupakan  satu  ekspresi  dari  mental  kita.    Mereka
menyuruh penjaga-penjaga  Bait Allah, penjaga gereja, bukan untuk menjaga
gereja tetapi  untuk menangkap Yesus.  Ini semua fungsi yang tidak beres.
Apakah fungsi  dan posisimu  telah  cocok?    Namanya  pendeta,  faktanya
penderita, namanya  pendeta faktanya pendusta.  Kalau kita mempunyai nama
dan posisi  tetapi berbeda  dengan apa  yang kita lakukan dalam kehidupan
sehari-hari, maka  kita mempermalukan  nama Tuhan.    Kadang-kadang  kita
melihat hal  ini terjadi  dalam pikiran kita masing-masing.  Di sini kita
melihat mereka menangkap Yesus melalui penjaga.
 
     Ketiga, kita  melihat orang-orang  ini yang  hendak menangkap Yesus,
mereka mempunyai  satu pengalaman yang luar biasa.  Di sini ada satu ayat
yang lain  dengan tempat  yang lain  yaitu, "mereka  hendak menangkap Dia
tetapi waktuNya  belum sampai."   Di sini bukan Yesus yang melarikan diri
dari mereka  melainkan waktuNya  belum  sampai.    Kalau  waktuNya  telah
sampai, Dia  tidak menyembunyikan  diri.   Kita melihat  fasal enam,  Dia
mengundurkan  diri   sekarang  Dia   tampil  di   depan   mereka   secara
terang-terangan di  hadapan orang  banyak.   Ini membuktikan satu kalimat
dari mulut  Yesus, "Jikalau  bukan Aku  sendiri yang menyerahkan hidupKu,
tidak seorangpun  berhak mengambil hidupKu.  Jikalau belum waktunya tidak
seorangpun  dapat   merugikan  Aku."    Itulah  sebab  pada  waktu  Yesus
menyembunyikan diri  ada waktunya.  Juga pada waktu Ia menyatakan diri di
hadapan umum  ada waktu  tertentu.   Yesus secara  terbuka dan  berani di
hadapan umum di Yerusalem.
 
     Pada waktu  mereka menangkap  Dia dengan  membawa rantai-rantai  dan
alat-alat penangkap,  di tengah  orang-orang  yang  mendengarkan  kotbah,
sebelum menangkap  terpaksa  mendengar  dulu  kotbahNya.    Waktu  dengar
kotbah, tangan yang hendak menangkap Dia menjadi gemetar.  Sering terjadi
hal  seperti  demikian,  gereja  diawasi  oleh  seluruh  dunia.    Gereja
diincar-incar oleh  orang-orang yang  melawan Tuhan.   Tetapi hamba Tuhan
yang sejati,  Gereja yang  sejati, Firman yang sejati tidak takut dilihat
dan didengar.   Melainkan  mereka yang  mendengar akan merubah pengalaman
mereka sendiri.
 
     Satu hari  pada waktu  seorang datang  kepada  John  Wesley,  dengan
tangisan berkata,  "Aku menceritakan  satu  hal  yang  belum  pernah  aku
beritahu padamu."   Satu  hari dia  naik kuda sesudah berkotbah dari satu
kota ke  kota yang lain.  Di atas kuda dia bernyanyi satu lagu, lagu yang
dinyanyikan adalah  "Tuhan adalah  topi di  kepalaku yang  melindungi aku
dari panah-panah,  Tuhan adalah perisaiku yang memlihara aku dari musuh."
Waktu lagu itu dinyanyikan, apa yang terjadi?  Orang yang membenci kotbah
dari John  Wesley sedang  membidikan panahnya  ke arah John Wesley.  Pada
waktu panah  itu mau  ditarik, sudah  hampir dilepas  orang itu mendengar
syair lagu,  "Panah-panah musuh  aku tidak  takut, karena  Engkau menjadi
perisaiku."   Orang yang  hendak memanah  John Wesley  menjadi  terkejut.
Akhirnya yang  mau memanah  itu menjadi  gemetar dan panah itu tidak jadi
dipanahkan.   Ini kebetulan  atau Roh  Kudus  bekerja?    Jadi  dia  yang
ragu-ragu, akhirnya  tidak berani  lagi untuk  melakukan niatnya  itu dan
pulang.   Satu kali  ia mendapat kesempatan mendengar kotbah John Wesley.
Sesudah mendengar  kotbah, dia  tahu bahwa  John Wesley  diurapi oleh Roh
Kudus,  dia   minta  ampun   pada  Tuhan  dan  datang  pada  John  Wesley
menceritakan hal ini.
 
