From juri@vms.macc.wisc.edu Sun Mar 28 22:18:21 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA06044; Sun, 28 Mar 93 22:18:19 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Sun, 28 Mar 93 22:14 CST
Received: from 129.57.32.102 by wigate.nic.wisc.edu; Sun, 28 Mar 93 22:13 CST
Received: from cebaf.gov by cebaf.gov (PMDF #2693 )
          id <01GWCXONJ1F496VZKI@cebaf.gov>; Sun, 28 Mar 1993 23:12:47 EDT
Message-Id: <01GWCXONJ1F696VZKI@cebaf.gov>
Date: 28 Mar 1993 23:12:46 -0400 (EDT)
From: SURYA@cebaf.gov
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: Khotbah S.Tong (Penghakiman Kristus)
To: fica-net@macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
X-Vms-To: IN%"fica-net@macc.wisc.edu"
Mime-Version: 1.0
Content-Transfer-Encoding: 7BIT
Status: RO

Teman-teman tayangan ini agak panjang, jadi saya sarankan untuk di print 
dulu sehingga kita bisa mendapatkan lebih banyak berkat dari tayangan ini.
salam
yohanes
                                    
             PENGHAKIMAN KRISTUS DAN KESAKSIAN MENGENAI DIA
                                    
                          Pdt. Dr. Stephen Tong
                                    
                                    
                                    
Yohanes 5:25-47
 
     Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu
dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal
dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam
hidup.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah
tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka
yang mendengarnya, akan hidup.  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup
dalam diriNya sendiri, demikian juga diberikanNya Anak mempunyai hidup
dalam diriNya sendiri.  Dan Ia telah memberikan kuasa kepadaNya untuk
menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.  Janganlah kamu heran akan hal
itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan
akan mendengar suaraNya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar
dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat
jahat akan bangkit untuk dihukum.
     Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri; Aku menghakimi
sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakimanKu adil, sebab Aku
tidak menuruti kehendakKu sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus
Aku.  Kalau Aku bersaksi tentang diriKu sendiri, maka kesaksianKu itu
tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa
kesaksian yang diberikanNya tentang Aku adalah benar.  Kamu telah
mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan
hal ini, supaya kamu diselamatkan.  Ia adalah pelita yang menyala dan
yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada
kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepadaKu,
supaya Aku melaksanakannya.  Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang,
dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus
Aku.  Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku.  Kamu
tidak pernah mendengar suaraNya, rupaNyapun tidak pernah kamu lihat, dan
firmanNya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada
Dia yang diutusNya.  Kamu menyelidiki Kitab-Kitab Suci, sebab kamu
menyangka bahwa olehNya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun
Kitab-Kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau
datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu.
     Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.  tetapi tentang kamu,
memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan
Allah.  Aku datang dalam nama BapaKu dan kamu tidak menerima Aku; jikalau
orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.
Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari
yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang
mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh
pengharapanmu.  Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan
percaya juga kepadaKu, sebab ia telah menulis tentang Aku.  Tetapi
jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu
akan percaya akan apa yang Kukatakan?
 
 
 
 
     Mulai dari pasal 5 Yesus Kristus menyembuhkan seseorang yang sudah
sakit selama 38 tahun.  Sudah tiba kepada sesuatu konflik yang tidak
mungkin dihindarkan lagi.  Orang Yahudi mempertanyakan, "Siapakah Dia,
dengan kuasa dan hak darimana Dia berani menyuruh orang melawan dan
melanggar hari Sabat?  Jikalau Dia hanya manusia biasa, mari kita
membunuh Dia.  Tetapi jika Dia adalah Allah bagaimana bisa membuktikan
bahwa Dia Allah?  Allah itu Roh, bukan daging.  Allah ada di sorga, tidak
mungkin ada di dunia ini.  Lalu siapakah Yesus?  Perdebatan yang sengit
tentang Kristologi tidak bisa dihindarkan lagi.  Pertemuan dengan Kristus
mengakibatkan suatu krisis yang mengakibatkan suatu reaksi manusia yang
harus dipertanggungjawabkan di dalam kekekalan.  Jikalau Kristus sungguh-
sungguh sudah menyatakan diri, diberitakan kepadamu, maka engkau dituntut
untuk bereaksi secara bertanggung jawab kepada Tuhan.
     Di dalam pasal ini kita melihat orang-orang Yahudi jatuh.  Jatuh di
hadapan ujian.  Mereka diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan
Kristus.  Seharusnya setelah mereka berjumpa dengan Kristus, yang adalah
Tuhan, maka mereka boleh mendapatkan segala jawaban bagi hidup mereka,
bahkan bagi segala kesulitan-kesulitan di dalam rahasia sejarah manusia.
Tetapi justru pertemuan dengan Kristus inilah mengakibatkan mereka tidak
bisa tidak diadili di dalam kekekalan.  Kekristenan bukan suatu
penghiburan yang konyol.  Kekristenan tidak berarti berkat Tuhan yang
dapat dipermainkan manusia.  Tetapi Kekristenan adalah iman kepercayaan
yang menyelamatkan atau menjatuhkan seseorang.
     Yesus Kristus berdebat dengan mereka dan mengatakan beberapa
kesaksian yang penting untuk iman terhadap Kristologi yang benar.  Iman
tentang kepercayaan kepada Kristus adalah pusat dari alam semesta.
Kristus adalah Anak Allah Yang Tunggal, yang berinkarnasi dan yang tidak
akan pernah diulangi lagi.  Kristus adalah Juruselamat seluruh umat
manusia didukung oleh kesaksian-kesaksian yang sangat penting.  Yesus
Kristus sendiri yang mengungkapkan hal ini.  Siapakah yang lebih mengerti
Kristus, selain Kristus sendiri?  Siapa yang bisa mengenal Dia secara
tepat, kecuali Roh Kristus memberikan pengenalan itu didalam pencerahan
ke dalam hati manusia?  Yesus Kristus di sini mengatakan "tentang Dia
adalah yang mematikan dan yang menghidupkan."  Mematikan dan menghidupkan
adalah hak Tuhan Allah sendiri.  Di dalam nats Yesus langsung mencetuskan
suatu kalimat, sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa
orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang
mendengarnya, akan hidup.  Dan Ia (Allah Bapa) telah memberikan kuasa
kepadaNya untuk menghakimi (seluruh bumi), karena Ia adalah Anak Manusia
(ayat 25, 27).  Di sini bukan hanya suatu keistimewaan Kristus
dibandingkan dengan manusia lain di seluruh sejarah, tetapi suatu ciri
khas Kekristenan yang tidak ada bandingnya.  Apa sebabnya?  Karena di
sini Yesus Kristus mengatakan YANG MENGHIDUPKAN, YANG MEMATIKAN ADALAH
ANAK.  Coba bandingkan kalimat ini dengan semua bidang-bidang yang paling
penting.  Di dalam sejarah kebudayaan manusia agama hanya berbicara
tentang yang baik dan jahat.  Ilmu hanya berbicara tentang yang benar dan
yang tidak benar.  Filsafat berbicara tentang yang tinggi, yang rendah,
cara berpikir yang benar dan yang tidak benar.  Tetapi Kekristenan
berbicara tentang HIDUP DAN MATI.  Semenjak dari Kejadian pasal 3 kita
sudah melihat ada dua jalan yang besar.  Jalan pertama adalah JALAN POHON
YANG TERLARANG.  Jalan kedua adalah JALAN POHON HAYAT.  Di dalam JALAN
POHON YANG TERLARANG ada buah mengenai PENGETAHUAN BAIK DAN JAHAT.
Tetapi di dalam pohon hayat ada buah yang menghidupkan manusia.  Boleh
saya katakan sepanjang sejarah, semua agama, filsafat, dan pengetahuan
hanya berada di dalam jurusan pertama ini.  Hanya Kristus Yesus datang ke
dalam dunia menjadi POHON HIDUP YANG SEJATI.  Di dalam Kristus manusia
bukan hanya mengenal yang baik dan yang jahat, boleh atau tidak, mengenai
yang benar dan yang tidak benar saja tetapi juga hidup atau mati.  Itu
tidak di dalam Yohanes 3:16 mengatakan, "... supaya manusia tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal."  Agama mengajar kita untuk "tidak
berbuat jahat tetapi berbuat baik"; meningkat lebih daripada itu secara
kualitas, "menghidupkan atau mematikan manusia".  Ada dua tahap di dalam
menghidupkan manusia (baca ayat 25, 28-29)  Kalau kita memperhatikan
perbedaan antara kedua ayat ini di dalam ayat 25 Yesus berkata "Saatnya
akan tiba" disambung dengan suatu kalimat "sekarang sudah tiba";
sedangkan ayat 28 mengatakan "ada saat yang akan datang" dan tidak
disambung dengan kalimat "sekarang sudah tiba."  Apakah perbedaan kedua
ayat yang sama-sama mengatakan Kristus menghidupkan manusia?  Ayat ke-25
menyatakan tahap pertama, bahwa apa yang diharapkan oleh manusia
sepanjang sejarah, khusus difokuskan di dalam Perjanjian Lama sudah
sampai waktunya.  Kapankah tiba saatnya manusia dapat lepas dari ikatan
kematian, yang menghabiskan segala harapan manusia?  Yesus Kristuslah
Oknum yang ditunjukkan oleh Tuhan Allah, Yesus Kristuslah yang diinginkan
oleh seluruh umat manusia.  Yesus Kristuslah konkrit perjanjian Allah
yang mutlak diturunkan ke dalam dunia ini.  Itu sebabnya di sini Dia
berkata "Saatnya akan tiba dan sekarang sudah tiba."  Seluruh Perjanjian
Lama memberikan suatu fokus pengharapan yang bagi umat manusia melalui
otak, rasio, dan akal budi itu mustahil, yaitu akhirnya kematian akan
ditelan oleh kemenangan.  Paul Tillich mengatakan bahwa, "Manusia harus
menghadapi kematian, dan kematian merupakan suatu bukti bahwa segala
sesuatu yang pernah dipikirkan oleh manusia akhirnya harus menjadi
kosong.  Bukankah manusia mempunyai ide yang tinggi?  Yaitu KONSEP
KESEMPURNAAN?  Tetapi konsep kesempurnaan itu selalu ditandai dengan
keterbatasan di dalam dua hal:
     Pertama, sadar kurang berarti.
     Kedua, tubuh kita mengikat kita sehingga "ide tidak bisa
dilaksanakan."
     Kalimat-kalimat ini memang benar karena di situ ada konflik antara
kekekalan dan kesementaraan.  Kesementaraan dilambangkan oleh tubuh ini,
kekekalan dilambangkan oleh jiwa.  Kita mempunyai jiwa, pikiran, konsep
yang muluk-muluk.  Berapa banyak orang yang pada mulanya mempunyai mimpi-
mimpi yang besar akhirnya harus menggelengkan kepala mengatakan, "Saya
mengaku saya hanya orang yang bisa mati saja."  Tunduk ke bawah kematian
ini merupakan suatu arah yang tidak bisa kita belokkan, ini merupakan
tujuan yang harus kita tempuh.  Namun demikian apa bedanya orang Kristen
dengan orang non-Kristen.  Orang Kristen betul-betul dijanjikan oleh
Tuhan akan hal sorgawi.  Oleh sebab itu jangan terlalu berambisi di dalam
hal duniawi, karena bagaimanapun itu bersifat sementara.  Biarlah kita
betul-betul melihat dengan jelas akan pimpinan Tuhan untuk suatu hal yang
mulia di dalam rencana yang kekal dari Allah sendiri.  Maka saudara-
saudara jangan mau menyerah dan betul-betul berpegang pada janji Tuhan.
Dia berkenan memimpin kita masing-masing.
     Yesus Kristus di dalam kalimat ini mengatakan Dia akan
membangkitkan.  Di dalam Perjanjian Lama, kalimat ini adalah suatu
kalimat yang tidak masuk akal.  Manusia sulit untuk menerima bahwa
kematian ditelan oleh kemenangan.  "Kematian ditelan oleh kemenangan"
merupakan suatu kalimat yang berlawanan dengan pengalaman manusia.
Karena manusia selalu mempunyai konsep yaitu kematian menelan kemenangan.
Setelah Napoleon menang berkali-kali akhirnya kemenangannya ditelan oleh
kematian.  Kemenangan Julius Caesar akhirnya ditelan kematian.  Demikian
juga Mao Tze Dong, yang demikian besar kuasa dan kemenangannya tetapi
akhirnya ditelan oleh kematian.  Kematian menelan kemenangan.  Tetapi
nabi Yesaya (Yesaya 25:8) mengatakan, "Ia akan meniadakan maut untuk
seterusnya."  Kematian ditelan oleh kemenangan.  Puji Tuhan!  Inilah iman
yang sejati dari Kekristenan di dalam Tuhan Allah: bukan kematian menelan
kemenangan, tetapi kematian ditelan oleh kemenangan.  Kemenangan siapa?
Siapa yang menang sehingga akhirnya kematian tunduk kepadaNya?  Yesus
Kristus berkata, "Bukankah sudah lama engkau berharap dan menunggu saat
itu tiba, saat itu akan tiba dan sekaranglah saatnya."  Kairos sudah
tiba.  Orang Yunani mempunyai dua kata untuk pengertian "waktu": KRONOS
dan KAIROS.  KAIROS berlainan secara kualitas dengan KRONOS.  KRONOS
adalah waktu yang bisa dihitung, diukur secara mekanis.  Tetapi KAIROS
adalah saat yang belum pernah dapat diulangi lagi.  Setiap kali KAIROS
itu terjadi berarti makna yang berkait dengan kekekalan itu sudah tiba
pada manusia.  Sesuatu peristiwa yang maknanya berkaitan dengan kekekalan
sudah terjadi di tengah masyarakat manusia.  Itulah KAIROS.  Pada waktu
Yesus Kristus lahir, itulah detik yang ditunggu-tunggu oleh Perjanjian
Lama.  Pada waktu Yesus Kristus memberikan hidup kepada manusia itu
adalah detik yang ditunggu-tunggu oleh manusia.  Pada waktu Yesus Kristus
mengubah hidupmu, melalui suatu khotbah atau satu kali kebaktian.  Itu
disebut KAIROS.
     Pada waktu Yesus mengatakan kalimat ini, "Saatnya akan tiba dan
sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan
mereka yang mendengarnya, akan hidup."  Kalimat ini ditujukan kepada
siapa?  Apakah arti yang dilambangkan di dalam kalimat ini?  Sebagian
orang mengartikannya sebagai hari kiamat.  Yesus Kristus mengatakan saat
ini juga orang mati mendengar suaraNya akan menerima hidup.  Bukan
berarti hari kiamat, tetapi ditujukan kepada suatu hidup kekal oleh
manusia yang pernah mati di dalam dosa pada waktu mendengarkan Firman
yang hidup .  Sekali lagi, ini diartikan suatu hidup yang diberikan atau
diperanakkan pula kepada mereka yang pernah mati di dalam dosa sehingga
mereka menerima hidup kembali.  Apa artinya sifat manusia yang sudah
jatuh di dalam dosa?  Sifat manusia bukan saja sudah dicemari oleh dosa
tetapi sebenarnya roh manusia sudah mati.  Tetapi Alkitab mengatakan dosa
dan maut itu diikat jadi satu.  "Jangan engkau makan buah yang terlarang
itu.  Karena pada hari engkau makan, hari itu juga engkau mati."  Dalam
Alkitab dengan jelas diberitakan: dosa dan kematian tidak bisa
dipisahkan.  Dan pada Roma pasal 6, kita melihat dengan jelas bahwa upah
dosa adalah maut.
     Yesus Kristus berkata, "Barangsiapa yang sudah mati mendengar suara
Anak Allah, dia akan bangkit kembali."  Ini pertama kali di seluruh Injil
Yohanes istilah "kematian" dikatakan oleh Kristus secara demikian jelas
yang dikaitkan dengan manusia yang perlu diperanakkan kembali.  Di dalam
pembicaraan dengan Nikodemus Yesus Kristus mengatakan "Jikalau orang
tidak diperanakkan oleh Roh Kudus dan oleh air tidak mungkin dia melihat
dan masuk ke dalam kerajaan Allah."  Istilah MAUT tidak keluar.  Di sini
Yesus Kristus berkata, "Jika orang yang mati mendengar suara Anak
Manusia, dia akan hidup."  Di sini bukan berbicara mengenai hari kiamat,
dimana semua orang akan bangkit, tetapi berarti orang berdosa yang sudah
mati di dalam dosa akan diberi hidup yang baru.  Perbedaan antara kedua
ayat ini menyatakan kepada kita secara berkesinambungan bahwa Kristus
yang membangkitkan, Kristus juga yang menghakimi, dan yang memberikan
hidup baru, adalah Kristus yang berhak membinasakan mereka yang tidak
menerima Dia.  Di sini yang menentukan hak untuk hidup dan menentukan hak
mati adalah Anak Allah Yang Tunggal itu sendiri.  Kalau demikian
bagaimanakah pengertian sikap kita akan menerima Dia, yang diutus oleh
Tuhan Allah?  Ini yang dituntut oleh Yesus kepada orang-orang yang
menerima perdebatan dalam argumen ini.  Pada permulaan pasal 5, setelah
Yesus menjalankan kesembuhan ini kepada orang yang sudah 38 tahun
berbaring di pinggir kolam Betesda, sudah dimulai perdebatan yang sengit
tentang Kristologi.  Apa hubungan antara hak penghakiman dan istilah
karena Dia adalah manusia?  Allah Bapa memberikan kuasa kepada Allah Anak
supaya Allah Anak yang menjalankan Penghakiman.  Jadi di dalam Oknum
pertama, kedua, dan ketiga kita melihat Oknum pertama, disebut Bapa.
Bapa menurunkan Anak ke dalam dunia, dan disini Oknum pertama memberikan
hak kepada Oknum kedua untuk menjalankan tugas menghakimi seluruh dunia.
Di sini kita melihat bahwa Oknum kedua sudah menerima mandat, tetapi atas
dasar apakah Dia bisa dijadikan seorang hakim yang terbesar?  Atas dasar
apakah Dia bisa mempunyai kelayakan untuk menerima hak menghakimi seluruh
dunia?  Kalimat selanjutnya mengatakan sebab Dia adalah Anak Manusia.
Nah ini yang membuat bingung.  Kalau dia adalah Allah; Allah menghakimi
dunia, itu beres.  Tetapi kalau Dia adalah manusia bukankah saya juga
manusia?  Engkau juga manusia?  Dia juga Manusia?  Perhatikan hal yang
paradoks tetapi tidak menjadi konflik yaitu Kristus adalah Allah yang
menjadi manusia.  Itu sebab Dia pernah mengalami proses di dalam dunia
penghakiman dan dunia yang dihakimi, dunia sumber keadilan, dan dunia
yang tidak adil.  Dia telah menerobos.  Karena Yesus adalah Allah, Yesus
adalah yang tidak terbatas, Yesus Yang Mahaadil dan Mahasuci, tetapi Dia
pernah melewati proses masuk ke dalam dunia yang tidak suci, yang tidak
adil.  Kalau Dia pernah menjadi manusia yang pernah diadili secara tidak
adil, tetapi Dialah yang betul-betul adil dan suci di dalam surga.  Maka
Dia harus menyatakan keadilan untuk mengubah segala keadilan yang sudah
dirobek-robek di dalam bidang hukum di dalam seluruh dunia.  Yesus
diperlakukan secara tidak adil oleh orang-orang yang tidak bertanggung
jawab atas hukum.  Yesus datang ke dalam dunia justru mau melepaskan
manusia keluar dari ketidakadilan.  Dan pada waktu Yesus diadili oleh
Pilatus.  Waktu Yesus diadili oleh Hanas dan pembesar-pembesar dari imam
itu, Dia diadili secara tidak adil.  Anak Manusia diberikan hak karena
Anak Manusia pernah diadili secara tidak adil.  Sekarang saatnya sudah
tiba barangsiapa yang mendengar suaraNya dia akan dibangkitkan, dia akan
menerima hidup.  Allah memberikan hak kepada Dia untuk mengadili seluruh
dunia ini dan Yesus Kristus berkata, "Aku mengadili dunia dengan adil
karena Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri, melainkan menuruti kehendak
Dia yang mengutus Aku."  Anak-anak tidak pernah menuntut supaya orang tua
mereka kaya, tetapi anak-anak di seluruh dunia menuntut satu hal yang
sama, yaitu perlakuan dengan standar yang sama atas setiap anak.
     Keadilan merupakan satu hal yang penting di dalam kepemimpinan.
Jikalau pemimpin tidak memakai prinsip keadilan pasti pimpinannya itu
tidak beres.  Banyak hal di dalam gereja menjadi tidak beres, karena
mempunyai dua macam ukuran hukum.  Kedua macam hukum yang menjadi
kebencian bagi Tuhan Allah.  Kepada orang yang kita rasa tidak baik, kita
cari dalil di dalam hukum untuk menghukumnya.  Kalau kita merasa orang
ini baik, maka kita mencari hukum untuk membela dia.  Jadi hukum bukan
ditaati manusia, hukum dipermainkan oleh manusia.  Kadang-kadang kemauan
kita yang menyetir hukum, bukan kemauan kita yang disetir oleh hukum.
Nah ini yang dilawan oleh Yesus Kristus.  Yesus mengatakan, "Aku datang
ke dalam dunia, Aku menghakimi dunia ini bukan menurut kemauanKu sendiri.
Kalau Aku menginginkan sesuatu untuk diriKu sendiri, pasti penghakimanKu
tidak benar.  Kalau Aku mempunyai motivasi untuk diriKu sendiri, pasti
perkataan-perkataanku tidak mempunyai prinsip."  Barangsiapa ingin
hidupnya konsisten dan berprinsip, dia harus senantiasa tidak semaunya
mengikuti keinginan dirinya sendiri.  Janganlah kita pada waktu ada
kemauan sendiri, ingin yang muluk-muluk.  Pada waktu kita dalam
kesulitan, keinginan kita padam dan kita menjadi dingin kepada Tuhan.
Jangan kita memakai api sendiri untuk melayani di mezbah Tuhan.  Jangan
kita memakai kemauan sendiri untuk menolong pekerjaan Tuhan.  Tuhan tidak
mau.  Yesus Kristus berkata, "Karena Aku menghakimi bukan menurut
kemauanku sendiri, tetapi apa yang Tuhan mau."  Itu sebabnya
penghakimanNya adil adanya.
     Saya kira semua orang, walaupun yang akan dimasukkan ke dalam neraka
di dalam kekekalan mereka sekalipun, tetap akan mengakui bahwa pengadilan
dari Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal itu adalah penghakiman yang
adil.  Filipi 2:11 sampai selanjutnya mengatakan, setelah dibangkitkan,
ditinggikan di dalam surga.  Maka Allah mengakibatkan semua bibir
menyebut Dia Tuhan, semua lutu bertekuk dihadapanNya.  Apakah kalimat itu
hanya dikatakan oleh orang-orang Kristen atau semua orang-orang yang
binasa tetap menyebut Yesus Tuhan?  Saya percaya pada suatu hari seluruh
alam semesta mengaku Yesus adalah Tuhan, termasuk orang-orang yang masuk
ke dalam neraka.  Apa sebab?  Merekapun tidak bisa lepas dari pengakuan
bahwa penghakiman Allah itu adil adanya.  Meskipun mereka harus binasa,
mereka harus mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan Yang Adil dan mereka
sepatutnya menerima pengadilan seperti itu.  Jikalau Yesus hanya membela
orang-orang Kristen karena mereka percaya kepadaNya,  sehingga orang-
orang kesayanganNya ini yang dimanja-manja jika berbuat dosa tidak apa-
apa, Dia bukan Allah yang Adil.  Tetapi kalau Yesus Kristus melakukan
keadilan, maka Dia tidak memandang bulu.  Semua dosa harus dihakimi dan
justru karena dosa kita, Dia dihakimi di atas kayu salib menjadi
pengganti kita masing-masing.  Karena prinsip keadilan tidak bisa
dilanggar meskipun oleh Anak Allah itu sendiri.  Puji Tuhan!
Sesudah Yesus menyelesaikan hal ini, Dia mengatakan lima kesaksian yang
besar.
 
     Kesaksian pertama, yaitu kesaksian dari Yohanes Pembaptis (ayat 33,
35) kesaksian pertama seperti di padang belantara, "Ada suara yang
berseru-seru: 'Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN,
luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!  Setiap
lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang
berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-
lekuk menjadi dataran.'"  (Yesaya 40:3-4)  Dia mengatakan ratakan semua
itu siapkan jalan karena Tuhan akan datang.  Barangsiapa yang melayani
Tuhan biar dia mempersiapkan segala sesuatu sehingga menempuh jalan bagi
Tuhan, barangsiapa yang melayani Tuhan seperti Yohanes, biar dia berani
berteriak dan dia berkata supaya persiapan-persiapan itu mungkin terjadi
di dalam dunia yang tidak beres ini.  Yesus berkata, "Yohanes bersaksi
begiKu.  Hei orang Yahudi engkau tidak pernah melihat diakah?  Engkau
tidak pernah mendengar teriakannya?  Engkau belum melihat dia
membaptiskan ribuan bahkan ratusan ribu orang di padang belantara di
sungai Yordan, dia adalah saksiKu, dia saksi tentangKu."  Berarti Yohanes
bukan fokus, Yohanes hanya persiapan dan suara itu saja.  Ini kesaksian
pertama dari Yohanes, ini kesaksian yang penting, jikalau kita mengulangi
lagi kalimat-kalimat yang mempunyai prinsip, Yohanes bersaksi supaya
mempersiapkan seluruh jaman datang kepada Tuhan Yesus, dia tidak membawa
seluruh jaman kepada dia, dia bukan meninggikan diri sendiri, tetapi dia
mempersiapkan hati seluruh bangsa, untuk melihat Yesus Kristus.  Dialah
Juruselamat.  Dialah Anak Domba Allah.  BEHOLD THE LAMB OF GOD.  Yesus
Kristus berkata, "Engkau bukan datang kepada dia, seharusnya engkau
datang kepadaKu."  Datang kepada Yesus, bukan datang kepada hamba-hamba
Tuhan, mereka hanya cahaya sementara saja.
 
 Kesaksian kedua, ayat 36 yaitu kesaksian dari pekerjaan Yesus Kristus.
"Engkau kalau tidak mau percaya kepadaKu silakan, tetapi lihat apa yang
Kukerjakan, yang tidak bisa engkau bantah."  Selain mengakui ini adalah
pekerjaan Tuhan tidak ada jawaban lain.  Mengapa dikutip sekali lagi
istilah pekerjaan?  Karena di dalam pasal ini ayat yang ke 18 Yesus
berkata, "Bapaku bekerja sampai hari ini, maka Akupun bekerja juga.  Aku
sekarang tetap mengerjakan pekerjaan Tuhan."  Kalau gereja dan para
pemimpin-pemimpin gereja senantiasa sadar dengan sungguh-sungguh
mengerjakan pekerjaan yang tetap dikerjakan Allah Bapa tak mungkin gereja
itu menjadi pudar.  Tak mungkin api dari gereja menjadi suram.  Dia
sekarang masih bekerja dan sekarang Dia sedang bekerja.  Pekerjaan yang
disuruh oleh Bapa supaya kita kerjakan dan ini secara kontinyu, sehingga
gereja bisa bertahan.  Mengapa ada gereja yang meluap api yang
sungguh-sungguh tetapi ada juga gereja yang begitu suram, begitu dingin
sehingga kelihatannya menakutkan.  Kuncinya di sini Aku sedang
mengerjakan pekerjaan Bapa terus menerus atau tidak.  Kalau sedang
meneruskan pekerjaan Bapa, gereja tidak perlu tutup.  Kalau gereja tidak
lagi mengerjakan pekerjaan Bapa, maka gereja itu tidak bisa lagi
menghindar lagi, harus tutup pintu.  Yesus Kristus mengatakan, "Engkau
tidak percaya kepadaKu?  Lihatlah Yohanes, ia bersaksi bagiKu, engkau
tetap tidak percaya?  Aku mempunyai kesaksian yang lebih besar dari
Yohanes Pembaptis.  Yohanes Pembaptis mempunyai kesaksian yang begitu
besar, begitu agung, mempersiapkan seluruh bangsa seluruh jaman untuk
Yesus Kristus tetapi Yesus Kristus mengatakan Aku mempunyai pekerjaan
yang lebih besar, Aku mempunyai kesaksian yang lebih besar dari kesaksian
Yohanes Pembaptis, yaitu pekerjaan yang Kukerjakan sekarang.  Apa yang
dikerjakan oleh Yesus Kristus merupakan suatu kesaksian yang hidup
mengenai siapa Yesus Kristus itu.  Apakah engkau mau sungguh-sungguh
mengabdikan diri seumur hidup untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan?  Dalam
pasal 4 Yesus berkata Aku telah mempunyai makanan.  kami disuruh beli
roti di kota, setelah bawa roti Engkau berkata engkau sudah mempunyai
makanan.  Kalau sudah ada makanan untuk apa menyuruh kita kesana.  Yesus
mengatakan, "makananKu ialah mengerjakan pekerjaan yang disuruh Bapa,
menggenapi akan kehendakNya"  Ini Kristus!
 
     Kesaksian yang ketiga: dari Bapa itu sendiri ayat 37, 38.
Segala kegiatan agama yang ada dalam hidup Yahudi dalam penilaian Yesus
Kristus gagal total.  Mereka punya imam besar yang ratusan jumlahnya,
tempat beribadah besar, Yerusalem yang megah, Taurat dan hukum di tempat
mahasuci.  Mengapa Tuhan Yesus berani mengatakan demikian?  Yesus
berkata, "Engkau belum pernah melihat rupaNya" berarti peta dan teladan
dalam Kejadian 1, Ef 4, (Imago Dei) yaitu teladan dari Allah Bapa
sendiri.  Juga belum pernah dengar suaraNya.  Inilah seperti penghinaan
Kristus kepada orang Yahudi sudah nyata.  Mereka sadar sekarang
ditelanjangi oleh Yesus.  Kelihatan bermoral, ahli liturgi, berdoa
panjang tetapi sesungguhnya belum pernah kenal Bapa dan suaraNya.  Orang
Yahudi mengatakan sudah hafal Taurat.  Tetapi Yesus menyanggah, "BapaKu
bersaksi bagiKu dan kamu anggap kenal Bapa berarti engkau pasti kenal
saksi itu."  Mendualisme Oknum pertama dan Oknum kedua itu tidak
diperbolehkan oleh Yesus.  Waktu Yesus berkata demikian berarti Ia berani
meniadakan agama Yahudi.  Mereka katakan kenal Perjanjian Lama.  Tetapi
seluruh Perjanjian Lama tujuannya adalah membuktikan Yesus adalah Allah.
Tetapi mereka yang baca Perjanjian Lama tidak kenal Yesus Kristus, lalu
apa yang mereka baca?  Mereka membaca hanya untuk mengatakan, "Saya sudah
baca Kitab Suci."  Mereka ikut kebaktian hanya untuk mengatakan, "Saya
sudah hadir."  Mereka ikut agama, dibesarkan dalam keluarga Kristen
tetapi tidak jumpa Kristus.  Yesus mengatakan dengan sedih: "Orang Yahudi
engkau kenal Allah seharusnya mengenal Aku.  Sesungguhnya engkau belum
mengenal Allah."  Dua kemungkinan dari perkataan ini adalah mereka
mengoreksi diri atau benci kepada Yesus.  Orang Yahudi tidak mau
mengoreksi diri dan mulai membenci Yesus.
 
     Kesaksian keempat: ayat 39
Yesus mengoreksi sikap manusia yang tidak beres terhadap Kitab Suci.
Mereka menyelidiki Kitab Suci bukan dengan baik-baik.  Orang Yahudi
jarang menganggap bahwa Kitab Suci ada hidup.  Mereka sangka bisa hidup
kalau taat kepada Kitab Suci.  Karena Alkitab mengatakan dalam kitab
Habakuk, orang benar akan hidup karena menjalankan iman.  Berdasarkan
iman ditafsirkan mentaati Taurat, berarti hidup baik-baik dihadapan
Tuhan.  Sampai Roma, Galatia, Ibrani ada kesinambungan akan hal ini.
"Kamu menyelidiki Kitab-Kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehNya
kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-Kitab Suci itu
memberi kesaksian tentang Aku,"  Apa artinya?  Kitab itu mempunyai
kemungkinan memberi hidup kalau engkau mengerti arti sesungguhnya.
Karena secara harafiah kitab itu mematikan tetapi secara rohaniah kitab
itu menghidupkan.  Paulus berkata kata-kata harafiah itu mematikan tetapi
arti sesungguhnya menghidupkan.  Ini prinsip PL (Perjanjian Lama) berarti
sama-sama membaca Alkitab, mungkin makin lama engkau menjadi orang yang
berpura-pura.  Bisa juga menjadi orang penuh kuasa karena sungguh
menggali arti kitab suci yang menunjuk kepada satu Oknum yaitu Yesus
Kristus.  Jika agama dijadikan satu patokan di mana manusia menyangka
bisa memperoleh hidup, maka agama akan menjadi perintang utama manusia
untuk datang kepada Tuhan.  Sejarah membuktikan bahwa orang-orang yang
paling menentang Yesus adalah orang-orang yang pernah sekolah di sekolah
Kristen seperti Karl Marx, Darwin, Hegel, Nietzsche.  Jangan belajar
theologi di otak saja tetapi juga di hati.
 
     Kesaksian kelima: ayat 45-47.  Orang Farisi menerima Musa dan semua
nabi.  Orang Saduki hanya menerima Musa.  Orang Yahudi mempunyai konflik
yang paling besar.  Mereka mencari kebangunan, tetapi ketika kebangunan
mau terjadi harus ada nabi yang datang mendongkel ketidakbenaran.  Ketika
nabi datang, maka mereka menolak.  Mereka menjadi paling suka kebangunan
tetapi juga paling suka menganiaya nabi Tuhan.  Yang paling suka melayani
juga paling suka menganiaya hamba Tuhan.  Tetapi herannya sudah datang
ditolak, setelah mati dijunjung tinggi.  Nanti kalau ada hamba Tuhan yang
menegur dosamu, mati, baru generasi yang akan datang menghormati dia
lagi.  Saya kira sejarah terus mengulangi peristiwa yang sama.  Di antara
orang Yahudi ada orang Saduki dan orang Farisi yang bersekongkol dan
setuju hanya kepada satu nabi saja yaitu Musa.  Yesus berkata, "Engkau
betul-betul murid Musa?  Di dalam buku Musa, tertulis tentang Aku.  Kalau
engkau percaya kepada Musa tentu engkau juga akan percaya kepada Aku."
Kalimat ini begitu keras dan kalimat ini mengakhiri perdebatan antara
Kristologi di antara Kristus dan orang Yahudi untuk pertama kali.  Jangan
lupa bahwa suatu diskusi antara sorga dan neraka juga memakai kunci yang
sama.  Jikalau orang-orang di neraka memberikan suatu perdebatan antara
Tuhan Yesus dengan orang Yahudi dengan jelas, demikian juga antara sorga
dan neraka ada suatu dialog yang jelas.  Ditutup dengan suatu kunci.
Jikalau ada Firman tetapi tidak mau bertobat, ada mujizatpun mereka tidak
akan mau bertobat.  Kalau orang bertobat hanya karena mujizat belum
berarti dia sudah beriman.  IMAN DATANG DARI MENDENGARKAN FIRMAN.  Dan
Yesus berkata, "Musa bersaksi bagiKu, kitab bersaksi bagiKu, Bapa yang
mengutus bersaksi bagiKu, hal yang Kukerjakan bersaksi bagiKu dan Yesus
berkata Yohanes Pembaptispun bersaksi bagiKu.  Sudahkah engkau datang
kepadaKu?  Kalau engkau belum datang kepadaKu, engkau masih ada di dalam
kegelapan."
 