     Pada waktu  mereka datang  hendak menangkap  Yesus  Kristus,  mereka
telah membawa  rantai dan  alat-alat lainnya.   Tetapi  sebelum menangkap
mendengar kotbah  dulu.    Sementara  mendengar,  suatu  pengalaman  baru
muncul.   Di sini  kita membaca  bahwa Yesus tidak pernah memakai kalimat
yang keras  untuk berdebat  membela diri.   Dia  hanya mengatakan kalimat
yang lembut.  Tetapi kalimat-kalimat yang lembut mempunyai ketajaman yang
luar biasa,  "Bukankah Musa  telah memberikan  Taurat kepadamu?    Tetapi
diantara kamu  tidak ada  satu orangpun  yang menjalankan."   Ini  adalah
fakta  yang   100%  benar.     CaraNya   berkata  dan   isi  perkataanNya
mengakibatkan mereka  pulang.  Waktu mereka pulang, ditanya, "Dimana Dia?
Sudah ditangkap?   Bukankah  aku memberikan  uang  menyewa  engkau  untuk
menangkap Yesus?   Hari  ini aku  menjanjikan lima juta, tangkap Yesus ke
sini, dimana Dia?"  "Dia di situ."  "Kenapa tidak dibawa?"  "Tidak pernah
ada orang  mengatakan perkataan  seperti apa  yang Ia  katakan."    Heran
sekali saudara-saudara, ini merupakan satu penilaian yang adil.
 
     Dalam bagian  Alkitab ini,  penilaian yang  tidak adil  muncul  dari
pemimpin agama  yang tidak  mau bertobat.   Tetapi dalam bagian in muncul
juga beberapa  kali penilaian  yang adil.  Di antaranya adalah orang yang
disuruh  menangkap  Yesus  Kristus.    Akhirnya  mereka  lupa  uang  yang
dijanjikan, lupa  berapa banyak  keuntungan yang  mungkin mereka  terima.
Hanya ingat  "Saya belum  pernah mendengarkan perkataan-perkataan seperti
ini dari mulut manusia, tidak mungkin ada manusia berkata kalimat seperti
Dia.   Inilah Dia  yang tidak  bisa saya  tangkap."  Mereka takluk kepada
Kristus.   Lalu jawaban  dari pemimpin-pemimpin  agama, "Kamu  yang tidak
mengerti Taurat  patutlah dikutuk."   Coba  lihat pemimpin-pemimpin agama
mempunyai mulut  yang begitu  jelek.   Mengatakan  Yesus  dirasuk  setan,
mengatakan orang  yang tidak  menangkap Yesus patut dikutuk, mulut mereka
penuh dengan kejahatan.  Mereka tidak sadar bahwa bukan hanya mereka yang
belajar Taurat.   "Saya ahli theologi, saya mengetahui PL, saya mempunyai
penyelidikan lebih  daripada engkau,  engkau yang  belum  belajar,  belum
mengerti, engkau  patut terkutuk.   Engkau  tidak mengerti  Kristus, saya
yang mengerti dan Kristus bukan Yesus dan Yesus bukan Kristus.
 