 

From juri@vms.macc.wisc.edu Fri Apr  2 23:40:46 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA15133; Fri, 2 Apr 93 23:40:46 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Fri, 02 Apr 93 23:39 CST
Received: from 129.57.32.102 by wigate.nic.wisc.edu; Fri, 02 Apr 93 23:38 CST
Received: from cebaf.gov by cebaf.gov (PMDF #2693 )
          id <01GWK04CUJ8096WDDD@cebaf.gov>; Sat, 3 Apr 1993 00:37:11 EDT
Message-Id: <01GWK04CUSVM96WDDD@cebaf.gov>
Date: 03 Apr 1993 00:37:11 -0400 (EDT)
From: SURYA@cebaf.gov
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: Ringkasan Khotbah S. Tong (Buah Injil)
To: fica-net@macc.wisc.edu, torpedo@spectrx.saigon.com
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
X-Vms-To: IN%"fica-net@macc.wisc.edu",IN%"torpedo@spectrx.saigon.com"
Mime-Version: 1.0
Content-Transfer-Encoding: 7BIT
Status: R

Teman-teman mungkin ada yang bertanya darimana ringkasan khotbah Stephen Tong
ini?. Khotbah ini saya dapatkan dari Sdr. Amir, saya dengan senang hati mem
forwardkan ini karena saya merasakan tayangan ini sangat berguna sekali bagi
kebutuhan rohani kita. 
Saya pikir ada baiknya kita tiap minggu mendapat tayangan khotbah yang cukup
panjang ini.
Bagi mereka yang ingin menanyakan sumber tulisan ini (kaset atau buku) silahkan
menanyakannya langsung pada Sdr. Amir:
            torpedo@spectrx.Saigon.COM (Amir Torpedo)
Sdr Amir tidak ikutan Fica-net karena 'quota'nya sudah terlalu penuh.
Mulai minggu depan karena kesibukan saya, saya telah minta seorang rekan saya
untuk memforward tulisan khotbah S. Tong ini yang dikirimkan oleh Sdr. Amir ini.
salam
yohanes

                              
                              BUAH INJIL
                                   
                                   
                         Pdt. Dr. Stephen Tong
                                   
                                   
 
Yohanes 15:8
 
     Dalam hal  inilah BapaKu  dipermuliakan, yaitu  jika kamu  berbuah
banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu."
 
Yohanes 15:16
 
     Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.  Dan
Aku telah  menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan
buahmu itu  tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu,
diberikanNya kepadamu.
 
Roma 1:13-15
 
     Saudara-saudara, aku  mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah
sering berniat  untuk datang  kepadamu -  tetapi hingga kini selalu aku
terhalang - agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di
tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.
     Aku berhutang  baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan
Yunani,  baik  kepada  orang  terpelajar,  maupun  kepada  orang  tidak
terpelajar.   Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada
kamu juga yang diam di Roma.
 
Kolose 1:6
 
     Injil itu  berbuah dan  berkembang di seluruh dunia, demikian juga
di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia
Allah dengan sebenarnya.
 
 
 
 
     Kali ini kita akan membicarakan tentang buah yang terakhir dari
orang Kristen, yaitu buah Injil, yaitu untuk membawa orang lain pada
Tuhan.  Betapa banyak orang Kristen, yang sudah menjadi Kristen
berpuluh-puluh tahun, belum pernah membawa satu jiwa pada Tuhan.  Hidup
kemiskinan rohani adalah hidup yang senantiasa mau memelihara diri
untuk bereksistensi saja, tetapi tidak mempunyai kekuatan yang
berkelebihan untuk mengalir keluar bagi orang lain.
 
     Dalam Yoh 10:10 Tuhan Yesus berkata bahwa Ia datang supaya kita
memiliki hidup, dan hidup yang berkelimpahan.  Di sini kita melihat ada
2 hal yang berbeda, yaitu hidup dan hidup yang berkelimpahan.  Jika
kita memiliki hidup yang berkelimpahan, maka kita bukan saja dapat
menjaga diri, tetapi kita mempunyai kekuatan untuk melayani orang lain.
Hidup yang papa dan hidup yang limpah bedanya terletak pada menurut
pelayanan dari orang lain, ataukah menuntut diri terus menerus untuk
melayani.
 
     Berbuah adalah bukti hidup.  Sebagai orang Kristen juga demikian.
Jikalau kita mau berbuah Injil, berarti kita melalui Injil yang kita
terima itu kita sadar, kita alami kuasa perubahan luar biasa dari Roh
Kudus yang memperanakkan kita.  Jika kita tidak mengalami kuasa Injil
dari Tuhan, maka kita tidak dapat disebut sebagai orang Kristen sejati.
 
     Kalau kita mau berbuah membawa orang lain datang kepada Tuhan, itu
kita membutuhkan beberapa kesadaran yang besar, yaitu:
 
 
1. KESADARAN AKAN BERAPA BESARNYA NILAI JIWA.
 
     Pengenalan nilai sangat menentukan sikap kegiatan dalam berusaha.
Apa sebabnya ada orang yang rela pergi meninggalkan usahanya yang cukup
besar, khusus untuk belajar sesuatu yang sama sekali tidak bisa
menghasilkan banyak uang?  Karena mereka merasa ada nilai dalam bidang
yang lain.  Nilai yang memberikan konsep yang baru akan menyebabkan
seseorang memilih yang lain.  Demikian juga dengan banyak orang yang
sebenarnya mempunyai suatu hari depan yang terjamin, tetapi karena
konsep nilai yang sudah dirubah oleh Tuhan, mereka meninggalkan usaha
mereka dan menjadi hamba Tuhan.  Tuhan Yesus pernah berkata: "Apa
gunanya engkau mendapatkan seisi dunia tetapi kehilangan nyawamu?"  Di
sini Tuhan Yesus berusaha memberikan pengetahuan kepada kita tentang
nilai jiwa yang lebih dari seluruh dunia.  Mujizat yang terbesar ialah
kalau orang berdosa, dengan kuasa Kristus, bertobat, menjadi orang
Kristen.  Inilah yang kekal, inilah yang terjadi untuk selama-lamanya.
Jika ada satu orang bertobat, seorang berobah dan datang kepada Tuhan
Yesus, menjadi orang Kristen, dan diampuni dosanya serta dia
mendapatkan hidup yang baru, itu mujizat yang bertahan sampai selama-
lamanya, itu kekal.
 
 
2. KITA MEMERLUKAN KESERIUSAN DALAM MENANGGAPI DAN MEMIKIRKAN TENTANG
KEKEKALAN.
 
     Kita harus juga dengan penuh keseriusan menanggapi sifat
kekekalan.  Setiap manusia adalah suatu makhluk yang mempunyai jiwa
kekal.  Apa artinya kekal?  Billy Graham pernah berusaha memberikan
arti "kekal" ini.  Ia berkata: Kekal berarti selama-lamanya, kekal itu
berarti tidak ada habis-habisnya.  Banyak orang berkata bahwa sesudah
mati lalu selesai.  Tetapi sesungguhnya sesudah mati tidak selesai!
Sesudah itu kita masuk ke dalam kekekalan, yang tidak habis-habis.
Kalau jiwa itu selama-lamanya maka kita tidak boleh menghina siapapun
juga sebab mereka semua adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan
memiliki jiwa kekekalan.  Dalam keadaan sadar tentang hal kekekalan
yang serius ini, mau tidak mau kita harus membawa Injil Yesus Kristus
kepada orang lain.
 
     Saya berdoa berkali-kali, berpuluh kali, beratus kali, supaya
gereja menjadi gereja yang misioner, yaitu gereja yang mengutus,
mengabarkan Injil, gereja yang setiap anggotanya adalah anggota yang
berbuah.  Gereja yang tidak mengabarkan Injil lebih baik mati!  Gereja
yang tidak memikirkan Pekabaran Injil tidak mungkin menjadi gereja yang
bertumbuh.  Gereja yang tidak mengabarkan Injil tidak mungkin menikmati
penyertaan dari Tuhan Allah.
 
     Perasaan tanggung jawab dari segala tingkah laku dan perkataan dan
etika kita semua itu berdasarkan kesadaran bahwa saya menghadap kepada
Allah yang kekal.  Jika saya menghadap Allah yang kekal maka saya tidak
boleh sembarangan.  Jikalau demikian, bolehkah kita melihat orang lain
sebagai orang yang tidak penting?  Setiap manusia adalah mahluk yang
bersifat kekekalan, di mana kita perlu mempunyai jiwa yang mengasihi
kepada mereka dan kita serius pada mereka.  Waktu kita melihat
seseorang, lihatlah dia adalah peta dan teladan Allah yang sedang
menuju ke neraka.  Inilah mahluk yang punya kekekalan dan memerlukan
berita Injil.
 
 
3. KESADARAN BAHWA BINASA ITU ADA.
 
     Jangan sampai kita ditipu oleh liberalisme, jangan ditipu oleh
ajaran-ajaran yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan tidak ada
neraka, tidak ada penghukuman yang kekal, tidak ada penghakiman
terakhir.  Tetapi sesungguhnya kita harus memberitakan kebenaran Firman
Tuhan, kita memberitakan wahyu yang diberitakan pada kita.  Apa yang
diberitakan oleh Alkitab kita beritakan, apa yang tidak diberitakan
oleh Alkitab tidak kita beritakan.  Alkitab berkata: Ada sorga, ada
neraka.
 
     Sorga dan neraka bukan hanya satu pengertian yang bersifat
superficial begitu saja, tetapi ada arti yang lebih dalam dari itu.
Sorga adalah tempat persatuan antara Sang Pencipta dan yang dicipta
untuk selama-lamanya.  Kita akan bergabung dengan sumber kebenaran.
Dan apakah neraka?  Dalam neraka kita akan dibuang dari hadapan Allah
yang penuh kasih, kebenaran, kesucian, kebajikan, untuk selama-lamanya.
Hidup tanpa ada kesucian, kasih, kebenaran, dalam siksaan akan akibat
dosa kita sendiri.  Jikalau kita mengerti akan apa yang dikatakan
Alkitab ini betul-betul ada dan pasti ada karena ini adalah Firman
Allah, maka akankah kita membiarkan orang masuk ke dalam neraka dengan
begitu saja?
 
 
4. KARENA CINTA TUHAN MENDORONG KITA.
 
     Karena cinta Tuhan mendorong kita, maka kita tidak mungkin hidup
tidak membawa jiwa.  Kita tidak mungkin hidup hanya bagi diri kita
sendiri saja.  Kita menjadi Kristen, didorong cinta kasih Tuhan.  Pada
waktu kita jatuh cinta untuk pertama kali pada seseorang, pada waktu
itu kita berkata seolah-oleh tidak bisa lagi hidup tanpa dia.
 
     Sekarang ini kita tidak memberitakan Injil karena kekurangan cinta
Tuhan yang mendorong kita.  Waktu Tuhan mendorong kita dengan cinta,
maka kita melihat setiap jiwa itu sebagai sasaran dalam rencana Tuhan
Allah mau memperoleh mereka.  Kalau sudah didorong maka tidak mungkin
kita meninggalkan atau membiarkan begitu saja.  Kita harus membawa
mereka pada Tuhan.  Menurut Alkitab, dalam cinta tidak ada ketakutan.
Kita sering mau mengabarkan Injil kepada seseorang, tapi takut pada
mereka, takut kalau mengabarkan Injil nanti orang itu marah.  Tetapi
kalau cinta sudah memenuhi hati kita, kita menjadi lain, kita melihat
jiwa-jiwa itu mempunyai nilai yang istimewa, dan kita didorong untuk
memberitakan Injil kepada mereka.
 
     Kalau kita sebagai orang Kristen tidak pernah berbuah, bagaimana
kita akan bertemu dengan Tuhan kelak.  Pagi ini saya bertanya kepada
saudara, sudahkah engkau berbuah?  Paulus berkata: "Aku berhutang
kepada orang Yunani, aku berhutang kepada orang bukan Yunani.  Aku
berhutang kepada semua orang.  Sebab itu aku ingin berbuah di antara
kamu juga."  Maukah kita sekarang menjadi orang Kristen yang berbuah?
Tuhan Yesus berkata:  "Bukan kamu yang mengutus Aku, tetapi Akulah yang
memilih engkau, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu
tetap."
 
 
 

From juri@vms.macc.wisc.edu Tue Apr  6 03:54:23 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA17714; Tue, 6 Apr 93 03:54:22 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 06 Apr 93 03:48 CST
Received: from 129.57.32.102 by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 06 Apr 93 03:47 CST
Received: from cebaf.gov by cebaf.gov (PMDF #2693 )
          id <01GWOFPADRFK8WW34M@cebaf.gov>; Tue, 6 Apr 1993 04:46:56 EDT
Message-Id: <01GWOFPADRFM8WW34M@cebaf.gov>
Date: 06 Apr 1993 04:46:54 -0400 (EDT)
From: SURYA@cebaf.gov
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: Khotbah S. Tong (Hamba Yang Menderita)
To: fica-net@macc.wisc.edu, k.k.tedjojuwono@larc.nasa.gov
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
X-Vms-To: IN%"fica-net@macc.wisc.edu", IN%"k.k.tedjojuwono@larc.nasa.gov"
Mime-Version: 1.0
Content-Transfer-Encoding: 7BIT
Status: R

Salah satu khotbah terbesar yang pernah saya dengar adalah khotbah pdt
Stephen Tong tentang kematian Tuhan Yesus.
Khotbah dibawah ini mengingatkan saya kembali pada waktu saya mendengar
khotbah kematian Tuhan Yesus ini.
Tayangan yang saya forwardkan ini  sangat baik untuk renungan jum'at agung,
tulisannya panjang jadi silahkan di print saja sebaiknya.
salam
yohanes

                         HAMBA YANG MENDERITA
                                   
                                   
                         Pdt. Dr. Stephen Tong
                                   
 
Yesaya 42:1-4
 
Hamba TUHAN
 
     Lihat, itu hambaKu yang Kupegang, orang pilihanKu, yang kepadanya
Aku berkenan.  Aku telah menaruh RohKu ke atasnya, supaya ia menyatakan
hukum kepada bangsa-bangsa.  Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan
suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.  Buluh yang patah
terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak
akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.  Ia
sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai
ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
 
 
Yesaya 52:13-53:10
 
Hamba TUHAN yang menderita
 
     Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan,
disanjung dan dimuliakan.  Sepertia banyak orang akan tertegun melihat
dia - begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya
bukan seperti anak manusia lagi - demikianlah ia akan membuat
tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat
dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat,
dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.  Siapakah yang
percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan
kekuasaan TUHAN dinyatakan?  Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN
dan sebagai tunas dari tanah kering.  Ia tidak tampan dan semaraknyapun
tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita
menginginkannya.  Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh
kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina,
sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak
masuk hitungan.  Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang
ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita
mengira dia kena tulah, dipikul dan ditindas Allah.  Tetapi dia
tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena
kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita
ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil
jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan
kita sekalian.  Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan
tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;
seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting
bulunya, ia tidak membuka mulutnya.  Sesudah penahanan dan penghukuman
ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?
Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena
pemberontakan umatKu ia kena tulah.  Orang menempatkan kuburnya di
antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-
penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam
mulutnya.  Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.
Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan
melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan
terlaksana olehnya.
 
 
Matius 27:33-36
 
     Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota,
artinya: Tempat Tengkorak.  Lalu mereka memberi Dia minum anggur
bercampur empedu.  Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.
Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaianNya dengan membuang
undi.  Lalu mereka duduk disitu menjaga Dia.
 
 
 
 
     Suatu hari seseorang, yang ingin turut mendukung pekerjaan Tuhan
dalam mendirikan gedung Seminari menulis surat kepada saya.  Ia berdoa
apa yang dapat diberikannya kepada Tuhan.  Ia rindu memberikan yang
terbaik kepada Tuhan.  Ia tidak mempunyai uang yang banyak, tetapi
masih menyimpan kayu jati berukuran panjang 2 m dan lebar 60 cm yang
tidak akan dapat dibeli di tempat lain.  Ia ingin mempersembahkan dan
mengukir kesengsaraan Tuhan Yesus di kayu itu.  Ia meminta kesediaan
saya untuk memilih lukisan yang tepat.
 
     Gambar yang saya pilih adalah momen yang dihadapi Yesus pada detik
terakhir sebelum Ia dipaku.  Ketika itu Ia melihat ke langit dan di
tengah kegelapan langit itu ada seberkas cahaya kecil menyinari Yesus,
yang demikian buruk, karena sudah penuh luka.  Dengan keberanian dan
tidak menghiraukan untung rugi diri sendiri, Ia melihat ke langit.
Judul lukisan itu, "HERE I COME TO DO YOUR WILL FATHER".  Sekarang Aku
datang untuk menjalankan kehendakMu, sekarang saatnya.  TubuhKu yang
Kau sediakan boleh dipecahkan, menjadi korban menurut rencanaMu.
 
     Sekarang ukiran itu masih ada di ruang perpustakaan SAAT, yang
ingin mengingatkan agar selain setiap mahasiswa yang belajar Firman
Tuhan secara rasio, mereka juga belajar dan mengingat momen-momen
kesengsaraan Tuhan Yesus menghadapi salib.  Setiap kali saya melihat
ukiran itu, saya betul-betul terharu, pelukis gambar itu melihat dan
mengerti apa yang terjadi sebelum Yesus dipakukan.
 
     Setelah Yesus tiba di Golgota, maka orang-orang yang membawaNya
tiba di Golgota merasa, "Tugasku sudah selesai.  Terlalu capai membawa
orang ini ke tempat ini.  Selesai tugasku kini."  Bagi mereka yang
membawa palu dan paku berpikir, "Inilah tempatnya saya melunaskan tugas
saya."
 
     Tetapi bagi Yesus beda sekali, ini saatnya.  "THIS IS THE MOMENT,
SPECIAL KAIROS.  Saat Aku diutus ke dalam dunia, kekongkritan dari
segala penderitaan yang harus Kutanggung secara total."  Saya kira
meski kita berusaha untuk mengerti kesengsaraan Yesus selama hidup,
sampai ke dalam sorga pun kita tidak dapat mengerti secara mutlak.
 
     Saat Kristus menghadapi Pilatus, massa yang pernah bersorak,
"Hosana, hosana!" merubah nada, "Salibkan Dia!  Salibkan Dia!"  Yesus
telah menghadapi saat paling krisis, paling sengsara.  Alkitab berkata,
"HE IS A MAN OF SORROWS.  HE DID NOT CHOOSE TO BE A MAN OF DOLLARS, HE
DID NOT CHOOSE TO BE A MAN OF MANY LANDS.  HE CHOOSE TO BE A MAN OF
SORROWS."  Ia tidak memilih untuk mendapat kekayaan, tanah yang luas,
kesempatan yang besar.  Ia memilih ke dalam dunia sebagai Manusia yang
penuh kesengsaraan.  Manusia yang pernah menderita selalu berbicara
lebih berbobot daripada manusia yang tidak pernah mengalami
kesengsaraan, pernah diperlakukan secara tidak adil, diejek, dihina,
dibuang dari masyarakat.  Manusia demikian mempunyai kematangan jika
mereka menang dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami
penderitaan.  Baca kitab Ayub.  Baca bobot kalimat-kalimat dari mereka
yang sudah mengalami cacat-cacat karena penderitaan.  Kesengsaraan
seluruh umat manusia digabungkan tidak bisa dibandingkan dengan
sengsara yang pernah ditanggung oleh satu orang, YESUS KRISTUS.  THE
MAN OF SORROWS, THE MAN OF GRIEVES.  Itulah nama Yesus.
     
     Semua lukisan tentang Yesus dilukis dengan rupa yang agung dengan
motivasi yang agung.  Baik jaman abad 14, 15, 16, Da Vinci, Rafelo,
atau Michael Angelo.  Saya mengamati semua muka yang dilukis, menangkap
suatu konsep, meskipun samar sekali, tentang kebangkitan manusia.
Konsep kebangkitan sebagai suatu pencetusan kepada imortalitas, THE
IMMORTALITY, ketidakrusakkan.  Istilah imortalitas lebih tepat
diterjemahkan sebagai ketidakrusakkan daripada diterjemahkan sebagai
kekekalan, ETERNITY adalah kekekalan; IMMORTALITY adalah
ketidakrusakkan dan itu merupakan sifat Allah.  Satu-satunya Oknum yang
belum pernah mengalami kerusakkan yaitu Allah sendiri.  Alkitab
mengatakan bahwa Dia adalah satu-satunya yang tidak rusak.  Pada waktu
Allah menciptakan manusia menurut peta dan teladanNya sendiri, maka
manusia diberikan kekekalan.  Manusia mempunyai kekekalan tetapi tidak
mempunyai ketidakrusakkan seperti Allah.  WE HAVE THE ETERNITY BUT WE
DO NOT HAVE THE IMMORTALITY LIKE GOD HIMSELF.  Kalau kita mempunyai
ketidakrusakkan, maka itu adalah ketidakrusakkan yang tidak sama dengan
kualitas ketidakrusakkan Allah.  Manusia boleh tidak mempunyai
ketidakrusakkan sesudah manusia memiliki tebusan dari Yesus Kristus
melalui kuasa kebangkitan.  Kita memasuki hal yang besar, begitu
penting karena iman orang Kristen lain dengan orang dunia yang hanya
mencari hiburan di dalam agama.  Iman Kristen merupakan suatu
perjuangan, suatu substansi yang tidak ada di dalam kebudayaan manusia.
Jikalau orang Mesir mempunyai konsep yang samar, konsep yang kurang
tentang kebangkitan tetapi mereka belum pernah bisa mencegah kerusakan.
Sebelum mayat manusia dimummikan, kerusakan sudah terjadi.  Pada tahun
1693, majalah LIFE di Amerika yang memuat satu penemuan, mummi Raamses
II.  Raamses II merupakan Firaun pada waktu Israel keluar dari Mesir.
Jaman-jaman itu Firaun mempunyai kuasa yang luar biasa, satu otoritas
yang dapat mengakibatkan ratusan ribu orang mati atau hidup di bawah
pemerintahannya.  Dalam keadaan demikian, bila dia mau membangun
piramid yang besar, atau mau membangun kota-kota baru, dia hanya perlu
memberikan perintah dan orang Israel yang menjadi budak harus
melaksanakannya.  Tetapi Firaun seperti Raamses II yang kekuasaannya
begitu besar, apakah dia memliki hidup yang sangat berbahagia?  Tidak!
Pada abad ke-20 kedokteran dengan rontgen membuktikan bahwa dia
mempunyai sakit gigi yang sangat hebat.  Dari hasil rontgen juga
terbukti bahwa ia pernah hidup susah sekali.  Pada waktu mummi-mummi
diperiksa kembali, kita melihat kerusakkan sudah terjadi sebelum mati,
apalagi sesudah mati, menjadi lebih parah.  Sekarang, jika kita pergi
ke Paris atau Amerika, di museumnya kita akan menemukan mummi-mummi
yang telah sangat rusak, begitu menakutkan.  Itulah kebudayaan.
Kebudayaan yang agung, yang mempunyai konsep yang tinggi-tinggi, yang
tetap tidak bisa memberikan jaminan yang sesungguhnya kepada manusia.
Sampai pada hadirnya Anak Allah dalam sejarah dan berpartisipasi dalam
hidup manusia.
 
     Yesus Kristus lahir ke dalam dunia, mengalami pencobaan, mati
menggantikan kita dan bangkit dari kematian dan naik ke sorga.  Kelima
hal ini,
1. Inkarnasi.
2. Kemenangan atas pencobaan.
3. Kematian untuk menggantikan kita.
4. KebangkitanNya dari kematian.
5. KenaikanNya ke sorga.
 
Mengapa saya harus menegaskan HISTORICAL FACTS?  Saya tegaskan sekali
lagi, kita harus terima sebagai fakta-fakta sejarah, karena memang
fakta-fakta yang terjadi di dalam sejarah.  Karena teolog-teolog yang
tidak bertanggung jawab mengatakan bahwa semua ini belum pernah
terjadi.  Mereka bisa memperalat orang dengan mudah menjadi kawan
ketika membutuhkan, dan langsung menjadi lawan jika tidak
membutuhkannya.  Tetapi di situ Kristus menjadi korban karena komplotan
kompromi dari agama, politik, dan kebudayaan.
 
     Pada waktu pukul 12 tepat.  Seluruh bumi tertutup dengan
kegelapan.  Dari awan?  Tidak tahu.  Tetapi ada lagu mengatakan
mataharipun malu untuk bersinar.  Matahari tidak berani melihat, yang
terjadi di bumi ini.  Sejak matahari diciptakan dan terus bersinar di
atas bumi belum pernah merasakan satu saat yang begitu kejam bahwa
Pencipta matahari, langit dan bumi dibunuh oleh manusia yang dicipta
oleh Dia sendiri.  Demikian kejam dan tidak berperikemanusiaan
peristiwa yang terjadi.  Matahari tidak berani melihat dan menyatakan
diri.  Pada waktu gelap menutupi seluruh bumi dari pukul 12 sampai
pukul 3.  Pada waktu itu tepat matahari terletak 90 derajat dari bumi,
saat paling terik.  Tetapi waktu itu kegelapan datang.  Saudara melihat
ditengah sinar cahaya alamiah kita telah melihat kegelapan yang supra
alamiah.  Di tengah ciptaan Allah yang seharusnya terang, ada kekuatan
dari ciptaan yang tidak kelihatan menudungi sehingga ciptaan yang
kelihatan ini menjadi gelap.  Ini mengandung arti yang sangat dalam.
Pada waktu Anak Allah dipaku, pukul 9, 3 jam kemudian kalimat-kalimat
penting sudah diucapkan, tiba kegelapan sehingga semua tidak bisa
melihat diri sendiri ataupun orang lain.  Ini merupakan gambaran
keadaan rohani dunia yang sudah sedemikian gawat.  Tanpa cahaya manusia
tidak mungkin melihat diri dan orang lain.  Bagaimana bisa melihat
bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah?  Pada waktu Anak Allah yang
tidak berdosa di atas kayu salib manusia tidak mengerti inilah Anak
Allah yang akan menyelamatkan dunia.  Gelap sudah merajalela, kegelapan
dari hukum, politik, dan rohani manusia sudah menudung dan Allah yang
berada di tempat yang Mahatinggi akan menunggu sampai waktu itu lewat.
Waktu itu tidak akan lewat sampai Yesus mengatakan, "Sudah selesai."
Itulah waktunya kegelapan tidak mungkin mengalahkan terang lagi.  Pada
waktu Yesus dipaku di atas kayu salib, tidak ada terang yang sampai
kepada Dia.  Waktu itu Ia menerita kegelapan yang terbesar.  Tetapi
justru Ia adalah Anak Allah yang menang.  Di dalam kegelapan yang
paling menakutkan, Ia tidak mengatakan, "Habislah."  tetapi,
"Sempurnalah, sudah genap, sudah selesai."
 
     Mengapa kita mengatakan salib adalah tempat di mana tidak ada
hidup?  Tidak pernah orang yang disalibkan diharapkan turun lagi dengan
hidup.  Salah satu cara penghukuman manusia sampai mati yang paling
kejam dan tidak berperikemanusiaan adalah dengan cara memaku mereka ke
atas kayu salib.  Waktu Yesus berumur 11 terjadi pemberontakan di
Nazaret.  Menurut sejarah yang ditulis oleh Josephus kira-kira tahun
seperti itu ada orang di Nazaret yang memberontak kepada kerajaan
Romawi, akibatnya mereka ditangkap.  Sekitar 100 orang dipaku di atas
kayu salib.  Waktu itu Anak Allah yang berinkarnasi masih kecil sudah
melihat bahwa tidak ada kemungkinan untuk hidup lagi bagi mereka yang
sudah dijatuhkan hukuman dan sudah dipaku di atas salib.
 
     Satu-satunya tempat yang tidak ada hidup adalah salib Kristus.
Karena di sini kematian yang terjadi berbeda dengan kematian orang
lain, sebab orang lain dipaku di atas kayu salib, kalau tidak
disalibpun mereka akhirnya harus mati.  Tetapi Kristus tidak harus
mati, tidak berdosa, tidak boleh mati, sekarang sungguh-sungguh mati.
Sekarang orang yang harus mati dibunuh di atas kayu salib, tidak
berarti memberi mati, tetapi mempercepat kematiannya sebentar saja.
Tetapi Kristus tidak seharusnya mati, Ia adalah PENGHULU HIDUP, THE
MASTER OF THE LIFE semua yang hidup dalam dunia bukan pada waktu itu
saja tetapi dari segala jaman.  Kristus adalah Penghulu dari segala
jaman, dari segala tempat, dan dari segala yang hidup.  Ia sendiri
dibunuh di atas kayu salib.  Tetapi puji Tuhan di salib yang tidak ada
cinta, menjadi Sumber cinta yang tidak perlu kuasa dan sumber lain.
Karena Kristus mengalami kegelapan yang demikian besar maka diriNya
menjadi Sumber cahaya yang tidak perlu bersandar pada yang lain lagi.
Karena Kristus sudah menerima kematian yang demikian menakutkan, Ia
sendiri telah menjadi Sumber hidup yang baru dan tidak bersandar pada
yang lain.
 
     Di sini ada perbedaan antara manusia yang sengsara di paku di atas
kayu salib dibanding dengan semua manusia yang pernah hidup dalam
dunia.  NEW SOURCE OF LIFE, NEW SOURCE OF LIGHT, and THE NEW SOURCE OF
LOVE.  Inilah tiga perkataan yang paling penting yang dipakai manusia
untuk melukiskan Tuhan Allah menurut wahyu Tuhan melalui Roh Kudus
sendiri.  GOD IS LIFE, GOD IS LIGHT, and GOD IS LOVE.  Di atas salib
tidak ada cinta yang diterima oleh Kristus, tetapi Dia sendiri menjadi
Sumber Cinta.  Maka dimana Yesus ada di sanalah ada cinta yang sejati.
Jikalau Kristus tidak menerima cahaya di atas kayu salib, maka Ia
sendiri menjadi Sumber Cahaya.  Dimana Ia dikabarkan di sana ada
penerangan ke dalam kebudayaan.  Di mana Kristus diatas salib tidak
menerima hidup dari dunia, bahkan Sumber Hidup yang menjadi Penghulu
Hidup sudah dimatikan, tetapi di mana Yesus berada di sana ada
pengharapan hidup yang baru.  Tidak ada satu orangpun mampu
mengevaluasi berapa besar kerugian manusia dalam sejarah jika Kristus
tidak datang menjadi manusia dan belum pernah sebagai manusia yang
berdosa rela dipaku di atas kayu salib.  Yesus di atas kayu salib
menyatakan Ia menerima kevakuman cinta kasih, hidup dan terang.
 
     Di salib Yesus juga mengalami kevakuman bijaksana.  Ia tidak ada
akal.  Tidak ada orang berperang seperti Yesus yang seolah-olah
berperang tanpa strategi, ditangkap seperti domba yang mau dipotong
bulunya.  Dia dibawa seperti seekor domba yang mau disembelih.  Alkitab
mengatakan harus mempersembahkan domba yang berusia satu tahun, walalu
kecil tetapi sehat dan kuat.  Menurut data kedokteran, domba yang
berumur satu tahun kesehatannya paling sempurna.  Demikian pula manusia
berusia 33 tahun, mencapai kesempurnaan fisik.  Sebelum 33 tahun masih
perlu penyesuaian, setelah 33-40 tahun sudah terjadi kerusakan.  Yesus
dipaku di atas kayu salib, sama seperti domba yang disembelih, tidak
melawan.
 
     Tidak ada militer yang berstrategi dalam bentuk perlawanan, tidak
ada negara yang tidak mempunyai ketahanan militer untuk melawan musuh
dan mempersenjatai diri, tetapi Anak Manusia datang ke dalam dunia,
tidak mengijinkan muridNya membawa pisau dalam mengikut Dia.  Dia tidak
mengijinkan Petrus memotong telinga lawannya.  Ia berkata, "Masukkan
pedangmu ke dalam sarung!" dan membiarkan diri dibawa begitu saja.  THE
MAN OF SORROWS, THE MAN OF GRIEVES, itulah Tuhan.  Maka orang Yahudi
akan berkata, "Ini bodoh, tidak ada mujizat.  Di atas salib bila ada
mujizat mungkin saya akan percaya.  Jika Yesus di atas salib bisa
membebaskan diri, maka saya akan menjadi pengikutNya."  Tetapi perlu
saya katakan, di atas Golgota tidak ada lagi mujizat seperti 5 roti dan
2 ikan untuk mengenyangkan banyak orang, tidak ada lagi mujizat yang
bisa dilihat mengenai kuasa Kristus.  "Di mana kuasa dan kesembuhan
yang mungkin Engkau lakukan dan lakukan atas dirim sendiri hai Tabib?!
Jika Engkau bisa selamatkan orang lain, sekarang selamatkan dirimu!"
Tidak ada suara, tidak ada balasan.  CROSS IS A PLACE WITHOUT MIRACLE.
 
     Bukan saja demikian, salib juga menjadi tempat yang aneh.  Orang
yang berada di bawah salib tidak mungkin bisa mengerti dengan rasio
cara Allah menyelamatkan manusia.  Bagi orang Yahudi setelah berkumpul
beberapa ratus tahun, mengumpulkan data dari kesustraan untuk
menjelaskan konsep Alkitab tentang Mesias, mereka menyimpulkan beberapa
hal yaitu:
1. Mesias pasti bersifat militer.
2. Mesias bersifat dendam.
3. Mesias mempunyai kemenangan yang luar biasa.
 
Jika Mesias datang Ia akan memimpin tentara yang besar, pasti mendendam
dan membalas dendam untuk membasmi musuh-musuh Israel yang pernah
menjajah atas bangsa Israel.  Jika Mesias datang Ia akan berperang dan
membawa kemenangan serta kemuliaan.
 
     Antara PL dan PB ada jarak waktu 400 tahun.  Masa antar perjanjian
itu ada keluarga Makabeus yang menghasilkan jenderal-jenderal yang
besar.  Mereka berperang dengan gagah berani.  Matipun tidak mau
takluk, yang jelas tidak mau berkompromi.  Di antaranya ada Yudas
Makabeus yang disebut SINGA DARI YEHUDA.  Lalu mereka berpikir apakah
Yudas Makabeus adalah Mesias karena ia begitu berani berperang.  Mereka
mempunyai konsep yang salah tentang Mesias.  Mereka menilai Yesus
dengan kacamata Mesias dan konsep theologi yang salah.  Mereka melihat
Yesus, adakah Dia memimpin militer dan menang atas perang?  Adakah
kuasa untuk melawan semua musuh orang Yahudi?  kalau Dia betul-betul
patriotis, betul-betul mencintai bangsa sendiri, pernahkah Dia mengusir
penjajah keluar dari tanah kita?  Tidak.  Kalau begitu apa faedahnya
Orang ini?  Akhirnya bukan saja ditolak tetapi juga dipaku di atas kayu
salib.  Mereka mengambil kesimpulan yang dipaku di atas Golgota pasti
bukan Yesus Kristus.
 
     Tetapi puji Tuhan!  Roh Kudus memimpin gereja dari jaman ke jaman
membawa kita kembali untuk menilai siapa Yesus Kristus.  Ayat yang baru
kita baca dari Yesaya 52,53:  Lihatlah HambaKu yang menderita.  Ia yang
menanggung dosa kita, kita seperti domba yang tersesat, tetapi dosa
kita ditimpakan kepadaNya.  Allah Bapa sendiri telah menetapkan untuk
meremukkan Dia.  Dan dengan bilur, cambukan, hukuman, pengadilan segala
kesulitan diterima oleh Dia.  Tetapi kita sendiri tidak mengerti,
mengira Dia sudah dipukul oleh Tuhan Allah.  Sedangkan sebenarnya Dia
dipukul karena menggantikan kita.  Konsep of replacement, atonement,
substitution tidak dimengerti.  Tetapi kita mengerti bahwa ia adalah
Hamba yang menderita.
 