     Setelah terjadi  semua kejadian  ini, timbullah satu bagian terakhir
yang indah  sekali, menyinggung  seorang yang  bernama Nikodemus.   Fasal
tiga muncul  Nikodemus, fasal tujuh muncul Nikodemus, dan fasal dua puluh
satu muncul  lagi Nikodemus.   Satu  kali lagi  muncul tidak  di  Alkitab
tetapi muncul dalam sejarah orang Yahudi.  Saya minta saudara perhatikan,
seorang pemimpin  yang terjepit  dalam kesulitan  tetapi  mempunyai  hati
nurani yang bersih.  Saya kadang-kadang sedih melihat bukan orang Kristen
tetapi mempunyai  hati yang  bersih dan  adil, mau  menilai dengan  baik.
Kadang-kadang  saya  melihat  pemimpin  Kekristenan  yang  hatinya  tidak
bersih.     Saya  tidak  bermaksud  mengatakan  hati  yang  bersih  pasti
diselamatkan.   ORANG DISELAMATKAN  HARUS MELALUI  YESUS KRISTUS,  DENGAN
DARAH KEMATIAN DAN KEBANGKITANNYA.
 
     Perhatikan  Nikodemus,   malam-malam  datang   kepada  Yesus,   lalu
mengatakan dari  hatinya yang jujur, "Kami mengetahui mujizat yang Engkau
lakukan, kalau  bukan disertai oleh Allah, tidak mungkin Engkau melakukan
itu."  Yesus tidak menjawab panjang-panjang tetapi hanya berkata, "Engkau
harus diperanakkan  pula, Manusia tanpa diperanakkan oleh Roh Kudus tidak
mungkin masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Dan ANAK MANUSIA akan ditinggikan
seperti  Musa  meninggikan  ular."    Nikodemus  mendengar  dan  selesai.
Semalam itu  dia pulang,  dia mulai  berpikir tentang siapakah Yesus, apa
arti perkataanNya.   Waktu  dia melihat  rekan-rekan kerjanya,  sama-sama
menjadi pemimpin  agama tetapi  tidak  beres,  yang  membenci  Yesus  dan
mengutuk orang  lain, lalu  ia berdiri  di tengah-tengah  mereka berkata,
"Apakah Taurat kita menghukum seseorang sebelum mendengar kesaksian orang
itu sendiri?"   Ini  kalimat yang  adil sekali.   Berapa banyak anak muda
yang belajar  hukum, celakalah  kalau telah  belajar hukum  tetapi  tidak
melakukan keadilan.   Berbahagialah  kita kalau  ahli  hukum  betul-betul
menjalankan keadilan Tuhan.
 
     Saya bertemu  dengan dua  anak perempuan yang mempunyai ayah seorang
pendeta dan  meninggal karena  sakit kanker.    Dia  betul-betul  menjadi
pendeta yang baik.  Waktu saya tanya kepada dua anak piatu itu, "Mau jadi
apa engkau?"   Anak yang kecil mengatakan, "Saya mau belajar hukum.  Saya
mau jadi  pengacara."  Saya tanya, "Apa alasanmu?  Apa motivasimu belajar
hukum?"  "Pak Stephen, saya melihat dunia ini banyak hal yang tidak adil.
Saya melihat  banyak orang  miskin ditindas,  saya melihat  banyak  orang
tidak mempunyai  kesempatan mengeluarkan  pendapat dalam jiwa mereka yang
tertekan, dan saya melihat banyak orang tidak ditolong dengan seharusnya.
Dari ayah  yang selalu  mengatakan keadilan  Allah, saya mengabdikan diri
untuk menjalankan  keadilan dalam  masyarakat."   Saya berkata  pada dia,
"Engkau sangat  berani tetapi  jika engkau  berada di arus yang berat, di
antara mayoritas  yang menindas,  sanggupkah engkau?"  Ia menjawab dengan
kalimat yang indah, "Tuhan akan menolong saya, kalau saya harus mati buat
Tuhan, saya akan memperjuangkan keadilan masyarakat."  Anak perempuan ini
sekarang mungkin  telah lulus dan saya berdoa bagi dia.  Di tengah-tengah
pengacara-pengacara, 90% atau lebih mungkin bekerja untuk kantong mereka.
Mungkin di  tengah kedokteran,  dokter-dokter juga  mengerjakan   sesuatu
demi interest, profesi, uang, dan sebagainya.
                                                                         