     Mari kita kembali di atas Golgota.  Tempat yang tidak ada terang,
hidup, dan kasih.  Ini juga tempat yang tidak ada kebijaksanaan dan
mujizat.  Paulus setelah akhirnya mengerti ini berseru, "Orang Yahudi
mencari mujizat dan orang Yunani mencari bijaksana, tetapi kami
memberitakan Yesus dan Dia yang dipaku diatas kayu salib.  Kami tidak
mengabarkan Kristus yang melakukan mujizat saja, bukan Kristus yang
mempunyai bijaksana saja, tetapi kami menyatakan Kristus yang lebih
besar dari itu, Kristus yang disalib dan menderita sengsara!  THE MAN
OF SORROWS."
 
     Pada waktu Yesus disalib tidak mengeluarkan satu kalimat yang
mencela mereka yang menyalibkan Dia.  Pada waktu seseorang disalib, ia
akan mati secara perlahan-lahan, karena darahnya keluar sedikit demi
sedikit pada luka.  Tidak terlalu cepat karena bengkak dan oleh paku
yang menyumbat aliran darah.  Darah mengalir pelan sekali.  Dan karat
dari paku memerlukan waktu 3 sampai 5 hari untuk membunuh seseorang.
Orang yang disalib perlahan-lahan mati karena pengurangan darah makin
lama makin serius sehingga tekanan darah makin lama menjadi makin
tinggi.  Pusing makin hebat dan pikiran orang tersebut mulai menjadi
kacau.  Kutukan selalu keluar dari mulut dan mencaci maki orang yang
berada di bawah salib, khususnya musuh mereka atau mereka yang memaku.
Tetapi ini tidak terjadi pada Kristus.  Pada waktu Ia menderita sama
seperti yang dialami oleh orang lain yang disalib, tidak satu kalipun
Ia mengucapkan kalimat kutukan.  Bahkan di atas kayu salib Ia
mengucapkan kalimat yang belum pernah diucapkan oleh orang lain, "Ya
Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat."  Mari bayangkan 2 perampok yang mengejek Dia.  Pada waktu
kalimat itu keluar dari mulut Yesus, yang tidak menjawab waktu diadili,
sekarang membuka mulut dengan kalimat yang paling manis sewaktu Ia
mengalami penderitaan yang paling berat.  Pada waktu kita menderita
sedikit, kita keluarkan perkataan yang jahat sekali.  Pada waktu Yesus
menerima kejahatan dan penderitaan yang paling besar, Dia mengatakan
perkataan yang paling besar.  Salah satu perampok yang disinari Roh
Kudus, di tengah keadaan menderita diberikan kesadaran, "Orang ini
pasti berbeda dengan yang biasa."  Siapakah Yesus?  Apakah karena
kesabaranNya yang membuat hati saya tergerak?  Apakah karena Dia
mempunyai watak yang demikian anggun dan mulia sehingga boleh menjadi
teladan manusia?  Tidak.  Maka perampok itu telah melihat Yesus, yang
tidak menunjukkan kuasa dan mujizat, menembusi tirai menuju
ketidakterbatasan dengan iman, melihat "Inilah Anak Allah, inilah
Juruselamat.  Inilah yang akan memiliki Kerajaan yang akan datang!"
Itu sebab iman itu dihidupkan oleh Tuhan dan difokuskan pada Kristus.
Setelah Kristus mengatakan kalimat pertama itu, langsung perampok ini
mengeluarkan perkataan,  "Ya Yesus ingatlah aku pada waktu Engkau
mewarisi kerajaanMu."  Suatu iman yang luar biasa.  Iman perampok itu
boleh dikatakan menjadi iman teladan dari orang yang hidup dalam
periode PB.  Mengapa setelah Yesus mengalirkan darah, orang yang
pertama diselamatkan adalah perampok?  Saya tidak rela, orang begitu
jahat menjadi orang Kristen pertama dalam PB?  Di mana keadilanMu?
Jika orang yang pertama masuk adalah Maria, Petrus, atau Yohanes, saya
bisa terima.  Tetapi Yesus dipaku di kayu salib, menyelamatkan orang
dalam PB, mengapa anggota pertama adalah orang luar bukan orang yang
melayani?  Akhirnya Roh Kudus menjawab: itu baru mengatakan apa artinya
Perjanjian Baru.  Perjanjian Baru berarti anugerah sudah tiba.  Bukan
karena kebajikanmu engkau dilayakkan, tetapi karena engkau yang tidak
layak maka engkau diampuni, itu anugerah.  Iman perampok itu lebih
besar dari imang Petrus, Paulus, Billy Graham, Luis Palau, dan saya
sendiri.  Iman itu lebih besar dari pendeta sepanjang sejarah.
Mengapa?  Karena iman kita selalu didasari oleh sesuatu yang bisa kita
lihat.  "Tuhan nyatakan kehendakMu, sembuhkan anakku baru saya percaya.
Selesaikan persoalanku, kesulitan ekonomiku baru aku ikut engkau."
tetapi iman yang sejati adalah iman di atas firman, yang berdasarkan
Kristus, Kristus yang sejati, yang disalibkan dan dibangkitkan.
Perampok itu langsung melihat Yesus yang bangkit, bukan yang mati.
Satu hari Engkau mendapatkan kerajaanMu dan datang lagi, jangan lupa
aku.  Satu hari Engkau akan menjadi Raja dalam kerajaanMu."  Berarti ia
beriman bahwa Yesus akan bangkit.
 
     Perampok ini beriman besar.  Orang Kristen jangan menghina
pelacur, penjudi, perampok, orang-orang yang di luar gereja.  Mungkin
mereka lebih dekat sorga daripada kita.  Yesus berkata kepada murid-
muridNya bahwa Anak Manusia datang untuk menjadi kawan dari pelacur.
Orang yang berdosa besar, yang melarat, jangan hanya dilihat secara
lahiriah.  Ada orang yang melarat secara norma masyarakat, yang dibuang
masyarakat.  Tetapi ada orang yang melarat lebih hebat dalam norma yang
diterima oleh keadaan etika masyarakat.  Di hadapan Tuhan kita semua
orang berdosa, tetapi iman kita harus dipusatkan pada Kristus yang mati
dan bangkit.  Ini iman dari perampok.
 
     Ketika pukul 3 Yesus menghembuskan nafas.  Tetapi belum sampai
kira-kira pukul 6 kedua perampok itu belum mati.  Yesus pergi, sesuai
dengan janjiNya, "Aku pergi untuk menyiapkan tempat bagimu."  Berapa
jam kemudian ketika mereka tahu besok adalah hari Sabat maka semua
harus dibereskan tidak boleh ada mayat yang tertinggal di atas kayu
salib.  Mereka melihat kedua perampok itu belum mati, potong kakinya
supaya mati.  Kedua kaki dari kedua perampok itu dipotong.  Darah
mengalir habis, kedua-duanya mati.  Saya membayangkan jiwa perampok
yang bertobat itu dibawa Yesus masuk ke dalam sorga.  Saya membayangkan
jiwa perampok yang bertobat itu dibawa Yesus masuk ke dalam sorga.
Jika saya boleh membayangkan lebih fisik lagi, waktu malaikat-malaikat
di sorga membuka pintu menyambut Yesus yang sudah turun ke dunia,
berjuang untuk keselamatan, mereka menunggu dan berkata, "Mari kita
sambut."  Waktu mereka melihat, mungkin mereka tercengang karena di
tangan Yesus ada seorang yang tidak berkaki dibawa pulang oleh Yesus ke
dalam Firdaus.  Mulai hari itu jaminan sudah ada di dalam segala jaman,
di dalam segala bangsa.  Tidak perduli berapa besar dosamu, berapa
berat tuduhan hati nuranimu, berapa gelap catatan-catatan di dalam
hidupmu engkau bisa diselamatkan jika engkau sungguh beriman di dalam
Yesus Kristus.  Sengaja Tuhan menyelamatkan orang yang paling jahat
untuk anggota pertama supaya kita tidak ada alasan, "Dosaku terlalu
besar, Tuhan tidak akan mau mengampuni.  Saya belum waktunya percaya.
Saya belum waktunya datang kepada Kristus."  Demi nama Yesus Kristus,
tidak ada dosa yang sedemikian besar sehingga Yesus tidak berkuasa
untuk menyelamatkanmu.  Tidak ada satu orang yang demikian besar
dosanya, sehingga Kristus tidak mau menyelamatkan dia.  Demi nama Yesus
Kristus, Juruselamat satu-satunya, saya sebagai hambaNya berkata,
"Bertobatlah!"  Tinggalkan dosamu dan datang kepada Yesus sekarang
juga.
 

From juri@vms.macc.wisc.edu Tue Apr 13 21:34:29 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA02533; Tue, 13 Apr 93 21:34:28 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 13 Apr 93 21:29 CST
Received: from 139.138.1.3 by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 13 Apr 93 21:28 CST
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com) by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1)
          id AA14563; Tue, 13 Apr 93 19:28:21 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA01992;
          Tue, 13 Apr 93 19:28:16 PDT
Message-Id: <9304140228.AA01992@dazix.Dataio>
Date: Tue, 13 Apr 93 19:28:16 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: kotbah paskah S Tong
To: fica-net@vms.macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: R

Di bawah ini adalah kotbah Paskah dari Pdt. Stephen Tong.
Kotbah ini begitu dalam dan panjang, untuk mendapat makna dan berkat yg
sepenuhnya sebaiknya kotbah ini diprint dulu, lalu baru dibaca.
Kotbah ini membahas makna dari kebangkitan Yesus untuk orang kristen.


----- Begin Included Message ----
                                   
                          KEBANGKITAN KRISTUS
                                   
                                   
                         Pdt. Dr. Stephen Tong
                                   
                                   
 
I Korintus 15
 
     Kita bersyukur pada Tuhan karena Dia adalah Tuhan yang hidup.
Kita melihat dalam I Korintus 15 dengan panjang lebar Paulus memaparkan
kebenaran bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang sudah bangkit.  Bahkan
tak ada satu agama yang besar di dalam dunia mempunyai konsep
kebangkitan sebelum Yesus datang ke dalam dunia.  Jangankan fakta,
konsep pun tidak ada.  Kebangkitan bukan dongeng atau mitos yang
diketemukan oleh Kekristenan.  Kebangkitan merupakan janji Allah kepada
manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan yang sudah diikat oleh kuasa
kematian.  Puji Tuhan!
 
     Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati.  Paulus berkata pada
waktu orang-orang Korintus dilanda oleh semacam rasionalisme yang tidak
bertanggung jawab.  Mereka mengatakan, "Tidak mungkin ada orang yang
mati bangkit kembali."  Maka Paulus berkata, "Jikalau Yesus Kristus
tidak bangkit, sia-sialah kepercayaanku.  Jikalau Yesus Kristus tidak
bangkit percumalah pemberitaan aku."  Di dalam kalimatnya Paulus
menegaskan, betapa pentingnya keharusan orang Kristen percaya Yesus
Kristus bangkit.  Yesus Kristus bangkit bukan suatu kepercayaan yang
dipaksakan karena perlu akan hal ini.  Yesus Kristus bangkit bukan
sesuatu mitos orang kafir yang dialihkan ke dalam Kekristenan.  Yesus
Kristus bangkit bukan satu kemauan manusia, yang menginginkan suatu
penerobosan untuk mengalahkan kuasa kematian.  Yesus Kristus bangkit
merupakan rencana Allah sebelum dunia diciptakan.
 
     Percaya kepada kebangkitan merupakan suatu sistem iman kepercayaan
yang tidak ada di dalam agama yang tidak diwahyukan.  Sistem keagamaan
dan iman tentang kebangkitan merupakan suatu pewahyuan yang khusus dari
Tuhan sendiri.
 
     Di luar Kekristenan hanya ada konsep sebagai wahyu yang samar-
samar, yang kurang jelas pernah lewat dalam pikiran manusia.
 
     Hanya kebudayaan Mesir yang samar-samar mempunyai konsep
kebangkitan secara wahyu umum ini.  Karena mummi-mummi yang dibikin di
Mesir, melambangkan suatu pengharapan bahwa setelah manusia mati tidak
berarti habis.  KONSEP IMMORTALITAS, THE CONCEPT OF IMMORTALITY IS VERY
WELL EXPRESS IN THE MANIFACTURE OF THE MUMMI.  Orang-orang Mesir
setelah menemukan bahwa orang yang dikasihi itu meninggal, mencari
obat-obat untuk mengawetkan tubuh yang sudah mati itu dengan puluhan
kilo obat-obat yang berbau wangi yang bisa menghindarkan atau mencegah
kerusakan dari tubuh manusia yang telah mengalami kerusakan itu, lalu
dibungkus dengan kain yang begitu banyak.
 
     Di tujuh museum yang penting di negara-negara maju terdapat satu
atau dua mummi dari orang-orang Mesir.  Ada yang sampai sekarang masih
ada dan pada waktu diperiksa dengan rontgen maka ada kulit yang masih
baik, karena orang Mesir mempunyai konsep bahwa manusia tidak hidup di
dalam dunia hanya beberapa puluh tahun saja, setelah mati, mereka masih
menantikan pada suatu hari ada kebangkitan.  Kebudayaan Mesir merupakan
kebudayaan yang agung sekali.
 
     Kebudayaan Mesir telah menangkap sesuatu unsur yang tidak ada pada
kebudayaan-kebudayaan lain.  Di dalam pembagian jenis kebudayaan, Prof.
Dr. Sorokin, seorang sosiolog yang besar, telah memberikan pemisahan
dan pengklasifikasian dari kebudayaan.  Dan bagi saya sendiri
kebudayaan Mesir harus dipisahkan dari kebudayaan-kebudayaan yang lain.
Karena dalam kebudayaan Mesir telah dan saya katakan itu bukan muka
Yesus, tetapi hasil imajinasi dari pelukis-pelukis itu saja.  Saya
kagum dengan motivasi mereka, berusaha mempertemukan sifat ilahi dengan
sifat manusia, keadilan, dan kekerasan dengan cinta kasih dan
kelembutan.  Tidak mungkin Allah dan manusia bisa dipersatukan, tidak
mungkin cinta kasih dan kelembutan dipertemukan dengan keadilan dan
kekerasan.  Tetapi yang tidak mungkin bertemu ini, kekekalan dengan
kesementaraan, sejarah dengan supra sejarah, yang terbatas dengan Yang
tidak terbatas.  Di atas salib Kristus.
 
     Bagi orang Kristen di salibNya terlihat kemuliaan Allah, yang
menjadi kebanggaan.  Karena orang Kristen mengerti dan melihat dengan
iman suatu yang tidak pernah mungkin terjadi di luar Kristus di dalam
kesengsaraanNya.  Selama 32 tahun sebagai hamba Tuhan saya lebih banyak
merenungkan tentang salib sehingga lebih dekat dengan Tuhan dan cinta
salib melelehkan saya, mencairkan diri saya sehingga menjadi utusan
Injil yang suka memberitakan salib.  Saya berkotbah tentang salib
pertama kali ketika saya masih berusia 17 tahun dan sampai sekarang
tetap mempunyai motivasi yang sama.
 
     Adakah satu tempat di mana tidak ada cinta kasih?  "Ada, yaitu
salib Kristus."  Adakah tempat dimana tidak ada terang?  Dimanakah
tempat yang sama sekali tidak ada hidup?  Salib.  Apa artinya?  Di atas
salib Kristus kita melihat cinta kasih Allah dan manusia tidak mungkin
mencapai Dia.  Oleh sebab itu Kristus adalah tempat yang vakum kasih.
Di atas salib Kristus kita melihat cinta kasih Allah dan manusia tidak
mungkin mencapai Dia.  Oleh sebab itu salib Kristus adalah tempat yang
vakum kasih.  Di atas salib Kristus cinta Allah yang demikian besar
kepada AnakNya harus ditahan, sehingga hanya murka yang tiba kepada
Dia.  Bila cinta tidak mungkin tiba kepada Dia.  Bila cinta tidak
mungkin tiba kepada Dia, hanya murka saja, sehingga hal yang tidak
seharusnya terjadi, yaitu Oknum Pertama meninggalkan Oknum Kedua.
Siapa bisa mengerti Oknum Pertama meninggalkan Oknum Kedua?  Ini
seharusnya tidak terjadi, tetapi ini sungguh-sungguh terjadi.  Jika
Oknum Pertama tidak pernah meninggalkan Oknum Kedua tidak ada
kemungkinan kita diterima oleh Allah kembali.  Karena tidak ada cinta
Allah Bapa di dalam Allah Putra maka Yesus berteriak, "AllahKu, AllahKu
mengapa Engkau meninggalkan Aku?"  Di situ salib Kristus mengalami
vakum kasih, mengalami kehampaan kasih.  Satu-satunya tempat di mana
cinta Allah tidak sampai, yaitu Salib Kristus.  Siapa yang bisa
mengerti apa yang ditanggung Kristus?  Tuhan terlalu ajaib.
 
     Mengapa kita katakan cinta kasih manusia juga tidak bisa sampai
kepada Dia?  Bukankah di bawah salib ada Maria, Yohanes, orang yang
menangisi Yesus, dan mengasihi Dia?  Mengapa cinta manusiapun tidak
sampai kepada salib?  Karena pada waktu cinta manusia yang simpati
kepada Yesus mau datang kepada Yesus, lebih dahulu dosa mereka sudah
sampai kepada Yesus, dosa mereka sudah ditimpakan kepada Yesus.
Sehingga cinta dan simpati tidak bisa datang.  Pada waktu dosa kita
berada dalam diri Dia, murka Allah berada dalam diri Dia, di situ salib
Kristus menjadi satu-satunya tempat hampa kasih.
 
     Mengapa salib Kristus adalah satu-satunya tempat yang tidak ada
terang?  Karena pada saat itu segala hukum, politik kebudayaan dan
filsafat hanya menyatakan kegelapan saja.  Keadilan mau ditegakkan dari
setiap jaman dan menegakkan kemakmuran, tetapi itu semua omong kosong.
Tidak pernah terjadi keadilan yang mutlak di atas dunia ini.  Bukan
saja demikian.  Keadilan yang diwakili oleh hukum sama sekali sudah
menjadi lumpuh pada waktu Tuhan yang adil diadili oleh orang yang
tidak adil dengan ketidakadilan.  Cahaya kemuliaan manusia sudah
lenyap.  Cahaya hukum dan politik sudah tidak ada.  Komplotan Pilatus
dengan Herodes membuktikan politikus-politikus selalu berbicara hal
yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.  Pada Yesus Kristus, kalau
tidak pernah terjadi, dilahirkan melalui anak dara Maria, maka Yesus
adalah seorang anak yang biasa, keturunan akibat dari persetubuhan
antara seorang pria dan wanita.  Jika Yesus Kristus sungguh-sungguh
belum pernah terjadi mengalahkan pencobaan dari setan dan berdosa
seperti saya dan saudara, cuma moral Dia yang lebih tinggi daripada
kita.  Jikalau Yesus Kristus belum pernah mati menggantikan kita, TO
REPAY, TO SUBSTITUTE, maka kematianNya hanya menjadi seorang yang
begitu hebat, yang begitu bermoral, yang begitu tinggi nilainya yang
akhirnya mengorbankan diriNya agar menjadi contoh bagi engkau dan saya
saja.  Jikalau Yesus Kristus tidak bangkit dari antara orang mati, maka
Yesus Kristus hanya seorang penipu dan belum pernah Dia mempunyai cukup
kuasa untuk menyelamatkan engkau dan saya.  Jikalau Yesus Kristus tidak
bangkit dan naik ke sorga, tidak mungkin ada pengharapan kekal bagi
engkau dan saya.
 
     Jangan saudara mempersamakan semua agama, dan jangan mempersamakan
agama-agama lain dengan Kekristenan.  Di sini terletak perbedaan, di
sini terletak kualitas Kekristenan yang tidak ada bandingnya.  Kristus
dilahirkan di dalam sejarah, Kristus naik ke sorga sebagai fakta
sejarah di antara inkarnasi dan kenaikan ke sorga terjadi hal-hal
sebagai klimaks dari wahyu Allah kepada manusia.  Sekali lagi di
tengah-tengah kelahiran Kristus dan kenaikkanNya ke sorga terjadi hal
yang menjadi klimaks dimana Allah mewahyukan diri kepada umat manusia.
EVERYTHING HAPPEN IN CHRIST LIFE IS CLIMAX OF GOD REVELATION FOR HUMAN
BEING.  Di dalam diri manusia, di dalam keadaan manusia kita memerlukan
pengertian pengharapan yang sejati, pengertian pengharapan yang sejati
berdasarkan tindakan Tuhan Allah sendiri.  Pada waktu kebaktian Natal
saya membandingkan dua hal THE VIRGIN WOMB DAN EMPTY TOMB.  VIRGIN WOMB
berarti rahim anak dara dan EMPTY TOMB berarti kubur yang kosong.
Kedua hal ini mempunyai arti yang penting.  Jika Yesus lahir seperti
orang biasa dan jika Yesus mati juga seperti orang biasa maka tidak ada
Kekristenan yang sejati.  Jika Yesus lahir bukan dari seorang anak
dara, dan jika Yesus mati dan tidak bangkit dari kematian, sehingga
kubur tetap terisi maka kita tidak mempunyai pengharapan menjadi orang
Kristen.  Roh Kudus yang memungkinkan yang kosong diisi dan Roh Kudus
juga yang memungkinkan yang diisi menjadi kosong.  Rahim seorang anak
dara tidak mungkin diisi tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Jika kuburan yang telah penuh dengan mayat tidak seharusnya menjadi
kosong dengan sendirinya, tetapi Roh Kudus telah mengosongkan.  Kubur
dari pendiri-pendiri agama masih terisi dan pengikut mereka tetap
kosong.  Tetapi kuburan Yesus sudah kosong dan pengikutNya yang diisi.
 
     Pada waktu Yesus Kristus bangkit terjadi gempa bumi yang hebat.
Prajurit-prajurit Romawi yang begitu berani terpaksa menjadi takut.
Batu penutup kubur yang paling sedikit membutuhkan lima sampai enam
orang untuk menggulingkannya sekarang terguling sendiri.  Pada waktu
itu beberapa orang wanita datang ke kubur Yesus.  Ada lukisan yang
menggambarkan tiga perempuan yang datang ke kubur Yesus.  Pelukisnya
menggambarkan kubur itu dari dalam lubang yang melihat keluar.
Keadaannya gelap tetapi di pintu kubur ada cahaya yang masuk.  Dan
karena cahaya dari luar itu terlihat sayap dari malaikat yang sedang
berkata-kata.  Dua orang perempuan melihat malaikat itu, masuk ke kubur
dan menjadi tercengang.  Tetapi satu perempuan yang lambat baru tiba di
depan kubur itu dengan raut wajah yang sedih sekali.  Pelukis ini
berusaha untuk melukiskan ekspresi manusia sebelum dan sesudah mengerti
kebangkitan Yesus.  Yang sudah mengerti mempunyai pengharapan besar.
 
     Waktu mereka datang ke kuburan, mereka tidak menyangka akan
bertemu malaikat.  Malaikat ini bukan untuk menjaga kuburan dan mayat
Yesus, tetapi menunggu orang datang dan mengabarkan berita kebangkitan.
"Ia tidak ada di sini.  Dia sudah bangkit."  Ini adalah kalimat yang
penting di dalam Alkitab yang pernah dikatakan oleh malaikat.  Mengapa
mencari orang-orang hidup di tengah-tengah orang mati?  Manusia yang
mencari Tuhan selalu menganggap ada Tuhan di dalam agama mereka.  Kong
Hu Cu akhirnya meninggal dan Budha juga mati, akhirnya pengikut-
pengikutnyapun mati.  Pendiri-pendiri agama lain juga adalah manusia
yang berdosa yang akan mati, termasuk semua pengikutnya.  Tetapi ketika
engkau mengikut Yesus dan waktu mengikut Dia sampai ke kuburan engkau
menemukan kalimat mengapa engkau mencari orang yang hidup di tengah-
tengah orang yang mati.  Perkataan ini memberikan pengharapan dengan
kualitas yang berbeda, karena di dalam kubur Yesus ada kalimat yang
mengatakan Ia tidak di sini.  Yesus tidak bisa ditemukan di kuburan.
Yang ke kuburan tidak bisa menemukan Yesus, yang ke kuburan bertemu
dengan tengkorak;  tengkorak Plato, Heraklitos, Herodotus, tengkorak
dari orang-orang yang paling besar dalam sejarah.  Tulan belulang dari
Napoleon, Jenghis Khan, Hanibal, Stalin, dan akhirnya nanti tulang-
tulang kita.  Semua ada di kuburan, tetapi kita tidak akan menemukan
tulang Yesus!
 
     Di Vatikan, ada beberapa paku yang memaku Yesus tetapi tidak
terdapat tulang Yesus.  Banyak relief-relief di gereja dari tulang
belulang orang-orang suci di Sindhikia, seperti Golen, demikian pula
tempat-tempat yang lain yang menyatakan peninggalan dari orang-orang
lain yang berkenaan dengan kain tipis yang menutupi tubuh Yesus, hanya
kain itu yang tersisa di Turino.  Lalu orang Amerika, Inggris dengan
metode sinar-x dan perhitungan yang lama akhirnya membuktikan bahwa
kain itu palsu, itu bukan kain yang menutupi tubuh Yesus.  Banyak orang
Katholik menyembah kain tersebut karena mereka mengira kain itu
membungkus tubuh Yesus dan dari sinar X terlihat ada satu wajah yang
seram, matanya tertutup, karena ada suatu cairan dari mayat itu yang
membekas dan dari situ orang bisa melihat wajah Yesus, yang berbeda
dari wajah yang pernah dilukis.  Tetapi itu sudah terbukti palsu.
 
     Iman kita tidak boleh didasarkan pada suatu bekas peninggalan
Yesus.  Iman kita harus berdasarkan pada kebangkitan Yesus Kristus.
Kalau Yesus Kristus tidak bangkit, iman itu sia-sia.  Pengabaran Injil
sia-sia, kegiatan rasul Paulus sia-sia.  Iman kepercayaan, pemberitaan,
dan kebangkitan tidak bisa dipisahkan.  Kebangkitan Yesus Kristus
menjadi dasar atau fondasi iman, yang menentukan hasil kepercayaan kita
dan fungsi pemberitaan kita.  Jika Yesus tidak bangkit tidak perlu
menjadi orang Kristen.  Jika Yesus tidak bangkit, tidak perlu
mengabarkan Injil.  Sejarah akan terus menerus membuktikan satu hal
bahwa gereja yang tidak percaya kebangkitan Yesus Kristus tidak akan
mempunyai iman yang sejati dan tidak mempunyai iman yang dapat
diberitakan.  Gereja yang hanya menganggap Yesus sebagai revolusioner,
sebagai moralis yang besar, perombak sistem masyarakat, psikolog dan
konselor terbesar, adalah gereja yang lumpuh yang tidak mempunyai
kekuatan.  Puji Tuhan!  Yesus Kristus bangkit dan Paulus berkata,
kebangkitan menjadi jaminan iman, jaminan pemberitaan dan jaminan
kehidupan Kristen.
 
     Paulus berkata, "Jikalau Yesus Kristus tidak bangkit maka kita
adalah orang-orang yang paling malang."  Mengapa kebangkitan Yesus
menjadikan Kekristenan tidak sia-sia?  Waktu Paulus menulis surat
Korintus ini, sudah banyak orang Kristen dipenjarakan, dianiaya, dan
dibunuh.  Orang Kristen tidak mempunyai hak apa-apa lagi.  Orang Romawi
memfitnah orang Kristen dengan alasan yang tidak jujur untuk
menghancurkan Kekristenan.  Mereka dibuang ke lobang singa, dimakan di
tengah-tengah arena yang besar oleh singa yang sengaja dibuat
kelaparan.  Ada seorang di antara beratus ribu penonton yang kemudian
menjadi sejarahwan besar mengatakan, "Saya heran berkali-kali melihat
orang dimakan singa dengan berteriak ketakutan dan ada yang jatuh
pingsan.  Tetapi kali ini saya melihat orang Kristen mempunyai iman
yang aneh dan menganggap seseorang yang sudah mati itu bangkit.  Orang
biasa itu adalah Yesus Kristus yang mereka anggap sebagai Allah.  Para
pengikut itu dilempar ke dekat mulut singa tetapi tetap bernyanyi
memuji Tuhan."  Pemuda ini akhirnya menjadi sejarahwan yang menulis
tentang orang Israel khususnya sebelum dan sesudah kematian Yesus
Kristus.
 
     Ketika Paulus menulis ayat ini ia tahu apa yang pernah terjadi dan
dia tahu akan penganiayaan yang akan datang.  Jika Yesus tidak bangkit
maka kita adalah orang yang paling malang karena kita mengikut Dia
tanpa ada hasilnya.  Jika Yesus tidak bangkit, apa yang kita
perjuangkan menjadi hampa, keadaan dunia makin lama makin gawat.
Karena kalau orang yang sebaik Yesuspun ajalNya begitu menakutkan,
apalagi manusia yang lain.  Jikalau Yesus tidak bangkit dunia tidak
mempunyai jawaban bagi persoalan yang paling sulit dan yang paling lama
yaitu mengapa orang benar menderita?  Orang fasik menjadi makmur sedang
orang jujur harus kelaparan; orang yang berdusta menjadi kaya, orang
jahat berumur panjang sedangkan orang baik bermoral tinggi umurnya
pendek.  Dimanakah keadilan, kuasa, penyertaan, dan berkat Tuhan?
Dimanakah keberadaan Tuhan?  Bukankah demikian juga pada waktu Yesus
dicaci?  Pada waktu Yesus dipaku di atas kayu salib, terlihat gelap
menutupi.  Yang jahat mengalahkan yang baik, ketidakadilan berkuasa
atas keadilan, yang suci dihukum oleh yang tidak suci.  Dalam dunia ini
seluruhnya terbalik, tidak ada norma/nilai yang beres.  Seluruh dunia
mempunyai keadilan yang tidak benar.  Dunia sudah tidak lagi mengenal
kebenaran, kesucian, keadilan, kebajikan.  Yesus dengan kedua tanganNya
menyembuhkan orang, sekarang tangan itu harus dipaku.  Yesus dengan
kedua kakiNya pergi memberitakan Injil, sekarang kaki itu ditusuk.
Yesus mempunyai hati yang penuh yang penuh cinta, yang merangkul
seluruh dunia, sekarang ditusuk sehingga darah dan air yang keluar.
Dimanakah keadilan dan kebenaran?  Tidak ada jawaban.  Jawabannya hanya
ada pada kebangkitan Yesus Kristus.  Karena Yesus Kristus bangkit,
Paulus berkata, "Pemberitaanku tidak sia-sia."  Karena Yesus bangkit
kita bukan orang yang paling malang melainkan orang yang paling
berpengharapan di dalam Dia.
 
     Kebangkitan Yesus Kristus adalah jaminan yang paling besar bagi
mereka yang berjuang dalam sejarah.  Oleh karena itu berjuanglah untuk
hidup walau harus mengalami kesulitan dan perlakuan tidak adil.
 
     Karena Yesus Kristus sudah bangkit, secara vertikal kita berdamai
dengan Tuhan Allah.  Dosa kita diampuni, jiwa kita diselamatkan dan
mengalami hidup yang baru di dalam Tuhan.  Secara horizontal, kita
berjuang di dalam dunia menjadi saksi kebangkitan Kristus.
 

--
torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
SPECTROX SYSTEMS +1.408.252.1005  Silicon Valley, Ca


----- End Included Message -----


From juri@vms.macc.wisc.edu Mon May  3 12:31:24 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA01265; Mon, 3 May 93 12:31:23 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Mon, 03 May 93 12:11 CST
Received: from 139.138.1.3 by wigate.nic.wisc.edu; Mon, 03 May 93 12:08 CST
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com) by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1)
          id AA03939; Mon, 3 May 93 10:04:47 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA09366; Mon, 3 May 93 10:04:48 PDT
Message-Id: <9305031704.AA09366@dazix.Dataio>
Date: Mon, 3 May 93 10:04:48 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: Kotbah S.Tong
To: fica-net@macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: RO


Ini ringkasan kotbah S Tong yang disadur oleh Amir Torpedo. Silahkan di print out
dahulu sebelum dibaca, sebab cukup panjang.


---------------------------------------------------------------------------------



>From spectrx!torpedo@sonyusa.Sony.COM Sat May  1 14:31:11 1993
Return-Path: 
Received: from Data-IO.COM (maunakea) by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1)
	id AA09210; Sat, 1 May 93 14:31:10 PDT
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com) by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1)
	id AA22575; Sat, 1 May 93 14:31:04 PDT
Received: from Sony.COM by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1)
	id AA09207; Sat, 1 May 93 14:30:59 PDT
Received: from sonyusa.Sony.COM!spectrx by Sony.COM (5.65+/1.34)
	id AA08900; Sat, 1 May 93 14:25:37 -0700
Received: by sonyusa.Sony.COM (4.0/SMI-4.0)
	id AA01043; Sat, 1 May 93 14:01:46 PDT
Received: from spectrx.UUCP by szebra.Saigon.COM (4.1/SVR4.i386-1.02)
	id AA00337; Sat, 1 May 93 13:56:27 PDT
Received: by spectrx.saigon.com (1.65/waf)
	via UUCP; Sat, 01 May 93 13:42:12 PDT
	for Nursalim@dazix.data-io.com
To: Nursalim@dazix.Data-IO.COM
Subject: Kotbah S. Tong
From: torpedo@spectrx.Saigon.COM (Amir Torpedo)
Comments: Flatulence :=Funny
Message-Id: <4y2V3B1w165w@spectrx.saigon.com>
Date: Sat, 01 May 93 13:41:02 PDT
Organization: SPECTROX SYSTEMS (408)252-1005 Cupertino, Ca
Status: R

                 PEPERANGAN KRISTUS DENGAN SETAN
                                
                                
Nats:

Kejadian 3:11-15

     FirmanNya: "Siapakah  yang  memberitahukan  kepadamu,  bahwa
engkau telanjang?   Apakah  engkau makan  dari buah  pohon,  yang
Kularang engkau  makan itu?"   Manusia  itu menjawab:  "Perempuan
yang Kautempatkan  di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon
itu kepadaku,  maka kumakan."   Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah
kepada perempuan  itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?"  Jawab
perempuan itu:  "Ular itu  yang memperdayakan aku, maka kumakan."
Lalu berfirmanlah  TUHAN Allah  kepada ular  itu: "Karena  engkau
berbuat demikian,  terkutuklah engkau di antara segala ternak dan
di antara  segala binatang  hutan; dengan  perutmulah engkau akan
menjalar dan  debu tanahlah  akan kaumakan  seumur hidupmu.   Aku
akan mengadakan  permusuhan  antara  engkau  dan  perempuan  ini,
antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan
kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

I Petrus 2:23-25

     Ketika Ia  dicaci maki,  Ia tidak  membalas  dengan  mencaci
maki;  ketika   Ia  menderita,  Ia  tidak  mengancam,  tetapi  Ia
menyerahkannya kepada  Dia, yang  menghakimi  dengan  adil.    Ia
sendiri telah  memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib,
supaya  kita,   yang  telah   mati  terhadap  dosa,  hidup  untuk
kebenaran.   Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh.  Sebab dahulu
kamu sesat  seperti domba,  tetapi sekarang  kamu  telah  kembali
kepada gembala dan pemelihara jiwamu.



Manusia baru  insyaf setelah  jatuh ke  dalam dosa bahwa ia tidak
mungkin kembali  kepada saat sebelum berbuat dosa.  Kejatuhan itu
merupakan suatu  fakta sejarah.  Sejak itu segala penderitaan dan
airmata harus ditanggung oleh umat manusia.