     Jikalau semua  orang melawan Yesus, di sekitarmu, di kantormu, semua
melawan Yesus,  semua tidak  setuju dengan  pengajaran  dari  Yesus,  dan
saudara berada  di tengah-tengah mereka sebagai orang minoritas, saya mau
bertanya bagaimana  saudara bersaksi?   Nikodemus  bertemu  dengan  Yesus
secara pribadi,  mendapat informasi  yang asli  dan  otoritatif  itu,  ia
kembali lalu bersaksi bagi Kristus dan berdiri, "Apakah hukum Taurat kita
menghukum   seseorang   sebelum   mendengarkan   kesaksian   dia   dulu?"
Pertanyaannya dijawab  oleh mayoritas  yang tidak beres, mereka menjawab,
"Engkau juga  datang dari Galilea.  Apakah Nikodemus datang dari Galilea?
Kalau engkau datang dari Galilea maka kita kebobolan.  Baru kita tahu ada
orang Galilea  di sini.  Sebenarnya orang Galilea tidak boleh masuk dalam
kelompok kita  karena kita  mempunyai kewibawaan tersendiri.  Engkau dari
Galilea maka  engkau membela  orang Galilea.  Jika engkau selidiki dengan
baik-baik maka  tidak ada nabi yang berasal dari Galilea, stop tidak usah
berbicara lagi."   Saya kira ada orang yang tidak lagi bisa diajak bicara
dengan kebenaran, kalau telah ada keeksklusifan, suatu ketertutupan dalam
sistem  pikiran  mereka  sendiri,  mereka  mencetuskan  suatu  kemarahan.
Setiap kali waktu membela diri, mereka menyerang orang lain.  Setiap kali
menyerang orang  lain, mereka  memperkenalkan kerusakan  mereka  sendiri.
Mereka mengatakan,  "Kami tidak  suka engkau membela orang Galilea."  Dan
mereka mengatakan  bahwa mereka  adalah orang yang belajar Alkitab, tidak
ada nabi  yang keluar  dari Galilea,  itu sebab kalau keluar dari Galilea
itu bukan nabi.
 
     Tuhan adalah Tuhan yang hidup, Tuhan mengerjakan segala sesuatu yang
baru, sehingga  mereka tidak  lagi bisa  melihat dengan  jelas.   Sesudah
fasal  ketujuh   kita  akan  melihat  Kristus  semakin  dalam  kesulitan,
kesulitan dan  terakhir, Dia harus dipaku di atas kayu salib.  Saya harus
menyimpulkan  kotbah   ini  dengan  kata-kata  ini:    Allah  Bapa  sudah
menetapkan untuk  meremukkan ANAK  yang tunggal  bagi umat  manusia.  Dan
Kristus harus  mati, bukan karena suatu kebetulan tetapi karena dosa-dosa
kita yang  memerlukan seorang  Juruselamat yang  rela menyerahkan dirinya
bagi umat  manusia.  Sehingga waktu Yesus diberikan bagi dunia, itu sudah
merupakan  satu   pertemuan   yang   tidak   mungkin   dihindarkan   yang
mengakibatkan pengorbanan  dari Sang  Suci, Sang  Kudus  itu.    Sehingga
darahNya boleh dicurahkan bagi kita yang berdosa.  Tetapi saya mau tanya,
apakah engkau  masih meminta  Tuhan memberikan  hati yang polos, motivasi
yang jujur  dan pikiran  yang rela dibuka oleh Tuhan untuk mengerti Yesus
dengan penilaian  yang adil?   Judul dari pada kotbah ini, Penilaian Yang
Adil terhadap  Anak Allah  Yang  Tunggal.    Maukah  saudara  berdoa  dan
berkata, "Tuhan  di sini  saya, sucikan  hatiku, sucikan pikiranku supaya
saya bisa melihat dengan jelas siapa Yesus Kristus itu."  Amin.