     Ketika Allah  datang dan  mencari, Adam  dan Hawa ketakutan,
sebuah reaksi  yang menyatakan  sudah  terjadinya  ketidakberesan
dalam relasi  antara Pencipta dan ciptaan.  Ketika Allah bertanya
menanti  jawaban  Adam  sebagai  suatu  pertanggungjawaban,  maka
kalimat yang  keluar dari  mulutnya menyatakan fakta kejatuhannya
ke dalam  dosa, yaitu  tidak mau  mengakui dosa sendiri dan lebih
suka menyalahkan orang lain.  Kalau mungkin mempersalahkan Allah.
Jika ditelusuri dari permulaan sejarah, Adamlah yang pertama kali
melakukannya.   Kerohanian dimulai  dari keberanian  mengaku dosa
sendiri.   Jikalau kita  mengaku dosa  kita, Allah  itu setia dan
adil,  dan   Ia  akan  mengampuni  segala  dosa  kita.    Mengapa
kerohanian kita  tidak benar,  tidak pernah maju, dalam kesulitan
yang kita  alami?   Karena kita  senantiasa mempersalahkan  orang
lain.   Kita tidak  suka mendengarkan  kalimat yang  keras.  Kita
tidak suka  mempertanggungjawabkan apa  yang kita  perbuat.  Kita
lebih suka  membela diri dan melarikan diri dari fakta.  Hubungan
antara Allah  dengan manusia  demikian.   Hubungan antara manusia
dengan manusia  pun  demikian.    Hubungan  antara  suami  dengan
isteri, dengan orang lain pun demikian.  Itu sebabnya dunia tidak
pernah beres.

     Setelah kejatuhan  manusia ini,  yang membuat  manusia tanpa
pengharapan, maka  Tuhan berkata  kepada ular  itu, "Sekarang Aku
menentukan  suatu   permusuhan  antara  engkau  dengan  perempuan
ini..."   Ini merupakan  kalimat nubuat  yang  paling  utama  dan
paling penting  di antara  segala nubuat  yang  pernah  diucapkan
Allah melalui  segala nabi-nabi dalam seluruh Kitab Suci.  Nubuat
ini berisikan  permusuhan yang  tidak ada  habis-habisnya  antara
keturunan perempuan  dengan keturunan  ular itu.  Sejarah manusia
sudah dinubuatkan  akan satu  jalur yang  ditetapkan  oleh  Allah
bahwa permusuhan  itu tidak akan habis-habis.  Peperangan di sini
adalah peperangan  rohani yang  terjadi pada  waktu Jum'at  Agung
yang pertama.  Allah berkata, keturunanmu akan melukai tumit dari
keturunan perempuan itu.

     Suatu drama  peperangan  rohani  terjadi  sepanjang  sejarah
manusia.   Peperangan antara baik dan jahat, yang dimengerti oleh
agama-agama.   Tetapi peperangan  antara setan  dengan Anak Allah
hanya dimengerti oleh orang-orang yang sudah menerima nubuat dari
Tuhan Allah  ini.   Peperangan bukan  hanya di  antara  baik  dan
jahat,  melainkan   antara  Anak   Allah,  yang  dilahirkan  oleh
perempuan, dengan  setan, yang  menjadi kepala  ular itu.    Puji
Tuhan kalau  kita telah diberikan wahyu, suatu pembukaan rahasia,
kita diberikan  pengertian akan rencana-rencana Allah yang paling
dalam dan  tersembunyi dalam  kekekalan Allah  bahwa  kita  boleh
mengerti ada  peperangan yang  akhirnya terjadi dalam sejarah dan
berakhir dengan kemenangan Anak keturunan perempuan.

     SIAPAKAH ANAK  KETURUNAN PEREMPUAN  ITU?   Dia  bukan  orang
lain, bukan  pendiri agama,  bukan tokoh dalam mitos, bukan nabi,
bukan rasul,  tetapi Ia  adalah  Anak  Allah  yang  Tunggal  yang
inkarnasi ke  dalam dunia  umat manusia.   Yesus  Kristus  adalah
satu-satunya benih perempuan yang dilahirkan oleh hanya perempuan
saja.   Sejak bumi  dan langit diciptakan, ada 4 macam orang yang
berada di  dunia.   Pertama, lelaki tanpa ibu tanpa bapa.  Kedua,
perempuan tanpa  ibu tanpa  bapa.   Ketiga, lelaki  dan perempuan
yang beribu  dan berbapa.   Keempat, seorang laki-laki yang tidak
berbapa tetapi  mempunyai ibu.   Dari empat macam orang ini, yang
pertama hanya  satu, yang  kedua hanya  satu, yang  keempat hanya
satu, yang ketiga, beratus juta, tidak ada habis-habisnya.  Waktu
Adam diciptakan  oleh Tuhan  Allah, tidak  memakai bapa  dan ibu.
Waktu Hawa  diciptakan juga  tidak memakai  bapa dan  ibu.   Adam
tidak memakai  benih wanita dan pria.  Hawa tidak memakai wanita,
tetapi keluar  dari pria.   Waktu  Allah memakai  wanita dan pria
dalam persetubuhan  yang menghasilkan begitu banyak laki-laki dan
perempuan sepanjang sejarah manusia, ini merupakan metode ketiga.
Tetapi  satu-satunya  metode  yang  belum  dipakai  Tuhan  adalah
seorang yang dilahirkan melalui seorang perempuan tanpa laki-laki
mempunyai  bagian   di  dalamnya.    inilah  yang  disebut  benih
perempuan atau  keturunan perempuan.    Jikalau  engkau  mengerti
Allah adalah  Yang Maha  Kuasa, tidak ada yang mustahil bagi Dia.
Maka doktrin  Allah yang  benar  mengakibatkan  iman  kepercayaan
kepada segala  sesuatu  yang  dilakukan  oleh  Allah  yang  tidak
mungkin tidak benar.

     Perhatikan Hawa  diciptakan Allah  dengan memakai laki-laki,
tetapi Hawa  bukan dilahirkan  melainkan diciptakan.  Waktu Allah
melahirkan Kristus  ke dalam  sejarah, memakai  perempuan,  tidak
memakai laki-laki,  bukan diciptakan  melainkan dilahirkan.    Di
sinilah perbedaannya.   Memakai  pria untuk  mengeluarkan wanita,
bukan kelahiran.   Memakai  wanita untuk  melahirkan pria  tetapi
bukan penciptaan.   Di  sana adalah  cipta bukan  lahir, di  sini
lahir bukan  cipta.   Di sana  keluar bukan  lahir, di sini lahir
bukan keluar.   Inilah cara-cara kebijaksanaan Tuhan sendiri yang
melampaui segala  kebijaksanaan dan  marifat manusia.   Melampaui
logika  dan   epistemologi  manusia.     Allah  telah  memberikan
pengharapan kepada manusia, satu-satunya pengharapan, yaitu Yesus
Kristus diturunkan ke dalam dunia.  Yesus dilahirkan melalui anak
dara Maria,  bukan ciptaan.    Ia  datang  dengan  membawa  hidup
sorgawi ke  dalam dunia  dan Ia satu-satunya yang disebut sebagai
benih perempuan, keturunan wanita.  Yesus dilahirkan melalui anak
dara Maria  tanpa mewarisi  dosa asal.  Ia berasal dari Bapa yang
suci, sehingga  dalam nubuat  yang disampaikan  malaikat Gibrael,
"The Holy  One of  God/Yang Suci dari Allah."  Istilah ini sering
dipakai khususnya  dalam kitab Yesaya.  Bukan dalam bentuk jamak,
melainkan tunggal,  hanya satu.   Satu-satunya  yang  kudus  dari
Allah, yaitu Yesus Kristus, datang ke dalam dunia.

     BAGAIMANAKAH  YESUS   MEREMUKKAN  SETAN?     Ini   merupakan
peperangan  rohani,  yang  tidak  memakai  emosi  manusia.    ini
menunjukkan kerohanian  seseorang.   Kalau saudara  marah  karena
keindahan, kedamaian,  kesejahteraan saudara diganggu orang, maka
itu menunjukkan  bahwa kerohanian  saudara kurang  benar.   Kalau
engkau marah  karena kesucian  Allah diabaikan oleh orang, karena
Kerajaan Allah  dipermainkan orang,  karena kemuliaan Allah sudah
diperjualbelikan  orang   lain,  itu   baru   menunjukkan   bahwa
kerohanianmu itu  baik.   Selama Tuhan  Yesus di  dunia, Ia tidak
pernah  marah   hanya  karena  tidak  ada  makanan,  atau  karena
terganggu, atau dipukul.  Waktu diancam Ia tidak balik mengancam,
waktu diolok,  Ia tidak  membela diri,  waktu diperlakukan  tidak
adil, Ia  tetap tinggal  diam.  Kalau demikian, bagaimana caraNya
berperang dengan  keturunan ular  ini?   Mereka  yang  menganggap
dirinya mengerti  Taurat, menuduh Dia berdasarkan ayat kitab suci
dari Musa.   Belajar  theologi bukan untuk mematuhkan diri kepada
Tuhan tetapi  supaya tidak  dihina orang, agar memiliki kedudukan
untuk sewenang-wenang.   Mereka  memakai theologi  dan pengertian
Taurat mereka  untuk duduk  dalam organisasi  untuk menuduh orang
lain dengan  mudah.  Mereka menuduh Yesus Kristus.  Dalam situasi
seperti ini  Yesus pun  tidak terganggu  oleh kerohanian  seperti
ini.  Dia berdiri dan menunggu apa yang direncanakan Bapa terjadi
atas Dia.   Inilah  cara perang.   Itu sebabnya Ia berkata, "Jual
pakaianmu  dan  belilah  pedang."    Murid-murid  tidak  mengerti
maksudNya.   Mereka bertanya,  "Kita sudah  memiliki  dua  pisau,
cukup  tidak?"    Yesus  menjawab,  "Sudah  cukup."    Bukan  itu
maksudNya.     Pisau  yang  dimaksud  bukan  pisau  sesungguhnya.
Peperangan bukan  peperangan jasmaniah,  memakai rudal,  senapan,
atau meriam.   Tetapi  peperangan memakai  kekuatan rohani.  Pada
waktu orang-orang  datang menangkapNya, Petrus memutuskan telinga
salah satu  dari mereka.  Yesus tidak menjawab, "Oh sekarang Saya
tahu engkau  berani mati untuk saya.  Hanya satu orang.  Ada yang
lain?  Mari perang bagiKu!"  Inilah kalimat yang diucapkan Marcos
tiga  hari   sebelum   kejatuhannya,   "Hai   tentara   Filipina,
berperanglah  bagiku!"    Cara  peperangan  Yesus  Kristus  tidak
memakai nafsu  emosi, senjata,  melainkan dengan kekuatan rohani,
ketaatan kepada  Allah dan  menunggu sampai  saat terakhir  Tuhan
bekerja.   Inilah peperangan  rohani yang  belum  pernah  terjadi
sebelum ini,  memasuki suatu era baru dalam sejarah di mana cinta
mengalahkan dendam,  perdamaian mengalahkan permusuhan, tetapi di
dalam hati  Ia mengetahui  Ia harus  melaksanakan ketetapan Allah
Bapa sewaktu  masih berada  di Eden,  setelah kejatuhan  Adam dan
Hawa.   Puji Tuhan!   Yesus Kristus berperang di atas kayu salib,
bukan  berperang   membela  kesejahteraanNya   sendiri.     Waktu
kesejahteraanNya dirampas  habis,  kesehatanNya  sudah  terancam,
hidupNya sudah dirusakkan, tubuhNya sudah ditusuk, darahNya sudah
dialirkan, segala kemungkinan kekuatan berperang sepertinya sudah
habis, justru  di sana  Ia sungguh-sungguh sedang berperang untuk
melawan kejahatan  yang sudah besar kuasanya untuk mengeroyok dan
merusakkan hidup  manusia.   Puji Tuhan!   Itu  sebabnya di  kayu
salib Yesus  tidak mengatakan,  "Akhirnya gagal  total.  Aku mati
tanpa kesuksesan  sama sekali.   Di  manakah Allah?  Aku mengikut
Engkau, tetapi  Engkau tidak  membalas, tidak memberikan kekayaan
dan sejahtera,  melainkan keadaan  sengsara dan  menderita."   Di
sana Ia  mengatakan,  "Genaplah!    Sudah  selesai!    Aku  sudah
menyempurnakan, Aku  sudah sukses,  menang  dan  menggenapi  yang
Engkau  rencanakan   dalam  peperangan  di  mana  anak  keturunan
perempuan akan  meremukkan kepala  ular."   Setan tidak mempunyai
cara lagi  waktu melihat  akhirnya Yesus  harus mati seperti itu.
Di situ  ia harus  mengatakan, "Celaka  Dia mati  sedemikian rupa
sehingga saya  tidak mempunyai  kemungkinan satu persen pun untuk
mencapai kemenangan."  Karena kemenangan peperangan rohani justru
tidak dicapai  melalui cara  kemenangan  manusia  tetapi  melalui
dalil-dalil rohani,  dimana manusia  berhenti bergolak,  berhenti
bergumul, di sana baru kuasa Allah sungguh-sungguh tercurah.



--
torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
SPECTROX SYSTEMS +1.408.252.1005  Silicon Valley, Ca





----------------------------------------------------------------------------------


dalam kristus,

sutjipto


From juri@vms.macc.wisc.edu Fri May 14 15:55:00 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA03811; Fri, 14 May 93 15:54:59 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Fri, 14 May 93 15:47 CST
Received: from 139.138.1.3 by wigate.nic.wisc.edu; Fri, 14 May 93 15:46 CST
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com) by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1)
          id AA11519; Fri, 14 May 93 13:46:02 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA19192;
          Fri, 14 May 93 13:46:07 PDT
Message-Id: <9305142046.AA19192@dazix.Dataio>
Date: Fri, 14 May 93 13:46:07 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: kotbah S. Tong (1 of 2)
To: fica-net@vms.macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: R


----- Begin Included Message -----

>From spectrx!torpedo@sonyusa.Sony.COM Mon May 10 01:04:36 1993
To: nursalim@dazix.Data-IO.COM
Subject: Kotbah S. Tong (1/2)
From: torpedo@spectrx.Saigon.COM (Amir Torpedo)
Comments: Flatulence :=Funny
Date: Sun, 09 May 93 23:43:35 PDT
Organization: SPECTROX SYSTEMS (408)252-1005 Cupertino, Ca
Content-Length: 8665

                                    
                KONSEP YANG KELIRU MENGENAI YESUS KRISTUS
                                    

Yohanes 6:22-35

Orang banyak mencari Yesus

     Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang,
melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi
dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-
muridNya, dan bahwa murid-muridNya saja yang berangkat.  Tetapi sementara
itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka
makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.  Ketika orang
banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-muridNya juga
tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk
mencari Yesus.

Roti hidup

     Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka
berkata kepadaNya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"  Yesus menjawab
mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan
karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan
roti itu dan kamu kenyang.  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan
dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup
yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang
disahakan oleh Bapa, Allah, dengan meteraiNya."  Lalu kata mereka
kepadaNya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan
pekerjaan yang dikehendaki Allah?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah
pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia
yang telah diutus Allah."
     Maka kata mereka kepadaNya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat,
supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepadaMu?  Pekerjaan apakah yang
Engkau lakukan?  Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun,
seperti ada tertulis: Mereka diberiNya makan roti dari sorga."
     Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan BapaKu yang
memberikan kamu roti yang benar dari sorga.  Karena roti yang dari Allah
ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
Maka kata mereka kepadaNya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang
kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia
tidak akan haus lagi.



     Dalam bagian ini kita akan melihat bahwa orang yang sudah menerima
anugerah Tuhan namun tetap tidak mengerti Tuhan pemberi anugerah.

     Orang-orang yang sudah mendapat roti dan ikan sekarang berusaha
mendapatkan Tuhan Yesus.  Mereka tidak perduli mengenai mujizat yang
mungkin terjadi.  Tujuan mereka adalah mencari Tuhan Yesus.  Ini
merupakan satu gagasan yang menjadi motivasi dari agama, yaitu aku
(manusia) mencari Allah.  Tetapi sebenarnya manusia tidak mencari Allah
di dalam agama, agama hanya menjadi sarana dari usaha manusia untuk
melarikan diri dari murka Tuhan.  Agama membuat manusia membius diri
dengan kondisi seolah-olah mencari Allah.

     Orang-orang ini menyeberang sampai ke Kapernaum dan akhirnya
menemukan Tuhan Yesus.  "Kami mencari Engkau.  Bila orang lain mencari
dunia, kami datan mencari Engkau, ya Rabi.  Kapankah Engkau datang kepada
kami?"  Kalimat mereka terlihat begitu sopan dan beretika, namun bila
diperhatikan mereka telah melakukan kesalahan yang nyata sekali, yaitu
salah memanggil Tuhan Yesus.  Setelah menikmati anugerah, makan roti
melalui mujizat yang besar, pengenalan mereka kepada Tuhan Yesus hanya
sebagai rabi.  Konsep mereka belum berubah, masih konsep kedagingan yang
belum diperanakkan oleh Roh Kudus (Yohanes 3:6).  Tidak peduli bagaimana
engkau membius dan menunjukkan kebaikan diri melalui agama, namun dari
kalimat yang kau ucapkan akan menunjukkan engkau dekat atau jauh dari
Tuhan.

     Jika orang-orang ini belum mengenal Tuhan Yesus, lalu mengapa mereka
mencari Tuhan Yesus?  Apa yang dicari dari Tuhan Yesus?  Setelah
mendapatkan pertanyaan yang begitu indah, apakah Tuhan Yesus puas?  Di
tengah dunia yang begitu acuh, ternyata ada sekelompok orang yang begitu
menghargaiNya.  Namun kita perlu memperhatikan satu prinsip yaitu adanya
perbedaan antara orang yang datang kepada Tuhan Yesus dengan orang yang
diterima baik oleh Tuhan Yesus.  Bukan karena engkau datang kepada Tuhan
Yesus lalu Ia langsung mempercayakan diriNya kepadamu.  Bandingkan dengan
pasal 2 bagian akhir.  Banyak orang melihat mujizat yang dilakukan oleh
Tuhan Yesus, tetapi Tuhan Yesus tidak mempercayakan diri kepada mereka
yang percaya kepadaNya.  Dalam dunia banyak orang mengaku bahwa ia adalah
pengikut Kristus yang beriman, tetapi hanya Tuhan Yesus yang tahu apa
yang ada dalam hati kita masing-masing; Motivasi kita mengikut Dia.

     Pertanyaan yang indah dari orang-orang banyak itu dijawab dengan
begitu keras oleh Tuhan Yesus.  Mengapa kelihatannya Tuhan Yesus begitu
tidak berperikemanusiaan dan tidak sopan?  Dengan suatu penekanan,
"Dengan sesungguhnya, (bahkan dalam bahasa Inggris lebih ditekankan -
verily, verily)  Aku berkata kepadamu, Engkau datang kepadaKu bukan
karena tanda ajaib dan mujizat, tetapi karena engkau sudah makan roti dan
sudah kenyang."  Jawaban ini sulit diterima oleh manusia.  Namun coba
pikir, bila Allah tidak berhak memberikan jawaban seperti ini, lalu siapa
lagi yang berhak?  Jika Allah tidak berhak menegur dosa manusia, siapa
lagi yang berhak melakukannya?  Seorang hakim harus memberikan vonis
kepada orang yang bersalah, walau banyak orang mengangis dan tidak bisa
menerima keputusan itu, keputusan itu mutlak dijalankan karena ia
mempunyai hak.  Jika seorang hakim yang juga orang berdosa mempunyai hak
menunjukkan kesalahan seseorang, apakah Tuhan Allah, Pencipta manusia
tidak berhak berkata benar menurut hukum yang lebih tinggi dari hukum
manusia?

     Kalimat Tuhan Yesus sungguh membuat malu orang-orang itu.  Perut
manusia perlu diisi, setelah itu jangan dirobek.  Jika kulit perut perlu
dipelihara, apalagi kulit muka yang lebih tipis dan halus.  Manusia mau
menerima segala keuntungan dan berkat dari Tuhan tetapi tidak mau
kulitnya dirobek, tetap ingin kemuliaan.  Banyak pembesar dan pegawai
yang tidak jujur, melakukan korupsi tetapi tidak mau dibongkar
rahasianya.  Banyak orang mencari keuntungan dengan jalan tidak jujur
tetapi masih mau menjaga kulit muka agar tetap dipermuliakan di hadapan
umum.  Namun prinsip Kekristenan adalah TANPA PERTOBATAN YANG RELA
MEMBONGKAR DIRIMU, TIDAK ADA PENGAMPUNAN DOSA.

     Ketika Tuhan datang mencari Adam yang sudah berdosa, ia dalam
keadaan terbungkus dedaunan.  Tuhan memanggil agar ia keluar dari tempat
persembunyiannya.  Adam harus memilih antara memakai pakaian yang akan
nantinya atau menanggalkan pakaian yang akan layu nantinya atau
menanggalkan pakaian itu dan memakai yang disediakan Tuhan.  Jika Adam
memilih pakaian dedaunan itu untuk menutup diri maka ia tidak akan
mengalami suatu pemberesan yang kekal.  Daun itu hijau di atas pohon
tetapi tidak akan terus hijau setelah diturunkan.  Setebal apapun daun
itu yang kau rasa bisa menutupi dirimu, setelah daun ciptaan Tuhan itu
akan layu dan kenyataan tentang dirimu akan terlihat orang lain.  Jalan
satu-satunya adalah hanya dengan menanggalkan daun itu.  Engkau akan
membantah, jika ditanggalkan itu akan membuat saya tidak sopan, tidak
bermoral, tidak beragama, dan saya akan lebih malu.  Tuhan berkata,
"Tidak ada jalan lain.  Engkau harus memakai kulit binatang yang sudah
mati menggantikan engkau.  Ini suatu lambang keselamatan."  Tanggalkan
perbuatan baikmu, kegiatan agamamu yang tidak sesuai dengan kehendak
Tuhan.  Jalan satu-satunya adalah telanjangi, bongkar sampai tuntas
segala kerusakan yang tidak mungkin dapat kita bereskan sendiri.
Kristianisasi (memberikan kebudayaan Kristen kepada suatu bangsa) tidak
bisa menyelamatkan.  Tetapi evangelisasi (penginjilan) yang
menyelamatkan.  Penginjilan jauh lebih penting daripada Kristianisasi.
Kalau kita memberikan uang kepada seseorang dan orang itu berkata, "Saya
mau jadi orang Kristen," itu percuma.  Kristianisasi hanya membawa
kebudayaan pada manusia untuk menutupi dosa yang belum dibereskan.
Tetapi penginjilan membawa manusia ditelanjangi di hadapan Tuhan.  Tidak
ada cara lain agar manusia bisa diselamatkan kecuali menerima Tuhan Yesus
Kristus.  Dosa harus ditelanjangi, karena dosa telah begitu rusak.  Tuhan
Yesus tidak pernah memakai cara yang gampang untuk mendapatkan pengikut-
pengikutNya, yang dapat datang tanpa pertobatan, tanpa memikul salib dan
tanpa membayar harga untuk mendapatkan berkat.


--
torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
SPECTROX SYSTEMS +1.408.252.1005  Cupertino, Ca



----- End Included Message -----


From juri@vms.macc.wisc.edu Fri May 14 16:02:12 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA03852; Fri, 14 May 93 16:02:11 CDT
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Fri, 14 May 93 15:48 CST
Received: from 139.138.1.3 by wigate.nic.wisc.edu; Fri, 14 May 93 15:46 CST
Received: from dazix.Dataio (dazix.Data-IO.com) by Data-IO.COM (4.1/SMI-4.1)
          id AA11653; Fri, 14 May 93 13:46:57 PDT
Received: by dazix.Dataio (4.1/SMI-4.1) id AA19195;
          Fri, 14 May 93 13:47:07 PDT
Message-Id: <9305142047.AA19195@dazix.Dataio>
Date: Fri, 14 May 93 13:47:07 PDT
From: (Sutjipto Nursalim) 
Sender: juri@vms.macc.wisc.edu
Subject: kotbah S.Tong (2of 2)
To: fica-net@vms.macc.wisc.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Status: R


----- Begin Included Message -----

>From spectrx!torpedo@sonyusa.Sony.COM Mon May 10 01:06:11 1993
To: nursalim@dazix.Data-IO.COM
Subject: Kotbah S. Tong (2/2)
From: torpedo@spectrx.Saigon.COM (Amir Torpedo)
Comments: Flatulence :=Funny
Date: Sun, 09 May 93 23:44:14 PDT
Organization: SPECTROX SYSTEMS (408)252-1005 Cupertino, Ca
Content-Length: 9148

     
     Orang-orang itu datang bukan karena mujizat, tetapi karena kenyang.
Datang karena mujizat berarti melihat bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang
membuat tanda ilahi.  Tetapi mereka datang karena kenyang berarti belum
melihat tanda, hanya melihat manfaatnya untuk diri sendiri.  Jelas
berbeda antara orang yang datang karena Tuhan Yesus melakukan mujizat
dengan mereka yang datang karena mujizat itu berfaedah bagi mereka.
Pengertian yang kedua hanya membukakan keegoisan dalam diri yang masih
merajalela, di mana si aku masih bertakhta.  Tetapi orang yang bisa
melihat mujizat itu dan mengerti yang melakukan adalah Allah, mengakui
Tuhan Yesus yang bertakhta di dalam hati.  Orang yang secara obyektif
mengaku Tuhan Yesus di atas takhta tetapi datang kepadaNya hanya untuk
mendapatkan manfaat saja berarti sebenarnya dia masih berusaha di
takhtanya.

     Tuhan Yesus tidak menahan berkat.  Orang yang dikenyangkan itu
memang karena Tuhan yang memberi roti dan melakukan mujizat.  Tuhan itu
Rahmani, penuh rahmat dan anugerah, seperti orang tua yang selalu memberi
kecukupan kepada anak-anaknya.  Tetapi orang tua tidak ingin anaknya
datang hanya karena ingin mendapatkan sesuatu.  Suatu gambaran juga
mengenai relasi Tuhan dengan kita.  Seorang anak datang kepada bapanya
hanya karena mau sesuatu berarti kurang ajar, walau anak itu datang
dengan senyuman.  Tuhan sangat mengerti motivasi manusia.  Motivasi yang
rusak merupakan sesuatu lagi diriku.  Berarti manusia semakin lari jauh
dari Allah, yang merupakan pusat alam semesta dan hidup manusia.  Tuhan
Yesus yang menjadi penerang menyatakan segala kesalahan manusia, Dia juga
akan menyembuhkan segala borok itu.  Ia yang memukul adalah juga Tuhan
yang membalut.  Tuhan yang menyatakan sakit, juga adalah Tuhan yang
menyembuhkan sakit.  Itulah Tuhan dan cintaNya.  Jika cintaNya yang penuh
janji itu tidak memberi tahu penyakitmu, itu bukan cinta yang sejati.
Cinta yang bisa menyatakan penyakit tanpa memberi obat, itu juga bukan
cinta sejati.

     Sekarang jika Firman Tuhan sudah dinyatakan, maukah manusia
mendengarkan dan menghargainya?  Seringkali manusia mencari jawaban yang
sebenarnya bukan jawaban yang dimaui, tetapi suatu tunjangan untuk
pendapat yang ada dalam hatinya.  Jika saudara datang kepada Tuhan, harus
ada kesediaan mendengar Firman Tuhan yang keras, menerima jawaban dari
Yang Berorotoritas Tertinggi tanpa tawar menawar, melainkan dengan
ketaatan.

     Setelah menunjukkan kesalahan mereka, Tuhan Yesus berkata,
"Bekerjalah bukan untuk mendapat makanan yang bisa binasa, melainkan
untuk makanan yang bisa bertahan sampai pada hidup yang kekal, yang akan
diberikan Anak Manusia kepadamu, sebab Dialah yang disahkan oleh Allah
Bapa dengan meteraiNya.  (ayat 27)"  Sekarang Tuhan Yesus memberikan yang
seharusnya menjadi sasaran.  "Hai manusia, Aku tahu engkau bisa sakit dan
memerlukan kesembuhan.  Bisa lapar dan membutuhkan roti, bisa capai dan
memerlukan kekuatan.  Tetapi ingat bahwa selain tubuh masih ada jiwa.
Selain terus memikirkan aspek jasmani, pikirkan juga kebutuhan rohani.
Kebutuhan jasmani tidak pernah terpuaskan karena rohanimu masih lapar.
Segala kecukupan makanan tidak bisa kau bawa dalam kekekalan.  Karena itu
berusahalah bukan hanya untuk makanan yang bersifat sementara tetapi
untuk makanan kekal yang akan diberikan oleh Anak Manusia."

     Di sini Tuhan Yesus menyebut dengan "Anak Manusia bukan Anak Allah,
dalam bentuk tunggal.  Satu-satunya Manusia yang diurapi Allah, yang
dimeteraikan Allah, di antara seluruh umat manusia.  Dialah yang akan
memberikan hidup yang kekal kepadamu.

     Jika perut lapar, langsung cepat mencari makan.  Tetapi jika rohani
yang lapar, semakin didiamkan saja.  Suatu ketidakseimbangan yang terjadi
setelah kejatuhan manusia.  Di sini 2 prinsip yang kita dapatkan setelah
kejatuhan adalah (1)  Sasaran agama jadi salah  (2) Ketidakseimbangan
yang muncul.

     Manusia yang kaya selalu ingin bertambah kaya.  Sudah memiliki mobil
bagus, ingin mencari yang lebih.  Uang yang banyak, ingin terus bertambah
banyak.  Namun dalam bidang rohani, orang selalu merasa sudah cukup kaya.
Selalu membandingkan diri dengan orang yang lebih jelek, dan tidak merasa
perlu untuk lebih baik.  Manusia selalu merasa cukup dalam hal rohani
tetapi selalu tidak puas dalam soal jasmani.

     Jika engkau menuntut, mengejar, membuang waktu, bakat, intelekmu
hanya untuk sesuatu yang akan lewat maka engkau bukan orang yang
bijaksana.  Jika engkau menuntut sesuatu yang bernilai kekal, yang
diingat oleh Tuhan, mendatangkan berkat bagi orang yang jangka waktu yang
panjang bahkan sampai hidup yang kekal, maka engkau adalah orang yang
bijaksana.  Itu bukan berarti meninggalkan semua pekerjaan di kantor dan
semua menjadi pendeta.  Motivasi Tuhan Yesus di sini adalah untuk
mengalihkan perhatian orang itu bahwa makanan dan roti hanya menghidupkan
daging tetapi hal rohani yang menghidupkan.  Bila engkau mempunyai
makanan jasmani tetapi tidak mempunyai makanan rohani, bagaimana bisa
hidup di hadapan Allah?  Engkau hanya bisa hidup di hadapan manusia hanya
beberapa puluh tahun saja.  Tetapi setelah itu bagaimana engkau bisa
hidup secara rohani dalam kekekalan?

     Setelah orang banyak itu mendengar jawaban keras dari Tuhan Yesus
mereka mulai mengajak debat mengenai apa itu pekerjaan yang dikehendaki
Allah untuk mendapat hidup yang kekal.  Inilah konsep agama setelah
manusia jatuh dalam dosa, selalu bertanya, apa yang bisa saya lakukan
untuk mendapat keselamatan?  Di dalam Alkitab tercatat 4 orang yang
datang kepada Tuhan Yesus dan menanyakan hal ini.  "Apa yang harus saya
perbuat untuk mendapat hidup yang kekal?"  Konsep manusia adalah untuk
mendapat sesuatu maka saya harus membayar.  Untuk mendapat anugerah harus
berbuat baik, untuk diselamatkan harus beramal.  Ini adalah konsep
universal yang paling salah di dalam agama.  Di dalam Kekristenan
menegaskan bukan dengan perbuatan baikmu engkau diselamatkan, tetapi
karena Kristus yang sudah mati bagimu.  Anugerah Allah lebih besar
daripada kewajibanmu berbuat baik.  Jangan salah mengerti bahwa ini
berarti orang Kristen walau berbuat jahat pasti diselamatkan.  Maksud di
sini adalah bahwa perbuatan baikmu tidak cukup untuk menggantikan
anugerah.  Anugerah Tuhanlah yang memberimu kekuatan untuk bisa berbuat
baik.

     Ketika mereka bertanya, "Perbuatan-perbuatan apa yang harus kami
perbuat?"  Yang mereka pakai adalah bentuk jamak dari perbuatan, tetapi
Tuhan Yesus menjawab dengan bentuk tunggal, "Inilah pekerjaan yang
dikehendaki Allah, yaitu hendakalah kamu percaya kepada Dia yang telah
diutus Allah" (ayat 29).  Satu pekerjaan saja yang harus mereka lakukan,
yaitu percaya Tuhan Yesus adalah Anak Allah.

     Di sini Tuhan Yesus mengoreksi konsep mereka yang salah.  Bukan
pekerjaan-pekerjaanmu yang menyebabkan engkau diselamatkan, tetapi satu
hal:  Berhentilah berusahan dan menganggap dirimu cukup tetapi sekarang
datang kepada Tuhan Yesus dan percayalah kepadaNya.  Berlututlah dan
datang dan serahkan diri dengan rendah hati, menerima Tuhan Yesus sebagai
Allah di dalam dirimu, itulah yang menyelematkanmu.  Berarti iman bukan
kelakuan.  Kelakuan itu tidak melayakkan kita menerima anugerah.
Kelakuan itu hanya kewajiban, tetapi iman adalah kunci untuk mendapatkan
anugerah Tuhan.

     Kalau iman bukan kelakuan, bukan berarti kelakuan itu tidak penting.
Maksud di sini adalah kelakuan yang bagaimanapun baiknya tidak akan cukup
tetapi iman itulah yang menjadikan kita diselamatkan.  Bukan apa yang
saya perbuat sebanyak mungkin membuat Tuhan berkenan untuk menyelamatkan
saya.  Itu anugerah.

     Orang banyak itu melanjutkan usaha mereka dengan pertanyaan yang
lebih membukakan siapa mereka itu sebenarnya.  "Tanda apakah yang Engkau
perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepadaMu?"  Mereka
menuntut mujizat untuk memberi keyakinan percaya mereka kepada Tuhan
Yesus.  Belum lama mereka melihat mujizat tetapi sekarang mereka menuntut
suatu mujizat.  Mereka sudah lupa menerima mujizat lima roti dan dua ikan
dari Tuhan Yesus.  Mereka terus menuntut, "Ingat, Musa menyelamatkan
banyak orang karena ia menurunkan manna dari sorga, sehingga banyak orang
yang mengikut dia.  Sekarang jika Engkau ingin mendapatkan banyak
pengikut, harus setiap hari mengadakan mujizat."  Konsep mereka mendapat
anugerah harus melakukan pekerjaan, untuk percaya harus melihat mujizat.
Inilah konsep yang keluar dari orang yang berdosa.

     Meskipun mereka sudah menunjukkan kejelekan diri sendiri, konsep
yang begitu bodoh dan dangkal, Tuhan Yesus tidak marah dan tetap melayani
mereka.  Tuhan Yesus terus memberikan pengertian kepada mereka, "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya, bukan Musa yang memberikan kamu roti dari
sorga, melainkan BapaKu yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang
memberi hidup kepada dunia" (ayat 32,33).  Roti yang sesungguhnya bukan
manna melainkan diri Tuhan Yesus Kristus yang berinkarnasi ke dalam
dunia, Firman yang menjadi daging.



--
torpedo@spectrx.saigon.com (Amir Torpedo)
SPECTROX SYSTEMS +1.408.252.1005  Cupertino, Ca



----- End Included Message -----